Results 1 to 6 of 6

Thread: Poem Untuk Indonesia


  1. #1
    Newbie
    Join Date
    May 2008
    Location
    Tangerang, Bintaro
    Posts
    10
    Rep Power
    0

    Thumbs up Poem Untuk Indonesia

    Hari kebangkitan Nasional,pada tanggal 20-Mei-2008 menjadi hari keterpurukan Nasional...Kenapa bisa seperti ini?
    Sebenarnnya Indonesia bukan bangsa yang terpuruk,tapi menerpurukan diri...Wahai,orang2 pintar, janganlah saling menyudutkan, ayo saling mendukunglah...walaupun negara ini sedang bergejolak..Mari bersama dukung Indonesia negara tercinta ini...

  2. #2
    Newbie brotodewo's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    bandung
    Posts
    35
    Rep Power
    0

    Re: Poem Untuk Indonesia

    www.jawapos. com

    Sesudah Seratus Tahun Membentang, 1908-2008

    Karya Taufiq Ismail

    Berdiri kita di tebing yang menjulang
    Samudera waktu bersama kita pandang
    Adalah sejarah yang membayang
    Seratus tahun telah terbentang
    Peristiwa demi peristiwa pergi dan datang menggelombang

    Dalam skala besar dunia berperang dua kali
    Dalam ukuran sedang dunia berperang berpuluh kali
    Dalam ukuran kecil konflik berlangsung tak terhitung kali
    Kolonialisme memuncak dan kolonialisme berguguran
    Bangsa-bangsa tertindas merebut bendera kebebasan
    Kita pancangkan Merah Putih itu dan dia berkibaran

    Tampakkah olehmu di bawah sana
    Rimba tiang dengan bendera dua warna berkibaran
    Tampakkah olehmu sebentang poster
    Sebuah negara baru saja merdeka
    Tampakkah olehmu orang-orang menakik getah pohonnya
    Menguliti dahannya, menumbuk akarnya,
    Meremas ekstrak cairannya
    Mengendapi simpul-simpul syaraf nasion
    Membuat harmoni dalam komposisi
    Merumuskan formula sebuah bangsa
    Bertahun-tahun, berpuluh tahun lamanya

    Berpuluh tahun kita mencari bentuk demokrasi
    Yang tepat formatnya bagi kita serta serasi
    Tetapi masih juga bablas di sana-sini
    Berpuluh tahun hukum kita tegakkan agar kukuh berdiri
    Tegak dengan lurus berakar ke dalam bumi
    Tetapi betapa rumitnya meneguhkan ini

    Selesai satu krisis muncul dua krisis lagi
    Bencana sedang menimpa timbul bencana kedua
    Betapa berat merawat dua ratus juta mulut yang menganga
    Sembuh satu penyakit manusia meruyak penyakit hewan lagi
    Mereda dua buah ekses timbul tiga ekses menanti
    Sesudah gempa, tsunami, banjir air dan banjir lumpur menjadi-jadi
    Beban hutang 1600 trilyun rupiahnya
    Terbungkuk bahu kita dibuatnya.

    Di negeri ini antara halal dan haram tak jelas batasnya lagi
    Seperti membedakan warna benang putih dan benang hitam
    Di hutan kelam
    Jam satu malam
    Kepemilikan tidak dihargai
    Undang-undang, peraturan, prosedur diinjak dengan kaki
    Tata-cara, etika, basa-basi apalagi
    Semua harta dan benda di antara bumi dan angkasa dihabisi
    Hutan, tambang, bumi, minyak, air, pasir,
    Bank, bisnis, birokrasi,
    Dihabisi.

    Teringat kita, sebuah bendungan besar terban satu dasawarsa yang silam
    Suaranya gemuruh menderu-deru ke seluruh penjuru
    Membawa perubahan politik kenegaraan, berbagai aspeknya
    Tetapi bersama jebolnya bendungan itu, ikut terbawa pula
    Hanyutnya nilai-nilai luhur luar biasa tinggi harganya
    Nilai keimanan, kejujuran, rasa malu, kerja keras, tenggang rasa
    Pengorbanan, tanggung-jawab, kebersamaan, optimisma
    Keberanian merubah nasib, ketertiban, pengendalian diri,
    Penghargaan pada nyawa manusia.

    Perilaku kita sebagai bangsa mulai berubah
    Sedikit-sedikit tersinggung, teracung kepalan dan marah-marah
    Lalu merusak, membakar dan menumpahkan darah
    Berteriak dengan kata-kata sumpah serapah
    Hati meradang, suara serak, mata pun merah
    Sungguh sirna citra bangsa yang ramah-tamah
    Kebringasan menggantikan senyum yang habis sudah
    Ucapan keji mengganti kosa kata yang lembut dan lemah

    Dalam sebuah adegan luar biasa kebalauan
    Sesudah usai sidang, tegaklah hakim, jaksa, panitera dan pesakitan
    Kemudian ketika yang dirugikan minta keadilan
    Orang akan dihadapkan pada bursa penawaran
    Penawaran jual beli keputusan pengadilan
    Melalui jaringan mafia, calo, perantara dan petugas orang dalam
    Sehingga bisa diatur keras lunaknya palu yang diketukkan
    Karena "h-a-k-i-m, hubungi aku kalau ingin menang" ) begitu diucapkan
    Demikian dilisankan
    Demikian dalam kenyataan
    Demikian dipraktekkan
    Demikian kuasanya, tak tersentuh, tandus akal sehat dan nurani
    Tiada kontrol, eksklusif tanpa investigasi
    Bebas dari pengawasan eksternal, semakin menjadi-jadi
    Ratusan triliun bila dirupiahkan, bangsa selama ini rugi.

    Saudaraku
    Masih adakah kiranya harapan bagi kita, manusia Indonesia?
    Masih adakah?
    Dengan lirih ada yang berkata
    Mudah-mudahan, barangkali masih ada

    Karena di bawah mendung yang berat menggantung
    Ada tampak kecil seberkas cahaya
    Karena ada bahagian tak tampak dari wajah bangsa
    Tak disebut di koran, sosoknya tak tampak di media massa
    Yang tetap bekerja keras melakukan tugasnya
    Petani-petani di desa yang mensubsidi nasi orang kota
    Buruh yang bergaji rendah tapi tetap saja bekerja
    Guru-guru yang mengajarkan ilmu dengan setia
    Birokrat yang bersih tak sudi diperciki noda
    Penegak hukum yang masih rapi nuraninya
    Bersahaja semua hidupnya, dalam warna sederhana

    Negeri kita disayangi Tuhan adalah karena mereka
    Karena doa dari rakyat yang melarat tak tampak wajahnya
    Doa orang sakit yang terbaring di permukiman sederhana
    Ditolak di rumah sakit karena tak kuat membayarnya
    Doa 6 juta anak Indonesia yang ingin bersekolah juga
    Doa 15 juta penganggur yang merindukan lapangan kerja
    Merindukan pagi Indonesia bermandikan cahaya
    Ketika orang-orang berkemas pergi bekerja
    Ada yang bertani bercocok tanam
    Ada yang berdagang memutar ekonomi
    Ada yang mengajar menyampaikan ilmu
    Ada yang merawat birokrasi menyelenggarakan pemerintahan
    Ada yang kukuh menegakkan hukum dan keadilan.

    Saudaraku,
    Masih adakah kiranya harapan bagi kita, manusia Indonesia?
    Mudah-mudahan masih ada
    Ya, memang masih ada
    Selepas seratus tahun bilangan masa
    Mari kita berhenti menyalah-nyalahkan siapa
    Dalam buku harian kita
    Mari kita coret kata putus-asa
    Dalam kamus bahasa kita
    Karena kita akan bangkit bersama
    Dengan kerja keras diiringi khusyuknya doa
    Dari atas sampai ke bawah
    Kerja keras, kerja keras, kerja keras semua
    Kemudian berdoa, berdoa, berdoa semua
    Berpeluh dalam kerja, menangis dalam doa
    Semoga Indonesia kita
    Tetap disayangiNya
    Selalu dilindungiNya.

    2005, 2007, 2008
    Jakarta keras bung!!!!

  3. #3
    Beginner kimochii's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Posts
    74
    Rep Power
    6

    Re: Poem Untuk Indonesia

    q bantu dgn do'a oooh indONEsiaku....

  4. #4
    Contributor Cakrawala Meazza's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Location
    PR. China
    Posts
    4,605
    Rep Power
    11

    Re: Poem Untuk Indonesia

    Thanx buat postingan puisi karya penulis favoritku, Taufik Ismail,,,
    menjelajahi cakrawala dan menuai kata dari langit
    jejak-jejak yang tersisa merupakan rahasia hidup

  5. #5
    Advisor alindri's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Location
    di rumah......
    Posts
    13,767
    Rep Power
    20

    Re: Poem Untuk Indonesia

    sebagai salah satu anak bangsa yg sangat mencintai Indonesia....
    aku memang tak bisa berbuat apa2...
    karena aku bukan siapa2
    tapi aku tetap berdoa
    untuk keselamatan negara
    dan kebahagiaan bangsa
    c yau

  6. #6
    Senior Member speedyrj's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Posts
    1,578
    Rep Power
    8

    Re: Poem Untuk Indonesia

    Emang bung taufik ismail mantep dah puisinya...kena banget

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0