Page 1 of 7 1234567 LastLast
Results 1 to 10 of 66
  1. #1
    Senior Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    2,451
    Rep Power
    8

    Benarkah UNAS itu perlu? Persentase pelajaran sekolah yang berguna ternyata rendah

    Sebagai produk pendidikan Indonesia 100% saya rasakan bahwa persentase pelajaran yang saya terima sejak SD, yang tidak berguna bagi saya saat kemudian berkarier cukup tinggi.

    Saya melihat hingga kini tidak ada terobosan yang berarti yang dilakukan oleh pemerintah dalam bidang pendidikan. Khususnya pendidikan dasar.

    Kontroversi UNAS belakangan ini cukup menyita perhatian saya. Saya melihat bahwa fenomena UNAS menjadi intimidasi sistematis yang menciptakan penindasan psikologis yang tidak perlu. Belajar, atau sekolah tepatnya menjadi begitu tidak menyenangkan bahkan terasa mengancam dan menakutkan.

    Sebagai barometer dunia pendidikan fungsi UNAS bisa diterima tetapi terobosan radikal perlu dilakukan oleh pemerintah untuk mengefisienkan dan mengefektifkan pendidikan di Indonesia. Jangan dibiasakan murid berpatokan pada nilai. UNAS sebaiknya dijadikan ajang evaluasi yang tidak mempengaruhi laju pendidikan seseorang.

    Mengapakah pelajaran yang diberikan di SD harus sebanyak itu? Dan mengapa SD secara normal harus ditemput selama enam tahun? Demikian juga mengapa SMP dan SMA harus 3 tahun? Mengapa juga perguruan tinggi harus sekian SKS yang bisa dikebut dalam waktu 3.5-4 tahun?

    Apakah parameter dasarnya? Misalkan 12 tahun dari SD-SMA itu dikarenakan pada usia tersebut seseorang sedang dipersiapkan untuk menjadi seorang dewasa yang intelek, dasarnya adalah usia 18 tahun saat lulus SMA. Jadi rentang waktu antara usia 6 tahun saat anak sudah bisa dididik hingga usia 18 tahun saat dewasa, harus diisi dengan berbagai pendidikan yang menunjangnya menjadi manusia dewasa. Maka dipilihlah berbagai mata pelajaran yang dibagi2, dibuat jenjangnya dan disebarkan selama 12 tahun.

    Atau sebaliknya. Pemerintah memiliki standard bahwa pada usia 6 tahun seseorang harus memiliki kemampuan level tertentu, demikian juga 7 tahun hingga 18 tahun. Dari standard tersebut disusunlah materi pelajaran selama 12 tahun tersebut. Bila ini yang terjadi akan menimbulkan pertanyaan ttg dasar penetapan dan kegunaan penetapan standard tersebut.

    Sebagai contoh pelajaran yang saya rasa tidak berguna adalah pelajaran geografi. Pelajaran ini seharusnya cukup dijadikan 'asal tahu' tidak bersifat wajib tahu. Kenapa saya katakan tidak berguna? Hafalan2 ttg nama negara dan ibukotanya, luas negaranya dsb tidak relevan. Nama negara Mesir misalnya, akhirnya saat kita dewasa dan traveling atau bekerja dg perusahaan export import, Mesir yang kita kenal akan menjadi Egypt. (Seorang teman sempat bingung ketika berkenalan dengan seseorang dari Greece. Dia sempat tanya, Greece itu mana?) Belum lagi negara2 tidak populer seperti Algeria dsb. Apalagi bila ditanyakan jumlah penduduknya, nama presidennya? Apa gunanya?

    Kemudian pelajaran2 seperti PMP, PSPB juga jangan dijadikan doktrinasi tetapi sebagai informasi. Pengenalan saja kepada anak2 SD-SMA. Pelajaran yang wajib adalah bahasa Indonesia, Inggris, Matematika, IPA/Science (Fisika,biologi,kimia untuk SMP dan SMA). Pelajaran ini yang berguna sampai tua.

    Bukti nyata bahwa apa yang diajarkan dari SD-SMA bahkan perguruan tinggi lebih banyak waste of time, energy and money adalah kuis adu cerdas dengan anak fifth grade, yang kebanyakan dimenangkan siswa kelas lima tersebut. Padahal peserta kuis tsb adalah orang dewasa yang sudah lulus SMA, perguruan tinggi bahkan.

    Jadi kembali kepertanyaan asal, benarkah UNAS itu perlu? Sedangkan kenyataannya banyak pelajaran sekolah yang tidak berguna.

  2. #2
    Member zoomsharper's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    Jakarta no more, Pekanbaru today
    Posts
    717
    Rep Power
    4

    Re: Benarkah UNAS itu perlu? Persentase pelajaran sekolah yang berguna ternyata renda

    klo g ada ujian ya g belajar... dan kalau ujiannya g di standarisasi dan di kontrol oleh pusat, ya jadi nya TST aja dah..
    " BERDOALAH BUAT YERUSALEM, Berdoalah untuk perdamaiannya, dan berdoalah untuk Kota2 disekitarnya..."

  3. #3
    Senior Contributor Flores's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    7,012
    Rep Power
    13

    Re: Benarkah UNAS itu perlu? Persentase pelajaran sekolah yang berguna ternyata renda

    Bagi saya Unas itu hanya perlu untuk tingkat perguruan tinggi.



    Salam!

  4. #4
    Senior Contributor ~mamamia~'s Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    in my cozy home (:
    Posts
    5,018
    Rep Power
    11

    Re: Benarkah UNAS itu perlu? Persentase pelajaran sekolah yang berguna ternyata renda

    Quote Originally Posted by 3serangkai View Post
    Sebagai produk pendidikan Indonesia 100% saya rasakan bahwa persentase pelajaran yang saya terima sejak SD, yang tidak berguna bagi saya saat kemudian berkarier cukup tinggi.

    Saya melihat hingga kini tidak ada terobosan yang berarti yang dilakukan oleh pemerintah dalam bidang pendidikan. Khususnya pendidikan dasar.

    Kontroversi UNAS belakangan ini cukup menyita perhatian saya. Saya melihat bahwa fenomena UNAS menjadi intimidasi sistematis yang menciptakan penindasan psikologis yang tidak perlu. Belajar, atau sekolah tepatnya menjadi begitu tidak menyenangkan bahkan terasa mengancam dan menakutkan.

    Sebagai barometer dunia pendidikan fungsi UNAS bisa diterima tetapi terobosan radikal perlu dilakukan oleh pemerintah untuk mengefisienkan dan mengefektifkan pendidikan di Indonesia. Jangan dibiasakan murid berpatokan pada nilai. UNAS sebaiknya dijadikan ajang evaluasi yang tidak mempengaruhi laju pendidikan seseorang.

    Mengapakah pelajaran yang diberikan di SD harus sebanyak itu? Dan mengapa SD secara normal harus ditemput selama enam tahun? Demikian juga mengapa SMP dan SMA harus 3 tahun? Mengapa juga perguruan tinggi harus sekian SKS yang bisa dikebut dalam waktu 3.5-4 tahun?

    Apakah parameter dasarnya? Misalkan 12 tahun dari SD-SMA itu dikarenakan pada usia tersebut seseorang sedang dipersiapkan untuk menjadi seorang dewasa yang intelek, dasarnya adalah usia 18 tahun saat lulus SMA. Jadi rentang waktu antara usia 6 tahun saat anak sudah bisa dididik hingga usia 18 tahun saat dewasa, harus diisi dengan berbagai pendidikan yang menunjangnya menjadi manusia dewasa. Maka dipilihlah berbagai mata pelajaran yang dibagi2, dibuat jenjangnya dan disebarkan selama 12 tahun.

    Atau sebaliknya. Pemerintah memiliki standard bahwa pada usia 6 tahun seseorang harus memiliki kemampuan level tertentu, demikian juga 7 tahun hingga 18 tahun. Dari standard tersebut disusunlah materi pelajaran selama 12 tahun tersebut. Bila ini yang terjadi akan menimbulkan pertanyaan ttg dasar penetapan dan kegunaan penetapan standard tersebut.

    Sebagai contoh pelajaran yang saya rasa tidak berguna adalah pelajaran geografi. Pelajaran ini seharusnya cukup dijadikan 'asal tahu' tidak bersifat wajib tahu. Kenapa saya katakan tidak berguna? Hafalan2 ttg nama negara dan ibukotanya, luas negaranya dsb tidak relevan. Nama negara Mesir misalnya, akhirnya saat kita dewasa dan traveling atau bekerja dg perusahaan export import, Mesir yang kita kenal akan menjadi Egypt. (Seorang teman sempat bingung ketika berkenalan dengan seseorang dari Greece. Dia sempat tanya, Greece itu mana?) Belum lagi negara2 tidak populer seperti Algeria dsb. Apalagi bila ditanyakan jumlah penduduknya, nama presidennya? Apa gunanya?

    Kemudian pelajaran2 seperti PMP, PSPB juga jangan dijadikan doktrinasi tetapi sebagai informasi. Pengenalan saja kepada anak2 SD-SMA. Pelajaran yang wajib adalah bahasa Indonesia, Inggris, Matematika, IPA/Science (Fisika,biologi,kimia untuk SMP dan SMA). Pelajaran ini yang berguna sampai tua.

    Bukti nyata bahwa apa yang diajarkan dari SD-SMA bahkan perguruan tinggi lebih banyak waste of time, energy and money adalah kuis adu cerdas dengan anak fifth grade, yang kebanyakan dimenangkan siswa kelas lima tersebut. Padahal peserta kuis tsb adalah orang dewasa yang sudah lulus SMA, perguruan tinggi bahkan.

    Jadi kembali kepertanyaan asal, benarkah UNAS itu perlu? Sedangkan kenyataannya banyak pelajaran sekolah yang tidak berguna.
    Setahu saia, pelajaran2 yg berguna yang saia tebalkan di atas itu yang di-UNAS-kan. Selebihnya tidak...
    Cmiiw...
    "Character is not formed, nor are rewards earned in the absence of options"
    ~ Bill Johnson ~

  5. #5
    Contributor agatha's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    3,400
    Rep Power
    10

    Re: Benarkah UNAS itu perlu? Persentase pelajaran sekolah yang berguna ternyata renda

    Quote Originally Posted by ~mamamia~ View Post
    Setahu saia, pelajaran2 yg berguna yang saia tebalkan di atas itu yang di-UNAS-kan. Selebihnya tidak...
    Cmiiw...
    Entahlaaah... Entah berguna atau tidak...
    Setiap kali menghadapi UN... saia sakit perut....
    Sakit hingga tersengal-sengal kekurangan oksigen.... dan...
    Keringat dingin berhamburan... bagai habizzz lari marathon
    Pucat pasi.... sepucat kertas lembaran ujiannya.
    ~curhat~ Mode: On

  6. #6
    Senior Contributor Flores's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    7,012
    Rep Power
    13

    Re: Benarkah UNAS itu perlu? Persentase pelajaran sekolah yang berguna ternyata renda

    Quote Originally Posted by zoomsharper View Post
    klo g ada ujian ya g belajar... dan kalau ujiannya g di standarisasi dan di kontrol oleh pusat, ya jadi nya TST aja dah..

    Yang menarik ialah:

    Kualitas guru, sarana pendukung dsb dari sekolah-sekolah tidak diseragamkan

    tetapi ujian nasional diseragamkan.



    Salam!

  7. #7
    Senior Member Fidel Castro's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Cuba
    Posts
    2,960
    Rep Power
    8

    Re: Benarkah UNAS itu perlu? Persentase pelajaran sekolah yang berguna ternyata renda

    Quote Originally Posted by Flores View Post
    Bagi saya Unas itu hanya perlu untuk tingkat perguruan tinggi.



    Salam!
    Setuju, UNAS baiknya diberlakukan kepada siswa yg ingin melanjutkan keperguruan tinggi (khususnya perguruan tinggi negeri).
    No Regrets

  8. #8
    Contributor arsya's Avatar
    Join Date
    Aug 2009
    Location
    dUnIa KhAYaLaN
    Posts
    3,902
    Rep Power
    8

    Re: Benarkah UNAS itu perlu? Persentase pelajaran sekolah yang berguna ternyata renda

    Quote Originally Posted by 3serangkai View Post
    Jadi kembali kepertanyaan asal, benarkah UNAS itu perlu? Sedangkan kenyataannya banyak pelajaran sekolah yang tidak berguna.
    UNAS tetap perlu sebagai tolak ukur SDM yang berkualitas...

    Asal dalam memberikan soal pertanyaan tidak disamakan disetiap daerah.. krn ada daerah yang secara SDM atau fasilitasnya kurang memadai...
    don't judge a person coz you don't walk on that man shoes

  9. #9
    Senior Member dely's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Posts
    1,342
    Rep Power
    4

    Re: Benarkah UNAS itu perlu? Persentase pelajaran sekolah yang berguna ternyata renda

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Entahlaaah... Entah berguna atau tidak...
    Setiap kali menghadapi UN... saia sakit perut....
    Sakit hingga tersengal-sengal kekurangan oksigen.... dan...
    Keringat dingin berhamburan... bagai habizzz lari marathon
    Pucat pasi.... sepucat kertas lembaran ujiannya.
    ~curhat~ Mode: On
    Huahahaha,,,, salah sendiri kenape mau ujian makan rujak pedes !! KANG JAIL.COM



    Quote Originally Posted by Flores View Post
    Yang menarik ialah:

    Kualitas guru, sarana pendukung dsb dari sekolah-sekolah tidak diseragamkan

    tetapi ujian nasional diseragamkan.



    Salam!
    Sangat setuju dengan pandangan ini, memang pikiran pemimpin2 negara ini yg banyak menuntut tapi tidak pernah memberikan pemerataan...

  10. #10
    Senior Member PrinceaAng's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    --
    Posts
    3,952
    Rep Power
    9

    Re: Benarkah UNAS itu perlu? Persentase pelajaran sekolah yang berguna ternyata renda

    Menurut saya, pelajaran2 berikut ini termasuk paling penting :
    1. Bahasa Indonesia.
    2. Bahasa Inggris.
    3. Matematika.
    4. IPA/Science.
    5. Bahasa Mandarin.
    6. Bahasa Jepang.
    7. Bahasa Jerman.
    8. Bahasa Perancis.

    Bahasa seharusnya memang diajarkan pada anak usia belia, bahkan kepada batita pun sudah harus diajari. Dari cara pengucapan, sampai tulisan. Karena otak anak berkembang pesat pada sistem komunikasinya, jadi pembelajaran bahasa pada usia dini itu penting.

    Tapi, saya mengesampingkan pelajaran khusus bahasa daerah asal. Karena hal ini akan menimbulkan efek diskriminasi terhadap bahasa daerah lain (dianggap lucu, dianggap aneh, dll), kecuali jika semua bahasa daerah juga diajarkan secara bersamaan.

    Selain bahasa, pengetahuan logika yang terlibat pada pengenalan dimensi suatu benda juga penting, sudah terangkum dalam matematika.

    Setelah logika dasar, yaitu matematika, pengetahuan alam umum juga perlu diajarkan. Karena pada dasarnya, manusia perlu mengetahui dia sedang ada dimana.

    Berikut adalah pelajaran yang termasuk penting, bukan paling penting :
    1. Geografis.
    2. Sejarah.
    3. PMP.

    Geografi adalah pengetahuan tentang alam yang ada di dunia ini. Berhubungan dengan perlunya manusia mengetahui lokasi tempat dia berada, ilmu geografi harus ada dalam pengetahuannya.
    Tentu, bukan yang mengajarkan siapa presidennya, atau berapa jumlah penduduk dalam suatu negara. Tapi lokasi pasti dalam peta dunia suatu wilayah, itu perlu diketahui.

    Sejarah. Ada yang beranggapan bahwa negara yang kuat adalah negara yang menghargai sejarahnya. Sejarah disini adalah untuk pembelajaran saja, dan harus diterapkan secara interaktif. Dimana siswa diajari bagaimana cara mendapatkan suatu informasi yang bersejarah. Bukan hanya sejarah bangsanya sendiri, tapi juga sejarah bangsa lain. Termasuk budaya.

    PMP. Adalah pendidikan yang berlandaskan moral pada Pancasila. Berhubung Pancasila adalah dasar dari negara ini, anak harus tahu juga. Tujuannya ya supaya si anak menjadi manusia yang bermoral. Yang nantinya tidak asal sikat.

    Berikut adalah pelajaran yang saya kira juga penting, bisa dijadikan optional :
    1. Survival.
    2. Pengenalan cara mencari uang, ada hubungannya dengan wiraswasta.
    3. Seni.

    Survival adalah pelajaran yang mengajarkan bagaimana untuk bertahan hidup pada situasi2 yang genting. Mampu mengenali gejala2 alam. Dan berhubungan dengan geografis dan IPA.

    Wiraswasta adalah mengajarkan anak untuk tidak hanya konsumtif, tapi mampu memanfaatkan apa yang ada disekitarnya untuk dijadikan pemasukan kecil-kecilan. Salah satu pelajaran yang bisa dimasukan pada wiraswasta adalah menabung dan cara berdagang kecil-kecilan. Dalam pelajaran ini, anak akan mengerti perjuangan orang tua-nya dalam membantunya hidup. Pelajaran ini berhubungan langsung dengan logika, matematika, dan IPA. Bisa juga dengan geografis.

    Seni. Anak harus diajarkan mengerti seni sejak dini. Yang dimaksud seni disini, bukan hanya menggambar dan musik, tapi juga tulisan. Seni berhubungan dengan ritme hidup mahluk. Seni berhubungan dengan pelajaran sejarah, geografis, matematika, dan IPA. Seni dapat mengajarkan anak untuk dapat melihat suatu peristiwa dari beberapa sudut pandang, dengan seni pun anak dapat mengerti cara mempelajari suatu masalah tanpa harus ditentangnya sendiri. Dengan demikian, anak bisa menghargai beberapa sudut pandang yang berbeda tanpa harus bersikeras dengan pendapatnya sendiri.

    UNAS seharusnya mengutamakan pelajaran2 yang termasuk paling penting. Jika dari pelajaran2 tersebut membutuhkan perangkat penunjang yang mahal, atau sulit didapat di beberapa daerah, pemerintah harus membantu mengusahakannya.

    Bagi saya pribadi, UNAS itu perlu. Karena bisa menjadi patokan kemajuan pendidikan nasional.

    Setau saya, dulu pun sudah ada EBTA (Evaluasi Belajar Tahap Akhir), dan EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional). Tapi kasusnya tidak sekacau yang sekarang ini.
    Dan hasilnya pun banyak manusia yang berhasil melampaui itu semua dan mampu juga menjadi manusia yang berguna.
    Piramid.. UNIK !! ASIKKK..!! - Sambil cengar-cengir.com. Poreper laaaa......

Page 1 of 7 1234567 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •