http://www.youtube.com/watch?v=WuX726_mw7Y

Banyak yang mengira yang saya maksudkan dengan Jakarta Baru Style (JBS) adalah sekedar nama sebuah lagu yang saya buat, seperti “Gangnam Style” (yang saya tiru belakangnya). Padahal pengertian saya JBS bukanlah hanya sekedar nama lagu, melainkan sebuah nama dari gaya kepemimpinan Duet Jokowi-Ahok.

Melihat duet ini beraksi di pentas pemerintahan DKI bagaikan pendekar “Yin” dan “Yang”, dimana sifat lembut Jokowi berkombinasi dengan sifat keras Ahok.

Sejujurnya pada mulanya saya juga tidak habis pikir bagaimana seorang seperti Jokowi dapat bersinergi dengan seorang seperti Ahok. Seperti menggabungkan orang yang mempunyai prinsip “hilangkan pentungan” dengan orang yang mempunyai prinsip “ngelawan tembak saja!” bagaikan air dan api.

Sampai akhirnya saya sadar, sama seperti “Yin” dan “Yang” ternyata ada “Tao” yang bekerja mengikat keduanya.
“ Tao” dalam bahasa mandarin berarti “jalan”. Jalan inilah yang mengikat mereka berdua. Jalan ini adalah kesamaan impian mereka berdua, dan impian mereka berdua adalah “Jakarta Baru!”

Jakarta Baru sendiri adalah merupakan kumpulan target duet Jokowi-Ahok. Kalau boleh sy peringkas dalam satu kalimat, maka itu adalah “mewujudkan Jakarta yang lebih bermartabat dan manusiawi”.

Dubes Amerika mengatakan bahwa gaya “blusukan” juga diterapkan oleh beberapa pimpinan di dunia. Saya percaya itu benar adanya, bahwa banyak pimpinan populis yang juga melakukan pendekatan tersebut ke rakyatnya. Tetapi yang terjadi di Jakarta tidak sekedar “blusukan”nya, tetapi sebuah sinergi dari dua gaya kepemimpinan yang berbeda.
Hal tersebut saya yakin sulit dicari tandingannya di dunia. Inilah yang saya namakan “Jakarta Baru Style!”

Memperhatikan bagaimana cara kepemimpinan “Jakarta Baru Style”, mengingatkan saya pada duet pemain bulutangkis lawas kita Christian Hadinata dan Ade Chandra. Christian adalah pemain netting yang tangguh, selalu didepan net untuk meladeni permainan net lawan. Sedangkan Ade Chandra adalah smasher yang tangguh. Bila lawan memberikan bola lambung ke belakang , maka penonton akan kegirangan, karena "palu godam smash" Ade akan segera terjadi. Kedua gaya permainan ini bersinergi untuk menghasilkan kejayaan bulutangkis bangsa Indonesia di masa itu.
http://www.youtube.com/watch?v=OaI3mvvlTuI

Gaya Kepemimpinan Jokowi-Ahok adalah gaya yang kontroversial. Masyarakat melihat dua gaya yang saling bertolak belakang tetapi saling melengkapi. Gaya kepemimpinan itu menjadi sangat efektif karena eksekusi yang dilandasi tujuan hasil.
Gaya kepemimpinan mereka jadi terasa sangat menarik perhatian siapa saja, dan tidak heran keduanya menjadi idola dari media masa (media darling).

Tidak akan heran bila suatu saat akan berbondong-bondong pimpinan negara asing yang akan datang ke DKI hanya untuk mempelajari gaya kepemimpinan yang bernama “Jakarta Baru Style” ini.

Priyanto Chang"Jakarta Baru Style" Sebuah Gaya Kepemimpinan dari Jokowi-Ahok-jokowi-ahok-koranbogor-jpeg.image_.jpg