Page 20 of 66 FirstFirst ... 101112131415161718192021222324252627282930 ... LastLast
Results 191 to 200 of 653
Like Tree47Likes

Thread: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan


  1. #191
    Senior Member nanapeko's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    1,187
    Rep Power
    8

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    @bang_sate

    dunia ini tidak hanya berisi orang2 baek saja, tidak hanya berisi hal2 yg indah2 saja, tidak semua lelaki se"lurus" anda..

    kita disini bicara ttg hal2 buruk yg terjadi disekitar kita, yg benar2 nyata dan ada...
    ato mungkin anda belum pernah menjumpai kenyataan seperti yg rekan2 bicarakan disini..
    ..ucapkan terimakasih dan berikan tepuk tangan utk orang yg meremehkanmu..

  2. #192
    Junior Member bang_sate's Avatar
    Join Date
    Mar 2010
    Location
    Deep inside my hatred heart.
    Posts
    233
    Rep Power
    5

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by nanapeko View Post
    @bang_sate

    dunia ini tidak hanya berisi orang2 baek saja, tidak hanya berisi hal2 yg indah2 saja, tidak semua lelaki se"lurus" anda..

    kita disini bicara ttg hal2 buruk yg terjadi disekitar kita, yg benar2 nyata dan ada...
    ato mungkin anda belum pernah menjumpai kenyataan seperti yg rekan2 bicarakan disini..

    jawabannya cuma 1:

    keberanian diri
    "The true power in this world is HATRED."

  3. #193
    tito
    Guest

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by artemis View Post
    Siapa yang nyuruh Tito jadi panitera? ngga ada lageee...

    mau berdoa juga ngga guna karena saya tahu Tito bukan seorang sarjana hukum yang bekerja di pengadilan walaupun mungkin dulu pernah bercita-cita jadi seorang pengacara. To be realistic aja kalo ngga mungkin doa itu tanpa dilengkapi dengan usaha-usaha dan kerja dalam bidang yang diharapkannya.

    Dalam sebuah perjanjian, misalkan begini:
    Saya, Artemis of Olympus dengan nomor kartu sekian-sekian mengadakan perjanjian hubungan cinta dalam sebuah pernikahan dengan Castor of Zephyr dengan nomor kartu sekian-sekian untuk kemudian disebut Artemis dan Castor.

    pasal 1
    ayat 1
    Artemis berjanji untuk selalu mencintai, menghormati dan setia pada Castor dan berusaha dengan sekuat tenaga selalu mengusahakan agar Castor merasa nyaman dan bahagia selalu...

    ayat 2
    Castor berjanji untuk selalu mencintai, menghormati dan setia pada Artemis dan berusaha dengan sekuat tenaga selalu mengusahakan agar Artemis merasa nyaman dan bahagia selalu...

    pasal 2
    ayat 1
    Artemis berjanji untuk bekerja bersama-sama dengan Castor untuk memajukan pernikahan ini
    ayat 2

    Castor berjanji untuk bekerja bersama-sama dengan Artemis untuk memajukan pernikahan ini
    pasal 3

    ayat 1
    Artemis berjanji untuk tetap jujur dan tidak berusaha mengintip SMS, Email, YM, Gtalk, Skype milik Castor dan tidak berusaha menguping pembicaraan telepon yang sedang dilakukan Castor.

    ayat 2
    Castor berjanji untuk tetap jujur dan tidak berusaha mengintip SMS, Email, YM, Gtalk, Skype milik Artemis dan tidak berusaha menguping pembicaraan telepon yang sedang dilakukan Artemis.

    ayat 3
    Kalau hal itu dilanggar, maka Artemis atau Castor berhak untuk menahan fasilitas komunikasi yang dimiliki kedua belah pihak.

    pasal 4
    ayat 1
    Artemis berjanji untuk tidak mengucapkan kata-kata: Brengsek, Sontoloyo, Sompret, Kadal busuk, Bloon, F***, D***, Bakero, Baka, Guooo*****, Pake Otak dikit kek dan kata-kata kasar lainnya dalam bahasa apapun yang dianggap kata-kata tidak baik dan sopan.

    ayat 2
    Castor berjanji untuk tidak mengucapkan kata-kata: Brengsek, Sontoloyo, Sompret, Kadal busuk, Bloon, F***, D***, Bloody, Bakero, Baka, Guooo*******, Pake Otak dikit kek dan kata-kata kasar lainnya dalam bahasa apapun yang dianggap kata-kata tidak baik dan sopan.
    ayat 3
    Kalau hal tersebut dilanggar maka Artemis atau Castor harus memasakkan sesuatu yang istimewa yang menjadi kesenangan dan kesukaan Artemis atau castor selama tiga hari

    pasal 5
    ayat 1
    Artemis berjanji untuk tidak mencakar Castor, dan Castor berjanji untuk tidak memukuli, menyebabkan memar-memar, menggores kulit, membuat patah tulang, membuat gegar otak, membuat Artemis dirawat rumah sakit dan kehilangan kemampuannya untuk bekerja selama beberapa waktu.

    ayat 2
    Bila Artemis mencakar Castor, maka Artemis harus memuat permintaan maaf di sebuah surat kabar kalau Artemis telah mencakar Castor. Dan apabila Castor secara sengaja membuat hal-hal yang disebutkan dalam pasal 5 ayat 1 maka Castor harus melaporkan dirinya sendiri ke kepolisian karena telah melakukan Kekerasan terhadap Artemis yang dicintainya.

    Demikian perjanjian diatas dibuat dan dinyatakan benar oleh kedua belah pihak dan disaksikan oleh saksi-saksi dan akan berlaku tanpa ada batas waktu dan bisa diperbaharui kembali dengan melakukan pengambilan sumpah ulang yang dihadiri oleh saksi-saksi.

    *****

    Itu baru contoh atas perjanjian yang bisa dilakukan antar dua pasangan.
    Dan banyak lagi klausul yang bisa dianggap tidak masuk akal dimasukkan ke dalam klausul tersebut. Hal-hal remeh temeh yang hanya dimasukkan dalam klausul perjanjian akta.

    Maaf deh, kalau saya orang Kaya raya.... ayah saya juga tidak akan membiarkan seseorang ujug-ujug nongol dalam hidup saya dan menguasai harta warisan yang akan diwarisi saya kelak. Maka perjanjian pranikahnya tentu saja tidak sesederhana tadi. Akan ada sederetan pengacara yang akan mengatur urusan perjanjian ini dengan pengacara pihak calon suami.
    kalau merasa aneh dengan perjanjian pra nikah ini hanya dilakukan oleh pihak keluarga perempuan yang merasa terancam oleh pengambilalihan harta oleh suaminya maka itu juga salah besar.

    Pihak laki-laki yang sangat kaya raya juga tidak akan menikah begitu saja dengan seorang gadis. Tidak akan ada yang percaya bahwa gadis ini bukan seorang yang lugu, dan lebih berprasangka bahwa dia adalah seorang penipu, scam artist dan golddigger. Pasti akan ada sederet pengacara yang akan mengatur perjanjian pra nikah sebelum sang gadis resmi masuk dalam keluarga besar tersebut. dan dalam hal ini bisa saja si gadis yang mungkin saja lugu dan mungkin saja sepolos wajahnya justru ditekan untuk menandatangani perjanjian pra nikah hanya agar dia tidak mendapat warisan dan cukup mendapat sekedar pesangon atau uang saku setiap bulannya.

    Kapitalis? Bukankah itu sudah the way of the world? Kita sih cuma berusaha berpikir realistik saja, tidak berusaha menutup mata pada semua contoh yang memilukan hati yang terpampang di sekitar kita. jangan sampai kita disebut masokis gara-gara rela menderita secara fisik oleh pasangan padahal sudah diabused sedemikian rupa dan membuat perasaan menjadi rendah diri.

    Cinta? Benarkah cinta tidak dapat ditemukan di atas selembar kertas? Apakah cinta tidak dapat dirasakan bagi seseorang yang ingin tetap hidup?

    Apakah Cinta itu melulu berupa sebuah ungkapan perasaan? Apakah hanya mawar merah saja yang merupakan perlambang Cinta dan yang lain-lainnya tidak bisa?
    Buatlah PASAL PASAL SEBANYAK yang kita suka.
    Lantas, APAKAH ITU MENJAMIN SEBUAH PERNIKAHAN YANG BAHAGIA?
    Ada apa sebenarnya ini Manis?
    KENAPAKAH KITA TEROBSESI HANYA KEPADA SEDERETAN PASAL DIDALAM AKTA DEMI UNTUK MENYELAMATKAN DIRI SENDIRI?
    SIAPAKAH YANG MENGANCAM?
    MENGAPAKAH TAKUT?
    BILA MEMANG TIDAK SIAP UNTUK MASUK KEDALAM GERBANG PERNIKAHAN MAKA TUNDA SAJALAH TERLEBIH DAHULU. Dan, sebuah Pernikahan seyogyanya bukanlah sebuah KENCAN BUTA yang berlaku kilat sehingga masing masing pihak tidak tahu sama sekali karakteristik pasangannya. Ada sebuah PERIODE PRA-NIKAH dimana sepasang kekasih saling menjajaki untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan masing masing sebelum kemudian mengikatkan dirinya kedalam sebuah Pernikahan.

    Pernikahan BUKAN KONTRAK JUAL BELI.
    Ini KOMITMEN SEUMUR HIDUP. Ini PERJANJIAN ABADI.
    Apabila ada yang SALAH dengan PERILAKU salah satu pihak didalam Pernikahan maka itu tidak berarti LEMBAGA PERKAWINAN ITU GAGAL TOTAL. Cara pandang ini yang harus diubah. Ini tidak sama dengan membunuh tikus dengan cara meruntuhkan keseluruhan bagunan dan gedung yang menjadi sarangnya. Camkanlah hal ini:

    KEKEJAMAN DIDALAM PERNIKAHAN ADALAH MURNI KESALAHAN INDIVIDUAL. Pernikahan yang sehat dan bahagia tidaklah menghendaki penindasan serta kekejaman terjadi kepada salah satu pihak. Kesiapan MENTAL untuk menjadi SUAMI dan ISTRI sungguh dibutuhkan sebelum masuk kedalam Pernikahan. Tidak ada yang dapat menjamin sebuah Pernikahan, sebagaimana Lembaga Lembaga Sosial lainnya akan berlangsung damai tenteram selamanya; apalagi ini berkaitan dengan HUBUNGAN antar Individu. Yang kita butuhkan adalah GOODWILL. Yang kita butuhkan adalah MENTAL BERKEMAUAN BAIK. SEJUTA AKTA PRA-NIKAH DIBUATKAN DIDEPAN NOTARIS namun apabila para pelaksananya TIDAK MEMILIKI ITIKAD BAIK MAKA AKTA ITU HANYALAH BUALAN KERTAS BELAKA.

    Yang jadi SOAL:

    MENGAPAKAH JUSTRU SEBUAH AKTA DIANGGAP SEBAGAI SEBUAH BENDA SAKTI MANDRAGUNA YANG SEOLAH TELAH MAMPU MENJAMIN KELANGGENGAN SERTA KEBAHAGIAAN SEBUAH PERNIKAHAN?
    MENGAPAKAH KEKUATAN SEBUAH PERNIKAHAN JUSTRU DILETAKKAN KEPADA SEDERETAN KLAUSAL PRA-NIKAH YANG BERSIFAT SANGAT MATERIL DAN MENINGGALKAN CINTA SEBAGAI PRINSIPNYA YANG PALING MENDASAR?

    BILA MEMANG RAGU MENGAPA PULA HARUS MENIKAH?


    Hormat,
    Tito

  4. #194
    Junior Member bang_sate's Avatar
    Join Date
    Mar 2010
    Location
    Deep inside my hatred heart.
    Posts
    233
    Rep Power
    5

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by tito View Post
    Buatlah PASAL PASAL SEBANYAK yang kita suka.
    Lantas, APAKAH ITU MENJAMIN SEBUAH PERNIKAHAN YANG BAHAGIA?
    Ada apa sebenarnya ini Manis?
    KENAPAKAH KITA TEROBSESI HANYA KEPADA SEDERETAN PASAL DIDALAM AKTA DEMI UNTUK MENYELAMATKAN DIRI SENDIRI?
    SIAPAKAH YANG MENGANCAM?
    MENGAPAKAH TAKUT?
    BILA MEMANG TIDAK SIAP UNTUK MASUK KEDALAM GERBANG PERNIKAHAN MAKA TUNDA SAJALAH TERLEBIH DAHULU. Dan, sebuah Pernikahan seyogyanya bukanlah sebuah KENCAN BUTA yang berlaku kilat sehingga masing masing pihak tidak tahu sama sekali karakteristik pasangannya. Ada sebuah PERIODE PRA-NIKAH dimana sepasang kekasih saling menjajaki untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan masing masing sebelum kemudian mengikatkan dirinya kedalam sebuah Pernikahan.

    Pernikahan BUKAN KONTRAK JUAL BELI.
    Ini KOMITMEN SEUMUR HIDUP. Ini PERJANJIAN ABADI.
    Apabila ada yang SALAH dengan PERILAKU salah satu pihak didalam Pernikahan maka itu tidak berarti LEMBAGA PERKAWINAN ITU GAGAL TOTAL. Cara pandang ini yang harus diubah. Ini tidak sama dengan membunuh tikus dengan cara meruntuhkan keseluruhan bagunan dan gedung yang menjadi sarangnya. Camkanlah hal ini:

    KEKEJAMAN DIDALAM PERNIKAHAN ADALAH MURNI KESALAHAN INDIVIDUAL. Pernikahan yang sehat dan bahagia tidaklah menghendaki penindasan serta kekejaman terjadi kepada salah satu pihak. Kesiapan MENTAL untuk menjadi SUAMI dan ISTRI sungguh dibutuhkan sebelum masuk kedalam Pernikahan. Tidak ada yang dapat menjamin sebuah Pernikahan, sebagaimana Lembaga Lembaga Sosial lainnya akan berlangsung damai tenteram selamanya; apalagi ini berkaitan dengan HUBUNGAN antar Individu. Yang kita butuhkan adalah GOODWILL. Yang kita butuhkan adalah MENTAL BERKEMAUAN BAIK. SEJUTA AKTA PRA-NIKAH DIBUATKAN DIDEPAN NOTARIS namun apabila para pelaksananya TIDAK MEMILIKI ITIKAD BAIK MAKA AKTA ITU HANYALAH BUALAN KERTAS BELAKA.

    Yang jadi SOAL:

    MENGAPAKAH JUSTRU SEBUAH AKTA DIANGGAP SEBAGAI SEBUAH BENDA SAKTI MANDRAGUNA YANG SEOLAH TELAH MAMPU MENJAMIN KELANGGENGAN SERTA KEBAHAGIAAN SEBUAH PERNIKAHAN?
    MENGAPAKAH KEKUATAN SEBUAH PERNIKAHAN JUSTRU DILETAKKAN KEPADA SEDERETAN KLAUSAL PRA-NIKAH YANG BERSIFAT SANGAT MATERIL DAN MENINGGALKAN CINTA SEBAGAI PRINSIPNYA YANG PALING MENDASAR?

    BILA MEMANG RAGU MENGAPA PULA HARUS MENIKAH?


    Hormat,
    Tito
    "The true power in this world is HATRED."

  5. #195
    Senior Member nanapeko's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    1,187
    Rep Power
    8

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by tito View Post
    Buatlah PASAL PASAL SEBANYAK yang kita suka.
    Lantas, APAKAH ITU MENJAMIN SEBUAH PERNIKAHAN YANG BAHAGIA?
    Ada apa sebenarnya ini Manis?
    KENAPAKAH KITA TEROBSESI HANYA KEPADA SEDERETAN PASAL DIDALAM AKTA DEMI UNTUK MENYELAMATKAN DIRI SENDIRI?
    SIAPAKAH YANG MENGANCAM?
    MENGAPAKAH TAKUT?
    BILA MEMANG TIDAK SIAP UNTUK MASUK KEDALAM GERBANG PERNIKAHAN MAKA TUNDA SAJALAH TERLEBIH DAHULU. Dan, sebuah Pernikahan seyogyanya bukanlah sebuah KENCAN BUTA yang berlaku kilat sehingga masing masing pihak tidak tahu sama sekali karakteristik pasangannya. Ada sebuah PERIODE PRA-NIKAH dimana sepasang kekasih saling menjajaki untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan masing masing sebelum kemudian mengikatkan dirinya kedalam sebuah Pernikahan.

    Pernikahan BUKAN KONTRAK JUAL BELI.
    Ini KOMITMEN SEUMUR HIDUP. Ini PERJANJIAN ABADI.
    Apabila ada yang SALAH dengan PERILAKU salah satu pihak didalam Pernikahan maka itu tidak berarti LEMBAGA PERKAWINAN ITU GAGAL TOTAL. Cara pandang ini yang harus diubah. Ini tidak sama dengan membunuh tikus dengan cara meruntuhkan keseluruhan bagunan dan gedung yang menjadi sarangnya. Camkanlah hal ini:

    idealnya memang seperti itu..
    cuman kenyataannya..


    KEKEJAMAN DIDALAM PERNIKAHAN ADALAH MURNI KESALAHAN INDIVIDUAL. Pernikahan yang sehat dan bahagia tidaklah menghendaki penindasan serta kekejaman terjadi kepada salah satu pihak. Kesiapan MENTAL untuk menjadi SUAMI dan ISTRI sungguh dibutuhkan sebelum masuk kedalam Pernikahan. Tidak ada yang dapat menjamin sebuah Pernikahan, sebagaimana Lembaga Lembaga Sosial lainnya akan berlangsung damai tenteram selamanya; apalagi ini berkaitan dengan HUBUNGAN antar Individu. Yang kita butuhkan adalah GOODWILL. Yang kita butuhkan adalah MENTAL BERKEMAUAN BAIK. SEJUTA AKTA PRA-NIKAH DIBUATKAN DIDEPAN NOTARIS namun apabila para pelaksananya TIDAK MEMILIKI ITIKAD BAIK MAKA AKTA ITU HANYALAH BUALAN KERTAS BELAKA.

    Yang jadi SOAL:

    MENGAPAKAH JUSTRU SEBUAH AKTA DIANGGAP SEBAGAI SEBUAH BENDA SAKTI MANDRAGUNA YANG SEOLAH TELAH MAMPU MENJAMIN KELANGGENGAN SERTA KEBAHAGIAAN SEBUAH PERNIKAHAN?
    MENGAPAKAH KEKUATAN SEBUAH PERNIKAHAN JUSTRU DILETAKKAN KEPADA SEDERETAN KLAUSAL PRA-NIKAH YANG BERSIFAT SANGAT MATERIL DAN MENINGGALKAN CINTA SEBAGAI PRINSIPNYA YANG PALING MENDASAR?

    BILA MEMANG RAGU MENGAPA PULA HARUS MENIKAH?


    Hormat,
    Tito
    sepemahaman saya..
    threat ini membicarakan perjanjian pra nikah bukan dlm konteks sbg jaminan utk kelanggengan dan kekuatan pernikahan...
    tp justru sebaliknya sebagai jaminan dari adanya kemungkinan2 terburuk dari sebuah perjalanan pernikahan..

    cmiiw
    ..ucapkan terimakasih dan berikan tepuk tangan utk orang yg meremehkanmu..

  6. #196
    tito
    Guest

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by artemis View Post
    Dear machomen or who claimed to be one, my fellow ladies, my fellow feminists and my fellow feminist movement sympathists...

    Am trying to open my eyes and my empathy for those women around the world especially my sphere of influence who had been abused in their household and keep struggling to make a living for her children, and herself and sometimes for their spouses which only spend their time drinking, beating, gambling, lolling around for waiting the right post and moment to work, or spending the wife's sweat for something trifle and asking for more even though they had been taken their vow in front of the holy, in front of witness and under the Law of a State and most of all, taken a vow to what supposed to be they're afraid the most.

    What of my concerns is that Law and VOW cannot protect those poor women. They are married with LOVE and that LOVE will never ever been lost. They're faithfully to the end. They risk everything for their duties, their obligations, without a perk of complaining actually. But can you just stand aside and watched if you happened see by yourself that those women beaten to the death? if those women worked hard to the death just to pay her husband's lemans, her husband gambling debts? And you still don't understand where my aim is?

    Those who loved cannot separate the rationalisation, their realisastion just their duties, their obligations. They're have to married off their underage daughters to quite older men because they think that's was their duties to oblige their husband, because it will keep the husbands happy and will not angry to her.

    Just how ironic. When we trying to use our head... men just accused us had been lost our heart.
    Kalau sudah tidak percaya kepada Institusi itu maka sebaiknya kita tidak perlu memasukinya. Ini bukan hasil rekaanku; setahu aku, ORANG MENIKAH ITU KARENA SALING MENCINTA dan memang, Lembaga itu disediakan untuk keperluan itu. Apalagi persoalannya?

    Kalau takut disiksa, sementara UU-nya sudah cukup jelas mengatur tentang hal itu maka silahkanlah membuat Perjanjian Pra-Nikah tersebut agar DIRI DAPAT DIPROTEKSI LEBIH KUAT lagi; kemudian pertanyaannya apakah hal itu menjamin Pernikahan menjadi bahagia?

    Kekejaman itu INDIVIDUAL; bukan salah LEMBAGA-nya.
    Kalau ada Lembaga Pernikahan yang menjatuhkan Wanita sedalam lubang nista maka aku TIDAK BERTANGGUNG-JAWAB karenanya; sejauh pengetahuanku, hal yang sedemikian tidak terdapat didalam Pernikahan komunitasku. Entahlah pada komunitas lain. Tolong kamu jelaskan terlebih dahulu, apa sebenarnya yang mau diserang. Tentukan TARGETNYA sehingga kita tahu apa yang harus dibahas. Pernikahan itu luas dan mencakup hampir seluruh budaya; bila ada yang salah lalu dimana letak kesalahannya. Bila dirasakan kurang AKOMODATIF maka silahkanlah dibuatkan AKTA PERJANJIAN itu sebaik-baiknya, hanya saja, JANGANLAH TEROBSESI HANYA KEPADA KLAUSAL YANG TERCANTUM DIDALAM AKTA TERSEBUT KARENA ITU BUKANLAH ESENSI DARI PERNIKAHAN ITU SENDIRI.

    Aku berani menjamin, SERIBU AKTA YANG MENGUNTUNGKAN dibuat untuk seorang Wanita namun apabila ia TIDAK MENCINTAI CALON MEMPELAINYA maka aku rasa AKTA ITU TINGGALLAH MENJADI SEGEPOK SIMBOL EGOISTIS YANG SIA SIA BELAKA. Dia jelas tidak akan membahagiakan. Sekali lagi, CINTA tetaplah merupakan UNSUR yang PALING UTAMA didalam sebuah Pernikahan. Dan Pernikahan tidak dapat DIREDUKSI maknanya menjadi hanya sederetan KLAUSAL yang bersifat Materil belaka dengan mengesampingkan CINTA sebagai PRINSIP DASARNYA. Sebuah Pernikahan membutuhkan GOODWILL dan kalau ada PENIPU seperti Syeh Pujo maka seyogyanyalah kegagalan itu diletakkan kepada Individu yang bersangkutan bukan kepada Lembaganya.

    Jangan salah baca lagi.
    PERJANJIAN PRA-NIKAH BOLEH.
    HANYA SAJA JANGANLAH DIA MENJADI NAKHODA DIDALAM PERNIKAHAN DAN MENGAMBIL ALIH PERAN CINTA SEBAGAI TUJUAN DARI PERNIKAHAN ITU SENDIRI.


    Jangan marah marah akh.......

    Yours,
    Tito

  7. #197
    tito
    Guest

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by nanapeko View Post
    sepemahaman saya..
    threat ini membicarakan perjanjian pra nikah bukan dlm konteks sbg jaminan utk kelanggengan dan kekuatan pernikahan...
    tp justru sebaliknya sebagai jaminan dari adanya kemungkinan2 terburuk dari sebuah perjalanan pernikahan..

    cmiiw
    Aku jadi tambah bingung...hahahahahahahahhahahahaaa...

  8. #198
    Member Mak Lampir's Avatar
    Join Date
    Jan 2010
    Location
    Gunung Slamet
    Posts
    604
    Rep Power
    5

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by tito View Post
    Buatlah PASAL PASAL SEBANYAK yang kita suka.
    Lantas, APAKAH ITU MENJAMIN SEBUAH PERNIKAHAN YANG BAHAGIA?
    Ada apa sebenarnya ini Manis?
    KENAPAKAH KITA TEROBSESI HANYA KEPADA SEDERETAN PASAL DIDALAM AKTA DEMI UNTUK MENYELAMATKAN DIRI SENDIRI?
    SIAPAKAH YANG MENGANCAM?
    MENGAPAKAH TAKUT?
    BILA MEMANG TIDAK SIAP UNTUK MASUK KEDALAM GERBANG PERNIKAHAN MAKA TUNDA SAJALAH TERLEBIH DAHULU. Dan, sebuah Pernikahan seyogyanya bukanlah sebuah KENCAN BUTA yang berlaku kilat sehingga masing masing pihak tidak tahu sama sekali karakteristik pasangannya. Ada sebuah PERIODE PRA-NIKAH dimana sepasang kekasih saling menjajaki untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan masing masing sebelum kemudian mengikatkan dirinya kedalam sebuah Pernikahan.

    Pernikahan BUKAN KONTRAK JUAL BELI.
    Ini KOMITMEN SEUMUR HIDUP. Ini PERJANJIAN ABADI.
    Apabila ada yang SALAH dengan PERILAKU salah satu pihak didalam Pernikahan maka itu tidak berarti LEMBAGA PERKAWINAN ITU GAGAL TOTAL. Cara pandang ini yang harus diubah. Ini tidak sama dengan membunuh tikus dengan cara meruntuhkan keseluruhan bagunan dan gedung yang menjadi sarangnya. Camkanlah hal ini:

    KEKEJAMAN DIDALAM PERNIKAHAN ADALAH MURNI KESALAHAN INDIVIDUAL. Pernikahan yang sehat dan bahagia tidaklah menghendaki penindasan serta kekejaman terjadi kepada salah satu pihak. Kesiapan MENTAL untuk menjadi SUAMI dan ISTRI sungguh dibutuhkan sebelum masuk kedalam Pernikahan. Tidak ada yang dapat menjamin sebuah Pernikahan, sebagaimana Lembaga Lembaga Sosial lainnya akan berlangsung damai tenteram selamanya; apalagi ini berkaitan dengan HUBUNGAN antar Individu. Yang kita butuhkan adalah GOODWILL. Yang kita butuhkan adalah MENTAL BERKEMAUAN BAIK. SEJUTA AKTA PRA-NIKAH DIBUATKAN DIDEPAN NOTARIS namun apabila para pelaksananya TIDAK MEMILIKI ITIKAD BAIK MAKA AKTA ITU HANYALAH BUALAN KERTAS BELAKA.

    Yang jadi SOAL:

    MENGAPAKAH JUSTRU SEBUAH AKTA DIANGGAP SEBAGAI SEBUAH BENDA SAKTI MANDRAGUNA YANG SEOLAH TELAH MAMPU MENJAMIN KELANGGENGAN SERTA KEBAHAGIAAN SEBUAH PERNIKAHAN?
    MENGAPAKAH KEKUATAN SEBUAH PERNIKAHAN JUSTRU DILETAKKAN KEPADA SEDERETAN KLAUSAL PRA-NIKAH YANG BERSIFAT SANGAT MATERIL DAN MENINGGALKAN CINTA SEBAGAI PRINSIPNYA YANG PALING MENDASAR?

    BILA MEMANG RAGU MENGAPA PULA HARUS MENIKAH?


    Hormat,
    Tito
    (sebenernya udah gak mau ke sini lagi nih, tp kok jari gatel pengen ngetik)

    duuuuuh baaaang tulung

    gini lho

    sebagai wanita, boleh dong aye bersedia payung sebelum hujan??
    untuk melindungi aye sendiri juga anak2 kelak jika kemudian terjadi hal hal yg tak di inginkan, bukan masalah ragu atau tidak. karena biasanya, jika hanya sekedar janji di bibir, sebagai manusia akan lupa atau sengaja melupakan. saat sedang cinta cintanya memang semua keliatan indah, kata2 indah dari bibir meluncur begitu aja, begitu bertengkar, lupa semua.

    pernikahan bahagia atau tidak memang bukan perjanjian pra nikah jaminanya, tapi itu sebagai alat jika kelak terjadi hal hal yg tak di inginkan tadi, misal awalnya berdua sepakat menunda momongan 5 tahun, dan KB lah si istri untuk jangka waktu 5 th, gak taunya baru seton si suami berubah pikiran, sedangkan si istri misalnya sedang ada kontrak kerja yg ada aturan tak boleh hamil pada saat kontrak kerja tsb masih berjalan. si suami gak mau tau dengan hal tsb, pokonya harus di copot alat KBnya. lalu si istri kekuh menolak.
    jika hal tsb hanya di bibir saja, apa jadinya?? si istri bilang :
    "kan kamu udah janji 5 tahun baru di lepas alat KBnya, dan merencanakan punya anak, kok ingkar???"
    si suami jawab "mana buktinya, kapan aku bilangnya???"
    nah looooo... mau ngomong apa klo bukti tbs gak ada?? paling tidak si istri bukan di posisi yg salah kalau bukti tsb ada. dan akan menjadi wanita teraniaya kalau si suami kekeuh dengan pendapatnya dan gak mengakui janji yg hanya di bibir saja.

    contoh ke dua : udah punya anak, dalam perjanjian keduanya, jika istri punya anak, harus mengurus anaknya tsb sendiri, suami yg bekerja.
    tapi si istri kekeuh pengen kerja lagi, karena gak betah kalo diem di rumah, si suami gak setuju, nah boleh lah si suami jadikan surat perjanjian tadi sebagai alat. saling menguntungkan bukan sebenarnya..


    justru pola pikir yang "pasrah " alias "nerimo" itu yang harus di hilangkan...


    lebih baik sedia payung sebelum hujan dari pada terlanjur basah lalu nyebur sekalian

    ps : to agatha.. sorry neh klo melanggar aturan silahkan di report aja
    Last edited by Mak Lampir; 05-03-10 at 12:02 AM.
    I'm Sorry

  9. #199
    tito
    Guest

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by artemis View Post
    Dear machomen or who claimed to be one, my fellow ladies, my fellow feminists and my fellow feminist movement sympathists...

    Am trying to open my eyes and my empathy for those women around the world especially my sphere of influence who had been abused in their household and keep struggling to make a living for her children, and herself and sometimes for their spouses which only spend their time drinking, beating, gambling, lolling around for waiting the right post and moment to work, or spending the wife's sweat for something trifle and asking for more even though they had been taken their vow in front of the holy, in front of witness and under the Law of a State and most of all, taken a vow to what supposed to be they're afraid the most.

    What of my concerns is that Law and VOW cannot protect those poor women. They are married with LOVE and that LOVE will never ever been lost. They're faithfully to the end. They risk everything for their duties, their obligations, without a perk of complaining actually. But can you just stand aside and watched if you happened see by yourself that those women beaten to the death? if those women worked hard to the death just to pay her husband's lemans, her husband gambling debts? And you still don't understand where my aim is?

    Those who loved cannot separate the rationalisation, their realisastion just their duties, their obligations. They're have to married off their underage daughters to quite older men because they think that's was their duties to oblige their husband, because it will keep the husbands happy and will not angry to her.

    Just how ironic. When we trying to use our head... men just accused us had been lost our heart.
    Quote Originally Posted by agatha View Post
    QUOTE:
    Just how ironic. When we trying to use our head... men just accused
    us had been lost our heart

    SAD but TRUE !
    Quote Originally Posted by nanapeko View Post
    sepemahaman saya..
    threat ini membicarakan perjanjian pra nikah bukan dlm konteks sbg jaminan utk kelanggengan dan kekuatan pernikahan...
    tp justru sebaliknya sebagai jaminan dari adanya kemungkinan2 terburuk dari sebuah perjalanan pernikahan..

    cmiiw
    Aku jadi geli sendiri.
    Aku diminta untuk hadir disini.
    Dan AKU HADIR.
    Aku HADIR otomatis aku BERBICARA.
    Lantas, para gadis yang cantik rupawan, mengapa pula harus marah marah? Apakah aku diundang hanya untuk dimarahi?

  10. #200
    tito
    Guest

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by Mak Lampir View Post
    (sebenernya udah gak mau ke sini lagi nih, tp kok jari gatel pengen ngetik)

    duuuuuh baaaang tulung

    gini lho

    sebagai wanita, boleh dong aye bersedia payung sebelum hujan??
    untuk melindungi aye sendiri juga anak2 kelak jika kemudian terjadi hal hal yg tak di inginkan, bukan masalah ragu atau tidak. karena biasanya, jika hanya sekedar janji di bibir, sebagai manusia akan lupa atau sengaja melupakan. saat sedang cinta cintanya memang semua keliatan indah, kata2 indah dari bibir meluncur begitu aja, begitu bertengkar, lupa semua.

    pernikahan bahagia atau tidak memang bukan perjanjian pra nikah jaminanya, tapi itu sebagai alat jika kelak terjadi hal hal yg tak di inginkan tadi, misal awalnya berdua sepakat menunda momongan 5 tahun, dan KB lah si istri untuk jangka waktu 5 th, gak taunya baru seton si suami berubah pikiran, sedangkan si istri misalnya sedang ada kontrak kerja yg ada aturan tak boleh hamil pada saat kontrak kerja tsb masih berjalan. si suami gak mau tau dengan hal tsb, pokonya harus di copot alat KBnya. lalu si istri kekuh menolak.
    jika hal tsb hanya di bibir saja, apa jadinya?? si istri bilang :
    "kan kamu udah janji 5 tahun baru di lepas alat KBnya, dan merencanakan punya anak, kok ingkar???"
    si suami jawab "mana buktinya, kapan aku bilangnya???"
    nah looooo... mau ngomong apa klo bukti tbs gak ada?? paling tidak si istri bukan di posisi yg salah kalau bukti tsb ada. dan akan menjadi wanita teraniaya kalau si suami kekeuh dengan pendapatnya dan gak mengakui janji yg hanya di bibir saja.

    contoh ke dua : udah punya anak, dalam perjanjian keduanya, jika istri punya anak, harus mengurus anaknya tsb sendiri, suami yg bekerja.
    tapi si istri kekeuh pengen kerja lagi, karena gak betah kalo diem di rumah, si suami gak setuju, nah boleh lah si suami jadikan surat perjanjian tadi sebagai alat. saling menguntungkan bukan sebenarnya..


    justru pola pikir yang "pasrah " alias "nerimo" itu yang harus di hilangkan...


    lebih baik sedia payung sebelum hujan dari pada terlanjur basah lalu nyebur sekalian

    ps : to agatha.. sorry neh klo melanggar aturan silahkan di report aja
    Kamu mau tahu kan jawabanku soal Akta itu?

    Aku tidak perduli.
    Sejauh aku mencintai kekasih hatiku maka aku tidak perduli apakah Pernikahanku dituntut oleh secarik Akta ataukah tidak. Itikadku menikah BAIK. Dan ingat, KETIKA INDIVIDU MEMUTUSKAN UNTUK MENIKAH MAKA ITU ADALAH KEPUTUSAN YANG PALING PENTING DIDALAM HIDUP. Individu yang RELA BERKOMITMEN didalam Pernikahan haruslah DIHORMATI KEPUTUSANNYA; karena DIA BERITIKAD BAIK. Selebihnya daripada itu, sebuah Akta Pra-Nikah katakanlah demikian, sebenarnya sejalan dan senafas dengan ITIKAD BAIK itu. Seandainya RAGU denganku, dengan ITIKAD BAIKKU, kemudian berupaya secara OBSESIF untuk MENGAMANKAN DIRI SENDIRI dengan AKTA PRA-NIKAH yang berisi sederetan Klausul yang ketat maka hal itu sudah tentu cukup MELUKAI. Berarti Pernikahan ini TIDAK MEMILIKI CUKUP KETULUSAN. Bahwa Pernikahan ini GAGAL mengekspresikan CINTA sebagai The Last Land Resort bagi kedua belah jiwa. Bahwa Pernikahan ini terjerumus kedalam sikap EGOISTIS nan SADIS. Bahwa Pernikahan ini bukanlah REALISASI DIRI yang memperoleh KEKUATANNYA pada PENYATUAN kedua Individu. Bahwa kemudian Pernikahan ini berjalan sendiri serta bertepuk sebelah tangan karena ia telah kehilangan SUKMANYA.

    Aku mungkin akan tetap menanda-tangani AKTA itu.
    Namun, sudah tentu didalam PERSPEKTIF YANG BERBEDA KINI.
    AKU, TIDAK LAGI PERCAYA KEPADA KEKUATAN CINTA.
    AKU BAHKAN MERAGUKANNYA.
    Aku, KETIKA MENANDA-TANGANI AKTA ITU TELAH MENJADI PRIBADI YANG SADO-MASOKIS; bukanlah lagi Individu yang SADAR. AKU MENJADI SESEORANG SEBAGAIMANA YANG DIKEHENDAKI OLEH ORANG LAIN. AKU P-A-L-S-U.

    AKU, KETIKA MENANDA-TANGANI AKTA ITU TELAH MENJELMA MENJADI SEORANG P-E-L-A-R-I-A-N.
    AKU BERLARI DARI DIRIKU SENDIRI DAN BERUPAYA SEKUATNYA UNTUK MENGATAKAN BAHWA AKU BAHAGIA KARENA AKU TELAH MENJADI ORANG LAIN.


    Ladies, aku hanya mencoba jujur.
    Aku hanya mencoba mengatakan bahwa AKU TIDAK PERNAH MENYERAH KEPADA CINTA; SEBUAH REALISASI DIRI. Aku tidak pernah dihancurkan oleh CINTA dan karena itulah aku TIDAK TAKUT untuk MENCINTAI. Pribadi yang KUAT tidaklah MELETAKKAN INTEGRITASNYA KEPADA OBJEK MATERIL MAUPUN NON-MATERIL YANG BERADA DILUAR DIRINYA.

    Hormat,
    Tito
    Last edited by tito; 05-03-10 at 12:28 AM.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO