Page 5 of 66 FirstFirst 12345678910111213141555 ... LastLast
Results 41 to 50 of 653
Like Tree47Likes

Thread: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan


  1. #41
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    4,182
    Rep Power
    18

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by dely View Post
    Buat jawaban ke Jeng Artie & Agatha,,,
    Nikah Siri ( gak pake surat nikah dr negare ), menurut pandangan kaum warung kopi surat ini penting cume pemerinte hrs memberikan dengan mudah dan murah (atau hrs nunggu nikah massal huahahaha )...Kalau nikah secare agame juge termasuk nikah siri kan...!?karene belum di sah kan ame pengadilan (pemerinte)

    Surat perjanjian pra nikah (utk harta)- nyang terpenting apakah kedue sejoli nyang mau nikeh punye NIAT TULUS membangun rumeh tangge dengan se baik2nye ? ( cieeee kalo si Bahe-nol anaknye mpok mineh baca bise dapet kopi gratis tiap hari neeeh huahahaha )soal nanti berusahe gagal yah hrs tanggung bersame lagian kan ade peraturan dlm dagang kalau PT beda dengan CV beda juge ame TOKO / WARUNG... (ini musti nanye ame nyang pinter ekonomi...
    Jadi soal surat perjanjian menurut ana bukan suatu nyang utama gituuuu....
    Untuk point pertama memang diperlukan sebuah goodwill dari lembaga pernikahan yang ada (KUA dan KCS) untuk membebani masalah akte nikah atau buku nikah tanpa berlebihan. tentunya itulah sebabnya mengapa kita mengangkat masalah ini. Dan masih banyak masalah dalam pernikahan ini yang perlu dibenahi. Tidak bisa gratis tetapi tidak semahal yang saat ini dibebankan pada masyarakat.

    setahu saya, pejabat nikah yang diakui bersedia datang ke rumah-rumah atau on-call ke mana dia harus dipanggil memang harus dibayar, sebagai ongkos jalan dan beaya-beaya administratif lainnya. tetapi bila kita yang datang ke KUA atau KCS tentunya biayanya tidak semahal ongkos jalan para pejabat nikah tersebut. Setahu saya sih biaya pembuatan akte nikah bisa mencapai 200-300 ribuan... cukup mahal, dan kalau on-call bisa mencapai sejuta. entah di tempat lain... mungkin ada harga yang berbeda. Inilah yang akan kita coba untuk bisa menekan biaya menjadi tidak mahal.

    Lagi-lagi abang salah tangkap... hahaha.... maksud dari perjanjian pranikah BUKAN hanya untuk mengatur harta loooh... tetapi sebagai tanda goodwill dari kedua belah pihak untuk mengatur pernikahan mereka. kita bisa mengatur apa-apa saja yang dimasukkan dalam klausul pre-nup tersebut.
    Bisa mengatur apa-apa yang menjadi kepentingan kedua belah pihak. Misalnya saja mengatur pasal KDRT, mengatur tidak boleh curang, mengatur soal pendidikan anak, mengatur keuangan keluarga dan sebagainya. Tentu saja bila salah satu melanggar perjanjian tersebut ada sanksi yang menyertainya.
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  2. #42
    Contributor agatha's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    4,986
    Rep Power
    22

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by dely View Post
    Buat jawaban ke Jeng Artie & Agatha,,,
    Nikah Siri ( gak pake surat nikah dr negare ), menurut pandangan kaum warung kopi surat ini penting cume pemerinte hrs memberikan dengan mudah dan murah (atau hrs nunggu nikah massal huahahaha )...Kalau nikah secare agame juge termasuk nikah siri kan...!?karene belum di sah kan ame pengadilan (pemerinte)

    Surat perjanjian pra nikah (utk harta)- nyang terpenting apakah kedue sejoli nyang mau nikeh punye NIAT TULUS membangun rumeh tangge dengan se baik2nye ? ( cieeee kalo si Bahe-nol anaknye mpok mineh baca bise dapet kopi gratis tiap hari neeeh huahahaha )soal nanti berusahe gagal yah hrs tanggung bersame lagian kan ade peraturan dlm dagang kalau PT beda dengan CV beda juge ame TOKO / WARUNG... (ini musti nanye ame nyang pinter ekonomi...
    Jadi soal surat perjanjian menurut ana bukan suatu nyang utama gituuuu....



    Iye sohib kalo kelebihan kayanye juge belom tentu enak, tapi kalo miskin ude pasti gak enak....
    Kalo kaya lebih mending ente amalin aje sebagian ato bagi dikit deh ke ana nyang rade kurang.... huahahahaha Trus bawe santei aje sohib idup ini mah....
    hehe... KangJail
    Silahkan baca dari posting Ki Sunda, Om 3, Pak Shock


    Quote Originally Posted by Ki Sunda View Post
    Mengenai hal ini perlu penjelasan dari praktisi hukum, jika salah menjelaskan bisa mengaburkan permasalahan.
    Pada prinsifnya perjanjian perkawinan, utamanya ada pemisahan harta antara suami dan istri adalah untuk melindungi salah satu pihak. Biasanya jika salah satu pihak (biasanya si istri) membawa harta yang sangat banyak. Jika yang mempunyai harta banyak adalah suami biasanya tidak perlu perjanjian perkawinan. Toh si suami sebagai pengendali perusahaan.
    Bagi masyarakat kita masih dianggap tabu dan peka. Padahal banyak manfaatnya bagi pihak wanita dan anak-anaknya.
    Quote Originally Posted by 3serangkai View Post
    Untuk para perempuan, sebaiknya bila ingin menikah harta yang dibawa statusnya jangan sebagai milik pribadi tetapi milik keluarga supaya tidak ikut menjadi harta gono-gini. Apalagi kebanyakan para laki-laki juga tidak sepenuhnya percaya pada istrinya. Ada istilah uang laki (CMIIW). Jadi yang diberikan kepada istri cuma uang belanja dan kebutuhan rutin lainnya, sisanya suami yang pegang dan atur. Termasuk untuk biaya ke spa... LOL Tapi kalau istrinya bekerja, suami merasa berhak untuk tahu segala sesuatunya secara terang benderang karena dia adalah kepala rumah tangga, dan biasanya perempuan ho-oh saja karena budaya sudah membentuk demikian. Saya bicara ini untuk kontek diluar Jakarta. Kalau Jakarta perempuannya sudah lihai2 menghadapi trik2 ala buaya. Tapi tetap tidak bisa lepas dari ikatan 'budaya', sehingga tetap saja pada akhirnya manut dan pasrah saja.
    Quote Originally Posted by 3serangkai View Post
    Untuk para perempuan sebaiknya semua harta saat masih lajang dicatatkan didalam pre-nup agreement, perjanjian pra-nikah. Termasuk janji setia kalau perlu diacarakan dalam perjanjian. Saat belum menikah tentu keinginan berpoligami tidak ada (bagi yang diijinkan secara agama berpoligami). Jadi misalkan bila kelak suami menikah lagi (apapun alasannya) maka cerai terjadi secara otomotis dan tanpa pembagian harta gono-gini, alias semua harta jadi hak istri yang karenanya setiap kegiatan ekonomi keluarga istripun memiliki hak yang sama untuk tahu.

    Karena sebelum menikah posisi keduanya dimasyarakat kita masih sejajar dg posisi tawar yang sama. Tapi begitu menikah, goodbye my love untuk si perempuannya. Perempuan jadi kalah posisi. Buktinya status janda dipandang sebelah mata dimasyarakat. Ini faktual. Kebahagiaan perempuan depend upon her husband's mercy.
    Quote Originally Posted by 3serangkai View Post
    Yang bilang tabu dan pamali memangnya bisa menjamin tidak bakal ada kecurangan, perselingkuhan dan ke-tidak tanggung jawaban?

    Saya setuju dg Agatha. Sebagai ibu tangga, para perempuan seharusnya tidak berkewajiban bekerja, karena suamilah yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan ekonomi rumah tangga secara baik. Seandainya bekerja pun uang istri adalah hak istri dan bukan keharusan untuk dipakai membiayai rumah tangga karena walaupun istri bekerja hal ini tidak menghilangkan kewajiban suami dalam hal ekonomi.

    Kenyataannya? Banyak yang ternyata harus merelakan perempuan2 istrinya merangkap2 pekerjaan, ya perempuan karir, ya ibu rumah tangga karena ketidakmampuan kepala keluarganya. Tapi tetap saja secara sosial kedudukan kepala keluarga ada dipihak laki-laki yang tidak mampu berfungsi sebgmana mestinya. Ini penjajahan budaya yang harus diakhiri.
    Kompas Sabtu atau Minggu ya? lupa saya
    Istri di Papua.. WAJIB:
    - Berladang, dari nanam hingga panen, mengolahnya hingga jd makanan untuk keluarga.
    - Memelihara ternak
    - Berjualan, dagang hasil bumi demi nafkah keluarga.
    - Melahirkan dan merawat anak-anak

    Suami di Papua... Wajib:
    - Menjaga keluarga dari serangan musuh, perang suku
    - Berburu binatang

    Suami di Papua tidak akan mau Merawat anak, kerja di ladang ataupun
    dagang di pasar, karena mengangap hal itu kerjaan ISTRI.

    Jika perang suku sudah Tidak Ada. Jika berburu binatang liar sudah tidak ada juga.

    LALU... ..kerjaan suami di PAPUA apa ya? JIka menggangap kerjaan di ladang, pasar, adalah tabu.

  3. #43
    Contributor wilf's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Posts
    3,835
    Rep Power
    10

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Sangat khas.. penolakan tipikal...

    Siapa yang memberi jaminan di masa depan.. masing- pasangan tetap setia pada Janji Pernikahan?
    Siapa yang bisa menjamin tidak akan ada KDRT dalam masa pernikahannya?
    Siapa yang bsia menjamin masa depan anak-anak dalam pernikahan tersebut?
    Siapa yang bisa menjamin tidak ada pengkhianatan emosi? abuse?
    Siapa yang bisa menjamin sang istri dan anak tidak di telantarkan sang suami maha-buaya?

    Dari post2 sebelumnya dari Kk Artemis, Om 3serangkai, pak Shock, sangat jelas memberikan Penegasan bahwa UUP 1974, tidak memberikan jaminan seutuhnya untuk kaum istri.
    jadi kaum wanita/perempuan yang Perlu HATI2 dan bertindak dengan mata "terbuka lebar".

    Maka diperlukan... Perjanjian-Pra Nikah.. yang isinya TIDAK hanya tentang hal Material. tapi juga jaminan Tidak akan ada KDRT dalam keluarga.
    Yang memberi jaminan adalah kedua individu yang akan menikah.
    sehingga tanpa undang - undang pun, kedua individu merasa aman dengan pernikahannya.

    Kalau tak bisa memberi jaminan, lantas untuk apa menikah?
    " kebenaran akan membenarkan kebenaran itu sendiri"

  4. #44
    Contributor agatha's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    4,986
    Rep Power
    22

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by Flores View Post
    Perjanjian pra-nikah itu kan banyak.
    Yang paling sering kan soal harta.

    Kalau perjanjian menyangkut kepribadian dsb sebagai syarat pernikahan, maka bisa legal bisa juga ilegal. Kan banyak yang berjanji bahwa harus berhenti main judi dan merokok kalau jadi menikah, dsb.

    Kalau perjanjian soal harta, biasanya yang paling umum ialah harta yang sudah didapat sebelum menikah. Ini tentu saja tidak dengan sendirinya berakibat buruk kepada pasangan itu sendiri. Bahkan bisa positif dalam arti bahwa benar si A menikahi si B murni karena cinta bukan krena mengingnkan hartanya.

    Perjanjian harta pra nikah akan menjadi preseden buruk untuk perkawinan kalau seluruh harta dipisahkan alias sama sekali tidak ada harta bersama, termasuk income yang didapat setelah mereka menikah. Musti ada harta bersama, entah bagaimana caranya, entah dari seluruh income yang didapat setelah menikah atau sebagian dari income saja yang dijadikan harta bersama.


    Salam!
    Setuju
    Terima kasih. Post ini makin menjelaskan:

    Jika benar cinta, kenapa khawatir dipisahkan harta bawaannya?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk saling berjanji tidak ada KDRT :Kekerasan Dalam Rumah Tangga?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk saling janji tidak akan telantarkan pasangan dan anak?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk berjanji tidak ada WIL, PIL?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk menuliskan Janji Bersama?


    Kenyataan di luar sana....
    Berapa banyak suami yang mengkhianati "janji setia", bahkan dengan praktek kekerasan? Berapa banyak kaum ibu yang kerja keras demi kelangsungan hidup anak dan keluarga besar?


    Wuuiiih.... berita di media cetak, tv... FULL

  5. #45
    Contributor agatha's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    4,986
    Rep Power
    22

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by wilf View Post
    Yang memberi jaminan adalah kedua individu yang akan menikah.
    sehingga tanpa undang - undang pun, kedua individu merasa aman dengan pernikahannya.
    Kalau tak bisa memberi jaminan, lantas untuk apa menikah?
    Menurut Anda...
    Tidak perlu ada UU?
    Bubarkan Badan Legislatif?

    Quote Originally Posted by artemis View Post
    Sebelum kita melangkah lebih jauh, bolehlah kiranya saya menekankan di sini, bahwa walaupun kita menekankan fokus ini pada wanita dan anak serta hak-hak mereka, namun kiranya ini lebih pada masalah hukum dan kenegaraan, serta perlindungan bagi warga negara dan anak-anak.

    Landasan:
    UU no 23 tahun 2004 mengenai Penghapusan KDRT
    UU Perlindungan perlindungan anak
    UU pernikahan 1974
    Usulan Amandemen UU pernikahan 1974
    Draft RUU tentang Hukum Materiil Peradilan Agama Bidang Perkawinan yang masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2010.

  6. #46
    Senior Member dely's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Posts
    1,342
    Rep Power
    7

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by artemis View Post
    Untuk point pertama memang diperlukan sebuah goodwill dari lembaga pernikahan yang ada (KUA dan KCS) untuk membebani masalah akte nikah atau buku nikah tanpa berlebihan. tentunya itulah sebabnya mengapa kita mengangkat masalah ini. Dan masih banyak masalah dalam pernikahan ini yang perlu dibenahi. Tidak bisa gratis tetapi tidak semahal yang saat ini dibebankan pada masyarakat.

    setahu saya, pejabat nikah yang diakui bersedia datang ke rumah-rumah atau on-call ke mana dia harus dipanggil memang harus dibayar, sebagai ongkos jalan dan beaya-beaya administratif lainnya. tetapi bila kita yang datang ke KUA atau KCS tentunya biayanya tidak semahal ongkos jalan para pejabat nikah tersebut. Setahu saya sih biaya pembuatan akte nikah bisa mencapai 200-300 ribuan... cukup mahal, dan kalau on-call bisa mencapai sejuta. entah di tempat lain... mungkin ada harga yang berbeda. Inilah yang akan kita coba untuk bisa menekan biaya menjadi tidak mahal.

    Lagi-lagi abang salah tangkap... hahaha.... maksud dari perjanjian pranikah BUKAN hanya untuk mengatur harta loooh... tetapi sebagai tanda goodwill dari kedua belah pihak untuk mengatur pernikahan mereka. kita bisa mengatur apa-apa saja yang dimasukkan dalam klausul pre-nup tersebut.
    Bisa mengatur apa-apa yang menjadi kepentingan kedua belah pihak. Misalnya saja mengatur pasal KDRT, mengatur tidak boleh curang, mengatur soal pendidikan anak, mengatur keuangan keluarga dan sebagainya. Tentu saja bila salah satu melanggar perjanjian tersebut ada sanksi yang menyertainya
    .
    Huahahahaha,,, Jeng,, ana perne ngomong ame anaknye mpok mineh nyang bahe-nol ntu beginiii,,,,, Kalo kite nikeh nanti apabile ana nyampe nyakitin ente ana keluar dr rumeh cume make pakean nyang dibadan aje ( moge2 die gak tau ana nyempilin emas 50 kg di sepatu huahahahahaha,,,, ).
    Jeng perempuan dimate ana adalah sangat harus dihormati. Ooo iye atu lagi ana gak perne ngomong cinte... hihihihiii...


    Quote Originally Posted by agatha View Post
    hehe... KangJail
    Silahkan baca dari posting Ki Sunda, Om 3, Pak Shock










    Kompas Sabtu atau Minggu ya? lupa saya
    Istri di Papua.. WAJIB:
    - Berladang, dari nanam hingga panen, mengolahnya hingga jd makanan untuk keluarga.
    - Memelihara ternak
    - Berjualan, dagang hasil bumi demi nafkah keluarga.
    - Melahirkan dan merawat anak-anak

    Suami di Papua... Wajib:
    - Menjaga keluarga dari serangan musuh, perang suku
    - Berburu binatang

    Suami di Papua tidak akan mau Merawat anak, kerja di ladang ataupun
    dagang di pasar, karena mengangap hal itu kerjaan ISTRI.

    Jika perang suku sudah Tidak Ada. Jika berburu binatang liar sudah tidak ada juga.

    LALU... ..kerjaan suami di PAPUA apa ya? JIka menggangap kerjaan di ladang, pasar, adalah tabu.
    Lah ntu mah nyang bikin aturannye monyet bukan manusie Jeng huahahaha...
    Tha, ana sangat menghormati perempuan, ana gak takut ame setan, tapi ana takut ame dokter... huahahahahaha....
    Last edited by dely; 02-03-10 at 02:18 PM.
    KANGJAIL.COM

  7. #47
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    4,182
    Rep Power
    18

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by wilf View Post
    Yang memberi jaminan adalah kedua individu yang akan menikah.
    sehingga tanpa undang - undang pun, kedua individu merasa aman dengan pernikahannya.
    Kalau tak bisa memberi jaminan, lantas untuk apa menikah?
    Jaminan Hati, pak wilf?
    Anaknya nanti gimana, pak wilf?
    Negara ini gimana caranya ngatur penduduknya untuk soal-soal kewarganegaraan?
    Gimana caranya untuk Kawin Campur?--Nikah dengan orang Asing?

    Dengan jaminan dan UU Pernikahan, UU perlindungan anak, UU penghapusan KDRT saja banyak perselingkuhan, penelantaran keluarga, KDRT terhadap anak (saya tekankan pada anak karena pelaku KDRT bisa suami istri)...
    Bisa morat marit masa depan negara, pak...

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Setuju
    Terima kasih. Post ini makin menjelaskan:

    Jika benar cinta, kenapa khawatir dipisahkan harta bawaannya?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk saling berjanji tidak ada KDRT :Kekerasan Dalam Rumah Tangga?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk saling janji tidak akan telantarkan pasangan dan anak?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk berjanji tidak ada WIL, PIL?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk menuliskan Janji Bersama?


    Kenyataan di luar sana....
    Berapa banyak suami yang mengkhianati "janji setia", bahkan dengan praktek kekerasan? Berapa banyak kaum ibu yang kerja keras demi kelangsungan hidup anak dan keluarga besar?

    Wuuiiih.... berita di media cetak, tv... FULL
    Cinta...alasan untuk bertindak irasional
    Cinta... alasan untuk meninggalkan pasangannya dan anaknya
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  8. #48
    Senior Member Mr.Shock's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    1,513
    Rep Power
    9

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Setuju
    Terima kasih. Post ini makin menjelaskan:

    Jika benar cinta, kenapa khawatir dipisahkan harta bawaannya?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk saling berjanji tidak ada KDRT :Kekerasan Dalam Rumah Tangga?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk saling janji tidak akan telantarkan pasangan dan anak?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk berjanji tidak ada WIL, PIL?
    Jika benar cinta, kenapa khawatir untuk menuliskan Janji Bersama?


    Kenyataan di luar sana....
    Berapa banyak suami yang mengkhianati "janji setia", bahkan dengan praktek kekerasan? Berapa banyak kaum ibu yang kerja keras demi kelangsungan hidup anak dan keluarga besar?


    Wuuiiih.... berita di media cetak, tv... FULL

    Menurut saya, Kalo hubungan manusia dengan manusia lain, hanya berdasarkan JANJI, saya pikir, konsep berpikir itu sudah lama ketinggalan yah,..
    ratusan tahun mungkin.

    Saya pinjam uangmu dan saya BERJANJI akan mengembalikan, kalau pinjamnya 10 ribu mungkin anda percaya dengan saya. nothing to lose.
    Kalau yang saya pinjam bisa membuatmu menderita sebaiknya sita sertifikat rumah saya dulu sebagai jaminan. Minimal.

    JAngan percaya dengan JANJI.

    Menikah itu seperti orang partner dalam bisnis, Yah, mungkin menikah lebih melibatkan emosi. tapi konteks-nya sama saja.
    Orang berpartner bisnis tidak pernah berharap suatu hari akan clash dan berakhir di pengadilan.
    Semuanya dilandasi oleh kepentingan dan kesepakatan, dan semua kesepakatan itu harus dimanifestasikan kedalam sebuah surat perjanjian.

    Saya join ke bisnis adik saya pun bikin surat perjanjian,
    dimana, saya melihatnya dari kecil sampai gede,..
    bukan karna kita tidak saling percaya,.. dia punya kehidupan pribadi, saya juga punya kehidupan pribadi,
    di kehidupan pribadi saya ada komunitas sendiri, begitu juga dia.
    SAya dan dia tidak masalah, bagaimana dengan orang yang disekelilingnya ?
    Tidak sedikit orang berpisah bukan karna 2 pribadi yang bersangkutan, melainkan peran orang yang disekelilingnya,.. percayalah,...

    Tidak semua lho tha,.. yang ingkar janji itu cowo,..
    Cewe juga banyak,..
    Mengapa banyak artis perempuan kita yang menceraikan suaminya dan berselingkuh dengan lelaki lain ?..

  9. #49
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    4,182
    Rep Power
    18

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by Mr.Shock View Post
    Menurut saya, Kalo hubungan manusia dengan manusia lain, hanya berdasarkan JANJI, saya pikir, konsep berpikir itu sudah lama ketinggalan yah,..
    ratusan tahun mungkin.

    Saya pinjam uangmu dan saya BERJANJI akan mengembalikan, kalau pinjamnya 10 ribu mungkin anda percaya dengan saya. nothing to lose.
    Kalau yang saya pinjam bisa membuatmu menderita sebaiknya sita sertifikat rumah saya dulu sebagai jaminan. Minimal.

    JAngan percaya dengan JANJI.

    Menikah itu seperti orang partner dalam bisnis, Yah, mungkin menikah lebih melibatkan emosi. tapi konteks-nya sama saja.
    Orang berpartner bisnis tidak pernah berharap suatu hari akan clash dan berakhir di pengadilan.
    Semuanya dilandasi oleh kepentingan dan kesepakatan, dan semua kesepakatan itu harus dimanifestasikan kedalam sebuah surat perjanjian.

    Saya join ke bisnis adik saya pun bikin surat perjanjian,
    dimana, saya melihatnya dari kecil sampai gede,..
    bukan karna kita tidak saling percaya,.. dia punya kehidupan pribadi, saya juga punya kehidupan pribadi,
    di kehidupan pribadi saya ada komunitas sendiri, begitu juga dia.
    SAya dan dia tidak masalah, bagaimana dengan orang yang disekelilingnya ?
    Tidak sedikit orang berpisah bukan karna 2 pribadi yang bersangkutan, melainkan peran orang yang disekelilingnya,.. percayalah,...

    Tidak semua lho tha,.. yang ingkar janji itu cowo,..
    Cewe juga banyak,..
    Mengapa banyak artis perempuan kita yang menceraikan suaminya dan berselingkuh dengan lelaki lain ?..
    Pak Shock yang ganteng...
    Jadi inget lagu lama nih... Janji-janji tinggal janji.... bulan madu hanya mimpi.... ueee ueee....

    atau...
    memang lidah tak bertulang... lain di mulut lain di hatiiii uooo uoooo....

    Oke... cukup nyanyian Artie yang rombeng ini...

    Ya, menikah sebenarnya bisa diibaratkan dengan joint ventures, ada pihak pertama dan pihak kedua, buktinya saja dalam gugatan ceraipun ada istilah tergugat dan penggugat persis seperti kasus hukum perdata. Dan bukankah kadang ada orang yang menikah untuk bisa meminimalkan pengeluaran bulanan? seperti kalo kontrak rumah, ngga perlu dua rumah dibayar, cukup bayar satu rumah saja. Ada tabungan keluarga untuk masa depan setelah pensiun nanti, ada tabungan untuk si kecil nanti kalo mau sekolah... kemudian bisa mengajukan kredit rumah untuk berdua nantinya dengan bayaran sama-sama...semuanya bisa dikaitkan dengan joint ventures bukan?

    Tidak ada jaminan bahwa janji itu akan ditepati. setuju sekali, maka dari itu perlu dibuatkan sebuah surat perjanjian bersama yang mengatur ini dan itu, kalau perlu mengatur hal-hal yang mungkin dianggap sepele sampe soal-soal pembelian barang-barang bulanan kalo perlu. Semuanya untuk meminimalisasi kerugian yang mungkin menimpa salah satu pihak.
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  10. #50
    Advisor r4inbou's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    ♥ ♥ C3LL ♥ ♥
    Posts
    18,629
    Rep Power
    31

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    aku menyimak dulu yaa...

    berada didalam pikiran mu adalah liburan yg paling menyenangkan : p

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO