Page 1 of 66 123456789101151 ... LastLast
Results 1 to 10 of 653
Like Tree47Likes

Thread: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan


  1. #1
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    4,182
    Rep Power
    18

    [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Sebelum kita melangkah lebih jauh, bolehlah kiranya saya menekankan di sini, bahwa walaupun kita menekankan fokus ini pada wanita dan anak serta hak-hak mereka, namun kiranya ini lebih pada masalah hukum dan kenegaraan, serta perlindungan bagi warga negara dan anak-anak.

    Landasan:
    UU no 23 tahun 2004 mengenai Penghapusan KDRT
    UU Perlindungan perlindungan anak
    UU pernikahan 1974
    Usulan Amandemen UU pernikahan 1974
    Draft RUU tentang Hukum Materiil Peradilan Agama Bidang Perkawinan yang masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2010.
    agatha and griya like this.
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  2. #2
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    4,182
    Rep Power
    18

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Perjanjian pra-nikah? Apaan tuh? Nikah aja belum sudah bicara soal cerai...
    pasti banyak yang memiliki pendapat seperti itu bila ada yang melontarkan soal perjanjian pra nikah ini. Apalagi dikait-kaitkan dengan masalah CINTA yang sudah ada dalam mind-set kita adalah penyerahan diri secara total dalam sebuah penyatuan sebagai hasil dari CINTA tersebut.

    Setia dalam susah dan senang, tetapi kalau susah bisa dicegah, mengapa tidak? bukan dalam artian bila susah mendera lantas meninggalkan pasangan hidup untuk mencari pasangan lain yang lebih dalam hal materi.
    Namun selalu saja bila ada yang mengutarakan masalah perjanjian pra nikah; pastilah ada salah satu pihak belum-belum sudah merasa tersinggung dan merasa dihinakan dengan usulan ini, lantas menuduh sang pasangan tidak percaya, tidak cinta dan mengancam akan menarik diri dari pernikahan yang hendak dilangsungkan.

    Padahal bukan hanya untuk melindungi harta bawaan masing-masing pihak yang hendak melangsungkan pernikahan namun sesungguhnya untuk melindungi masa depan pernikahan itu sendiri terutama masa depan anak yang pastinya akan merasakan dampak apabila salah satu dari pasangan suami istri ini dinyatakan bangkrut, terlilit hutang dan sebagainya.

    Ada sebuah istilah pada saat semuanya baik-baik saja inilah saat kita harus memikirkan hal-hal yang tidak baik-baik saja sebagai perlindungan (bahasa asuransi) Sedia payung sebelum hujan sebenarnya inti dari perjanjian pra nikah ini, dalam kasus ini tentu saja bagi wanita dan anak-anak yang dihasilkan dalam pernikahan ini.

    Karena kalau sudah terlambat ya sudah terlambat, karena tidak ada istilah waktu akan berputar balik.
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  3. #3
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    4,182
    Rep Power
    18

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Apa kaitannya dengan pernikahan siri yang diributkan sebagian besar masyarakat kita dengan perjanjian pranikah ini?

    pertama; karena kita membicarakan masalah pernikahan (baik itu siri/bawah tangan/adat-istiadat atau nikah resmi) dan efek yang terjadi sebagai akibat pernikahan tersebut, dalam hal ini adalah anak.
    Kedua; hak-hak dan kewajiban yang menyertai dalam sebuah pernikahan yang di dalam pernikahan bawah tangan atau siri atau secara adat istiadat tanpa mencatatkannya ke lembaga pernikahan yang ada secara otomatis tidak ada kewajiban yang mengikat--dalam hal ini adalah suami untuk mengakui keberadaan anak yang dihasilkan selama menikah, tidak mengakui keberadaan istri, tidak mengakui kewajiban-kewajibannya terhadap rumah tangganya secara hukum. Karena dalam Identitasnya dia tetaplah seorang yang bebas dari ikatan hukum perkawinan.

    tidak sahnya perkawinan bawah tangan menurut hukum negara memiliki dampak negatif bagi status anak yang dilahirkan di mata hukum, yakni:
    Status anak yang dilahirkan dianggap sebagai anak tidak sah atau anak diluar nikah atau anak haram. Konsekuensinya, anak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibu. Artinya, si anak tidak mempunyai hubungan hukum terhadap ayahnya (pasal 42 dan pasal 43 UU Perkawinan, pasal 100 KHI). Di dalam akte kelahirannyapun statusnya dianggap sebagai anak luar nikah, sehingga hanya dicantumkan nama ibu yang melahirkannya. Keterangan berupa status sebagai anak luar nikah dan tidak tercantumnya nama si ayah akan berdampak sangat mendalam secara sosial dan psikologis bagi si anak dan ibunya.

    Ketidakjelasan status si anak di muka hukum, mengakibatkan hubungan antara ayah dan anak tidak kuat, sehingga bisa saja, suatu waktu ayahnya menyangkal bahwa anak tersebut adalah anak kandungnya.
    Yang jelas merugikan adalah, anak tidak berhak atas biaya kehidupan dan pendidikan, nafkah dan warisan dari ayahnya. (LBH APIK)

    Tolong diperhatikan dalam UU no 23 tahun 2004 mengenai penghapusan kekerasan dalam rumah tangga bab III pasal 5 butir d. penelantaran rumah tangga dan pasal 9 yang menguraikan apa yang dimaksud dengan penelantaran rumah tangga.

    Pernikahan siri sebenarnya jelas-jelas merupakan pelanggaran terhadap pelaksanaan UU no 23 tahun 2004 ini, karena ayah telah melakukan penelantaran terhadap anak secara hukum tetapi tidak bisa dituntut karena tidak ada hubungan secara hukum antara ayah dan anak. Apa landasan untuk melaporkan ayah pada polisi karena KDRT? sedangkan mereka tidak ada ikatan hukum dalam pernikahan. Apa landasan hukumnya bagi pelaku nikah siri ini? Tidak ada.

    Bila yang dipermasalahkan dalam pencatatan pernikahan ini adalah masalah pembagian waris (terutama sebagai istri kedua) kenapa tidak melakukan perjanjian pra nikah terlebih dahulu agar efek yang terjadi akibat pernikahan ini bisa dilindungi secara hukum.
    agatha likes this.
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  4. #4
    Senior Contributor paswa's Avatar
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    5,026
    Rep Power
    16

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by artemis View Post
    Pernikahan siri sebenarnya jelas-jelas merupakan pelanggaran terhadap pelaksanaan UU no 23 tahun 2004 ini, karena ayah telah melakukan penelantaran terhadap anak secara hukum tetapi tidak bisa dituntut karena tidak ada hubungan secara hukum antara ayah dan anak. Apa landasan untuk melaporkan ayah pada polisi karena KDRT? sedangkan mereka tidak ada ikatan hukum dalam pernikahan. Apa landasan hukumnya bagi pelaku nikah siri ini? Tidak ada.
    Setuju, jadi kesimpulan mengapa nikah siri itu dianggap ilegal dalam hukum negara karena ada tindakan penelantaran nantinya yang akan terjadi, dan sangat merugikan kaum wanita dan anak yang dilahirkan yang tidak tercatat dalam tata usaha adminstrasi negara, walau dari segi agama sah tapi dalam hak pembagian kesejahteraan tidaklah adil dimata hukum negara.

    Waspadalah para wanita!!!!

  5. #5
    Senior Member
    Join Date
    Jan 2010
    Posts
    1,722
    Rep Power
    6

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by paswa View Post
    Setuju, jadi kesimpulan mengapa nikah siri itu dianggap ilegal dalam hukum negara karena ada tindakan penelantaran nantinya yang akan terjadi, dan sangat merugikan kaum wanita dan anak yang dilahirkan yang tidak tercatat dalam tata usaha adminstrasi negara, walau dari segi agama sah tapi dalam hak pembagian kesejahteraan tidaklah adil dimata hukum negara.

    Waspadalah para wanita!!!!
    mgkinkah diatur dgn cara ini ...
    para nikah siriwan yg kemudian memiliki anak dari nikahnya tsb , di WAJIB kan mendaftarkan pernikahannya pada catatan sipil , dgn begitu menjadikan anak tsb syah secara hukum ... (ini cuma otak-atik utek gw aja sii..)
    dan hak2nya persis sama dgn anak2 yg lainnya ...

    win win solution gitu lho ..

  6. #6
    Senior Contributor paswa's Avatar
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    5,026
    Rep Power
    16

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by riya riba View Post
    mgkinkah diatur dgn cara ini ...
    para nikah siriwan yg kemudian memiliki anak dari nikahnya tsb , di WAJIB kan mendaftarkan pernikahannya pada catatan sipil , dgn begitu menjadikan anak tsb syah secara hukum ... (ini cuma otak-atik utek gw aja sii..)
    dan hak2nya persis sama dgn anak2 yg lainnya ...

    win win solution gitu lho ..
    hehehe...kaya pemutihan sertifikat dong dari HGB ke Hak Milik tapi takutnya si Bapaknya yang memang menyembunyikan pernikahannya ke istri yang syah walau udah punya anak entar ujungnya game over

  7. #7
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    4,182
    Rep Power
    18

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by riya riba View Post
    mgkinkah diatur dgn cara ini ...
    para nikah siriwan yg kemudian memiliki anak dari nikahnya tsb , di WAJIB kan mendaftarkan pernikahannya pada catatan sipil , dgn begitu menjadikan anak tsb syah secara hukum ... (ini cuma otak-atik utek gw aja sii..)
    dan hak2nya persis sama dgn anak2 yg lainnya ...

    win win solution gitu lho ..
    Hahaha... diriku nyengir kuda nih, Riya_riba...
    Kalau nikah siri itu sudah dicatatkan atau didaftarkan ke lembaga pernikahan yang diatur dalam UU Pernikahan 1974 apa bedanya dia dengan nikah sah, resmi dan berlandaskan hukum? Tentu saja, mau berapa lama dia melakukan nikah siri dengan pasangannya; selama mereka kemudian mendaftarkan dan pernikahannya ke KUA atau KCS; maka pernikahannya tersebut sudah sah dan legal lengkap dengan hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang melekat pada pasangan suami istri tersebut.

    Quote Originally Posted by paswa View Post
    hehehe...kaya pemutihan sertifikat dong dari HGB ke Hak Milik tapi takutnya si Bapaknya yang memang menyembunyikan pernikahannya ke istri yang syah walau udah punya anak entar ujungnya game over
    Dalam usulan amandemen UU Pernikahan Tahun 1974; sebenarnya terdapat usulan untuk menghapuskan klausa poligami dari UU tersebut sebagai upaya penghapusan KDRT terhadap perempuan dan anak-anak.
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  8. #8
    Contributor agatha's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    4,986
    Rep Power
    22

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by artemis View Post
    Perjanjian pra-nikah? Apaan tuh? Nikah aja belum sudah bicara soal cerai...
    pasti banyak yang memiliki pendapat seperti itu bila ada yang melontarkan soal perjanjian pra nikah ini. Apalagi dikait-kaitkan dengan masalah CINTA yang sudah ada dalam mind-set kita adalah penyerahan diri secara total dalam sebuah penyatuan sebagai hasil dari CINTA tersebut.

    Setia dalam susah dan senang, tetapi kalau susah bisa dicegah, mengapa tidak? bukan dalam artian bila susah mendera lantas meninggalkan pasangan hidup untuk mencari pasangan lain yang lebih dalam hal materi.
    Namun selalu saja bila ada yang mengutarakan masalah perjanjian pra nikah; pastilah ada salah satu pihak belum-belum sudah merasa tersinggung dan merasa dihinakan dengan usulan ini, lantas menuduh sang pasangan tidak percaya, tidak cinta dan mengancam akan menarik diri dari pernikahan yang hendak dilangsungkan.

    Padahal bukan hanya untuk melindungi harta bawaan masing-masing pihak yang hendak melangsungkan pernikahan namun sesungguhnya untuk melindungi masa depan pernikahan itu sendiri terutama masa depan anak yang pastinya akan merasakan dampak apabila salah satu dari pasangan suami istri ini dinyatakan bangkrut, terlilit hutang dan sebagainya.

    Ada sebuah istilah pada saat semuanya baik-baik saja inilah saat kita harus memikirkan hal-hal yang tidak baik-baik saja sebagai perlindungan (bahasa asuransi) Sedia payung sebelum hujan sebenarnya inti dari perjanjian pra nikah ini, dalam kasus ini tentu saja bagi wanita dan anak-anak yang dihasilkan dalam pernikahan ini.

    Karena kalau sudah terlambat ya sudah terlambat, karena tidak ada istilah waktu akan berputar balik.
    Nanya dong;
    1. Perjanjian Pra Nikah... mestinya disahkan dan dibuat di Notaris sebelum Pernikahan dilangsungkan?

    2. Jika telah menikah dan tercatat di KCS, sebelum membuat Perjanjian Pra Nikah, artinya terlambat doong?

    3. Kalo tanpa Perjanjian Pra Nikah, semua hak Milik bawaan(tanah, rumah, investasi (emas, saham, biz pribadi.. etc) , apakah menjadi Gono Gini? atau tetap akan menjadi HAK bawaan?

    4. Krn.. kalo udh dianggap gono-gini, kalo suaminya poligami, hak(harta) bawaan istri digunakan(pasti ada imbas) untuk ongkosi orang lain doong. Perlindungan harta bawaan pihak istri bagaimana?

    5. Kalau tanpa Perjanjian Pra Nikah, harta bawaan dianggap gono gini, artinya suami berhak jadikan harta istri untuk "agunan pinjaman" ? Perlindungannya bagaimana jika disita atas kelalaian usaha? Ngak ada jaminan buat masa depan istri dan anak?

    Sementara 5 pertanyaan dulu yaaa...
    Makasih ya.... kk Artie

  9. #9
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    4,182
    Rep Power
    18

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Nanya dong;
    1. Perjanjian Pra Nikah... mestinya disahkan dan dibuat di Notaris sebelum Pernikahan dilangsungkan?

    2. Jika telah menikah dan tercatat di KCS, sebelum membuat Perjanjian Pra Nikah, artinya terlambat doong?

    3. Kalo tanpa Perjanjian Pra Nikah, semua hak Milik bawaan(tanah, rumah, investasi (emas, saham, biz pribadi.. etc) , apakah menjadi Gono Gini? atau tetap akan menjadi HAK bawaan?

    4. Krn.. kalo udh dianggap gono-gini, kalo suaminya poligami, hak(harta) bawaan istri digunakan(pasti ada imbas) untuk ongkosi orang lain doong. Perlindungan harta bawaan pihak istri bagaimana?

    5. Kalau tanpa Perjanjian Pra Nikah, harta bawaan dianggap gono gini, artinya suami berhak jadikan harta istri untuk "agunan pinjaman" ? Perlindungannya bagaimana jika disita atas kelalaian usaha? Ngak ada jaminan buat masa depan istri dan anak?

    Sementara 5 pertanyaan dulu yaaa...
    Makasih ya.... kk Artie
    Ehem-ehem....

    no 1. ya... namanya juga perjanjian pra-nikah... perjanjian tersebut kudu dilaksanakan sebelum melangsungkan pernikahan. Dan perjanjian pra nikah tersebut harus dibacakan saat berlangsungnya pernikahan, sesaat sebelum menandatangani surat nikah, sebelum mendaftarkan pernikahan ke KUA atau KCS untuk mengikat pihak ketiga.

    no. 2. TERLAMBAT.... sudah sangat terlambat.

    no.3. Karena tidak ada perjanjian pra-nikah untuk mengatur Pisah Harta secara Murni atau Pisah Harta Bawaan saja, maka otomatis apa yang dimiliki istri/suami sebelum menikah akan menjadi milik bersama. Tidak ada istilah milikku tetap milikku milikmu jadi milikku... (sorri.... ) Tidak ada istilah milikku tetap millikku milikmu adalah milikmu. semuanya menjadi harta gono-gini atau harta bersama.

    no 4. Karena terlanjur menikah tanpa melakukan perjanjian pra-nikah lebih dahulu... yaaaa begitulah...
    Agatha menikah tanpa melakukan perjanjian pra nikah, agatha bekerja banting tulang sebelum dan saat menikah, trus suami agatha melakukan poligami, yaaaaa.... apa yang dihasilkan agatha akan dipakai untuk membiayai pernikahan kedua suami agatha tanpa agatha bisa ngomong apa-apa... bila ada anak dari pernikahan kedua tersebut; agatha juga ngga bisa mencegah bila suami mau membiayai sekolah anaknya dari madu agatha dengan uang sekolah yang sudah agatha siapkan untuk anak agatha nanti... begitu juga dengan warisan tanah atau apapun yang akan agatha peroleh dari keluarga agatha sendiri... Suami agatha bisa memberikan warisan itu pada istri keduanya dan anak-anaknya. Perlindungan hukum untuk harta bawaan? siapa suruh menikah tanpa melakukan perjanjian pra nikah?

    no.5. Ya, dan ya... Perlindungan? Tidak ada perlindungan sama sekali... karena ya itu tadi; milikmu menjadi milik kita bersama... makanya... sebelum menikah lakukanlah perjanjian pra nikah; bukan hanya untuk melindungi harta bawaan tetapi juga masa depan keluarga.
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  10. #10
    Contributor agatha's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    4,986
    Rep Power
    22

    Re: [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra Nikah dan Pencatatan Pernikahan

    Quote Originally Posted by artemis View Post
    Ehem-ehem....

    no 1. ya... namanya juga perjanjian pra-nikah... perjanjian tersebut kudu dilaksanakan sebelum melangsungkan pernikahan. Dan perjanjian pra nikah tersebut harus dibacakan saat berlangsungnya pernikahan, sesaat sebelum menandatangani surat nikah, sebelum mendaftarkan pernikahan ke KUA atau KCS untuk mengikat pihak ketiga.

    no. 2. TERLAMBAT.... sudah sangat terlambat.

    no.3. Karena tidak ada perjanjian pra-nikah untuk mengatur Pisah Harta secara Murni atau Pisah Harta Bawaan saja, maka otomatis apa yang dimiliki istri/suami sebelum menikah akan menjadi milik bersama. Tidak ada istilah milikku tetap milikku milikmu jadi milikku... (sorri.... ) Tidak ada istilah milikku tetap millikku milikmu adalah milikmu. semuanya menjadi harta gono-gini atau harta bersama.

    no 4. Karena terlanjur menikah tanpa melakukan perjanjian pra-nikah lebih dahulu... yaaaa begitulah...
    Agatha menikah tanpa melakukan perjanjian pra nikah, agatha bekerja banting tulang sebelum dan saat menikah, trus suami agatha melakukan poligami, yaaaaa.... apa yang dihasilkan agatha akan dipakai untuk membiayai pernikahan kedua suami agatha tanpa agatha bisa ngomong apa-apa... bila ada anak dari pernikahan kedua tersebut; agatha juga ngga bisa mencegah bila suami mau membiayai sekolah anaknya dari madu agatha dengan uang sekolah yang sudah agatha siapkan untuk anak agatha nanti... begitu juga dengan warisan tanah atau apapun yang akan agatha peroleh dari keluarga agatha sendiri... Suami agatha bisa memberikan warisan itu pada istri keduanya dan anak-anaknya. Perlindungan hukum untuk harta bawaan? siapa suruh menikah tanpa melakukan perjanjian pra nikah?

    no.5. Ya, dan ya... Perlindungan? Tidak ada perlindungan sama sekali... karena ya itu tadi; milikmu menjadi milik kita bersama... makanya... sebelum menikah lakukanlah perjanjian pra nikah; bukan hanya untuk melindungi harta bawaan tetapi juga masa depan keluarga.
    Hahaha... BELUM terlambat... BELUM menikah....
    Masiiih LAMA...... dan masih seleksi....

    Makasih yaaaa.... Maklum.... buta hukum.
    Ternyata UU Pernikahan pun... tidak berpihak seUTUHnya pada HAK ISTRI.
    Semua HAK Istri lebur ke Suami, sesaat mereka sign Surat Nikah. Artinya semua harta walalupun atas nama istri, bisa digunakan suaminya sebagai agunan pinjaman/ usaha. Dimana HAL ini sangat berResiko.
    Kecuali... ada pemisahkan harta, maka saat harta salah satu pikak ber-masalah, maka pihak lainnya bisa bantu ataupun untuk menopang keperluan sehari2, medical, dan investasi pendidikan untuk anak mereka.

    Duuuh... Haree geenee... banyak looh contoh suami yang menghilangkan jejak harta bawaan dan penghasilan istri "sah".. demi buat biz lain-lain dan piara ini itu...

    Mmm... bener juga kk Artie
    Sebelum ke tahap-persiapan-menikah... duuuh beneran perlu bikin draft

Page 1 of 66 123456789101151 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO