Page 4 of 4 FirstFirst 1234
Results 31 to 35 of 35

Thread: Kartini, Kebaya, dan Emansipasi Wanita Indonesia


  1. #31
    Contributor Ki Sunda's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Bandung-Jawa Barat
    Posts
    2,554
    Rep Power
    10

    Re: Kartini, Kebaya, dan Emansipasi Wanita Indonesia

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Judul Thread: Kartini, Kebaya, dan Emansipasi Wanita Indonesia
    Tujuannya bahas apa ya?

    1. Sejarah Kartini?
    2. Simbol : Kebaya?
    3. Emansipasi Wanita Indonesia?

    Sejarah?
    ... silahkan baca di buku sejarah...

    Kebaya sebagai simbol hari Kartini?
    Wuaaah... saya ngak paham. Saya pikir.. terlalu dangkal jika hanya disimbolkan dengan sekedar busana.

    Emansipasi Wanita Indonesia?
    Bukankah sudah banyak kiprah dan karya nyata kaum wanita untuk turut perjuangkan perumusan dan pengesahan UU perlindungan demi kaum ibu dan anak? Pencegahan kematian dini dan gizi buruk. Advokasi KDRT dan Trafflicling?

    Ini contoh kegiatan positif:

    .:: Kementerian Negara Riset dan Teknologi


    BERITA KEGIATAN RISTEK




    Kamis 22 April 2010
    Pemberdayaan Perempuan Melalui Iptek : Hapus KDRT





    Substansi peringatan Hari Kartini bukan identik dengan menggunakan pakaian adat, karena “Inti Perjuangan Kartini yakni Pemberdayaan Kaum Perempuan”. Peranan kaum perempuan di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, makin menguat dan berkembang.

    Perjuangan Kartini begitu mulia sehingga tidak cukup hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Tetapi harus dikaji dan direnungkan, serta mengembangkan relevansi emansipasi perempuan pada zaman sekarang. Misalnya perlawanan terhadap kejahatan perdagangan manusia yang sebagian besar korban adalah kaum perempuan dan peningkatan sumber daya perempuan melalui pendidikan dan Iptek.

    Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PUSPIPTEK bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPM-KB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan TP. PKK Kota Tangerang Selatan, pada tanggal 21 April 2010, di Ruang Utama Gedung Graha Widya Bakti Puspiptek Serpong, menyelenggarakan seminar dengan tema "Percepatan Penghapusan KDRT melalui Pemberdayaan Perempuan dengan Pemanfaatan Iptek”.

    Peringatan Hari Kartini ini dibuka oleh Walikota Tangsel HM. Saleh dan dihadiri oleh Kepala Puspiptek, Jeni Ruslan, Para Camat Se Tangerang Selatan, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Kota Tangsel, dan berbagai organisasi perempuan di Kota tangsel. Turut hadir sebagai pembicara Subagio, Deputi Bidang Perlindungan Perempuan, Airin Rachmi Diany pemerhati dan praktisi pendidikan dan Sulaiman Budi Sunarto, inovator dari PT Agro Makmur, Karanganyar, Jawa Tengah.
    Acara diawali dengan tarian “Cuking” yang merupakan tarian khas Tangerang dari SMPN 2 Tangerang Selatan, tari saman dari SMU 2 Tangerang Selatan kemudian untuk memecah suasana yang monoton dan beku diturunkan tim outbond untuk melakukan ice breaking sehingga suasana menjadi cair dan meriah dengan gelak tawa para peserta.

    Sebagai salah satu pembicara, Deputi Bidang Perlindungan Perempuan, Subagyo, dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Topik “Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dalam Ranah dan Keadilan Gender”. Di depan peserta diskusi yang didominasi kaum perempuan, dengan tegas Subagio mengajak agar intelektual perempuan jangan hanya selalu dilihat dari pendidikan tinggi tapi bagaimana seorang perempuan mampu mengantarkan anaknya menjadi intelektual baru.

    Kartini yang dimiliki Indonesia sebenarnya tak hanya satu. Ada berjuta-juta Kartini di Indonesia yang sebenarnya bisa kita teladani. Perempuan Indonesia bisa mencontoh semangat Kartini. Meski dibatasi tembok keraton tapi Kartini tidak menyerah dan menyuarakan potensinya. "Apa yang kita bisa teladani dari Kartini? “.

    Di manapun kita berada, di manapun lingkungan kita, kita harus berani bergerak walau sekecil apapun. Menggali potensi diri, berani bermimpi dan mau mengubah hidup kita. Ini sebuah kekayaan, tapi gerakan apapun yang dilakukan perempuan harus diiringi dengan nilai sebagai pegangan agar gerakan tersebut berguna bagi dirinya dan masyarakatnya. Pada diri Kartini, nilai itu sudah terbangun. Kita bisa melihat sampai sejauh mana gerakan perempuan dapat membawa perubahan," ujarnya.


    Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga

    Tokoh Perempuan Tangerang Selatan dan juga sebagai ketua PMI Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany memaparkan topik bahasan “Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga”. “Dalam memperingati Hari Kartini tahun 2010 ini, kita perlu melakukan refleksi dan mengevaluasi sejauh mana cita-cita Kartini dan tokoh perempuan lainnya telah tercapai. Peringatan Hari Kartini seharusnya dimaknai bukan hanya sebagai ritual simbol-simbol seperti memakai pakaian kebaya saja. Pasalnya, semangat yang ingin disampaikan Kartini adalah semangat kesetaraan gender. Sudah selayaknya perempuan saat ini berterima kasih atas jasa seorang Kartini yang gigih memperjuangkan hak-hak dan emansipasi kaum perempuan”, paparnya.

    Isu tentang kesetaraan dan pemberdayaan perempuan terutama dalam hal akses pendidikan masih menjadi isu penting di Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Millenium Development Goals (MDG). Artinya, kesetaraan dan pemberdayaan perempuan adalah prasyarat bagi tercapainya pembangunan yang berorientasi pada manusia tanpa memandang jenis kelamin”, lanjutnya.

    “Hingga saat ini masih banyak permasalahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang belum reda. Budaya kekerasan terhadap perempuan dan ketidak adilan gender seakan tiada habisnya. Kekerasan yang sering terjadi kepada kaum perempuan di dalam rumah tangga merupakan tantangan bagi kaum perempuan untuk terus memperjuangkan keadilan gender”. Ujar Airin,

    Meski kesetaraan merupakan isu penting dalam pembangunan, isu mengenai kesetaraan perempuan masih dibayangi kasus-kaskus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Ada banyak hal yang menyebabkan KDRT, baik yang bersifat sosial, kultural, maupun psikologis. Bentuk KDRT pun beragam mulai dari yang bersifat fisik, psikis, seksual, hingga ekonomi.

    Namun yang harus kita garis bawahi adalah segala bentuk kekerasan kepada perempuan merupakan tindakan yang melukai kemanusiaan. “Secara perlahan, tindakan KDRT akan merusak tiang-tiang kehidupan karena perempuan adalah penyangga pranata sosial terkecil dalam masyarakat kita, yaitu keluarga,” tegas Airin.

    Ahli Rekayasa Pertanian Organik, Soelaeman Budi Sunarto, inovator dari PT Agro Makmur, Karanganyar, Jawa Tengah. tak kalah dalam menyampaikan sumbangsihnya dengan paparan bertopik "Paradigma Baru Biogas Sampah”, sebagai ajang Pemberdayaan Perempuan melalui Pemanfaatan Iptek.

    Jasa RA Kartini sungguh besar karena sudah berupaya membangun semangat kaum perempuan untuk dapat berperan dalam memberdayakan diri serta duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan kaum laki-laki. Filosofi seperti itu pada jaman sekarang lazim disebut kesetaraan dan keadilan gender.

    Raden Ajeng Kartini merupakan salah seorang perempuan Indonesia yang merupakan sosok yang tidak dapat dilupakan dalam sejarah kebangkitan perempuan di tanah air Indonesia. Selain itu dia juga dianggap sebagai ikon reformis perempuan Indonesia, karena telah berhasil meletakkan dasar-dasar kesetaraan gender yang progresif.

    Pemerintah menyadari bahwa partisipasi kaum perempuan dalam kehidupan yang luas menjadi kebutuhan yang tak dapat dielakkan. Oleh karenanya secara terus menerus pemerintah memberikan peran yang paling luas kepada kaum ibu untuk bersama-sama kaum pria menata kondisi kemasyarakatan agar dapat berjalan dengan seimbang.
    Walau eksistensi perempuan dewasa ini semakin diakui, baik itu yang berada pada sektor formal maupun sektor non formal seperti pekerja sosial dan pengusaha, namun perjuangan untuk membuat perempuan keluar dari penjajahan itu belum usai, masih banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas dan harus dilanjutkan oleh generasi muda Kartini saat ini. Oleh karenanya momen Hari Kartini sebaiknya harus dijadikan sebagai motivasi bagi diri.

    Guna memeriahkan acara peringatan Hari Kartini 2010, di serambi ruang sidang utama dilgelar lomba tumpeng yang diikuti oleh 20 peserta dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan kecamatan kecamatan se tangerang selatan, mengakhiri seluruh rangkaian acara.
    (puspiptek/as/humasristek)
    Tujuan dari TS ini adalah: Benarkah Kartini begitu berjasa dalam membangkitkan emasipasi Wanita Indonesia ? Kenapa setiap "Hari kartini" selalu dengan pakaian kebaya ?
    " Alam Padang, Poe Panjang, Jagat Kamanusaan"

  2. #32
    Member
    Join Date
    Feb 2010
    Posts
    686
    Rep Power
    5

    Re: Kartini, Kebaya, dan Emansipasi Wanita Indonesia

    Quote Originally Posted by Ki Sunda View Post
    Tujuan dari TS ini adalah: Benarkah Kartini begitu berjasa dalam membangkitkan emasipasi Wanita Indonesia ? Kenapa setiap "Hari kartini" selalu dengan pakaian kebaya ?
    Hoooo..jadi ini tujuanya????

    salah tidak ya kalau saya akhirnya menuliskan nama2 pahlawan lain??? untuk menjawab pertanyaan pertama??
    kan ku rasa bukan hanya kartini saja yang berjasa dlm emansipasi wanita, menurut pendapat pribadi sih masih banyak pahlawan lainya yg berjasa. (jgn ada yg mere mere yah, ini pendapat pribadi)

    ok deh lanjuuuuut girl, men, jek..!!!
    (saya nyimak sajah karena tujuanya sudah di jelasakan lagi, mau liat komentar2 selanjutnya )
    Last edited by sumo_oon; 24-04-10 at 10:04 AM.
    Regards / Sumo

  3. #33
    Member
    Join Date
    Feb 2010
    Posts
    686
    Rep Power
    5

    Re: Kartini, Kebaya, dan Emansipasi Wanita Indonesia

    Quote Originally Posted by maspras View Post
    bukan maksud menyelak tapi ini sebuah kenyataan..
    dari sisi cara liat saya sebagai pria, buat siapa sih para wanita bercuap2 dan berkoar2 ttg emansipasi wanita?
    janganlah melihat ke tujuan yang sama, berpijak pada dasar yang sama saja sulit sekali.

    mau bukti?

    silahkan simak fakta2 yang dirangkum dari post2 pada thread ini :

    1. kenapa Kartini? kenapa tidak Dewi Sartika? kenapa juga tidak menyebutkan nama2 tokoh wanita yang lain?
    2. kenapa kebaya yang sering dipakai? padahal pakaian wanita itu sangat sangat sangat beragam. jikalau pria bisa dengan satu atau 2 potong baju, sementara wanita? ah itung sendiri lah..
    3. hari kartini, hari wanita indonesia, hari ibu, hari perempuan? mau tambah hari lagi?

    baru nemu 3 itu saja.. ntah yah jikalau ada ketemu lagi..

    -------------------

    siapapun anda; baik pria maupun wanita: lakukanlah tugas/ pekerjaan anda dengan penuh tanggung jawab serta ikhlas.

    ini pijakanya...ada dua, yang ungu tebel, dan biru tebel, dari awal saya rasa juga ini...
    Mata pria melihatnya lucu yaaa??? Menurut saya jika bicara emansipasi, bertindak lebih hebat dari pada hanya berucap, berkoar, cas cis cus membela kaumnya bukan berarti di setiap tulisan yg mengandung emansipasi lalu semangat 45 nya keluar hanya sekedar berucap, tanpa melihat dengan jelas tujuanya dari TS.


    Quote Originally Posted by Ki Sunda View Post
    Tujuan dari TS ini adalah: Benarkah Kartini begitu berjasa dalam membangkitkan emasipasi Wanita Indonesia ? Kenapa setiap "Hari kartini" selalu dengan pakaian kebaya ?
    tanpa bermaksud menyinggung siapa2, wanita (termasuk saya) biasanya/terkadang akan bersemangat untuk bercuap cuap jika sudah melihat tulisan emansipasi, sama sekali nggak salah, yg salah adalah kadang tak sadar ada kata apa saja di depan dan belakang emansipasi tsb. Saking semangatnya akhirnya pijakanya tak jelas karena pijakanya justru di abaikan. Pertanyaan TS pun terabaikan, (tauk deh aing jg bingung ). hmmmm itu hanya pendapat pribadi, kalo ada yg mere mere silahkan mere mere sendiri
    eeeerrrrrrrrrrrrrrrrrr.... satu lagi tambahan , kalau hanya koar2 dan cuap2 saya juga bisa meski kata2 saya agak2 kasar nggak bisa halus. tindakan nyata di luar sana???? semoga kita semua bertindak di luar sana, bukan hanya cas cis cus ..itu yang penting. (jadi inget kampanye presiden, cas cis cusnya mantap, tindakanya??liat sendiri aja tong kosong nyaring bunyinya ), tp memang terkadang diam adalah emas, tanpa koar2 tindakan nyatanya segunung, salut.

    terlepas dari itu, saya sungguh berterima kasih kepada semua pahlawan wanita yg memperjuangkan nasib kaumnya. siapapun namanya. juga para wanita indonesia (yg saya sebut sbg pahlawan tanpa tanda jasa ) yang telah bertindak nyata untuk kaumnya di manapun berada.

    Okedeh..di lanjut..

    Buat TS, maaf kan saya kebanyakan OOT
    Last edited by sumo_oon; 24-04-10 at 10:33 AM.
    Regards / Sumo

  4. #34
    Member
    Join Date
    Feb 2010
    Posts
    686
    Rep Power
    5

    Re: Kartini, Kebaya, dan Emansipasi Wanita Indonesia

    Okedeh saya quote lagi yang ini, siapa tau ada yg salah menafsirkan tulisanya..

    maksudnya adalah, dari yang tebal biru itu di alihkan ke yang ungu, yaitu ke hal2 yg cukup bermanfaat menurut saya

    Quote Originally Posted by JDerri View Post
    mantap ini namanya Hari Wanita Indonesia

    Kalo ada rekan FK yang bisa membuat dan mengusulkan perubahan, bisa coba di mulai kampanye-nya.

    Mungkin fokus hari Kartini bisa di alihkan dari:
    • Kontes kebaya = Kontes Kecantikan = stereotype peran wanita
    • Lomba masak = fokus wanita mesti ke dapur = stereotype peran wanita
    menjadi fokus kearah:
    • Pembinaan dan penanganan kekerasan terhadap Wanita (Domestic Violence)
    • Pemberdayaan Wanita dan pembinaan hak2 hukum para Wanita, terutama wanita pekerja
    • Penanganan dan pemberdayaan wanita dalam menghadapi pelecehan seksual terhadap wanita
    Jadi wanita indonesia nggak pake kebaya, bawa belanjaan dapur dan di lecehkan di atas kendaraan umum terus. Mesti tau hak2 nya!
    Hidup Wanita Indonesia
    sekian dan terima kasih
    Last edited by sumo_oon; 24-04-10 at 10:13 AM.
    Regards / Sumo

  5. #35
    Newbie
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    40
    Rep Power
    0

    Re: Kartini, Kebaya, dan Emansipasi Wanita Indonesia

    RA Kartini memang layak diacungi jempol gan. meskipun hanya mengenyam pendidikan hingga usia 12 tahun. Tapi niat belajarnya yang tak berhenti serta masukkannya dari teman2 nya di Belanda menginspirasikan dirinya untuk memajukan derajat wanita dengan mengembangkan keterampilan dan pola pikir wanita pribumi yang waktu itu sangat rendah derajatnya.


    ---

    Kata Mutiara R.A Kartini Yang Abadi

Page 4 of 4 FirstFirst 1234

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0