Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 29

Thread: Anak Dan Pornografi


  1. #1
    Senior Member _Queen_'s Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    1,583
    Rep Power
    6

    Anak Dan Pornografi

    96 Persen Anak Indonesia Buka Situs Negatif



    Link : di sini


    TEMPO Interaktif, Jakarta -- Ini saatnya Anda lebih perhatian kepada anak-anak. Riset terbaru Norton Online Family 2010 menunjukkan 96 persen anak-anak Indonesia pernah membuka konten negatif di internet. Parahnya lagi, sebanyak 36 persen orang tua tidak tahu apa yang dibuka anaknya karena pengawasan yang minim.


    "Laporan ini menekankan peran pendidikan orang tua dalam 'kehidupan online' anak-anak dan menjaga komunikasi yang terbuka dan terus-menerus sebagai cara meningkatkan keselamatan berinternet."ujar Effendy Ibrahim, Norton Internet Safety Advocate & Consumer Business Lead, Asia, di Jakarta.

    Dalam laporan tersebut, hanya satu dari tiga orang tua tahu tentang yang dilihat anak-anak mereka ketika online, padahal anak-anak menghabiskan 64 jam untuk online setiap bulan.

    "Orang tua terlalu meremehkan tingkat keterlibatan anak-anak dalam mengunduh games, musik, dan video yang membuat anak-anak menemukan konten yang tidak layak dan mengungkapkan informasi pribadi," ujar Ibrahim.

    Para orang tua perlu menyadari resiko bahaya mengunduh terutama jika anak-anak melakukan hal tersebut jika tanpa bimbingan.

    "Orang tua sebaiknya meningkatkan pemahaman mereka tentang internet dengan membuat peraturan yang selalu dikontrol," katanya.

    Laporan Norton Online Family 2010 dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan pada April 2010 oleh Leading Edge, sebuah firma riset pasar independen atas nama Symanctec Corporation.

    Norton Online Family Report 2010 melibatkan jajak atas 499 orang dewasa berusia di atas 18 tahun (termasuk 102 orang tua yang memiliki anak berusia 10-17 tahun dan 112 anak-anak berusia 10-17 tahun).

    Beberapa Tips untuk melindungi anak agar aman saat online yaitu, tidak berbicara kepada, atau menerima undangan pertemanan dari orang asing di jejaring sosial, IM, dan forum online.

    Tidak memberikan pendapat yang menyakitkan dalam IM, website atau forum chat online dan jangan memberikan alamat rumah, nomor telepon, foto atau informasi detail pribadi di Internet.

    ===========================================
    Anak-anak dilahirkan dalam kondisi suci. Orang tualah yang nantinya membentuk anak, akan seperti apa. Baik dan buruknya anak, tergantung orang tuanya.

    Barisan kalimat di atas adalah benar adanya. Peran orang tua dalam mendidik dan membimbing anak sangat urgen dan tak bisa tidak, sangat menentukan keberadaan anak tersebut di masa akan datang.

    Kenyataannya, peran orang tua dewasa ini semakin berat. Betapa tidak. Hantaman era globalisasi telah menafikan aturan yang melarang anak untuk tidak secepatnya mengenal yang namanya pornografi atau pornoaksi.

    Di berbagai media, baik itu elektronik maupun cetak, tayangan dan gambar yang mengandung unsur pornografi 'bergentayangan' tak kenal lelah menghantui anak-anak.

    Berdasarkan catatan sebuah lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia, selain menjadi negara tanpa aturan jelas tentang pornografi, Indonesia juga mencatat rekor sebagai negara kedua setelah Rusia yang paling rentan penetrasi pornografi terhadap anak-anak.

    Kondisi seperti itu, sebenarnya telah pula ditangkap Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Lewat beberapa kali penelitian dan survey di lapangan, terkuak kenyataan di lapangan yang mengetengahkan gambaran kehidupan anak-anak Indonesia menjelang remaja, salah satunya adalah kegemaran coba-coba untuk urusan seks.



    Jika berbicara tentang anak, maka tak terlepas dari orang tua sebagai orang yg bertanggung jawab.
    Anak2 di jaman sekarang biasanya sudah memiliki note book sendiri yg bisa di bawa ke manapun dia pergi, atau barang elektronik lainya yg bisa mengakses situs2 yg di suka, termasuk di dalamnya situs pornografi.
    mereka biasanya penasaran dengan apa yang belum pernah mereka lihat.
    Dan internet membantunya menunjukan rasa penasaranya.
    peralatan komunikasi tersebut sudah masuk kekamar anak-anak yang memungkinkan mereka bisa mengakses berbagai informasi kapanpun tanpa adanya pengawasan dari orang tua.
    kebanyakan dari orang tua biasanya menyalahkan objek yang di lihat,
    seperti contoh baru2 ini, video mesum yg mirip artis, biasanya orang tua lebih suka mengecam si pelakunya, padahal seharusnya orang tualah yang berkewajiban mendidik dan mengawasi anak untuk tidak kebablasan dalam berinternet.

    Dari berita di atas, hasil riset menyatakan bahwa sebanyak 96 persen anak-anak Indonesia
    pernah membuka konten negatif di internet, dan di katakan di sana Parahnya lagi, sebanyak 36 persen orang tua tidak tahu apa yang dibuka anaknya karena pengawasan yang minim.

    Sudah saatnya anda sebagai orang tua untuk mengawasi anak2 anda dalam berinternet.
    Bila perlu dampingi dan arahkan anak saat menonton televisi, bermain internet, atau memilih bacaan. Lebih baik lagi, orangtua membina hubungan dan menjalin komunikasi dengan anak, sehingga bisa membentengi mereka dari pengaruh buruk pornografi.


    silahkan berikan tanggapan anda terhadap terhadap realita anak dan pornografi yg terjadi pada masyarakat kita.



    Last edited by _Queen_; 02-07-10 at 01:14 PM.
    Lebih mudah mengubah plutonium dari pada mengubah sifat jahat manusia...

  2. #2
    Senior Member _Queen_'s Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    1,583
    Rep Power
    6

    Re: Anak Dan Pornografi

    Selamatakan Anak Dari Pornografi

    Link : Selamatkan Anak Dari Pornografi



    Ngeri memang bila buah hati yang bahkan belum tahu bagaimana caranya mengikat tali sepatunya sendiri tiba-tiba bertanya, "Ma, tiap malam, mama orgasme berapa kali?" Jantung Anda mungkin akan berhenti sejenak saat itu, mata jadi melotot, telinga memanas, dan terlebih lagi, rasa ingin tahu Anda jadi meledak. "Dari mana kamu tahu istilah itu??"

    Tentu bisa dari mana saja ibu! Zaman modern seperti sekarang ini, jendela informasi benar-benar terbentang lebar, mulai dari TV, internet, HP, buku, hingga obrolan dengan teman. Sulit untuk membendung segala aliran informasi tentang pornografi yang bisa datang dari berbagai penjuru...kapan saja. Lalu, bagaimana Anda bisa melindungi anak dari pengaruh negatif hal-hal yang berbau pornografi? Berikut tipsnya!

    Selalu komunikatif dengan anak

    Agar anak mau terbuka dengan Anda, maka Anda juga harus memberikan rasa nyaman pada mereka. Sesekali bersikap sebagai sahabat curhat bisa membuat mereka merasa bebas untuk menceritakan apa saja. Tanyakan seputar kegiatan sekolah, obrolan dengan teman, kenali teman macam apa yang mereka ajak bergaul, dan pantau terus lingkungan sekolah, materi pendidikan, dan lingkungan pergaulan anak. Tegaskan pada anak, bahwa ia bebas 'melapor' hal apa saja yang menurut mereka aneh atau menimbulkan ketidaknyamanan. Keterbukaan bisa menyelamatkan anak dari hal-hal yang tak diinginkan, termasuk pornografi dan aksi pelecehan oleh pihak lain.

    Cermati harta karun anak

    Majalah, buku, tayangan film, game, hingga software yang Anda pasang di komputer, semua itu tak boleh luput dari pengawasan. Jangan sampai ada games, buku, atau akses internet yang bisa membawa anak masuk dalam dunia orang dewasa.

    Simpan di dalam kamar saja!

    Meski Anda dan pasangan memiliki kamar pribadi, namun hal ini tak berarti Anda berdua bebas meletakkan kondom, pakaian dalam, atau lingerie di mana saja. Setiap kali usai berhubungan selalu ingat untuk meletakkan kembali 'aksesoris ranjang' tersebut pada tempat yang jauh dari jangkauan anak. Jangan sampai Anda speechless gara-gara anak minta penjelasan tentang lingerie yang ia temukan saat masuk kamar Anda.

    Berikan penjelasan pada anak sesuai tingkatan umur mereka tentang hal yang berbau seksualitas

    Menyimpan rapat-rapat dan menganggap tabu hanya akan membuat anak mencari penjelasan di tempat lain. Hal ini bisa membuka peluang anak terjerumus kepada jalan yang salah, seperti pornografi. Jika anak bertanya, berikan penjelasan yang kira-kira bisa diterima dengan nalar mereka. Jangan biarkan anak datang dengan pertanyaan dan pergi dengan tanda tanya. Jelaskan sesuai porsinya.

    Selain terbuka dan mengadakan pendekatan dengan anak, Anda juga harus mewaspadai jendela informasi yang ada di rumah.

    Tips online bebas pornografi

    1. Beli software pengaman yang bisa mem-block website-website/ forum-forum yang berbau 'dewasa'. Amankan komputer seperti Anda mengunci pintu saat keluar rumah. Jangan lupa diskusikan hal ini dengan keluarga, terutama pasangan.

    2. Selektif dengan teman dalam dunia maya juga perlu lho. Jangan sampai Anda atau anggota keluarga berhubungan dengan orang yang jelas-jelas memiliki gelagat tidak baik. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

    3. Letakkan komputer di tempat yang mudah diawasi, misal di ruang keluarga, sehingga Anda bisa memantau kegiatan online anak tanpa menyinggungnya.

    4. Untuk komputer di sekolah atau tempat les, Anda juga perlu memeriksa sistem pengamannya. Anda bisa meminta guru atau pembimbing untuk benar-benar mengawasi anak saat ia sedang asyik dalam dunia maya.

    5. Beritahu anak untuk tidak sembarangan membeberkan informasi pribadi, seperti nama lengkap, alamat, no telepon (khususnya rumah), foto diri, dan lain-lain pada orang yang tak terlalu dikenal (sekalipun yang mengaku sebagai teman keluarga), dan juga dalam dunia maya. Beri penjelasan agar mereka mengerti bahwa hal itu berbahaya.

    6. Selalu pantau ya bu! Buddies, blogs, browser history, image files, music downloads, dan lainnya. Biarkan anak tahu bahwa Anda akan sering melakukan pemeriksaan. Jelaskan pula bahwa hal ini bukan untuk mengganggu privasi mereka, namun untuk melindungi mereka.

    Untuk HP

    Meski mampu membeli yang mahal dan terbaru sekalipun, namun Anda tetap harus mempertimbangkan kemungkinan hal apa saja yang mungkin diakses anak dalam telepon genggamnya.

    1. Belikan HP sesuai kebutuhan. Sarana telepon, sms, hingga game (tanpa ada akses untuk download) seharusnya sudah cukup untuk anak usia dini.

    2. Untuk HP canggih, sebelum memberikan pada anak, Anda perlu mengadakan kesepakatan dengannya. Apa itu? Anda berhak menggunakannya juga. Dengan begitu, Anda bisa memantau perkembangan kegiatan HP, termasuk apa saja yang mungkin telah di-download anak.

    Untuk TV

    Tak semudah memantau pembelian buku atau majalah, cakupan TV lebih luas dari itu. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mendampingi anak saat menonton TV dan batasi durasi nonton. Teladan Anda sendiri juga berbicara cukup keras dalam hal ini. (wo/meg)
    Lebih mudah mengubah plutonium dari pada mengubah sifat jahat manusia...

  3. #3
    Senior Member red_devil's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Posts
    2,126
    Rep Power
    9

    Re: Anak Dan Pornografi

    ............................................

  4. #4
    Senior Member _Queen_'s Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    1,583
    Rep Power
    6

    Re: Anak Dan Pornografi

    Quote Originally Posted by red_devil View Post
    ............................................

    Lebih nice lagi kalo anda berikan komentar mengenai realita anak dan pornografi yg terjadi di masyarakat
    Lebih mudah mengubah plutonium dari pada mengubah sifat jahat manusia...

  5. #5
    Contributor ~mamamia~'s Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    in my cozy home (:
    Posts
    4,149
    Rep Power
    14

    Re: Anak Dan Pornografi

    Quote Originally Posted by _Queen_ View Post
    Selamatakan Anak Dari Pornografi

    Link : Selamatkan Anak Dari Pornografi



    Ngeri memang bila buah hati yang bahkan belum tahu bagaimana caranya mengikat tali sepatunya sendiri tiba-tiba bertanya, "Ma, tiap malam, mama orgasme berapa kali?" Jantung Anda mungkin akan berhenti sejenak saat itu, mata jadi melotot, telinga memanas, dan terlebih lagi, rasa ingin tahu Anda jadi meledak. "Dari mana kamu tahu istilah itu??"

    Tentu bisa dari mana saja ibu! Zaman modern seperti sekarang ini, jendela informasi benar-benar terbentang lebar, mulai dari TV, internet, HP, buku, hingga obrolan dengan teman. Sulit untuk membendung segala aliran informasi tentang pornografi yang bisa datang dari berbagai penjuru...kapan saja. Lalu, bagaimana Anda bisa melindungi anak dari pengaruh negatif hal-hal yang berbau pornografi? Berikut tipsnya!

    Selalu komunikatif dengan anak

    Agar anak mau terbuka dengan Anda, maka Anda juga harus memberikan rasa nyaman pada mereka. Sesekali bersikap sebagai sahabat curhat bisa membuat mereka merasa bebas untuk menceritakan apa saja. Tanyakan seputar kegiatan sekolah, obrolan dengan teman, kenali teman macam apa yang mereka ajak bergaul, dan pantau terus lingkungan sekolah, materi pendidikan, dan lingkungan pergaulan anak. Tegaskan pada anak, bahwa ia bebas 'melapor' hal apa saja yang menurut mereka aneh atau menimbulkan ketidaknyamanan. Keterbukaan bisa menyelamatkan anak dari hal-hal yang tak diinginkan, termasuk pornografi dan aksi pelecehan oleh pihak lain.

    Cermati harta karun anak

    Majalah, buku, tayangan film, game, hingga software yang Anda pasang di komputer, semua itu tak boleh luput dari pengawasan. Jangan sampai ada games, buku, atau akses internet yang bisa membawa anak masuk dalam dunia orang dewasa.

    Simpan di dalam kamar saja!

    Meski Anda dan pasangan memiliki kamar pribadi, namun hal ini tak berarti Anda berdua bebas meletakkan kondom, pakaian dalam, atau lingerie di mana saja. Setiap kali usai berhubungan selalu ingat untuk meletakkan kembali 'aksesoris ranjang' tersebut pada tempat yang jauh dari jangkauan anak. Jangan sampai Anda speechless gara-gara anak minta penjelasan tentang lingerie yang ia temukan saat masuk kamar Anda.

    Berikan penjelasan pada anak sesuai tingkatan umur mereka tentang hal yang berbau seksualitas

    Menyimpan rapat-rapat dan menganggap tabu hanya akan membuat anak mencari penjelasan di tempat lain. Hal ini bisa membuka peluang anak terjerumus kepada jalan yang salah, seperti pornografi. Jika anak bertanya, berikan penjelasan yang kira-kira bisa diterima dengan nalar mereka. Jangan biarkan anak datang dengan pertanyaan dan pergi dengan tanda tanya. Jelaskan sesuai porsinya.

    Selain terbuka dan mengadakan pendekatan dengan anak, Anda juga harus mewaspadai jendela informasi yang ada di rumah.

    Tips online bebas pornografi

    1. Beli software pengaman yang bisa mem-block website-website/ forum-forum yang berbau 'dewasa'. Amankan komputer seperti Anda mengunci pintu saat keluar rumah. Jangan lupa diskusikan hal ini dengan keluarga, terutama pasangan.

    2. Selektif dengan teman dalam dunia maya juga perlu lho. Jangan sampai Anda atau anggota keluarga berhubungan dengan orang yang jelas-jelas memiliki gelagat tidak baik. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

    3. Letakkan komputer di tempat yang mudah diawasi, misal di ruang keluarga, sehingga Anda bisa memantau kegiatan online anak tanpa menyinggungnya.

    4. Untuk komputer di sekolah atau tempat les, Anda juga perlu memeriksa sistem pengamannya. Anda bisa meminta guru atau pembimbing untuk benar-benar mengawasi anak saat ia sedang asyik dalam dunia maya.

    5. Beritahu anak untuk tidak sembarangan membeberkan informasi pribadi, seperti nama lengkap, alamat, no telepon (khususnya rumah), foto diri, dan lain-lain pada orang yang tak terlalu dikenal (sekalipun yang mengaku sebagai teman keluarga), dan juga dalam dunia maya. Beri penjelasan agar mereka mengerti bahwa hal itu berbahaya.

    6. Selalu pantau ya bu! Buddies, blogs, browser history, image files, music downloads, dan lainnya. Biarkan anak tahu bahwa Anda akan sering melakukan pemeriksaan. Jelaskan pula bahwa hal ini bukan untuk mengganggu privasi mereka, namun untuk melindungi mereka.

    Untuk HP

    Meski mampu membeli yang mahal dan terbaru sekalipun, namun Anda tetap harus mempertimbangkan kemungkinan hal apa saja yang mungkin diakses anak dalam telepon genggamnya.

    1. Belikan HP sesuai kebutuhan. Sarana telepon, sms, hingga game (tanpa ada akses untuk download) seharusnya sudah cukup untuk anak usia dini.

    2. Untuk HP canggih, sebelum memberikan pada anak, Anda perlu mengadakan kesepakatan dengannya. Apa itu? Anda berhak menggunakannya juga. Dengan begitu, Anda bisa memantau perkembangan kegiatan HP, termasuk apa saja yang mungkin telah di-download anak.

    Untuk TV

    Tak semudah memantau pembelian buku atau majalah, cakupan TV lebih luas dari itu. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mendampingi anak saat menonton TV dan batasi durasi nonton. Teladan Anda sendiri juga berbicara cukup keras dalam hal ini. (wo/meg)
    Susah kontrolnya kalau anak-anak online-nya di warnet.
    Tidak tahu apa saja yang mereka cari di sana.
    Saia pikir, KOMUNIKASI dan KETERBUKAAN dengan anak2 Anda adalah kunci utama dalam menanamkan nilai2 positif.


    "Character is not formed, nor are rewards earned in the absence of options"
    ~ Bill Johnson ~

  6. #6
    Advisor
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    22,178
    Rep Power
    30

    Re: Anak Dan Pornografi

    bibitnya ADP diawali tayangan dari TV yang banyak memperlihatkan aegan syur, juga anak2 kita mungkin melihat di lingkungannya aksi pornografi lalu merekapun akan meniru.

  7. #7
    Senior Member _Queen_'s Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    1,583
    Rep Power
    6

    Re: Anak Dan Pornografi

    Quote Originally Posted by ~mamamia~ View Post
    Susah kontrolnya kalau anak-anak online-nya di warnet.
    Tidak tahu apa saja yang mereka cari di sana.
    Saia pikir, KOMUNIKASI dan KETERBUKAAN dengan anak2 Anda adalah kunci utama dalam menanamkan nilai2 positif.


    benar Mia
    komunikasi dan keterbukaan salah satu kuncinya

    tapi hidup di kota besar terkadang orang tua terlihat semakin jauh dengan anak karena kesibukanya
    anak masih tidur, orang tua sudah ke kantor
    anak sudah tidur malam, orang tua belum pulang
    kita tidak tau apa yang terjadi terhadap anak
    kehidupan di kota biasanya yg terjadi adalah demikian
    komunikasi sangat sulit
    apalagi memantau perkembangan anak
    dan apa saja yg di lakukan oleh anak
    sebisa mungkin dekatkan diri dengan anak
    jalin komunikasi yang baik

    ===============================================
    Agar anak mau terbuka dengan Anda, maka Anda juga harus memberikan rasa nyaman pada mereka. Sesekali bersikap sebagai sahabat curhat bisa membuat mereka merasa bebas untuk menceritakan apa saja. Tanyakan seputar kegiatan sekolah, obrolan dengan teman, kenali teman macam apa yang mereka ajak bergaul, dan pantau terus lingkungan sekolah, materi pendidikan, dan lingkungan pergaulan anak. Tegaskan pada anak, bahwa ia bebas 'melapor' hal apa saja yang menurut mereka aneh atau menimbulkan ketidaknyamanan. Keterbukaan bisa menyelamatkan anak dari hal-hal yang tak diinginkan, termasuk pornografi dan aksi pelecehan oleh pihak lain.
    Lebih mudah mengubah plutonium dari pada mengubah sifat jahat manusia...

  8. #8
    Contributor PrinceaAng's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    --
    Posts
    3,946
    Rep Power
    12

    Re: Anak Dan Pornografi

    Quote Originally Posted by _Queen_ View Post
    Simpan di dalam kamar saja!

    Meski Anda dan pasangan memiliki kamar pribadi, namun hal ini tak berarti Anda berdua bebas meletakkan kondom, pakaian dalam, atau lingerie di mana saja. Setiap kali usai berhubungan selalu ingat untuk meletakkan kembali 'aksesoris ranjang' tersebut pada tempat yang jauh dari jangkauan anak. Jangan sampai Anda speechless gara-gara anak minta penjelasan tentang lingerie yang ia temukan saat masuk kamar Anda.
    Bukan cuma lingerie dan kondom saja, tapi juga pembalut wanita jika anak anda adalah laki-laki.

    Sejuta pertanyaan akan timbul silih berganti di benaknya saat melihat benda itu untuk pertama kali-nya.

    Jika anak anda perempuan, berikan penjelasan yang sesuai dengan perkembangan nalarnya dan jelaskan dengan hati-hati tentang benda itu.

    Untuk anak perempuan, sebaiknya anda mulai mengurangi pemandangan 'pameran' alat2 kecantikan anda (untuk ibu) di meja rias yang dengan mudah dilihatnya saat dia masuk kamar ortunya.

    Jangan biarkan anak perempuan anda 'menjadi dewasa sebelum waktunya'.
    Memang sepintas lucu dan menarik melihat anak perempuan kita mulai iseng2 mencoba lipstik, bedak, dan aksesoris wanita lainnya.
    Jangan kira anak perempuan tidak akan punya pikiran yang 'aneh2', karena pada kenyataannya adalah sama antara anak laki-laki dan anak perempuan. Hanya cara yang mereka gunakan itu berbeda.

    Awalnya hanya iseng pakai lipstik, bedak, dan aksesoris lainnya, tapi itu akan menjadi dasar pengetahuan mereka tentang kehidupan orang dewasa. Dan jangan heran saat mereka mulai SMP atau malah masih kelas 5 SD sudah mulai terlibat 'cinta monyet' dengan anak laki-laki yang umurnya jauh diatas umurnya sendiri.

    Dengan demikian, anda berarti sudah membiarkan anak anda menjalankan kehidupan yang seharusnya bukan pada tahapnya.

    Buah yang matang lebih cepat dari waktunya, pada saat waktu normalnya akan menjadi busuk.


    Para ibu pun harus mulai membiarkan dirinya menjadi tontonan gratis bagi anak-anak laki-nya. Saat ganti baju, saat berias, atau malah saat sedang mandi, sebaiknya, jauhkan anak anda dari anda.
    Piramid.. UNIK !! ASIKKK..!! - Sambil cengar-cengir.com. Poreper laaaa......

  9. #9
    Contributor PrinceaAng's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    --
    Posts
    3,946
    Rep Power
    12

    Re: Anak Dan Pornografi

    Quote Originally Posted by ~mamamia~ View Post
    Susah kontrolnya kalau anak-anak online-nya di warnet.
    Tidak tahu apa saja yang mereka cari di sana.
    Saia pikir, KOMUNIKASI dan KETERBUKAAN dengan anak2 Anda adalah kunci utama dalam menanamkan nilai2 positif.


    Anak2 bisa dilibatkan dalam kegiatan diluar sekolah.
    Mulai dari les berenang, tenis, badminton, squash, futsal, bela diri, dan lainnya.

    Bisa juga harus ikut les pelajaran setiap hari.
    Orang tua harus menjemput anaknya tepat waktu pulang sekolah atau pulang les.

    Dengan demikian, orang tua tetap bisa mengawasi pergaulan anak, apa saja masalah si anak, dan tentu memberinya solusi.

    hehehehehe..........
    Piramid.. UNIK !! ASIKKK..!! - Sambil cengar-cengir.com. Poreper laaaa......

  10. #10
    Senior Member _Queen_'s Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    1,583
    Rep Power
    6

    Re: Anak Dan Pornografi

    Quote Originally Posted by andir View Post
    bibitnya ADP diawali tayangan dari TV yang banyak memperlihatkan aegan syur, juga anak2 kita mungkin melihat di lingkungannya aksi pornografi lalu merekapun akan meniru.

    sebisa mungkin jika menonton televisi dampingi anak kita
    berikan tontonan yg layak dan sesuai umurnya

    lingkungan memang punya peran yg sangat penting
    terutama lingkungan keluarga
    mereka biasnya memang akan meniru apa yg dia lihat
    maka ada baiknya untuk tak memberikan kesempatan dalam hal2 negatife
    ajaklah anak mengikuti kegiatan2 yg postive yg lebih berguna.

    di bawah ini ada artikel menarik :

    Link : Bijak Memahami Dampak Pornografi pada Anak



    Bijak Memahami Dampak Pornografi pada Anak

    Dalam beberapa minggu terakhir, publik Indonesia digencarkan dengan munculnya video rekaman adegan porno yang bisa diakses dari internet. Orang tua dan guru diharapkan berperan aktif untuk menangkal ekses negatif tayangan tersebut pada anak-anak dan remaja.
    Teknologi telah memudahkan video rekaman itu diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dari tua, muda, hingga anak -anak. Razia di sekolah-sekolah sampai tindakan menjatuhkan hukuman terhadap siswa yang kedapatan memiliki rekaman video mesum itu pun seperti menjadi tren pasca beredarnya video pomo tersebut. Ini merupakan reaksiuntuk membatasi penyebaran video porno pada anak-anak sebagai pihak yang paling dikhawatirkan menjadi korban dampak sistemik dari video mesum tersebut
    Para orang tua pun dibuat panik. Pasalnya, para orang tua juga ingin mengetahui perihal kabar tersebut. Dikhawatirkan, anak-anak mereka ikut menontontayangan tersebut, atau mengikuti berita di media massa atau elektronik. Sebab, rekaman video tersebut dapat diunduh langsung lewat Internet di warnet-warnet, atau telepon genggam mereka. Terutama orang tua yang memiliki anak usia sekolah SD, SLTP, atau SLTA.
    Psikolog anak, yang juga pengajar di Univeritas Negeri Jakarta (UNJ), Lara Fridani, melihat karakteristik anak memang cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap apa yang tengah terjadi. Termasuk terhadapberedarnya tayangan video porno ini. "Semakin banyak publik membicarakan masalah ini, maka anak-anak akan semakin tertarik untuk mencari tahu tentang itu," katanya.
    Bagi anak-anak yang masih balita, penayangan video ini tidak berpengaruh pada mereka. Sebab, interaksi terhadap lingkungan sekeliling mereka masih sangat terbatas. Namun, tidak bagi anak-anak yang sudah mulai memasuki usia sekolah, terutama pada tingkat akhir SD, SLTP, dan SLTA.
    Alih-alih ingin menjauhkan anak dari pornografi, termasuk larangan untuk menonton video porno tersebut, tanpa disadari, orang tua justru memancing rasa keingintahuan anak. Misalnya dengan lebih sering membicarakan masalah seputar keberadaan video porno tersebut.
    Bahkan, lanjut Lara, orang tua menonton sendiri video tersebut, baik melalui VCD, teknologi HP, atau Internet di rumah. Termasuk dengan terus-menerus menyaksikan berita-berita yang menyajikan atau membahas masalahvideo tersebut.
    "Ketika ingin menjauhkan, orang tua sebaiknya stop untuk membicarakan masalah video tersebut. Belajar mengambil hikmah dari peristiwa tersebut, dan case close. Berhenti untuk membicarakannya," tegas Lara.
    Peran orang tua, menurut Lara, sangat sentral dalam memberikan pelajaran tentang pornografi ini kepada putra-putri mereka. Berhenti untuk membahas dan membicarakan masalah tersebut merupakan salah satu langkah awal jalan keluarnya. Terutama bagi mereka yang memiliki putra-putri yang belum bersekolah, masih TK, dan banyak menghabiskan waktu di rumah.
    "Jadi sebenarnya adalah bagaimana orang tua bisa mengondisikan suatu keadaan yang memungkinkan untuk meminimalkan cerita-cerita pornografi dan berita-berita pornografi tersebut kepada anak-anak dengan mengalihkannya pada berita-berita yang lebih mendidik. Salah satu caranya orang tua sebisa mungkin menjadi teladan. Misalnya dengan menanamkan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budi pekerti," tambah Lara.
    Peran Guru
    Bagi anak-anak yang telah masuk lingkungan sekolah, baik SD tingkat akhir, SLTP, maupun SLTA, tidak hanya peran orang tua yang penting. Peran guru di sekolahpun menjadi sangat penting. Guru diharapkan bisa mengajarkan nilai-nilai moral dan nilai-nilai agama kepada siswa didik secara eksplisit. "Artinya guru tidak lagi hanya meminta anak didik untuk menghafal apa itu nilai-nilai perilaku baik, tapi sudah pada pelaksanaan atau perwujudan dari nilai-nilai baik tersebut," tegas Lara.
    Nilai-nilai ini tidak hanya disampaikan dalam forum belajar di sekolah, tapi di rumah, nilai-nilai ini juga harus dibicarakan dan didiskusikan dengan anak-anak. Tentunya dalam kondisi yang senyaman mungkin sehingga tidak lagi menjadi sesuatu yang terkesan membosankan bagi anak-anak. Atau malah anak-anak terkesan didikte.
    "Misalnya saja, orang tua mencari referensi di Internet mengenai dampak pornografi terhadap perkembangan otak anak Kemudian, hal ini didiskusikan bersama dengan anak-anak sehingga anak dapat menerima alasan-asalan, mengapa mereka harus menjauhi pornografi karena memang ada faktanya. Pasalnya, anak sekarang tidak bisa hanya dilarang tanpa ada alasan yang logis," tambah Lara.
    Orang tua dan guru juga hanis lebih kreatif dalam membuat tema-tema perbincangan anak-anak sehingga tidak menjurus pada hal-hal berbau pornografi, termasuk soal video pomo. "Misalnya, orang tua ataupun guru mencari tema bagaimana tata cara pergaulan yang baik. Menjadi teman yang menyenangkan disertai dengan tip-tipnya," ujar Lara.
    Psikolog anak, yang juga Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Seto Mulyadi, menilai keberadaan teknologi memang berdampak besar pada anak-anak Karenanya, para orang tua harus menyikapi keberadaan teknologi ini dengan baik demi perkembangan putra-putri mereka, termasuk dalam peredaran video porno melalui teknologi telepon seluler.
    "Anak-anak itu cenderung ingin mencoba. Karena sering menonton, kemudian ada ajakan pihak lain, dan akan menerima begitu saja ajakan tersebut karena memang sudah terbiasa melihat perilaku tersebut," kata Kak Seto.
    Kendati demikian, menurut Kak Seto, orang tua harus tetap mengubah pola komunikasi antara anak dan orang tua. Pola komunikasi yang dikembangkan tidak lagi layaknya komunikasi antara bos dan anak buahnya, melainkan pola hubungan komunikasi sesama teman. "Kalau selama ini mendengarnya hanya tiga kali, sekarang mendengarnya tujuh kali. Anak-anak juga harus dihargai pendapatnya," ucapnya.
    Orang tua harus membiasakan untuk mendiskusikan segala hal kepada putra-putri mereka, termasuk tanggapan-tanggapan anak tentang peredaran video pomo. "Minta tanggapan anak, bagaimana menurut dia (anak). Kemudian setelah itu diskusikan bersama berdasarkan aturan dan norman-norma yang berlaku," pungkas Kak Seto. nik/L-1
    Lebih mudah mengubah plutonium dari pada mengubah sifat jahat manusia...

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0