Situbondo (jurnalbesuki.com) - Waspada dengan penyakit mematikan berupa infeksi akut pada saluran pernafasan atau dalam bahasa kedokteran disebut Difteri, mulai mewabah di Kabupaten Situbondo. Hanya dalam sepekan, tercatat 4 orang bocah terserang penyakit yang disebabkan Corynebacterium Dphteriae, suatu bakteri gram positif yang berbentuk polimorf, tidak bergerak dan tidak membentuk spora.
Bahkan, salah seorang bocah penderita Difteri bernama Yusron Niah (11), warga Desa Taman Sari, Kecamatan Sumbermalang meninggal dunia (MD), setelah sempat mendapat perawatan secara intensif selama tiga hari di ruang isolasi khusus Unit Perawatan Fisik (UPF) RS dr Abdoer Rahem Situbondo.
Sedangkan tiga bocah penderita penyakit Difteri lainnya, hingga kini mereka masih mendapat perawatan secara intensif dari petugas medis RS dr Abdoer Rahem Situbondo, namun, karena penyakit tersebut cepat menular, serta penularannya melalui udara atau Dropplet, ketiga bocah tersebut ditempat diruang isolasi khusus RS milik Pemkab Situbondo.
Tiga bocah penderita penyakit Difteri. Mereka adalah, Fajri (2 tahun), adik almarhum Yusron Niah, Anam (11 tahun), serta Sugik (12), ketiganya warga Desa Taman Sari, Kecamatan Sumbermalang. “Awalnya anak saya hanya menderita penyakit ditenggorokan, namun, menurut petugas Puskesmas Sumbermalang, anak saya harus diopname, dan saya langsung membawa ke RS,” terang Yusuf (34), yang tak lain orang tua Anam, Rabu (01/09/2010).
Sementara itu, Kabag TU RS dr Abdoer Rahem Situbondo membenarkan tiga pasien penderita penyakit infeksi akut pada pernafasan atau Difteri yang dirawat di RS dr Abdoer Rahem, namun, karena penyakit tersebut cepat menularnya serta penularannya melalui udara atau Dropplet.
” Mereka langsung ditempatkan di ruang isolasi khusus. Bahkan, untuk mengantisipasi terjadinya penularan, petugas medis pun yang memeriksa pasien Difteri itu diharuskan memakai masker serta pakaian khusus,” ujar Abu Bakar Abdi, saat ditemui di ruangannya.
Abu Bakar menambahkan, sedangkan satu orang pasien yang meninggal dunia itu, saat tiba di rumah sakit sudah dalam keadaan kritis. Bahkan bakteri kuman difteri yang menyerang Yusron Niah, masuk dalam kategori infeksi berat. "Difteri termasuk penyakit saluran pernafasan bagian atas. Saat dibawa ke rumah sakit, kondisinya sangat kritis. Ia (Yusron Niah red-) terserang racun yang menyerang otot jantung, ginjal dan jaringan syarafnya. Akibat penyakit Defteri yang dideritanya,”pungkasnya.(ari/Jb1)
Foto dan Artikel Lain bisa diliat di: http://www.jurnalbesuki.com/index.ph...7234&Itemid=46


LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote

Bookmarks