Page 1 of 10 12345678910 LastLast
Results 1 to 10 of 93

Thread: A. Mustofa Bisri: Perenungan di Akhir Ramadan

  1. #1
    Member mispris's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Location
    SOHO
    Posts
    113
    Rep Power
    4

    A. Mustofa Bisri: Perenungan di Akhir Ramadan

    http://jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=154582

    HARI-hari Ramadan telah kita lalui dengan berbagai kegiatan dan aktivitas yang galibnya lain dari hari-hari lain pada bulan-bulan lain. Mulai dini hari, kaum muslimin biasanya bersama-sama keluarga melakukan ''ritual'' santap sahur dan sore ngabuburit, ''membunuh waktu'' menunggu saat berbuka.

    Lalu, ''ritual'' santap buka, kemudian beramai-ramai melaksanakan salat Tarawih dan tadarusan, sampai acara-acara seremonial buka bersama, tarling (Tarawih keliling), dan ceramah-ceramah keagamaan.

    Kegiatan-kegiatan lain biasanya juga diupayakan dapat bernuansa ibadah, setidaknya dilabeli dengan label yang mengesankan keislaman. Misalnya, road show safari Ramadan, gelar takjil, konser seni dan dakwah, dan takbir akbar.

    Yang mungkin agak tidak populer adalah kegiatan Ramadan model zaman kanjeng Nabi Muhammad SAW: iktikaf. Berdiam diri tafakur di rumah Tuhan. Bahkan, agaknya memang ''berdiam diri'' itu sudah merupakan sesuatu yang mewah pada zaman gaduh dan sibuk sekarang ini. Berdiam diri melakukan kontemplasi mungkin malah dianggap bukan kegiatan sama sekali.

    Padahal, bulan suci Ramadan merupakan satu-satunya saat paling kondusif untuk melakukan perenungan. Bulan yang citra, gaya, dan nuansanya sama sekali berbeda dari sebelas bulan yang lain. Kalau bulan-bulan lain lebih terasa duniawi, bulan yang satu ini terasa benar ''ukhrawi''-nya, keakhiratannya. Bahkan, pengusaha-pengusaha pun dalam mencari keuntungan duniawi menemukan celah dalam kegiatan peribadatan bulan ini.

    Boleh jadi, karena minimnya perenungan, kita sering terkecoh oleh diri kita sendiri. Kita sering keliru dalam merasa, salah dalam anggapan, hanya karena kegiatan-kegiatan rutin yang tidak sempat kita renungkan. Sikap atau kegiatan yang sudah berlangsung lama, karena tidak pernah sempat kita renungkan, umumnya kita anggap sudah benar dan karena itu kita langsungkan terus.

    Padahal, bila kita mau menyempatkan diri merenung, kekeliruannya akan terbukti. Kita ambil contoh kecil: kegemaran kita bermain pengeras suara di masjid-masjid dan musala-musala. Tidak hanya azan yang kita lantunkan, tapi segala macam hal yang kita anggap syiar dan Islami kita kumandangkan ke seantero penjuru.

    Agaknya, kita jarang merenungkan: apakah hal seperti itu wajib, sunah, mubah, makruh, atau haram? Karena sudah berlangsung lama dan MUI tidak pernah berfatwa makruh atau haram, kita pun tidak perlu bersusah payah merenungkannya. Kita merasa sudah benar.

    Karena sudah berlangsung lama dan tidak ada yang protes, kita pun tidak merasa perlu merenungkan apakah suara-suara itu mengganggu orang lain atau tidak. Apakah mereka yang tidak protes, meski terganggu, itu karena rela atau takut?

    Imbauan untuk menghormati Ramadan bahkan sering disertai amar penutupan warung-warung. Misalnya lagi, karena sudah berlangsung setiap Ramadan, kita menganggapnya wajar. Padahal, dengan sedikit perenungan, kita segera tahu kejanggalannya. Contoh-contoh lain masih banyak tentang keliru merasa dan salah anggapan karena tiadanya perenungan ini.

    Salah merasa dan beranggapan itu bisa berakibat fatal bila Allah tidak merahmati kita dengan mengilhamkan perlunya perenungan. Kita bisa merasa berbuat ibadah, padahal bukan. Kita merasa beramar makruf nahi mungkar, padahal sedang berbuat anarki. Sebaliknya, kita bisa menganggap sesuatu perbuatan sebagai amal duniawi semata, padahal sangat ukhrawi.

    Wakil-wakil rakyat yang ngotot membangun gedung kantornya sedemikian megah dengan biaya dari rakyat sedemikian besar pastilah tidak sempat merenung tentang, misalnya, memadaikah kegunaan gedung dan relevansinya dengan tugas-tugas mereka serta besarnya biaya? Apalagi berpikir tentang betapa tersakitinya hati rakyat yang mereka wakili yang selama ini belum pernah merasakan nasibnya membaik karena mereka perjuangkan.

    Kelompok yang dengan angkuh merasa paling benar dan paling mulia di sisi Allah hanya karena berpakaian mirip Rasulullah SAW dan imamnya fasih melafalkan satu-dua ayat, pastilah mereka tidak sempat sedikit merenung. Misalnya, bahwa wajah Rasulullah SAW yang pakaiannya mereka tiru itu senantiasa tersenyum dan sama sekali tidak sangar seperti mereka.

    Bahwa pribadi Rasulullah SAW yang agamanya hendak mereka bela adalah pribadi agung yang sangat santun, beradab baik di hadapan Allah maupun di hadapan hamba-hamba-Nya. Pribadi yang tidak pernah melaknat dan menyakiti sesama. Bahkan, beliau bersabda dalam hadis sahih: ''Al-muslimu man salimal muslimuun min lisaanihi wayadihi''. Muslim sejati adalah orang yang selalu menjaga agar lisan dan tangannya tidak melukai sesamanya.

    Nah, apabila iktikaf dan tafakur kita kemarin-kemarin terasa kurang, kita masih punya waktu setidaknya untuk merenungkan Ramadan kita dan puasa kita bagi kepentingan memulai kehidupan -terutama kehidupan keberagamaan kita- yang baru, yang lebih islami, yang lebih samawi, yang lebih manusiawi, dan yang lebih beradab.

    Akhirnya, saya sampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431. Kullu 'aamin wa Antum bikhair. Mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan dan kekhilafan saya. (*)
    --------------------

    wajah damai seorang muslim indonesia.

  2. #2
    Senior Contributor ~mamamia~'s Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    in my cozy home (:
    Posts
    5,043
    Rep Power
    14

    Re: A. Mustofa Bisri: Perenungan di Akhir Ramadan

    Quote Originally Posted by mispris View Post
    http://jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=154582


    --------------------

    wajah damai seorang muslim indonesia.

    Saia membaca kedamaian, kebaikan, dan kebijaksanaan dari apa yang disampaikan beliau.
    Salute!

    Semoga apa yang disampaikan beliau bisa dimengerti dan diteladani.

    Salam

    "Character is not formed, nor are rewards earned in the absence of options"
    ~ Bill Johnson ~

  3. #3
    Senior Member antasena's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Location
    Jakarta-Bandung PP
    Posts
    2,007
    Rep Power
    10

    Re: A. Mustofa Bisri: Perenungan di Akhir Ramadan

    Artikel yang sangat menarik.

    Memang bila kita cermati, sikap merenung, sudah sangat jarang kita jumpai di era modern ini. Orang lebih menyukai sibuk berkirim SMS atau BBM renungan ke sesama teman, akan tetapi apakah dalam berkirim dia sendiri merenungkan apa yang dikirimkannya, saya kok tidak yakin.

    Saya pribadi juga sudah semakin jarang melakukan perenungan, entah dengan alasan kesibukan atau ngantuk, hehe. Jadi pengen kembali ke kebiasaan lama mengambil sedikit waktu setiap hari untuk sekedar berdiam diri berefleksi.

    Salam
    "Darkness called .. But I was on the phone so I missed him"

  4. #4
    Member Bin Tilant's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Posts
    170
    Rep Power
    0

    Re: A. Mustofa Bisri: Perenungan di Akhir Ramadan

    Tulisan yg menarik

    Perenungan itu sangat penting , sebagaimana sangat pentingnya tindakan dan langkah2 nyata dalam membrantas korupsi kolusi kebodohan kemiskinan dan penyakit2 masyarakat lainnya
    Ada yg memang punya peluang berenung renung lebih lama , semacam pak Mus , tapi ada sosok lain yang harus segera melakukan kerja nyata yang tak boleh tertunda barang sehari bahkan menit karena sifat tindakan atau keputusannya sangatlah urgent dan ditunggu masyarakat

    Perenungan gaya pak Mus merupakan sisi lain dari kehidupan insan beriman yg berupaya mempraktekkan ajaran2 dari Alloh SWT
    Dan pak Mus punya nilai tertentu dalam tulisan perenungan beliau , terutama jika menilik "kemarahan" beliau pada orang atau kelompok yg merasa paling benar sendiri
    Tentunya sindiran beliau juga ditujukan pada diri beliau sendiri yang tidak juga boleh merasa perenungannya adalah berkwalitas paling baik atau paling benar sendiri

    Beliau sangat kondang dalam tulisan2 perenungan2 macam ini

    Wasalam
    Last edited by Bin Tilant; 14-09-10 at 01:16 AM.

  5. #5
    Contributor
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    2,762
    Rep Power
    11

    Re: A. Mustofa Bisri: Perenungan di Akhir Ramadan

    Quote Originally Posted by mispris View Post
    http://jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=154582


    --------------------

    wajah damai seorang muslim indonesia.

    Beliau pasti menganut ajaran yang tidak murni. Abangan, istilahnya.

    Kalau murni tentu tidak akan pakai kopiah dan sarung, tapi sorban, jubah dan celana 3/4. Kemana2 juga tidak akan naik kendaraan bermotor tapi naik onta.
    Kalau murni tentu beliau tidak akan toleran dengan para kafir. Para kafir seharusnya baru bisa tinggal diwilayah muslim bila membayar dhimmi.
    +++ all that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing +++

  6. #6
    Member mispris's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Location
    SOHO
    Posts
    113
    Rep Power
    4

    Re: A. Mustofa Bisri: Perenungan di Akhir Ramadan

    Quote Originally Posted by ~mamamia~ View Post
    Saia membaca kedamaian, kebaikan, dan kebijaksanaan dari apa yang disampaikan beliau.
    Salute!

    Semoga apa yang disampaikan beliau bisa dimengerti dan diteladani.

    Salam

    Quote Originally Posted by antasena View Post
    Artikel yang sangat menarik.

    Memang bila kita cermati, sikap merenung, sudah sangat jarang kita jumpai di era modern ini. Orang lebih menyukai sibuk berkirim SMS atau BBM renungan ke sesama teman, akan tetapi apakah dalam berkirim dia sendiri merenungkan apa yang dikirimkannya, saya kok tidak yakin.

    Saya pribadi juga sudah semakin jarang melakukan perenungan, entah dengan alasan kesibukan atau ngantuk, hehe. Jadi pengen kembali ke kebiasaan lama mengambil sedikit waktu setiap hari untuk sekedar berdiam diri berefleksi.

    Salam
    Quote Originally Posted by Bin Tilant View Post
    Tulisan yg menarik

    Perenungan itu sangat penting , sebagaimana sangat pentingnya tindakan dan langkah2 nyata dalam membrantas korupsi kolusi kebodohan kemiskinan dan penyakit2 masyarakat lainnya
    Ada yg memang punya peluang berenung renung lebih lama , semacam pak Mus , tapi ada sosok lain yang harus segera melakukan kerja nyata yang tak boleh tertunda barang sehari bahkan menit karena sifat tindakan atau keputusannya sangatlah urgent dan ditunggu masyarakat

    Perenungan gaya pak Mus merupakan sisi lain dari kehidupan insan beriman yg berupaya mempraktekkan ajaran2 dari Alloh SWT
    Dan pak Mus punya nilai tertentu dalam tulisan perenungan beliau , terutama jika menilik "kemarahan" beliau pada orang atau kelompok yg merasa paling benar sendiri
    Tentunya sindiran beliau juga ditujukan pada diri beliau sendiri yang tidak juga boleh merasa perenungannya adalah berkwalitas paling baik atau paling benar sendiri

    Beliau sangat kondang dalam tulisan2 perenungan2 macam ini

    Wasalam
    dengan perenungan, membuat kita lebih mengenali siapa diri kita sebenarnya, mendengarkan suara nurani kita, menyadari apa2 yg telah kita lakukan, dan juga lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.

    dan perenungan itu lebih merupakan koreksi ke dalam diri sendiri dan bukan mencari2 kesalahan orang lain atas segala kegagalan yg kita alami.
    Last edited by mispris; 14-09-10 at 04:30 AM.

  7. #7
    Member mispris's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Location
    SOHO
    Posts
    113
    Rep Power
    4

    Re: A. Mustofa Bisri: Perenungan di Akhir Ramadan

    Quote Originally Posted by 3serangkai View Post
    Beliau pasti menganut ajaran yang tidak murni. Abangan, istilahnya.

    Kalau murni tentu tidak akan pakai kopiah dan sarung, tapi sorban, jubah dan celana 3/4. Kemana2 juga tidak akan naik kendaraan bermotor tapi naik onta.
    Kalau murni tentu beliau tidak akan toleran dengan para kafir. Para kafir seharusnya baru bisa tinggal diwilayah muslim bila membayar dhimmi.
    gus mus adalah seorang muslim indonesia, lebih spesifik seorang muslim jawa. gus mus mengadaptasikan nilai2 islam ke dalam nilai2 spritual, tradisi dan budaya masyarakat jawa. beliau adalah seseorang yg bangga bahwa dirinya adalah seorang jawa.

    utk menjadi seorang muslim; dengan memahami nilai2 agama, tradisi, dan budaya secara mendalam dan menyeluruh, tidak perlu mengadopsi tradisi dan budaya asing secara membabi buta, serta melakukan pemusnahan terhadap tradisi dan budaya nusantara.
    Last edited by mispris; 14-09-10 at 04:38 AM.

  8. #8
    Senior Member
    Join Date
    Jan 2010
    Posts
    1,723
    Rep Power
    5

    Re: A. Mustofa Bisri: Perenungan di Akhir Ramadan

    agama adalah tuntunan yang Utama ..
    dan perenungan2 merupakan upaya dari tiap individu dalam introspeksi diri atau mawas diri ...
    semua hasil perenungan yg mendapatkan Hidayah akan sesuai dgn tuntunan agama yg Hak ...

    perenungan hanya sebuah cara untuk kembali memulai dari awal secara benar (sesuai tuntunan agama) , bukan sebaliknya kembali ke zaman jahiliyah yg tak mengenal tuntunan agama ..
    dan jangan sekali kali kita MENGKULTUSKAN PERENUNGAN2 dari TOKOH2 yang seolah BAIK yg manapun ..
    karena tak ada yg bisa MENGUNGGULI tuntunan yg bersumber dari ALLOH SWT ..

  9. #9
    Senior Contributor ~mamamia~'s Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    in my cozy home (:
    Posts
    5,043
    Rep Power
    14

    Re: A. Mustofa Bisri: Perenungan di Akhir Ramadan

    Quote Originally Posted by riya riba View Post
    agama adalah tuntunan yang Utama ..
    dan perenungan2 merupakan upaya dari tiap individu dalam introspeksi diri atau mawas diri ...
    semua hasil perenungan yg mendapatkan Hidayah akan sesuai dgn tuntunan agama yg Hak ...

    perenungan hanya sebuah cara untuk kembali memulai dari awal secara benar (sesuai tuntunan agama) , bukan sebaliknya kembali ke zaman jahiliyah yg tak mengenal tuntunan agama ..
    dan jangan sekali kali kita MENGKULTUSKAN PERENUNGAN2 dari TOKOH2 yang seolah BAIK yg manapun ..
    karena tak ada yg bisa MENGUNGGULI tuntunan yg bersumber dari ALLOH SWT ..
    Saia heran juga... pak/bu Riya.
    Anda sering bilang jangan mengkultuskan si-ini si-itu... tapi Anda sendiri tidak sadarkah, bahwa Anda mengkultuskan pemimpin fpi Anda itu?

    Hidayah?
    Yaaa...kalau saia mau membandingkan perkataan pak Mustofa dan perkataan Anda di sini atau pemimpin yang Anda kultuskan itu, saia bisa melihat siapa yang mendapat Hidayah...

    Ke mana aja Lebaran, pak/bu?

    Salam manis dan penuh kaseh,

    "Character is not formed, nor are rewards earned in the absence of options"
    ~ Bill Johnson ~

  10. #10
    Senior Member
    Join Date
    Jan 2010
    Posts
    1,723
    Rep Power
    5

    Wink Re: A. Mustofa Bisri: Perenungan di Akhir Ramadan

    Quote Originally Posted by ~mamamia~ View Post
    Saia heran juga... pak/bu Riya.
    Anda sering bilang jangan mengkultuskan si-ini si-itu... tapi Anda sendiri tidak sadarkah, bahwa Anda mengkultuskan pemimpin fpi Anda itu?
    Hidayah?
    Yaaa...kalau saia mau membandingkan perkataan pak Mustofa dan perkataan Anda di sini atau pemimpin yang Anda kultuskan itu, saia bisa melihat siapa yang mendapat Hidayah...

    Ke mana aja Lebaran, pak/bu?

    Salam manis dan penuh kaseh,
    1000 permil , saya babarblas tak sudi mengkultuskan SIAPAPUN , juga pada pimpinan FPI ..
    pada HR saya cuma menghormati atas segala pengorbanan beliau dalam perjuangan melawan penyakit masyarakat ..
    dan detail2 perjuanngan juga pandangan2nya tentang pluralitas dinegri ini , tentang SI , tentang persahabatannya dgn Kristiani dll dsb ... saya sangat sepaham ... TAPI TAK KAN SUDI MENGKULTUSKAN MANUSIA ....

    ortu gw pun gak boleh DIKULTUSKAN , melainkan dihormati sebagaimana yg diajarkan oleh tuntunan agama yg hak ...
    jadi jangan bilang kalau saya pernah mengkultuskan SESUATU baik itu BENDA , TUMBUH2AN , BINATANG atau MANUSIA ..
    semuanya itu cuma CIPTAAN yg harus wajib tunduk kepada ALLOH SWT yang Menciptakan Seluruh Alam Semesta Raya ini ...
    anda hanya perlu menimba sedikit ilmu keislaman agak lebih dari yg ada saat ini , dan jika mendapatkan hidayah maka akan bisa mengetahui apa sih hidayah itu? ... dan siapakah diantara tokoh2 yang pantas disebut mendapatkan hidayah ...?

    akhir2 ini saya sibuk .. berada di TimTeng utk sesuatu kerjaan .. yakni mencari hidayah !!
    ttg pendapat2 saya di fk , jika itu ada yg salah maka karena kebodohan pribadi saya sendiri ... dan jika itu benar maka berkat hidayah dari Alloh SWT ...

    salam kaseh juga
    Last edited by riya riba; 14-09-10 at 09:54 AM.

Page 1 of 10 12345678910 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0