Page 1 of 4 1234 LastLast
Results 1 to 10 of 31

Thread: Gubernur Bibit Waluyo Ngotot Bangun Mall di Solo!


  1. #1
    Newbie
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    3
    Rep Power
    0

    Gubernur Bibit Waluyo Ngotot Bangun Mall di Solo!

    Sekda: Bangunan Sari Petojo BCB
    Selasa, 21/06/2011 23:24 WIB - Tri Sulistiyani

    BALAIKOTA—Sekda Kota Solo, Budi Suharto, Selasa (21/6), mengatakan, informasi yang diterimanya, bangunan bekas PT Sari Petojo yang sedang dirobohkan untuk pembangunan mal, masuk kategori Benda Cagar Budaya (BCB).

    Menurutnya, informasi itu dia dapat dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah. Bangunan zaman Kolonial Belanda itu, katanya, memang termasuk BCB. Proses pengesahannya, hanya tinggal menggunggu surat penetapan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar). ”Informasinya, itu memang menjadi BCB, tinggal menunggu pengesahan dari Kemenbudpar,” katanya, kemarin di Balaikota Solo.

    Budi mengatakan, izin yang diberikan Pemkot ke pengembang mal, selama ini hanya Izin Pemanfaatan Ruang (IPR). ”IPR itu siapa pun boleh izin. Hanya pertanggungjawabannya, IPR itu hanya untuk pemanfaatan ruang, bukan izin untuk membongkar bangunan,” katanya.

    Sekda melanjutkan, karena baru proses kajian BP3 dan menunggu pengesahan dari Kemenbudpar, dia minta siapa pun tidak mengusik bangunan bekas PT Sari Petojo itu. ”Kalau itu tengah dikaji BP3, siapapun tidak boleh mengotak atik,” katanya. ”Jika kita daftarkan jadi BCB, tapi saat masih dalam kajian tiba-tiba dirobohkan, bagaimana BP3 bisa menilai.”

    Tri Sulistiyani
    http://harianjoglosemar.com/berita/s...bcb-46928.html

    Gubernur: Pendirian Mal Jalan Terus

    Selasa, 21/06/2011 23:23 WIB - Murniati | Anisaul K | Wardoyo

    KARANGASEM—Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Bibit Waluyo, bersikukuh melanjutkan pendirian mal di bekas Pabrik Es Sari Petojo, Solo. Menurutnya, tanah itu milik pemerintah, bukan swasta, sehingga tidak seharusnya diprotes.

    Bibit mengatakan, pembangunan mal tersebut akan tetap dilanjutkan. ”Ora iso, kok arep ditolak, lha wong iku lemahku (pemerintah-red). Pembangunan mal, tetep jalan terus,” kata Bibit, kepada wartawan, di lokasi TMMD Desa Cemeng, Sambungmacam, Sragen, Selasa (21/6).

    Ditanya lebih jauh tentang kewenangan lain, Bibit tidak mau berkomentar lagi, dan langsung menuju mobilnya, untuk melanjutkan perjalanan.

    Sementara itu, DPRD Kota Solo siap menggelar rapat gabungan untuk menyikapi rencana pembangunan mal baru itu. Ketua DPRD Solo, YF Sukasno, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada Komisi I dan II untuk menyikapi polemik pembangunan mal baru itu.

    ”Kita akan rapat gabungan dan mengundang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Yang jelas, kami menolak rencana pembangunan tersebut,” kata Soekasno kepada wartawan, Selasa (21/6).

    Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto menegaskan, pihaknya akan mencermati izin tata ruang yang telah keluar. ”Ya, kita akan telusuri izin tata ruang yang telah keluar itu untuk apa,” ujarnya.

    Murniati | Anisaul K | Wardoyo

    Sabtu, 25 Juni 2011 , Halaman : 1
    Bibit: Solo punya siapa?
    Semarang (Espos) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Bibit Waluyo menegaskan pembangunan mal di bekas Pabrik Es Saripetojo tetap berjalan. “Tetap dibangun!” Mengenai sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang mengancam tidak akan memberikan izin mendirikan bangunan (IMB) bagi mal itu, ia buru-buru menggarisbawahi yang punya Solo itu siapa.

    “Pemerintah Kota Solo itu termasuk bagian Pemprov (Pemerintah Provinsi) Jateng atau berdiri di luar Pemprov Jateng? Jateng itu yang punya Pemkot Solo atau Gubernur Jateng?” ujar Bibit Waluyo dengan nada tanya.

    Di sisi lain, sikap penolakan warga Solo terhadap rencana pembangunan mal di bekas bangunan Pabrik Es Saripetojo di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo diduga karena ada peran pihak ketiga yakni pemilik mal lama yang takut bakal merugi.

    Dugaan itu diungkapkan Bibit saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (24/6). “Saya punya prediksi, kalau ditambahi mal lagi, yang punya mal lain nggak payu (tidak laku-red). Memberdayakan orang lain untuk tak setuju, barangkali praduga saya begitu,” katanya didampingi Pelaksana Harian Sekda Pemprov Jateng, Sriyadhi.

    Kalau praduga itu benar, sambung Gubernur, sangat disayangkan karena ada peluang untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Jateng.

    Bukan cagar budaya


    Gubernur di bagian lain kembali menegaskan bangunan bekas Pabrik Es Saripetojo bukan peninggalan cagar budaya. Pelaksana Harian Sekda Pemprov Jateng, Sriyadhi, juga menegaskan bangunan bekas Pabrik Es Saripetojo tidak masuk dalam daftar 70 gedung cagar budaya yang harus dilindungi.

    “Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Solo Tahun 2007 dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2009, Saripetojo tak termasuk 70 gedung cagar budaya. Jadi sudah legal, sah,” tegasnya.

    Gubernur kembali menjelaskan penutupan Pabrik Es Saripetojo karena tak memberikan keuntungan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Setiap tahun, hanya menghasilkan pendapatan Rp 15 juta, sehingga menunggak pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) senilai Rp 350 juta. “Sekarang mau kami berdayakan, dikembangkan dengan fasilitas lebih besar lagi, kok nggak boleh. Ini tanah milik Pemprov, mengapa tidak boleh? Kalau tak setuju, apanya yang tidak setuju?” tanya Bibit.

    Mengenai kekhawatiran pembangunan mal tersebut bakal mengancam keberadaan pedagang kecil, Gubernur meminta semua pihak agar tidak berpikiran sempit. Menurut Bibit Waluyo, pedagang berskala besar atau kecil semuanya memiliki peluang sama untuk berusaha, jadi jangan melihat dari satu sudut saja. - Oleh : oto


    Walikota kumpulkan surat dari BP3 Jateng tentang bangunan Saripetojo

    By Bambang Aris Sasongko on 25 Juni 2011

    Solo (Solopos.com) – Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, untuk menyelesaikan persoalan Saripetojo. Saat ini, pihaknya tengah mengumpulkan surat dan kelengkapan lainnya dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng, terkait kejelasan status bangunan bekas pabrik es tersebut.

    “Saat ini kami kumpulkan dulu surat-surat yang diperlukan dan ada kaitannya dengan Saripetojo. Setelah itu saya akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur ,” ujar Jokowi ketika ditemui wartawan seusai meresmikan nama Bank Solo, Jumat (24/6/2011).

    Dimintai tanggapan tentang pernyataan Gubernur yang akan tetap membangun mal di lahan tersebut, Jokowi mengakui itu menjadi kewenangan Gubernur. Mengingat status lahan yang ditempati bangunan bekas Pabrik Es Saripetojo itu merupakan milik Pemerintah Provinsi Jateng. “Kalau itu memang kewenangan Gubernur,” katanya. Disinggung lagi tentang apakah ada upaya yang akan diambilnya untuk menghentikan rencana tersebut, Jokowi menegaskan akan dibahas dalam koordinasi tersebut.

    Terpisah, Kasi Pelestarian dan Pemanfaatan BP3 Jateng, Gutomo menjelaskan pihaknya sudah memberikan surat rekomendasi kepada Pemkot Solo yang menyatakan bahwa bangunan Saripetojo tersebut masuk dalam daftar BCB yang diajukan penetapannya ke pemerintah pusat. Menurut Gutomo, Pemkot memiliki kewenangan penuh mengambil tindakan tegas untuk menghentikan proses pembongkaran bangunan di Saripetojo tersebut.

    “Sebab itu kan berada di wilayah Pemkot Solo, kalau itu benda yang masuk daftar BCB, Pemkot berhak bertindak tegas menghentikannya. Termasuk kalau mau melapor ke polisi, itu juga hak Pemkot,” jelasnya. Lebih lanjut Gutomo menjelaskan pada prinsipnya, bangunan itu masuk dalam daftar 92 bangunan di Solo yang menjadi BCB pada urutan ke-64. Meskipun surat penetapan belum turun dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, siapaun dilarang untuk mengotak-atik bangunan itu.

    sry
    http://www.solopos.com/2011/solo/wal...ipetojo-104322



    Bangunan Cagar Budaya
    Direktur Citra Mandiri Dilaporkan

    Alb. Hendriyo Widi Ismanto | Agus Mulyadi | Jumat, 24 Juni 2011 | 22:32 WIB


    SOLO, KOMPAS.com - Komunitas Peduli Cagar Budaya Nusantara (KPCBN) Solo, melaporkan Direktur Perusahaan Daerah Citra Mandiri Jawa Tengah, M Sayuti, ke Kepolisian Resor Kota Solo.

    KPCBN menilai perusahaan itu melanggar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, karena memerintahkan pembongkaran bangunan bersejarah pabrik es Saripetojo I di Solo, untuk dibangun mal.

    Jumat siang (24/6/2011), empat pengurus KPCBN Solo memberikan berkas pelaporan di Sentra Pelayanan (SPK) Polres Solo.

    Koordinator KPCBN Solo, Agus Arnawi, mengatakan, pabrik es Saripetojo I merupakan bangunan cagar budaya. Bangunan itu terdaftar di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng dengan surat inventarisasi situs Nomor 11-72/Ska/TB/64.

    Bangunan itu juga telah diusulkan BP3 Jateng ke Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Hal itu merujuk pada surat BP3 Jateng Nomor 1388/101SP/BP3/P-IV/2010.

    Secara terpisah, Direktur Perusahaan Daerah Citra Mandiri Jawa Tengah, M Sayuti, mengaku, pembongkaran itu telah sesuai prosedur. Pembongkaran itu mengacu pada dua surat keputusan Wali Kota Solo.

    Pertama, Surat Keputusan Wali Kota Solo Nomor 646/116/I/1997 menyatakan pabrik itu termasuk 70 bangunan yang tidak masuk cagar budaya. Kemudian pada 23 April 2009, perusahaan daerah meminta lagi kejelasan status pabrik es.

    "Melalui Surat Keputusan Nomor 044/293/BSP/1V/2009, wali kota memastikan pabrik es Saripetojo I bukan bangunan cagar budaya," kata Sayuti.

    Untuk menjaga harmonisasi, Sayuti menambahkan, perusahaan daerah telah menghentikan pembongkaran sementara waktu. Kini tinggal menunggu hasil penetapan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

    http://regional.kompas.com/read/2011...laporkan.Polis

  2. #2
    Newbie
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    3
    Rep Power
    0

    Re: Gubernur Bibit Waluyo ngotot bangun Mall di Solo!


    Gubernur Bibit: Wali Kota Solo Itu Bodoh

    Monday, 27 June 2011


    MAGELANG (Koran Tempo) Konflik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Kota Surakarta (Solo) tentang perobohan bekas pabrik es Saripetojo untuk dijadikan pusat belanja makin panas. Bahkan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menilai Wali Kota Surakarta bodoh. "Wali Kota Solo itu bodoh, kebijakan Gubernur kok ditentang. Sekali lagi saya tanya, Solo itu masuk wilayah mana? Siapa yang mau membangun?" kata Bibit kepada Tempo setelah mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan Jembatan Pabelan di Magelang pada Sabtu lalu.

    Pemerintah Kota Surakarta dan aktivis heritage menentang perobohan bangunan yang didirikan pada 1888 itu. Perusahaan daerah Citra Mandiri, pemilik lahan itu, sudah merobohkan bangunan bekas pabrik es Saripetojo hingga tersisa kerangka besi, dan bangunan rumah di dekatnya. Gubernur Bibit ngotot merestui pendirian pusat belanja di atas lahan itu. "Pokoknya dibangun," kata Bibit.

    Adapun Wali Kota Surakarta Joko Widodo Joko tidak mempermasalahkan pernyataan Bibit, yang menyatakan dirinya adalah wali kota bodoh. "Memang dari dulu saya itu bodoh. Saya juga heran kenapa rakyat memilih orang bodoh jadi wali kota dua periode," katanya enteng.

    Joko mengatakan dia akan cooling down menanggapi polemik pembongkaran bangunan cagar budaya oleh Perusahaan Daerah Citra Mandiri Jawa Tengah. "Mendinginkan suasana," kata Joko Widodo kepada Tempo kemarin. Pembongkaran itu membuat hubungan antara Pemerintah Kota Surakarta dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak harmonis.

    Pihaknya akan mengumpulkan bukti konkret yang menguatkan status bangunan yang sudah dibongkar itu merupakan benda cagar budaya. Dalam upaya itu, dia berkomunikasi intensif dengan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah. Joko mengaku segera bertemu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah jika bukti itu telah diperoleh. "Sehingga semuanya menjadi jelas dan tidak perlu diperdebatkan," kata Joko. Dia menyatakan siap bertemu langsung dengan Gubernur Bibit Waluyo untuk membicarakan masalah itu.

    Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah, Khafid Sirotutin, yang membidangi masalah aset dan perusahaan daerah, berang karena Dewan tidak dimintai pertimbangan atas keputusan pemerintah provinsi dan perusahaan daerah PT Citra Mandiri merobohkan bangunan bekas pabrik es Saripetojo itu. Menurut Khafid, perusahaan ini tidak berkonsultasi dan minta izin kepada Dewan. "Karena perobohan bangunan Saripetojo merupakan masalah yang tidak kecil, mestinya PT Citra Mandiri omong dulu dengan Komisi C sebelum ambil keputusan," ujar Khafid Sirotutin kepada Tempo kemarin.

    Dia mengatakan, karena polemik perobohan bangunan Saripetojo itu sudah membesar, Komisi C akan memanggil pengelola PT Citra Mandiri untuk dimintai keterangan. "Citra Mandiri harus menjelaskan kenapa mengambil keputusan perobohan bangunan Saripetojo," kata anggota fraksi PAN ini. Ketua Komisi C Novita Wijayanti mengatakan hal yang sama. "Kami akan memanggil Citra Mandiri untuk dimintai keterangan," ujar Novita.

    Khafid menyatakan sejauh ini Dewan memang belum pada posisi menolak atau menerima perobohan Saripetojo untuk diubah menjadi pusat perbelanjaan. "Kami butuh keterangan dari berbagai pihak," katanya.

    Menurut dia, jika nanti Komisi C menemukan bahwa perubahan bangunan Saripetojo tak sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku, Dewan akan menolaknya. "DPRD sebagai lembaga kontrol akan bersikap tegas," ujar dia. Sebab, perubahan bangunan maupun kawasan diperuntukkan bagi fungsi lain harus sesuai dengan aturan. "Terutama aturan rencana tata ruang dan wilayah." PRIBADI WICAKSONO | AHMAD RAFIQ | ROFIUDDIN
    Pertama.... Slogannya Bibit Waluyo sudah ganti,
    dahulu Bali ndesa mbangun desa, sekarang bali ndesa mbangun mall

    kedua
    ex pabrik Es itu dekat pertigaan dan palang pintu perlintasan padat, belum ada mall saja kalau pagi/sore macet panjang apalagi kalau ada mall dibangun disitu? dan juga banyak pasar tradisional di sekitar lokasi yang akan dibangun mall (Ps Purwosari, Ps Kleco, Ps Kabangan, Ps Jongke). Apa tidak memperhatikan pedagang-pedagang yang berada di pasar tradisional tsb?

    ketiga
    ada apa di balik Pak Bibit yang ngotot bangun mall di Eks Saripetojo itu??


    terus kalau mengatakan Walikota Solo bodoh... kalau bodoh tidak mungkin bisa memindahkan 989 PKL Banjarsari ke tempat yang baru tanpa kerusuhan, kemudian mendapat banyak penghargaan... terus bagaimana dengan Pak Bibit sendiri... LPJ aja copy paste! memalukan!
    Last edited by -Jezter-; 27-06-11 at 11:06 PM.

  3. #3
    Senior Contributor paswa's Avatar
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    5,025
    Rep Power
    15

    Re: Gubernur Bibit Waluyo ngotot bangun Mall di Solo!

    Kita harapkan untuk tidak jadi "Bibit" kerusuhan untuk menghilangkan budaya dan menekan perekonomian masyarakat.....????

  4. #4
    Contributor arsya's Avatar
    Join Date
    Aug 2009
    Location
    dUnIa KhAYaLaN
    Posts
    3,947
    Rep Power
    11

    Re: Gubernur Bibit Waluyo ngotot bangun Mall di Solo!

    palingan ada titipan tuh.. huehehe bukan su'udzon loohhh tp nuduh
    don't judge a person coz you don't walk on that man shoes

  5. #5
    Super Moderator rulz's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Location
    Jakarta, Indonesia, Indonesia
    Posts
    1,599
    Rep Power
    17

    Re: Gubernur Bibit Waluyo ngotot bangun Mall di Solo!

    Quote Originally Posted by arsya View Post
    palingan ada titipan tuh.. huehehe bukan su'udzon loohhh tp nuduh
    Wow! tak heran sih karena "itu"nya gede lho...

  6. #6
    Member Jezter's Avatar
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    632
    Rep Power
    6

    Re: Gubernur Bibit Waluyo ngotot bangun Mall di Solo!

    yang "itu" nanti jadi kerjaannya KPK untuk mengusut


    Akan Dilaporkan ke DPP PDIP
    Tokoh PDIP: Saya Menyesal Pilih Bibit Waluyo

    Dhefi Wahyu Nugroho - Timlo.net
    Senin, 27 Juni 2011 | 19:29 WIB

    Solo – Kecaman terhadap pernyataan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang mengatakan Walikota Solo iJoko Widodo (Jokowi) itu bodoh, terus mengalir. Tokoh PDIP Solo yang juga Ketua F-PDIP DPRD Kota Solo, Teguh Prakoso mengatakan, sebagai warga Kota Solo merasa dilecehkan dengan pernyataan gubernur tersebut. “Solo memang bagian dari Jateng, tapi Solo bukan otomatis punya Jateng. Saya tegaskan, Solo tetap punya orang Solo, dan kami sebagai warga Solo merasa menyesal telah memilih Bibit Waluyo sebagai Gubernur,” ungkapnya kepada wartawan di Balaikota, Senin (27/6).

    Ia menganggap pernyataan Bibit pada sebuah surat kabar nasional yang terbit Senin (27/6) tersebut dianggap telah menghina Walikota Solo. “Kalau dia (Bibit) orang Jawa, mestinya punya unggah-ungguh. Seperti seolah-olah bukan orang Jawa saja,” tambahnya.

    Tindakan selanjutnya, ia mengatakan akan mengumpulkan bukti-bukti dengan mengumpulkan kutipan Gubernur tersebut dan mengirimkannya ke DPP PDIP dan DPD PDIP sebagai bukti untuk menguatkan sikap protes warga Solo kepada gubernur. “Sebagai warga Solo sangat menyesalkan tindakan gubernur dengan polemik yang terjadi seperti sekarang ini,” ungkapnya.

    Ia juga mengaku telah melakukan rapat koordinasi bagaimana menyikapi pernyataan gubernur tersebut. “Ada satu sikap dari kami mewakili rakyat dan partai, kami akan melakukan reaksi yang tegas agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa yang akan datang,” terangnya.
    Editor: Marhaendra Wijanarko,

    sumber
    tentu banyak yang menyesal memilih dia khususnya warga Solo.
    Gubernur Bibit dengan wakil Gubernurnya sekarang Rustriningsih saja tidak rukun
    Last edited by Jezter; 28-06-11 at 09:27 PM.
    ..

  7. #7
    Newbie
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    47
    Rep Power
    0

    Re: Gubernur Bibit Waluyo ngotot bangun Mall di Solo!

    jadi inget jaman alm.bang Ali..pernah celetuk...blegug siah.
    Biasa aja lah...
    Kalo menrut ku sih pak Bibit Waluyo bagus dan open mind ..kecuali terbukti lain...sorry rada melawan arus

  8. #8
    Member Jezter's Avatar
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    632
    Rep Power
    6

    Re: Gubernur Bibit Waluyo ngotot bangun Mall di Solo!

    Pembangunan Mal Ramayana di bekas pabrik Saripetojo langgar Perda Provinsi

    By Bambang Aris Sasongko on 29 Juni 2011

    Semarang (Solopos.com) – Komisi C DPRD Jateng menilai langkah Perusda Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) yang melakukan kerja sama dengan PT Wira Tamtama untuk membangun Mal Ramayana di bekas bangunan Pabrik Es Saripetojo, Solo, melanggar Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jateng No 2/2009.

    Hal ini diungkapkan anggota Komisi C DPRD Jateng Bambang Eko Purnomo pada rapat dengar pendapat dengan jajaran direksi CMJT di Gedung Berlian, Jl Pahlawan, Kota Semarang, Selasa (28/6/2011). Hadir dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi C Novita Wijayanti itu Direktur Utama (Dirut) CMJT, M Sayuti serta jajaran direksi lainnya. Menurut Eko, sesuai Perda No 2/2009 tentang Pendirian Perusda CMJT dilarang membentuk badan usaha baru dalam melakukan kerja sama usaha dengan pihak ketiga.

    Selain itu, sambung anggota Dewan dari Fraksi Partai Demokrat ini sesuai penjelasan Pasal 7 huruf C, bidang kerja sama perdagangan dengan pihak ketiga meliputi perdagangan umum, apotik dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tak ada pendirian mal. “Jadi langkah CMJT yang melakukan kerja sama pembangunan mal dengan pihak ketiga di bekas Pabrik Es Saripetojo dengan nama Mal Ramayana melanggar Perda No 2/2009,” tandasnya.

    Direktur Utama (Dirut) CMJT, Sayuti yang sebelumnya menyatakan kerja sama pembangunan mal Ramayana tak melanggar Perda No 2/2009 berkilah kebijakan yang diambil sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) No 23/2011. “Sesuai Pergub kami boleh melakukan kerja sama perdagangan seperti membangun mal dengan pihak ketiga. Gubernur juga menyetujui kerja sama pendirian mal Ramayana ini,” ujar dia.

    Pernyataan ini langsung dibantah Eko kalau secara hukum kedudukan Pergub berada di bawah Perda, “Perda lebih tinggi dari Pergub sehingga mengacunya harus peraturan yang diatasnya,” ujar dia. Sayuti bergeming bahwak keputusan pembangunan kerja sama pembangunan mal Ramayana tak melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

    Untuk menengahi permasalahan ini, Ketua Komisi C Novita Wijayanti menghentikan rapat dan akan kembali memanggil Dirut CMJT, Biro Hukum Pemprov Jateng dan pihak terkait lainnya. “Jangan sampai ada kepentingan pribadi dalam kerja sama pembangunan mal Ramayana yang menempati bekas bangunan Saripetojo,” kata dia.

    Sementara dalam penjelasannya kepada anggota Komisi C, Dirut Perusda CMJT Sayuti menyatakan penandantanganan MoU kerja sama dengan PT Wira Tamtama untuk membangun mal Ramayan telah dilaklukan 31 Mei 2011. Pembangunan mal itu, lanjut dia menelan investasi senilai Rp 122 miliar dengan sistim sewa bangunan selama 25 tahun. Perusda mendapatkan royalti senilai Rp 250 juta per tahun dengan kenaikan 5% setiap tahun yang dibayar di muka. “Untuk pembangunan mal Ramayana, PT Wira Tamtama telah memberikan bank garansi senilai Rp 690 juta,” jelas dia.

    oto
    sumber
    sebelum digempur mestinya koordinasi dengan DPRD Provinsi dulu..
    ..

  9. #9
    Senior Contributor ntarluq's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    8,513
    Rep Power
    0

    Re: Gubernur Bibit Waluyo ngotot bangun Mall di Solo!

    Quote Originally Posted by paswa View Post
    Kita harapkan untuk tidak jadi "Bibit" kerusuhan untuk menghilangkan budaya dan menekan perekonomian masyarakat.....????
    bukankah banyak yg mengharapkan seorang "BIBIT" pressiden yg bergaya kerja COMMANDING tanpa sikap RAGU atau HUMAANISTIC LEBAY... dan tidak suka MENEBAR PESONA atau sibuk memperbaiki CITRA DIRI ???

    karena SIKAP TEGAS tanpa RAGU2 ini adalah mencerminkan seorang PEMIMPIN yg bisa MENGAMBIL KEPUTUSAN ,,, yg didambakan masyarakat saat ini bukan??
    KEBERANIAN ala Bang ALI yang telah LANGKA dan hampir PUNAH yg selama ini kabarnya di-cari2 oleh rekan FK ??

    naah bagi yang sudah MUAAK pada eSBeYe ... segera ambil BIBIT sebagai pemimpin kalian di 2014 ...
    Bibit BERNAS dan sangat BERKWALITAS UNGGUL , sehingga seorang WaliKota Solo pun TAMPAK BODOH bin GOBLOK dimata bapak Bibit yg sangat PANDAI ini ...

    VIVA pak BIBIT .... calonkan jadi PRESIDEN 2014 !!!


    Quote Originally Posted by cerebro View Post
    jadi inget jaman alm.bang Ali..pernah celetuk...blegug siah.
    Biasa aja lah...
    Kalo menrut ku sih pak Bibit Waluyo bagus dan open mind ..kecuali terbukti lain...sorry rada melawan arus
    nah ini sudah ada calon ketua team sukses Bibit for President 2014 ..
    dgn motto .. tak ada yang gak bisa ... sekali niat mbangun mal maka segera laksanakan mbangun mal ....
    yg bodoh dan macem2 ... LIBAAAS ...
    Last edited by ntarluq; 01-07-11 at 06:52 AM.
    1+1+1=1 (?) TAU SAMA TAU AJA ....

  10. #10
    Member Jezter's Avatar
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    632
    Rep Power
    6

    Re: Gubernur Bibit Waluyo ngotot bangun Mall di Solo!

    Bibit Terancam Jadi Tersangka
    Jumat, 01/07/2011 01:14 WIB - Andi Wiratno| Agni Vidya P | Tri Sulistiyani

    SOLO—Gurbernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, terancam menjadi tersangka terkait tindakan perusakan bangunan bekas pabrik es Sari Petojo. Sementara itu, Bibit tetap ngotot akan membangun mal dan menuding penolakan warga Solo berbau politis karena dibayar.

    Kemungkinan Gubernur Bibit menjadi tersangka disampaikan pihak Kepolisian Resor Kota Surakarta, Kamis (30/6). Saat ini, kasus perusakan bangunan kuno untuk mal itu masih dalam tahap penyelidikan.

    ”Kemungkinan Bibit jadi tersangka akan terus dikembangkan. Pihak Kepolisian telah memeriksa tiga saksi yang sekaligus sebagai pelapor,”kata Kepala Polresta Surakarta, Kombes Polisi Listyo Sigit Prabowo, didampingi Kasat Reskrim AKP Edi S Sitepu kepada Joglosemar, kemarin.

    ”Minggu depan, kami akan segera memanggil Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah untuk dimintai keterangan.”

    Menurut Kapolresta, penyelidikan akan mengacu pada Undang-Undang Cagar Budaya dan keterangan BP3 Jawa Tengah. Setelah memeriksa semua saksi dan BP3 Jawa Tengah, kata Listyo, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta juga akan dimintai keterangan terkait masalah itu. ”Penyelidikan akan terarah dan hati-hati. Kami tidak ingin gegabah dalam menangani kasus ini,” katanya.

    Polisi, lanjut Listyo, juga mempertimbangkan untuk mendatangkan saksi ahli dalam kasus perusakan bangunan zaman Belanda untuk proyek Ramayana Mal itu. Polisi juga masih menunggu pembuktian tuduhan yang disampaikan pelapor yakni Komunitas Pecinta Cagar Budaya Nusantara (KPCBN). Selain Gubernur Bibit, KPCBN juga melaporkan Pimpinan Perusda Citra Mandiri, M Sayuti, dengan tuduhan perusakan bangunan yang sedang diproses menjadi Benda Cagar Budaya (BCB). ”Semua akan dimintai keterangan. Pihak kepolisian tidak akan terburu-buru untuk menentukan tersangka pada masalah ini,” ujarnya.

    Gubernur Bibit sendiri tetap ngotot akan membangun mal di lahan Sari Petojo, dengan dasar SK Walikota lama, yang saat itu dikeluarkan Imam Sutopo. SK tahun 1997 itu menyatakan bangunan Sari Petojo bukan BCB. Bibit justru menuding, penolakan walikota dan warga Solo terkait proyek Ramayana Mal bermuatan politis.

    Tudingan Bibit disampaikan dalam konferensi pers usai pembukaan Konferensi Kota Layak Anak (KLA) se-Asia Pasifik di Sunan Hotel Solo. Bibit mengatakan, ada pihak-pihak tertentu yang menggerakkan demo penolakan mal dari warga Solo.

    ”Semuanya sudah beres, kenapa kok ada demo-demo itu, siapa yang bayar? Jangan sampai masalah ini dijadikan rekayasa politik. Kalau ada yang ingin maju jadi Gubernur, ya nantilah 2013,” kata Bibit kepada wartawan.

    Menurut Bibit, pembangunan mal itu bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Terutama masyarakat di sekitar Sari Petojo. ”Dari pada bangunan itu mangkrak tak terurus. Kami sudah bekerjasama dengan salah satu investor untuk dijadikan mal. Dengan adanya mal, akan menyerap tenaga kerja di sekitarnya,” imbuh Bibit.

    ”Pembangunan mal itu sama sekali tidak melanggar hukum dan Undang-Undang. Sesuai dengan SK Walikota yang ada, itu bukan BCB. Pabrik itu bangkrut dan bisa saja dimanfaatkan dalam bentuk lainnya. Toh ini untuk kesejahteraan rakyat,” katanya, sambil menggebrak meja.

    Mendengar tudingan Bibit soal muatan politik dalam kasus Sari Petojo, Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi) tetap santai. Walikota Jokowi hanya menempelkan jari telunjuk ke mulutnya sebagai isyarat kepada wartawan. Dia hanya menegaskan akan berbicara dengan Bibit untuk membereskan masalah Sari Petojo. ”Ya, nanti saya akan menghadap Gubernur untuk membicarakannya,” ujar Jokowi.

    Terpisah, Forum Komunikasi Masyarakat Surakarta (FKMS) kembali menggelar demo menolak proyek mal di Sari Petojo. Demo yang diikuti sekitar 50 orang itu bertepatan dengan kedatangan Bibit ke Solo. ”Bali ndeso mbangun mal, bedol ndeso ngrusak kuto, basmi bibit penyakit, ” demikian seruan para demonstran.

    Terkait tudingan Gubernur bahwa aksi mereka bermuatan politis dan ada yang membayar, FKMS kembali tersinggung. Mereka menolak keras tudingan Bibit. Agus Anwari, Koordinator FKMS, mengatakan, pernyataan Bibit itu, justru memperkeruh situasi.

    ”Pernyataan Bibit selalu saja tidak membangun dan bahkan hanya akan memperkeruh suasana. Kalau tetap seperti ini saya yakin ke depannya malah akan semakin banyak elemen masyarakat yang menggelar aksi penolakan terhadap pembangunan mal tersebut,” kata Agus.

    Agus menambahkan pernyataan Bibit itu, karena Bibit hanya menggunakan kacamata politik dalam melihat permasalahan Sari Petojo. Sementara warga, kata Agus, melihat sebagai sebuah perusakan budaya. ”Masyarakat Solo itu tidak bisa kalau diperlakukan otoriter, semakin ditekan warga Solo akan semakin melawan,” kata Agus.
    sebelum ada ramayana mall dulu muncul wacana dibangun Giant hypermarket, tidak diberi izin pemkot.

    kalau proyek underpass/flyover Purwosari dibangun makin ruwet jalan disini, jalan kecil, bus antar kota, truk besar lewat sini
    Last edited by Jezter; 01-07-11 at 11:32 AM.
    ..

Page 1 of 4 1234 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0