Results 1 to 4 of 4
Like Tree2Likes
  • 2 Post By Kang Eko

Thread: Reorientasi Jihad fi Sabilillah


  1. #1
    Newbie
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Semarang
    Posts
    9
    Rep Power
    0

    Post Reorientasi Jihad fi Sabilillah



    Terlepas dari merebaknya doktrin bin-ladinisme, tentu menjadi kebutuhan mendesak untuk kembali menyadarkan tafsir yang salah kaprah ini. Bagi banyak orang di Barat, jihad telah menjadi simbol Islam sebagai agama kekerasan dan fanatik. Kaum ektrimis religius dan teroris memperkuat kepercayaan ini untuk membenarkan serangan dan pembunuhan terhadap semua orang yang tidak sependapat dengan mereka. Maka dipandang perlu untuk menafsirkan jihad dengan arif dan bijak agar doktrin sensitif ini tidak bergeser dari semangat rahmatallilalamin ala Islam.

    Pada awalnya, makna jihad memang tak ada sangkut pautnya dengan peperangan fisik-militeristik. Mengacu pada pengertian etimologisnya, sebenarnya jihad tidak mengandung makna kekerasan apa pun. Namun, secara terminologis, banyak ulama yang mengidentikkan jihad dengan tindakan memerangi orang kafir. Banyak munfassir yang berbeda pendapat dalam mengartikan jihad, kiranya kita juga harus cerdas dalam memilih pemaknaan yang sesuai dengan kebutuhan kita hari ini. Karena seiring kehidupan manusia yang dinamis, menafsirkan teks al-Qur’an tentu tidak hanya melihat kebelakang saja, tapi juga melihat relevansi dengan era kekinian.

    Dalam konteks Indonesia dimana angka kemiskinan dan pengangguran masih tinggi, berjihad dengan harta benda jauh lebih relevan. Dalam kaitan ini, Zain al-Din al-Malibari dalam kitab fath al-Muin menyebutkan bahwa salah satu makna jihad adalah memberikan kesejahteraan terhadap semua anggota masyarakat, baik Muslim maupun non-Muslim, yaitu dengan memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan dan kesehatan. Nabi pun pernah bersabda, “demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman orang yang tidur dengan perut kenyang, sementara ia mengetahui tetangganya meronta karena kelaparan”.

    Selanjutnya, jihad dalam rangka menegakkan syariat Allah (iqamatu syari’atillah). Dalam pengertian ini jihad dipahami sebagai upaya yang sungguh-sungguh dalam menegakkan nilai-nilai agama. Keterlibatan seseorang dalam pengentasan kemiskinan dengan mengeluarkan zakat, infak dan shadaqah serta berwakaf adalah langkah konkret dalam berjihad. Begitu juga keikutsertaan seseorang dalam pemberantasan korupsi juga masuk dalam konteks ini. Di dalam konteks ini tentu masuk pembebasan dari kebodohan, yaitu dengan cara terlibat secara aktif berpartisipasi meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

    Jenis jihad yang demikian yang seharusnya dikembangkan dan diimplementasikan. Bukan jihad yang menghancurkan, melainkan jihad yang membangun dengan menyediakan rumah bagi para gelandangan. Bukan yang mematikan, tapi jihad yang meningkatkan taraf hidup orang miskin yang masih butuh uluran tangan kita. Inilah jihad yang paling aktual untuk hari ini dan masa yang akan datang. Mengutip pendapat Jamal al-Banna, pada hari ini jihad bukan kesediaan untuk mati di Jalan Allah, melainkan untuk hidup di jalanNya. Wallahu a’lam

    nanapeko and Paulus Ism like this.

  2. #2
    Junior Member Paulus Ism's Avatar
    Join Date
    Jun 2009
    Posts
    291
    Rep Power
    0

    Re: Reorientasi Jihad fi Sabilillah

    Demikian sejuk pandangan Islam. Dengan cara berfikir sepertiini, dunia akan damai & sejahtera

  3. #3
    Member vacau's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Posts
    616
    Rep Power
    4

    Re: Reorientasi Jihad fi Sabilillah

    Quote Originally Posted by Paulus Ism View Post
    Demikian sejuk pandangan Islam. Dengan cara berfikir sepertiini, dunia akan damai & sejahtera
    Jihad adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam

    Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.

    Pelaksanaan Jihad dapat dirumuskan sebagai berikut:

    * Pada konteks diri pribadi - berusaha membersihkan pikiran dari pengaruh-pengaruh ajaran selain Allah dengan perjuangan spiritual di dalam diri, mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

    * Komunitas - Berusaha agar Din pada masyarakat sekitar maupun keluarga tetap tegak dengan dakwah dan membersihkan mereka dari kemusyrikan.

    * Kedaulatan - Berusaha menjaga eksistensi kedaulatan dari serangan luar, maupun pengkhianatan dari dalam agar ketertiban dan ketenangan beribadah pada rakyat di daulah tersebut tetap terjaga termasuk di dalamnya pelaksanaan Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Jihad ini hanya berlaku pada daulah yang menggunakan Din Islam secara menyeluruh (Kaffah).

    Terorisme tidak bisa dikategorikan sebagai Jihad; Jihad dalam bentuk perang harus jelas pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam peperangan, seperti halnya perang yang dilakukan Nabi Muhammad yang mewakili Madinah melawan Makkah dan sekutu-sekutunya. Alasan perang tersebut terutama dipicu oleh kezaliman kaum Quraisy yang melanggar hak hidup kaum Muslimin yang berada di Makkah (termasuk perampasan harta kekayaan kaum Muslimin serta pengusiran).

  4. #4
    Contributor Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    3,368
    Rep Power
    16

    Re: Reorientasi Jihad fi Sabilillah

    sip.., pemikiran pemikiran seperti inilah yg dibutuhkan bangsa ini..

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0