Page 1 of 22 1234567891011 ... LastLast
Results 1 to 10 of 216

Thread: Krisis Moral Bangsa


  1. #1
    Senior Member bedjo's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    1,366
    Rep Power
    8

    Krisis Moral Bangsa

    Mulai krisis ekonomi 1998 yang salah satunya menyebabkan nilai rupiah menukik tajam terhadap US$.
    saat ini kita sering mendengar krisis energi, sehingga kenaikan BBM tak terelakan lagi. Setidaknya dari th2004 kenaikannya sudah ratusan prosen (dari Rp.1810 di th2004 menjadi Rp.6000 di Mei 2008 ini, hmmm…). Tadinya termasuk negara pengexport minyak (OPEC) sekarang menjadi negara pengimpor minyak. wah..wah…
    Penyebab utamanya kayaknya karena krisis moral deh…koruptor-koruptor banyak sekali dan cenderung tidak malu-malu. KPK mungkin sudah menangkap puluhan, tapi sepertiya masih banyak ratusan diluar sana yang tdk/blm terjangkau.

    Pelecehan seksual ini salah satu gejala krisis moral manusia. Semua manusia oleh Allah diberi nafsu, nah nafsu ini kalau tidak terdidik secara sistematis ya efeknya salah satunya adalah pelecehan seksual. Orang yang paling berhasil mengatasi krisis moral manusia adalah Rasulullah, untuk kita-kita yang hidup setelah Rasulullah tentunya cara paling efektif meredam krisis ini adalah mengikuti panduan-panduan dari Rasulullah.
    Nampaknya masalah pelecehan ini memang masalah kronis di pihak laki-laki. Anehnya, ada juga yang menyalahkan pelecehan seksual ini muncul karena larangan untuk melakukan seks luar nikah
    Padahal seks luar nikah nantinya akan menimbulkan krisis moral yang lebih parah lagi.
    Selama dua tahun terakhir telah terjadi lebih dari 750.000 insiden aborsi buatan di Indonesia. Yang membuat kita mengurut dada adalah, di samping orang dewasa, ada pula remaja yang meminta digugurkan. Ini kan pencerminan tanda tanda semaraknya dekadensi moral dan pergaulan bebas di kalangan ABG dikarenakan kurang kuatnya ketahanan dalam keluarga. Selain itu, paradigma dari masyarakat tertutup ke serba permisif menerima perubahan sosial. Pernah, seorang bidan membuka praktik aborsi dan mengubur fetus di halaman belakang rumahnya. Baru saja terjadi sebuah klinik aborsi tidak berizin tercatat menggugurkan 200 janin, dan sisa sisa operasinya di buang ke Ancol. Namun, praktek praktek tersebut tak luput dari derap hukum. Dokter, bidan, calo tetangkap basah.
    Pengakuan beberapa cewek “abortus” bahwa mereka malu menanggung beban moral, pacarnya tidak bertanggungjawab, dan ada pula yang didesak orang tuanya untuk melakukan pengguguran. Kasus lain, perempuan yang tidak ingin hamil lagi, atau mengalami kegagalan dalam memilih salah satu alat kontrasepsi. Apabila menstruasinya terlambat, biasanya, mereka segera makan nenas muda, minum jamu peluntur, cuka, sprite, ragi tapai, atau anggur hitam. Tapi kalau usaha itu belum juga manjur pada umumnya mereka mencari dukun bayi atau pergi ke klinik aborsi ilegal
    Penolong aborsiberalasan untuk menyelamatkan dari kematian apabila dilakukan oleh yang bukan profesional. Memang, permintaan aborsi tetap mengalir khususnya di kota kota besar. Hal ini pula membuat seorang bidan membuka klinik aborsi. Pun dilakukan dengan diam diam. Dengan memeperalat calo yang mangkal jauh dari tempat praktek Ongkos operasi bergantung pada usia kehamilan. Minimal Rp.300.000, tapi ada yang lebih dari Rp.1000.000,- Yang mampu, hengkang ke klinik bergengsi. Yang tidak mampu mendatangi dukun bayi atau dukun pijat
    Drama kehidupan yang pernah ditayangkan itu tidak hanya terjadi di kota metropolitan, tapi ada kalanya tersembunyi di kota kota lain, namun hal semacam itu sering tidak terungkap. Sepanjang ada kasus hamil yang tidak dikehendaki, “kecelakaan”, tidak ingin memiliki anak banyak tentu saja ada peluang aborsi ilegal. Aborsi merupakan pilihan bagi yang bermasalah dengan misalnya tak ingin hamil, terlanjur hamil di luar nikah tapi ingin melanjutkan sekolah, atau kasus perkosaan, dan incest, kehamilan sedarah. Agar tidak membuat si pesakitan menderita batin menahun. Beban psikologis inilah maka bagi pro-abortus menuntut keberadaan praktek aborsi di masyarakat. Menurut pendukung aborsi, kutukan sosial yang dialamatkan pada kaum perempuan tidaklah adil, karena bagi laki-laki yang enaknya saja malah tidak dikenai sangsi apa apa. Ka00um lelaki dengan mudah berdalaih itu perbuatan bejat. Seorang aktivis wanita, angkat bicara: “Wanita yang melakukan aborsi tidak begitu saja dapat disalahkan. Ada alasan alasan sosial, di samping kesehatan, yang membuat wanita menempuh jalan itu. Misalnya bila tidak digugurkan bisa membuat si ibu depesi, minder, dikucilkan, atau malu. Mungkin saja kehamilan itu karena pemerkosaan, kelalaian, atau lainnya. Jadi untuk apa dibiarkan bayi itu lahir kalau si ibu harus menaggung beban aib seumur hidup?” (Populasi, 1997)
    Sementara moralis tidak menyetujui eksistensi aborsi. Pengguguran buatan yang dilayankan untuk masyarakat yang membutuhkan dianggap menodai tatanan masyarakat. Bagi penggagas anti aborsi atau kerap disebut prolife menilai perbuatan membatasi kehidupan manusia adalah perilaku pelanggaran hak hidup manusia. Bagi yang telanjur hamil yang menggugurkan kandungannya distigma seorang pendosa besar, tidak berakhlak, tidak bermoral, atau berhati setan tega membunuh anak sendiri. Katanya, sebuas buasnya macan tak bakalan memangsa anaknya sendiri.
    Sekalipun menggegerkan Indonesia tergolong rendah tingkat induksi aborsinya, yaitu 18 dari tiap 100 orang hamil, dibandingkan Jepang (55/100), Amerika Serikat (29/100),. Cina (23/100), dan India (23/100). Sebagian negara membolehkan perlakuan aborsi, sebagian menganggapnya ilegal. Negara negara Islam seperti Tunisia, Turki, dan Bangladesh melegalkan aborsi dini. Sebagian pula negara memasukan aborsi sebagai kebijakan menurunkan tingkat kelahiran total (TFR).
    Batasan “membunuh” bagi masyarakat belumlah jelas. Membunuh artinya menghilangkan nyawa seseorang. Janin sebelum 120 hari di dalam rahim belum ditiup oleh malaikat ruhnya, berarti belum ada kehidupan. Itu hanya menggagalkan kesempurnaan kehamilan. Sementara setelah tiga bulan, katanya, janin bisa hidup di luar plasenta. Kalau begitu apakah berkabe itu juga membunuh janin? Kontrasepsi di dalam tubuh manusia berfungsi menghindari pembuahan (konsepsi). Yang lebih ekstrem lagi mengeluarkan sperma di atas kasur (metode al azal atau coitus intruptus) adalah dianggap perbuartan menyianyiakan kehidupan. Aborsi induksi seperti dikuret dari rahim juga dianggap penggagalan kehidupan.


    Kontroversi tersebut tentunya melibatkan para agamawan, sosilog, psikolog, medis, pakar hukum dll. Undnag undang kesehatan nomer 23/1992 pasal 15 mencantumkan: “Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu”. Pertama, berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut, kedua dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggudngjawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli, ketiga dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau kelarganya, keempat pada sarana kesehatan tertentu. Sementara dalam KUHP dinyatakan : “Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau memeatikan kandudngannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana paling lama empat tahun”.

    Apa yang salah ya dari negeri ini?????????????????????
    Moral anak-anak bangsa ini menjadi tanggung jawab siapa..???????

  2. #2
    Senior Member kentut2's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Posts
    1,327
    Rep Power
    8

    Re: Krisis Moral Bangsa

    Ayo tanggung jawab siapa tuh yang punya moral?.... lantas yang tidak punya moral tanggung jawab siapa pula? he...he...
    [ ku minta janjimu ku tak mau menunggu asa ]

  3. #3
    Senior Member Mr.Shock's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    1,513
    Rep Power
    9

    Re: Krisis Moral Bangsa

    ---------------------

    Pelecehan seksual ini salah satu gejala krisis moral manusia. Semua manusia oleh Allah diberi nafsu, nah nafsu ini kalau tidak terdidik secara sistematis ya efeknya salah satunya adalah pelecehan seksual. Orang yang paling berhasil mengatasi krisis moral manusia adalah Rasulullah, untuk kita-kita yang hidup setelah Rasulullah tentunya cara paling efektif meredam krisis ini adalah mengikuti panduan-panduan dari Rasulullah.


    Jadi yang tidak ikut rasululah, atau tidak mengenal Rasululah gimana dong
    pasti krisis moral ngak nih ?

    Tadi rencananya mau baca sampai selesai, trus sampai di paragraf itu jadi lemes deh,... you know why ????? karna saya tidak mengenal Rasulullah,...
    berarti pasti ngomongin saya yang tidak bermoral deh......

  4. #4
    Senior Member 4bn0rm4l's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    deketlah...
    Posts
    1,034
    Rep Power
    7

    Re: Krisis Moral Bangsa

    [spy mode : on]
    lagi deeeehh... buka2 kitab suci lagi ama tafsir...
    yg ginian malah bikin gw belajar agama lagi niee..
    adrenaline junkies...

  5. #5
    Senior Member Mr.Shock's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    1,513
    Rep Power
    9

    Re: Krisis Moral Bangsa

    Gak ada maksud apa2,.. cuman mau bilang,.. ngomongin apa aja kalo bisa jangan bawa2 nama Rasululah, dsb atau simbol agama tertentu,....Kasian,... ntar disana beliau HA CHI HA CHI, karna disebutin terus namanya....

  6. #6
    Newbie
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    Indonesia
    Posts
    45
    Rep Power
    0

    Re: Krisis Moral Bangsa

    Quote Originally Posted by bedjo View Post
    Mulai krisis ekonomi 1998 yang salah satunya menyebabkan nilai rupiah menukik tajam terhadap US$.
    saat ini kita sering mendengar krisis energi, sehingga kenaikan BBM tak terelakan lagi. Setidaknya dari th2004 kenaikannya sudah ratusan prosen (dari Rp.1810 di th2004 menjadi Rp.6000 di Mei 2008 ini, hmmm…). Tadinya termasuk negara pengexport minyak (OPEC) sekarang menjadi negara pengimpor minyak. wah..wah…
    Penyebab utamanya kayaknya karena krisis moral deh…koruptor-koruptor banyak sekali dan cenderung tidak malu-malu. KPK mungkin sudah menangkap puluhan, tapi sepertiya masih banyak ratusan diluar sana yang tdk/blm terjangkau.

    Pelecehan seksual ini salah satu gejala krisis moral manusia. Semua manusia oleh Allah diberi nafsu, nah nafsu ini kalau tidak terdidik secara sistematis ya efeknya salah satunya adalah pelecehan seksual. Orang yang paling berhasil mengatasi krisis moral manusia adalah Rasulullah, untuk kita-kita yang hidup setelah Rasulullah tentunya cara paling efektif meredam krisis ini adalah mengikuti panduan-panduan dari Rasulullah.
    Nampaknya masalah pelecehan ini memang masalah kronis di pihak laki-laki. Anehnya, ada juga yang menyalahkan pelecehan seksual ini muncul karena larangan untuk melakukan seks luar nikah
    Padahal seks luar nikah nantinya akan menimbulkan krisis moral yang lebih parah lagi.
    Selama dua tahun terakhir telah terjadi lebih dari 750.000 insiden aborsi buatan di Indonesia. Yang membuat kita mengurut dada adalah, di samping orang dewasa, ada pula remaja yang meminta digugurkan. Ini kan pencerminan tanda tanda semaraknya dekadensi moral dan pergaulan bebas di kalangan ABG dikarenakan kurang kuatnya ketahanan dalam keluarga. Selain itu, paradigma dari masyarakat tertutup ke serba permisif menerima perubahan sosial. Pernah, seorang bidan membuka praktik aborsi dan mengubur fetus di halaman belakang rumahnya. Baru saja terjadi sebuah klinik aborsi tidak berizin tercatat menggugurkan 200 janin, dan sisa sisa operasinya di buang ke Ancol. Namun, praktek praktek tersebut tak luput dari derap hukum. Dokter, bidan, calo tetangkap basah.
    Pengakuan beberapa cewek “abortus” bahwa mereka malu menanggung beban moral, pacarnya tidak bertanggungjawab, dan ada pula yang didesak orang tuanya untuk melakukan pengguguran. Kasus lain, perempuan yang tidak ingin hamil lagi, atau mengalami kegagalan dalam memilih salah satu alat kontrasepsi. Apabila menstruasinya terlambat, biasanya, mereka segera makan nenas muda, minum jamu peluntur, cuka, sprite, ragi tapai, atau anggur hitam. Tapi kalau usaha itu belum juga manjur pada umumnya mereka mencari dukun bayi atau pergi ke klinik aborsi ilegal
    Penolong aborsiberalasan untuk menyelamatkan dari kematian apabila dilakukan oleh yang bukan profesional. Memang, permintaan aborsi tetap mengalir khususnya di kota kota besar. Hal ini pula membuat seorang bidan membuka klinik aborsi. Pun dilakukan dengan diam diam. Dengan memeperalat calo yang mangkal jauh dari tempat praktek Ongkos operasi bergantung pada usia kehamilan. Minimal Rp.300.000, tapi ada yang lebih dari Rp.1000.000,- Yang mampu, hengkang ke klinik bergengsi. Yang tidak mampu mendatangi dukun bayi atau dukun pijat
    Drama kehidupan yang pernah ditayangkan itu tidak hanya terjadi di kota metropolitan, tapi ada kalanya tersembunyi di kota kota lain, namun hal semacam itu sering tidak terungkap. Sepanjang ada kasus hamil yang tidak dikehendaki, “kecelakaan”, tidak ingin memiliki anak banyak tentu saja ada peluang aborsi ilegal. Aborsi merupakan pilihan bagi yang bermasalah dengan misalnya tak ingin hamil, terlanjur hamil di luar nikah tapi ingin melanjutkan sekolah, atau kasus perkosaan, dan incest, kehamilan sedarah. Agar tidak membuat si pesakitan menderita batin menahun. Beban psikologis inilah maka bagi pro-abortus menuntut keberadaan praktek aborsi di masyarakat. Menurut pendukung aborsi, kutukan sosial yang dialamatkan pada kaum perempuan tidaklah adil, karena bagi laki-laki yang enaknya saja malah tidak dikenai sangsi apa apa. Ka00um lelaki dengan mudah berdalaih itu perbuatan bejat. Seorang aktivis wanita, angkat bicara: “Wanita yang melakukan aborsi tidak begitu saja dapat disalahkan. Ada alasan alasan sosial, di samping kesehatan, yang membuat wanita menempuh jalan itu. Misalnya bila tidak digugurkan bisa membuat si ibu depesi, minder, dikucilkan, atau malu. Mungkin saja kehamilan itu karena pemerkosaan, kelalaian, atau lainnya. Jadi untuk apa dibiarkan bayi itu lahir kalau si ibu harus menaggung beban aib seumur hidup?” (Populasi, 1997)
    Sementara moralis tidak menyetujui eksistensi aborsi. Pengguguran buatan yang dilayankan untuk masyarakat yang membutuhkan dianggap menodai tatanan masyarakat. Bagi penggagas anti aborsi atau kerap disebut prolife menilai perbuatan membatasi kehidupan manusia adalah perilaku pelanggaran hak hidup manusia. Bagi yang telanjur hamil yang menggugurkan kandungannya distigma seorang pendosa besar, tidak berakhlak, tidak bermoral, atau berhati setan tega membunuh anak sendiri. Katanya, sebuas buasnya macan tak bakalan memangsa anaknya sendiri.
    Sekalipun menggegerkan Indonesia tergolong rendah tingkat induksi aborsinya, yaitu 18 dari tiap 100 orang hamil, dibandingkan Jepang (55/100), Amerika Serikat (29/100),. Cina (23/100), dan India (23/100). Sebagian negara membolehkan perlakuan aborsi, sebagian menganggapnya ilegal. Negara negara Islam seperti Tunisia, Turki, dan Bangladesh melegalkan aborsi dini. Sebagian pula negara memasukan aborsi sebagai kebijakan menurunkan tingkat kelahiran total (TFR).
    Batasan “membunuh” bagi masyarakat belumlah jelas. Membunuh artinya menghilangkan nyawa seseorang. Janin sebelum 120 hari di dalam rahim belum ditiup oleh malaikat ruhnya, berarti belum ada kehidupan. Itu hanya menggagalkan kesempurnaan kehamilan. Sementara setelah tiga bulan, katanya, janin bisa hidup di luar plasenta. Kalau begitu apakah berkabe itu juga membunuh janin? Kontrasepsi di dalam tubuh manusia berfungsi menghindari pembuahan (konsepsi). Yang lebih ekstrem lagi mengeluarkan sperma di atas kasur (metode al azal atau coitus intruptus) adalah dianggap perbuartan menyianyiakan kehidupan. Aborsi induksi seperti dikuret dari rahim juga dianggap penggagalan kehidupan.


    Kontroversi tersebut tentunya melibatkan para agamawan, sosilog, psikolog, medis, pakar hukum dll. Undnag undang kesehatan nomer 23/1992 pasal 15 mencantumkan: “Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu”. Pertama, berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut, kedua dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggudngjawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli, ketiga dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau kelarganya, keempat pada sarana kesehatan tertentu. Sementara dalam KUHP dinyatakan : “Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau memeatikan kandudngannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana paling lama empat tahun”.

    Apa yang salah ya dari negeri ini?????????????????????
    Moral anak-anak bangsa ini menjadi tanggung jawab siapa..???????
    Hi mr. Bejo ....
    Kayaknya salah fatal bangsa ini adalah meninggalkan jati dirinya yaitu Pancasila, disamping itu lebih fatal lagi bangsa ini merasa bisa hidup tanpa tuntunan agama, atau agamanya cuma sekedar status supaya tidak dicap atheis (komunis).
    Moral anak bangsa ini tg jawab siapa, jawabnya pertama adalah masing2 pribadi kemudian para orang tua, kemudian para pemuka agama, kemudian pemerintah. pokoknya siapapun yang jadi pemimpin. jadi kita semua punya PR yang sama deh kayaknya. Wallahu a'lam.

  7. #7
    Senior Member imobil's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    Perbatasan
    Posts
    2,110
    Rep Power
    8

    Re: Krisis Moral Bangsa

    Yang ini mah susah dikekang pakai hukum dunia ya,,,,, lebih baik sih pakai pencerahan dari agama,,,,, saya rasa semua agama yang ada mengajarkan hal yang sama,,,,,, untuk masalah diatas aja loh,,,,, yang lain mah gua gak ngerti,,,,,

  8. #8
    Member nanang_handoko's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    Gunungkidul; kering tapi menyenangkan
    Posts
    560
    Rep Power
    6

    Re: Krisis Moral Bangsa

    Quote Originally Posted by Mr.Shock View Post
    Orang yang paling berhasil mengatasi krisis moral manusia adalah Rasulullah, untuk kita-kita yang hidup setelah Rasulullah tentunya cara paling efektif meredam krisis ini adalah mengikuti panduan-panduan dari Rasulullah.


    Jadi yang tidak ikut rasululah, atau tidak mengenal Rasululah gimana dong pasti krisis moral ngak nih ?

    Tadi rencananya mau baca sampai selesai, trus sampai di paragraf itu jadi lemes deh,... you know why ????? karna saya tidak mengenal Rasulullah,...
    berarti pasti ngomongin saya yang tidak bermoral deh......
    Begini saja Mr.Shock ..... TS segera saja melengkapi posting dengan membahas "cara efektif meredam krisis moral terutama tentang aborsi berdasarkan panduan Rasulullah" agar Mr.Shock dan member lain yang tidak mengenal Rasulullah mendapatkan informasi cara-cara efektif meredam krisis moral tersebut. Setuju kan Mr.Shock?

  9. #9
    Contributor Fidel Castro's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Cuba
    Posts
    2,974
    Rep Power
    11

    Re: Krisis Moral Bangsa

    Quote Originally Posted by bedjo View Post
    Apa yang salah ya dari negeri ini?????????????????????
    Moral anak-anak bangsa ini menjadi tanggung jawab siapa..???????
    Supaya gampang dan seperti kebiasaan, mendingan kita nyalahin oknum aja yuk ...................
    No Regrets

  10. #10
    Senior Member Mr.Shock's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    1,513
    Rep Power
    9

    Re: Krisis Moral Bangsa

    Quote Originally Posted by nanang_handoko View Post
    Begini saja Mr.Shock ..... TS segera saja melengkapi posting dengan membahas "cara efektif meredam krisis moral terutama tentang aborsi berdasarkan panduan Rasulullah" agar Mr.Shock dan member lain yang tidak mengenal Rasulullah mendapatkan informasi cara-cara efektif meredam krisis moral tersebut. Setuju kan Mr.Shock?

    Ok,... coba dengar, bagaimana meredam krisis moral menurut Rasululah ???

    Mohon pencerahan......

Page 1 of 22 1234567891011 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0