winona 571,
Maaf ya sebelumnya, tapi memang kamu yang naif dalam hal ini yang berpikir isu ini murni demi pariwisata dan keunikan dsb.
Aku paham kamu cape dengan hal2 negatif yang ada di media massa plus kamu benar-benar mau lihat perubahan dengan cara apapun, tapi ya toh kamu bisa membuka mata lebih lebar lagi tentang isu ini.
1. negara lain bukannya tertipu, tapi beberapa dari mereka tahu bagaimana cara mengelola dengan benar. Well yah, kalau memang benar, ya bagus tapi kalau cuma untuk jangka pendek, ya rugi toh? Contohnya Angkor wat, dari dana tiket, komunitas sekitar sudah merasakan manfaatnya. Coba kita lihat Borobudur, sudah begitu lum? dan kamu tidak bisa melepaskan isu jual beli bayi komodo dengan keputusan untuk ikutan N7W karena kalau tidak dimanaje dengan benar, yang ada habitat komodo tersingkir. Thank you sudah bagi link untuk usaha konservasinya, tapi panitia N7W kan tidak bertanggung jawab, pemdanya, jadi uda menang terus dibuang tanggung jawabnya ke Pemda. Gimana caranya batasin pengunjung untuk datang? mana rencana untuk eko turisme ke masyarakat lokalnya?
2. Yang kritik bukannya sok suci, tapi memang sudah hak rakyat menanyakan transparansi dan kritis terhadap kebijakan yang diambil pihak manapun (tanda masyarakat sudah maju), kecuali kamu tetap mau keadaan negara kita "Berbudaya" korup dan "nrimo"
3. Kenapa disambung politik, karena coba kamu jawab sendiri: kenapa harus Pulau Komodo, bukannya danau toba misalnya yang sudah diakui di tingkat dunia karena terbukti sebagai sumber kawah megavolcano yang mengakihir jaman es dahulu kala.
kalau mau baca analisa Litbang Kompas tahun 2009 dan liputan media lokalnya tentang agenda Golkar, silakan buka link ini:
Politik Survey
http://www.facebook.com/topic.php?ui...427&topic=8941
PS: Agatha, saya tumpenangan sendiri waktu saya kampanye untuk Borobudur tahun 2008 ^_^, sama ratusan sukarelawan lain untuk operasi semut dan kampanye konservasi Borobudur dan sampai sekarang masih terlibat dan mengikuti isu konservasi. Buka
www.indowyn.org
So jadi tantangannya bagi yang setuju, MANA KONTRIBUSI KALIAN ke warisan budaya selain Rp. 1 rupiah??? Apakah kalian akan bertindak? atau hanya berani di forum ini saja?
Bookmarks