Results 1 to 9 of 9

Thread: Papua di Persimpangan Jalan... GKI Sinode Rekomendasikan Papua Merdeka


  1. #1
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,167
    Rep Power
    23

    Papua di Persimpangan Jalan... GKI Sinode Rekomendasikan Papua Merdeka

    Papua di Persimpangan Jalan...

    JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai aksi kekerasan, ketidakadilan, dan penindasan yang tak kunjung usai, membuat Papua bak berjalan di atas pentas yang penuh duri dan jebakan, di mana darah dan air mata terus mengalir tanpa henti. Kini Papua berada di suatu persimpangan jalan, setelah 49 tahun menjadi bagian dari Indonesia.


    Demikian diungkapkan anggota Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) di Papua Karel Phil Erari dalam seminar bertajuk 'Dialog untuk Memutus Siklus Konflik dan Kekerasan di Papua' di Pusat Studi Jepang UI, Depok, Selasa (29/11/2011).


    Menurut Karel, proses panjang perjalanan rakyat Papua mencapai kemakmuran harus dijadikan prioritas utama bagi Pemerintah. "Suatu dialog kemanusiaan yang dibangun secara adil, komprehensif, dan bermatabat harus menjadi suatu barang yang tidak bisa dielakkan lagi. Sudah begitu banyak penderitaan rakyat Papua demi menentukan arah hidupnya. Mereka butuh kejelasan sikap dari pemerintah," kata Karel.


    Karel mengungkapkan, jika dilihat dari perspektif sejarah, Papua menjadi masalah, ketika Presiden Soekarno, secara resmi mendeklarasikan Tiga Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961. Setelah itu, berbagai permasalahan muncul dalam proses integrasi Papua pada periode 1962 hingga 1969, salah satunya seperti pada proses Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 yang didugai cacat hukum, karena terdapat permainan intelijen.


    "Jadi, masa transisi pada 1962 hingga 1969 itu adalah awal dari pelanggaran HAM dan pendudukan Papua, dengan dua ciri khas, yaitu pembunuhan atas rakyat, pencurian harta milik dan sumber daya alam. Apalagi pada 1967, PT Freeport Indonesia mulai masuk ke tanah Papua. Semenjak peristiwa itulah, pelanggaran HAM telah terjadi secara sistematis dan berkelanjutan hingga kini," tuturnya.


    Menurut Karel, salah satu hal yang harus diapresiasi dari berbagai hal tersebut, adalah kesabaran rakyat Papua. Meskipun banyak mengalami kekerasan fisik, pembunuhan hingga proses marginalisasi, rakyat Papua, kata Karel, tetap menjadikan hal tersebut sebagai perjuangan dirinya sendiri.


    "Lihat saja begitu sabarnya rakyat Papua itu dengan kegagalan pemerintah, dalam fenomena otonomi khusus, dan lainnya disertai eksploitasi sumber daya alam darat maupun laut yang semakin menyempurnakan proses marginalisasi keterpinggiran rakyat Papua. Ini harus dilihat sebagai perjuangan yang besar," katanya.


    Oleh karena itu, lanjut Karel, jika melihat berbagai permasalahan tersebut, jika ingin tetap melihat Papua masih sebagai bagian dari NKRI, pemerintah harus menjadikan dialog Jakarta-Papua sebagai bentuk penyelesaian permasalahan di Papua. Pasalnya, kalangan masyarakat Sipil Papua, menurut Karel, saat ini telah tiba kepada posisi untuk menuntut hak kedaulatan politik.


    "Hal itu dapat dilihat dilihat dalam hasil sidang Sinode GKI ke-16, Oktober lalu, yang mengeluarkan pesan mendorong Hak Menentukan Nasib Sendiri orang papua sesuai dengan rekomendasi World Allinance of Reform Churche 2004. Maka dari itu, kini rakyat Papua berada dalam suatu persimpangan jalan, suatu Cross Road. Tinggal kita lihat bagaimana upaya pemerintah menyikapi ini semua," kata Karel.

    http://regional.kompas.com/read/2011/11/29/1315271/Papua.di.Persimpangan.Jalan

    sebuah rekomendasi yang layak untuk diperdebatkan....
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  2. #2
    Junior Member Howie Boy's Avatar
    Join Date
    Jul 2010
    Posts
    488
    Rep Power
    5

    Re: Papua di Persimpangan Jalan... GKI Sinode Rekomendasikan Papua Merdeka

    Waduh......urusannya cerean terus dan banda pada jatuh ke-orang laen...lama2 bisa berabe dah....!. Mungkin huruf K dari NKRI bisa jadi singkatan dari Kekurangan, Kesalahan, atau apa nih?.

  3. #3
    Contributor tamandewi's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    http://tips-cara.info
    Posts
    3,820
    Rep Power
    7

    Re: Papua di Persimpangan Jalan... GKI Sinode Rekomendasikan Papua Merdeka

    rasanya perlu dicermati dulu siapa sebenarnya yang ingin papua merdeka...

    karena kebetulan pernah bertugas di kab teluk wondama, papua barat, masyarakat disana nyantai2 aja tuh..ndak pengen memisahkan diri dari indonesia
    dan pas bertugas disana, pendidikan n kesehatan gratis, jadi sekolah sampai SMA gratis, ke puskesmas berapa kali pun,sakit apapun, ongkos obat n periksa gratis semua, kecuali untuk pendatang..

    masalah kemakmuran, ikan n lobster melimpah ruah, jadi asal mau turun ke laut sebentar aja, dah dapat ikan banyak, mau dimakan sendiri bisa, sisanya masih banyak untuk diasinkan kemudian dijual, belum lagi yang budidaya lobster, tinggal bikin keramba, tampung lobster, beberapa minggu dah bisa dijual 50 rb /ekor

    dan masalah etos kerja, rasanya juga bagus di papua, hampir setahun di papua barat, mulai di ibukota propinsi sampai ke pelosok dusun, cuma pernah liat gelandangan 1 orang saja, itu pun saya rasa, karena ada gangguan kejiwaan, yang murni karena kemiskinan rasanya tidak ada, karena kelaut sebentar dah dapat banyak ikan, kalau mau ke hutan selepas asar, magrib sudah bawa pulang ubi jalar satu karung penuh, cukup untuk persediaan makan 1 keluarga untuk 3 hari

    masalah tempat tinggal lebih mudah, daerah yang belum ada rumahnya masih sekitar 80%, alias masih banyak tempat kosong yang bisa ditempati

    jadi masih susah percaya kalau penduduk pribumi yang membikin konflik, karena mereka nyantai2 aja setahu saya....

    CMIIW

  4. #4
    Senior Member
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    2,181
    Rep Power
    6

    Re: Papua di Persimpangan Jalan... GKI Sinode Rekomendasikan Papua Merdeka

    intinya papaua jangan sampai lepas gan jangan sampai merdeka sendiri harus dipertahankan bagai manapun caranya ..

  5. #5
    Senior Contributor
    Join Date
    Dec 2010
    Posts
    7,427
    Rep Power
    0

    Re: Papua di Persimpangan Jalan... GKI Sinode Rekomendasikan Papua Merdeka

    ane rasa jangan sampe papua lepas dari indonesia..pokoknya kita akan mempertahankannya..

  6. #6
    Senior Contributor ntarluq's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    8,521
    Rep Power
    0

    Re: Papua di Persimpangan Jalan... GKI Sinode Rekomendasikan Papua Merdeka

    kalau yg bilang itu MUI atau Habib Rizieq pastilah gwe "telpon" agar tidak membuat pernyataan yg bisa menimbulkan disintegrasi bangsa ...

    tapi kalau yg ini harusnya siapa ???
    gwe nggak punya "nomor hapenya" !!!

    tolooong gwe nggak punya aksesnya ...
    1+1+1=1 (?) TAU SAMA TAU AJA ....

  7. #7
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,167
    Rep Power
    23

    Re: Papua di Persimpangan Jalan... GKI Sinode Rekomendasikan Papua Merdeka

    Quote Originally Posted by tamandewi View Post
    rasanya perlu dicermati dulu siapa sebenarnya yang ingin papua merdeka...

    karena kebetulan pernah bertugas di kab teluk wondama, papua barat, masyarakat disana nyantai2 aja tuh..ndak pengen memisahkan diri dari indonesia
    dan pas bertugas disana, pendidikan n kesehatan gratis, jadi sekolah sampai SMA gratis, ke puskesmas berapa kali pun,sakit apapun, ongkos obat n periksa gratis semua, kecuali untuk pendatang..

    masalah kemakmuran, ikan n lobster melimpah ruah, jadi asal mau turun ke laut sebentar aja, dah dapat ikan banyak, mau dimakan sendiri bisa, sisanya masih banyak untuk diasinkan kemudian dijual, belum lagi yang budidaya lobster, tinggal bikin keramba, tampung lobster, beberapa minggu dah bisa dijual 50 rb /ekor

    dan masalah etos kerja, rasanya juga bagus di papua, hampir setahun di papua barat, mulai di ibukota propinsi sampai ke pelosok dusun, cuma pernah liat gelandangan 1 orang saja, itu pun saya rasa, karena ada gangguan kejiwaan, yang murni karena kemiskinan rasanya tidak ada, karena kelaut sebentar dah dapat banyak ikan, kalau mau ke hutan selepas asar, magrib sudah bawa pulang ubi jalar satu karung penuh, cukup untuk persediaan makan 1 keluarga untuk 3 hari

    masalah tempat tinggal lebih mudah, daerah yang belum ada rumahnya masih sekitar 80%, alias masih banyak tempat kosong yang bisa ditempati

    jadi masih susah percaya kalau penduduk pribumi yang membikin konflik, karena mereka nyantai2 aja setahu saya....

    CMIIW
    berdasarkan penuturan ini, maka perlu ditanya lebih lanjut..
    siapa yang ingin Papua lepas dari Republik Indonesia.

    apakah orang asing?
    atau jangan2 mereka2 yang memberikan rekomendasi dan setuju dengan rekomendasi tersebut...
    hoaaaa....
    konspirasi ataukah sebuah usaha untuk memperkaya kelompok/ golongannya?
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  8. #8
    Junior Member Hugh's Avatar
    Join Date
    Aug 2009
    Posts
    474
    Rep Power
    6

    Re: Papua di Persimpangan Jalan... GKI Sinode Rekomendasikan Papua Merdeka

    Quote Originally Posted by tamandewi View Post
    rasanya perlu dicermati dulu siapa sebenarnya yang ingin papua merdeka...

    karena kebetulan pernah bertugas di kab teluk wondama, papua barat, masyarakat disana nyantai2 aja tuh..ndak pengen memisahkan diri dari indonesia
    dan pas bertugas disana, pendidikan n kesehatan gratis, jadi sekolah sampai SMA gratis, ke puskesmas berapa kali pun,sakit apapun, ongkos obat n periksa gratis semua, kecuali untuk pendatang..

    masalah kemakmuran, ikan n lobster melimpah ruah, jadi asal mau turun ke laut sebentar aja, dah dapat ikan banyak, mau dimakan sendiri bisa, sisanya masih banyak untuk diasinkan kemudian dijual, belum lagi yang budidaya lobster, tinggal bikin keramba, tampung lobster, beberapa minggu dah bisa dijual 50 rb /ekor

    dan masalah etos kerja, rasanya juga bagus di papua, hampir setahun di papua barat, mulai di ibukota propinsi sampai ke pelosok dusun, cuma pernah liat gelandangan 1 orang saja, itu pun saya rasa, karena ada gangguan kejiwaan, yang murni karena kemiskinan rasanya tidak ada, karena kelaut sebentar dah dapat banyak ikan, kalau mau ke hutan selepas asar, magrib sudah bawa pulang ubi jalar satu karung penuh, cukup untuk persediaan makan 1 keluarga untuk 3 hari

    masalah tempat tinggal lebih mudah, daerah yang belum ada rumahnya masih sekitar 80%, alias masih banyak tempat kosong yang bisa ditempati

    jadi masih susah percaya kalau penduduk pribumi yang membikin konflik, karena mereka nyantai2 aja setahu saya....

    CMIIW
    Itu di Papua Barat
    Irian terbagi 2 propinsi, Papua dan Papua Barat
    Kebetulan saya bertuga di Propinsi Papua, jadi mungkin kita bisa compare keadaan sini dan sana

    Quote Originally Posted by tamandewi View Post
    rasanya perlu dicermati dulu siapa sebenarnya yang ingin papua merdeka...

    karena kebetulan pernah bertugas di kab teluk wondama, papua barat, masyarakat disana nyantai2 aja tuh..ndak pengen memisahkan diri dari indonesia
    dan pas bertugas disana, pendidikan n kesehatan gratis, jadi sekolah sampai SMA gratis, ke puskesmas berapa kali pun,sakit apapun, ongkos obat n periksa gratis semua, kecuali untuk pendatang..

    CMIIW
    Di sini puskesmas ada...tapi bangunannya aja... Dokter, bidan, paramedisnya tidak pernah/ jarang sekali ada. Mungkin seminggu 2 kali. Kelahiran banyak ditangani dukun beranak
    Sekolah ada...tapi guru2nya banyak yang bolos karena sering ke kota ngejer sertifikasi
    Quote Originally Posted by tamandewi View Post

    masalah kemakmuran, ikan n lobster melimpah ruah, jadi asal mau turun ke laut sebentar aja, dah dapat ikan banyak, mau dimakan sendiri bisa, sisanya masih banyak untuk diasinkan kemudian dijual, belum lagi yang budidaya lobster, tinggal bikin keramba, tampung lobster, beberapa minggu dah bisa dijual 50 rb /ekor


    CMIIW
    Pemberian ijin usaha perikanan kepada nelayan asing darfi pusat (jakarta) menghancurkan ekosistem perairan di sini. ALat tangkap nelayan2 asing tersebut merusak ekosistem laut, Ilegal fishing marak, pencurian kekayaan SDA laut, memperkecil peluang usaha nelayan2 lokal

    Quote Originally Posted by tamandewi View Post
    hampir setahun di papua barat, mulai di ibukota propinsi sampai ke pelosok dusun, cuma pernah liat gelandangan 1 orang saja, itu pun saya rasa, karena ada gangguan kejiwaan, yang murni karena kemiskinan rasanya tidak ada, karena kelaut sebentar dah dapat banyak ikan, kalau mau ke hutan selepas asar, magrib sudah bawa pulang ubi jalar satu karung penuh, cukup untuk persediaan makan 1 keluarga untuk 3 hari

    masalah tempat tinggal lebih mudah, daerah yang belum ada rumahnya masih sekitar 80%, alias masih banyak tempat kosong yang bisa ditempati

    jadi masih susah percaya kalau penduduk pribumi yang membikin konflik, karena mereka nyantai2 aja setahu saya....

    CMIIW
    Coba lihat Jayapura, Merauke, Tanah Merah, Boven Digul.. hampir di setiap tempat anak2 kecil meminta2.

    Sebenarnya kalo dilihat, daerah2 yang bergolak menuntut kemerdekaan kebanyakan berada di Papua Barat spt Mimika, Timika, Manokwari, Pegunungan Bintang, Puncak Jaya, dan hanya sebagian kecil dari Prop Papua spt Jayapura dan Kerom.
    Tanya kenapa..
    Cup..cup...cup..kembang kuncup, bingung yang mana yang mau dicupzzz....ssshh...ahhhh..

  9. #9
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,167
    Rep Power
    23

    Re: Papua di Persimpangan Jalan... GKI Sinode Rekomendasikan Papua Merdeka

    seperti biasa..
    yang seperti ini tidak akan jadi fokus pemerintah..
    jauh soalnya...

    tanya kenapa.
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO