KompasForum
  

Go Back   KompasForum > POLITIK, PERISTIWA, SOSIAL BUDAYA > Nasional
PORTAL FORUM RULES Register FAQ Members List Calendar ARCADE Search Today's Posts Mark Forums Read

Nasional Diskusi mengenai beragam peristiwa dan isu nasional.


Selamat Datang di KompasForum!

Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!.
Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 08-26-2008, 07:49 AM
yoed2000 yoed2000 is offline
Member
 

Join Date: Mar 2008
Posts: 173
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
yoed2000 is on a distinguished road
Default Dari aktivis mahasiswa menuju kursi dewan

Ini adalah fenomena baru dalam dunia politik praktis di tanah air, para mantan aktivis mahasiswa yang dulu lantang mengecam pemerintah dan parlemen, sekarang sebagian mereka ikut sibuk pengen masuk parlemen.

Taktis, Pragmatis, atau Petualangan
http://www.kompas.com/read/xml/2008/...au.petualangan



Selasa, 26 Agustus 2008 | 06:34 WIB
Selain artis dan anggota keluarga pengurus inti partai politik, daftar sementara calon anggota legislatif peserta Pemilihan Umum 2009 juga diisi sejumlah aktivis gerakan mahasiswa tahun 1998. Apakah ini menjadi salah satu tanda positif dari proses demokratisasi di Indonesia, khususnya terkait dengan kaderisasi kepemimpinan nasional?
Aktivis 1998 yang menjadi caleg itu antara lain mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Budiman Sudjatmiko serta Pius Lustrilanang dan Desmond J Mahesa. Dua nama yang terakhir adalah korban selamat dari penculikan aktivis prodemokrasi 1997-1998.
Langkah mereka seolah ingin mengikuti jejak rekan-rekannya yang sudah lebih dahulu mencicipi kursi parlemen, seperti Anis Matta (Partai Keadilan Sejahtera) dan Nusron Wahid (Partai Golkar).
Sebagai persiapan berebut kursi legislatif, Budiman Sudjatmiko sudah membuka kantor di Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah, tempat daerah pemilihannya pada Pemilu 2009. Di kedua kantor itu, dia memusatkan komunikasi dan pertemuan dengan berbagai kelompok masyarakat setempat, seperti pemuda, petani, dan mahasiswa.
“Kebetulan saya lahir dan melewatkan masa kecil di Cilacap. Tahun 1990-1994, saya juga terlibat dalam pengorganisasian buruh perkebunan dan petani daerah itu sehingga saya relatif tidak kesulitan masuk ke Cilacap dan Banyumas, dan memperjuangkan aspirasi warga kedua daerah itu jika kelak akhirnya dapat duduk di DPR,” papar Budiman.
Perjuangan Budiman untuk menjadi anggota DPR sudah dimulai ketika pada 3 Desember 2004 dia bersama 51 rekannya di PRD memutuskan menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
”Saya masuk politik praktis, dalam hal ini parpol, karena untuk menciptakan perubahan yang nyata dibutuhkan kekuatan politik. Jika dahulu saya berjuang lewat demonstrasi, sekarang semoga dapat melalui DPR,” ucapnya.
Pendapat hampir senada disampaikan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98) Adian Napitupulu. ”Salah satu rekomendasi Pertemuan Nasional Pena 98 pada Juni 2007 adalah berusaha masuk ke ruang politik legal untuk memastikan ada perubahan seperti yang diharapkan. Sebab, setelah direfleksikan, gerakan kami selama ini punya satu kekurangan, yaitu kami tidak punya kemampuan untuk melaksanakan kebijakan. Kami mencoba mengatasi masalah itu dengan masuk ke parlemen,” kata Adian.
Sebagai bagian dari pelaksanaan rekomendasi tersebut, lanjut Adian, sebagian anggota Pena 98 sekarang tersebar menjadi caleg di 23 provinsi, baik untuk tingkat pusat maupun provinsi, dengan berbagai nomor urut dan partai politik.
Pius Lustrilanang, salah satu korban selamat dari penculikan aktivis 1997-1998, juga memutuskan masuk daftar caleg dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) karena berpandangan, pelaksanaan perubahan membutuhkan kekuatan politik.
Saat disinggung bukankah anggota Gerindra antara lain Prabowo Subianto dan Muchdi Pr, dua mantan perwira tinggi TNI yang harus melepaskan jabatannya karena diduga ikut bertanggung jawab dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998, Pius menjawab, ”Dalam politik tidak ada kawan atau lawan abadi. Selain itu, keterlibatan mereka dalam kasus itu sudah selesai secara hukum.”
Bahkan, lanjut Pius, bergabungnya dia di Gerindra sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi nasional, yang merupakan salah satu modal penting yang dibutuhkan Indonesia untuk maju.
”Mereka yang mengaku reformis sekarang sikapnya juga banyak yang sama dengan Orde Baru, keras kepala dan otoriter. Jadi, akhirnya semua tergantung orangnya, dengan komitmennya,” tegasnya.
Sebelum bergabung dengan Gerindra, Pius pernah menjadi anggota PDI-P dan Partai Demokrasi Pembaruan, serta mendirikan Partai Persatuan Nasional.
Selain didorong oleh cita-cita untuk melakukan perubahan, ada juga aktivis yang memutuskan menjadi caleg karena ingin memperoleh pengalaman berpolitik. ”Selain ingin belajar, kebetulan ada peluang kuota 30 persen perempuan sehingga saya memanfaatkannya,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat Agung Putri.
Kaderisasi
Apa pun alasan atau pertimbangannya, dalam alam demokrasi seperti sekarang sah-sah saja para mantan aktivis itu terjun ke politik praktis. Itu adalah bagian dari hak politik mereka sebagai warga negara. Keputusan mereka terjun menjadi caleg ini pun dinilai penting bagi kaderisasi kepemimpinan nasional.
Dalam sistem politik yang terbuka seperti saat ini, perbaikan kehidupan berbangsa tidak cukup dilakukan dengan berteriak-teriak, memberikan koreksi dari luar sistem. Dibutuhkan sejumlah orang baik dan berkualitas untuk masuk ke dalam sistem guna memperbaiki dari dalam.
Bahkan, kebangkitan Indonesia diyakini akan lebih cepat terjadi jika ada jaringan kerja dan komunikasi yang intensif antara mereka yang berada di dalam dan luar sistem.
Namun, di sisi lain, masuknya para aktivis yang rekam jejaknya masih relatif bersih dan muda ini dalam daftar caleg juga menguntungkan parpol pengusungnya. Para aktivis itu dapat ”menutup” sejumlah catatan buruk parpol di masa lalu. Bahkan, parpol itu dapat dinilai ”reformis” atau menjanjikan perubahan. Citra itu tentu dibutuhkan untuk menambah perolehan suara di Pemilu 2009.
Keberadaan para mantan aktivis itu juga akan menambah posisi tawar parpol yang bersangkutan ketika kelak harus membangun koalisi atau bekerja sama dengan kekuatan politik lain.
Akhirnya, kelak waktu yang akan menjelaskan alasan utama dan sebenarnya dari bergabungnya para mantan aktivis itu menjadi caleg. Apakah sungguh karena alasan taktis, yaitu untuk mengefektifkan perjuangan membangun Indonesia yang lebih baik?
Atau hanya karena alasan pragmatis, yaitu karena tidak tahan untuk mencoba menikmati manisnya madu kekuasaan? Atau, bisa juga hanya bagian dari upaya pemenuhan hasrat petualangan belaka.
Yang jelas, aktivis 1966, Soe Hok Gie, pernah menyayangkan sikap sebagian temannya yang mulai melupakan komitmennya karena terlalu menikmati nyamannya naik sedan Holden.
Semoga kekecewaan itu tidak kembali terulang.…
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 08-26-2008, 08:33 AM
DaryL's Avatar
DaryL DaryL is offline
Member
 

Join Date: May 2008
Location: In front of the silent dull monitor
Posts: 368
Thanks: 0
Thanked 2 Times in 2 Posts
DaryL is on a distinguished road
Default Re: Dari aktivis mahasiswa menuju kursi dewan

Bro, fenomena masuknya aktivis mahasiswa ke dunia politik bukan hal baru, bisa dikatakan basilah; hampir sebagian besar politisi yang kini menyesaki gedung parlemen dulu adalah aktivis mahasiswa. Contoh Akbar Tandjung, Fahmi Idris, Pramono Anung, Hatta Rajasa, Zulvan Lindan, dan Marwah Daud, terbentang dari angkatan 1966, 1974, 1977/1978, dan 1980/1990-an dlsb.
__________________
hi keknya p'rnah liyat deh tp d'mna y
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 08-26-2008, 09:21 AM
hatinurani's Avatar
hatinurani hatinurani is offline
Senior Member
 

Join Date: Jun 2008
Location: sukabumi
Posts: 2,138
Thanks: 4
Thanked 5 Times in 2 Posts
hatinurani is on a distinguished road
Send a message via Skype™ to hatinurani
Default Re: Dari aktivis mahasiswa menuju kursi dewan

Waktulah yang akan menjadi saksi apakah aktivis2 mahasiswa ini tetap menjadi seorang idealis,vokal (positif),pionir perubahan atau sama seperti2 pendahulu2 mereka yg ketika telah berada dalam lingkaran kekuasaan orientasinya lebih ke kepentingan partai dan pribadi... hanya manusia2 yg mempunyai mental pejuang dan cinta tanah air yg akan merubah bangsa ini ke arah yg lebih baik...
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 08-26-2008, 09:35 AM
yoed2000 yoed2000 is offline
Member
 

Join Date: Mar 2008
Posts: 173
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
yoed2000 is on a distinguished road
Default Re: Dari aktivis mahasiswa menuju kursi dewan

Quote:
Originally Posted by DaryL View Post
Bro, fenomena masuknya aktivis mahasiswa ke dunia politik bukan hal baru, bisa dikatakan basilah; hampir sebagian besar politisi yang kini menyesaki gedung parlemen dulu adalah aktivis mahasiswa. Contoh Akbar Tandjung, Fahmi Idris, Pramono Anung, Hatta Rajasa, Zulvan Lindan, dan Marwah Daud, terbentang dari angkatan 1966, 1974, 1977/1978, dan 1980/1990-an dlsb.
Betul Mas, ini bukan hal baru, tetapi tidak basi karena masih relevan nyatanya masih terjadi pada saat ini dan tetap perlu diamati supaya tidak terulang lagi kesalahan masa lalu, supaya kita tidak lupa. Bukankah salah satu kelemahan bangsa kita adalah sering lupa sejarah..?
Seperti juga kasus korupsi, penyalahgunaan jabatan dan sebagainya kalau dipikir juga sudah terjadi sejak jaman Majapahit, tetapi sampai sekarang juga masih terjadi kan.
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 08-26-2008, 12:13 PM
andir andir is offline
Senior Member
 

Join Date: Jan 2008
Posts: 2,244
Thanks: 0
Thanked 9 Times in 7 Posts
andir is on a distinguished road
Default Re: Dari aktivis mahasiswa menuju kursi dewan

fenomena ini sebenarnya sudah berlangsung sejak negara kita belum merdeka, aktivis yang gigih memperjuangkan kemerdekaan itu juga kan di pelopori oleh para aktivis mahasiswa, bedanya kalau dulu mayoritas kuliahnya di Walanda, kalau sekarang aktivis kampus maupun non kampus kalau sudah menjadi Wakil Rakyat di Senayan itu sudah pada lupa apa yang pernah di lontarkan semasa menjadi aktivis, mungkin karena fasilitas yang memadai sebagai anggota Dewan sehingga lupa mau meyuarakan aspirasi masyarakat yang dulunya pernah di kumandangkan.
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 08-26-2008, 12:18 PM
alindri's Avatar
alindri alindri is offline
Moderator
 

Join Date: Jan 2008
Location: di rumah......
Posts: 9,215
Thanks: 0
Thanked 23 Times in 6 Posts
alindri will become famous soon enough
Default Re: Dari aktivis mahasiswa menuju kursi dewan

kalau trus mempertahankan idealisme jadi aktivis kantongnya kering
nach kalau ikutan duduk di senayan kan enak, rumah gratis, listrik, air, telpon gratis......gaji gedhe , belom lagi uang sidang, uang cuti, uang ini itu dan bonus jalan2 ke LN...
siapa yang gak tergiur bo'....
__________________
c yau
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 08-26-2008, 01:08 PM
yoed2000 yoed2000 is offline
Member
 

Join Date: Mar 2008
Posts: 173
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
yoed2000 is on a distinguished road
Default Re: Dari aktivis mahasiswa menuju kursi dewan

Tapi kalo emang mo bekerja untuk rakyat, kenapa gak masuk di eksekutif aja kan lebih jelas. DPR karyanya apa??? RUU hampir semuanya dari eksekutif, yang melaksanakan juga eksekutif, DPR tinggal bahas dan menyetujui aja. Penegakan hukum di tangan eksekutif dan yudikatif, justru legislatif yg akhir2 ini jadi korban. Terus hasil pekerjaan DPR yg konkrit apaan..? Study banding ke LN pun juga gak jelas hasilnya. DPR lebih banyak bikin ribet aja.
Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 08-26-2008, 01:30 PM
innocent's Avatar
innocent innocent is offline
Senior Member
 

Join Date: Jul 2008
Location: on my bed
Posts: 1,018
Thanks: 4
Thanked 4 Times in 3 Posts
innocent is on a distinguished road
Default Re: Dari aktivis mahasiswa menuju kursi dewan

Quote:
Originally Posted by yoed2000 View Post
Tapi kalo emang mo bekerja untuk rakyat, kenapa gak masuk di eksekutif aja kan lebih jelas. DPR karyanya apa??? RUU hampir semuanya dari eksekutif, yang melaksanakan juga eksekutif, DPR tinggal bahas dan menyetujui aja. Penegakan hukum di tangan eksekutif dan yudikatif, justru legislatif yg akhir2 ini jadi korban. Terus hasil pekerjaan DPR yg konkrit apaan..? Study banding ke LN pun juga gak jelas hasilnya. DPR lebih banyak bikin ribet aja.
Mas... mas... DPR tuh lembaga, yg ribet manusianya... sama kayak Indonesia yg indah, yg bikin Indonesia kelihatan jelek kan manusianya...
__________________
Enjoy while you can!
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 08-26-2008, 01:41 PM
nanang_handoko's Avatar
nanang_handoko nanang_handoko is online now
Member
 

Join Date: Apr 2008
Location: Gunungkidul; kering tapi menyenangkan
Posts: 345
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
nanang_handoko is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to nanang_handoko
Default Re: Dari aktivis mahasiswa menuju kursi dewan

Quote:
Originally Posted by alindri View Post
kalau trus mempertahankan idealisme jadi aktivis kantongnya kering
nach kalau ikutan duduk di senayan kan enak, rumah gratis, listrik, air, telpon gratis......gaji gedhe , belom lagi uang sidang, uang cuti, uang ini itu dan bonus jalan2 ke LN...
siapa yang gak tergiur bo'....

Positive thinking saja lah .................
Jika masuk senayan tanpa melalui perjalanan hidup sebagai aktifis mahasiswa, mau dibawa kemana Indonesia?
Paling tidak para aktifis mempunyai idealisme, daripada hanya yang bermodal kepopuleran semata.
Reply With Quote
  #10 (permalink)  
Old 08-26-2008, 03:03 PM
hon_hon hon_hon is offline
Member
 

Join Date: Jul 2008
Location: Indonesia Tercinta
Posts: 177
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
hon_hon is on a distinguished road
Angry Re: Dari aktivis mahasiswa menuju kursi dewan

Waduk lah....kalo aktivis mahasiswa ikutan partai....waduk lah....geuleuh
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On
Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 07:31 PM.



Copyright © 2008 KOMPAS.com. All rights reserved

Content Relevant URLs by vBSEO 3.2.0