Berbicara solusi dari sumbangan pikiran gampang. Tapi output yg dihasilkan apakah akan terimplementasikan?
Permasalahan ikan berkaitan dengan permasalahan kelautan dan percabangannya terkait dengan polusi, pencurian, terumbu karang yang rusak,minimnya kapal penangkap ikan berkapasitas besar d berteknologi canggih, dll.(terlalu banyak faktor yang mempengaruhinya-silahkan ditambah kalo ada yg ingin)
Memang rata-rata pelayan kita tidak mampu utk memiliki kapal penangkap ikan yang berteknologi canggih d berkapasitas besar secara mandiri, sehingga nelayan hanya mampu menangkap ikan ala kadarnya.Sudah sewajibnya pemerintah turun tangan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pemerintah yang cerdas adalah pemerintah yang memanfaatkan sumber daya manusia yang mampu mengentaskan permasalahan yang ada.
Nah pengkajian permasalahan ikan sangat luas. Kalau mau dijabarkan, silahkan...yang penting satu hal, output of discussion harus terimplementasikan.![]()
Ternyata.... bukan cuma ayam yang di import tetapi kini juga bakal ada ikan import!
+++ all that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing +++
Fenomena ini sudah lama Tri.
Kemarin (beberapa hari yang lalu), petugas bea cukai, imigrasi, KKP, dinas KP menyita kapal ikan berisi ikan teri impor di pelabuhan daerah malang, kemudian lebih ke belakang sarden impor masuk lewat Belawan dan stlh dilakukan pemeriksaan lab ternyata mengandung formalin.
Negeri ini kaya ikan, negeri ini subur karena tanahnya diberkati oleh abu2 vulkanik dari gunung2 berapi. Kandungan migasnya nya pun luar biasa.
Apa daya, pemimpin negeri ini tidak bisa mengolahnya dengan baik......![]()
The religious moderate is nothing more than a failed fundamentalist. (Harris, Sam)
Durga Umayi. Dagelan. Negeri ini banyak 'ndagel'. Saya sampai terbengong2 membaca dimedia online ttg bagaimana pengamanan UNAS dilakukan. Bayangkan betapa bobroknya sistem kita saat ini, dan hal ini sangat disadari sepenuhnya terbukti pemerintah sampai kelabakan mencoba untuk mencegah terjadinya penyimpangan yang 'biasa' terjadi. Yang paling memprihatinkan adalah kebobrokan ini sudah merambah instansi pendidikan. Instansi yang menjadi kawah Candradimuka generasi masa depan bangsa ini.
Kalau memang begitu repotnya sistem yang ada berarti sistem ini tidak praktikal. Sistem pendidikan kita mesti diREFORMASI secara total. Kenapa harus ada lulus dan tidak lulus? Kenapa harus ada periode ujian? Tujuan pendidikan itu sendiri apa? Mendidik atau sekedar mengajar ilmu? Untuk yang sepenting inipun pemerintah kita yang konon seharusnya adalah putra2 terbaik yang terpilih (sekarang setahu saya cuma sekedar TERPILIH saja), tidak berani berpikir out of the box. System pendidikan sekarang ini adalah system pendidikan 'zaman batu' yang sudah out of date, termasuk sekolah di luar negeri sekalipun. Pendidikan sudah disederhanakan sekedar menjadi pengajaran ilmu. Interaksi sosial menjadi terbatas dan manusia cenderung individualis karena beban pelajaran yang overloaded dengan 'NOISE'. Pelajaran seni rupa misalnya kenapa harus dinilai? Apanya yang mau diukur dengan kuantitas nilai tsb? Matematika selalu jadi momok karena memang ditampilkan menakutkan. Yang jadi korban adalah anak2 SD, SMP, SMA. Masa2 kritikal pembentukan karakter manusia. Dalam sistem sekarang mental mereka tertindas bahkan teramputasi. UNAS yang harusnya cuma sebagai barometer pengukuran sudah berubah menjadi momok yang ditidak bisa dinalar, yang sampai harus dihadapi tidak lagi dengan otak, melainkan dengan melibatkan kekuatan supranatural.
Bukankah ini DAGELAN paling IRONIS yang sedang dipertontonkan pemerintah Indonesia? Seperti keputusan untuk mengimport ikan, mengimport garam, mengimport palawija. Kalau dalam demokrasi, pemerintah mewakili bangsa ini, maka bangsa ini sudah ditampilkan sebagai BANGSA PEMALAS yang tidak mau berpikir bagaimana menyelesaikan masalah secara tuntas. Problem solving yang dilakukan hanyalah sekedar me'manage' masalah supaya tidak menjadi besar.
+++ all that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing +++
Menurut saya, asal terbanding antara ekspor dan impor, sebenarnya cukup alami. Asal kita jangan impor saja dan nggak ada ekspor, itu yang berbahaya.
sy pikir gpp sich kalo ikannya ikan yg mmg gk ada/gak bisa hidup di laut indonesia...
mis ikan salmon
Bookmarks