
Originally Posted by
dr_nandy
kan saya sudah bilang, kita bicara hak dan kewajiban, juga tanggung jawab. Kewajiban kita ya bayar donk, yang tidak mampu itu yang perlu diurus negara. Yang belum dapat pasokan listrik, itu yang perlu diurus negara, dan pemerintah jangan sibuk urus jawa saja. Kita yang orang jawa sudah dimanjakan selama ini, karena kita 58% populasi. Mereka yang nggak punya listrik nggak bisa ikut ribut mas, mereka menunggu kapan listrik datang. Teman saya sesama studi dulu, sampai dia lulus SMA kampungnya tidak ada listrik. Jadi kalau saya yang lebih penting kritik pemerataan pembangunan daripada urusan bayar membayar.
Eh maspras kok gak nanggapi banyak komentar saya? sekarang saya tanya, perlu tidak sebagai warga negara, terlepas dari bobroknya pengelolaan negara, kita ikut memelihara keberlangsungan negara bukan hanya negara yang melindungi rakyat?
Pertanyaan kedua, anda sendiri mulai masuk ke ranah penghasilan kan, nah saya beritahu saya lanjut sekolah mas, saya tidak terima gaji, tidak bekerja, istri tidak bekerja karena mengasuh anak, tapi saya masih merasa mampu membayar kenaikan tarif listrik, dilain kesempatan yang lebih nyata, bukan dalam forum virtual, saya lebih suka mendiskusikan pemerataan pembangunan. Dan saya masih merasa mampu, karena pasti PLN punya hitungan tersendiri (saya berikan kepercayaan). Nah saya tanya, anda masuk golongan mampu nggak?
Jadi kita perlu banyak belajar IKHLAS di kehidupan bernegara kita, berat lho itu. Dan sekali lagi tetap berharap pengelolaan keuangan dalam hal ini manajemen PLN harus makin baik. Berikan kepercayaan itu penting.
Btw, kalau mau tahu kebijakan yang lebih aneh, agak OOT ya,
- Jerman punya pajak penyetaraan ditujukan untuk penduduk barat, uangnya untuk pembangunan jerman timur
- Saya juga pernah mendengar dari diskusi teman, ada yang namanya pajak gereja
- Ada lagi pajak dosa untuk rokok dan minuman beralkohol
btw juga anda bilang norwegia kaya alamnya, lha teman-teman bilang Indonesia apa donk? yang saya lihat disini hamparan batu cadas dan salju
dan rakyatnya setuju-setuju saja tuh
Bookmarks