Ambang Tumbangnya Koruptor Hambalang
Dalam sebuah e-artikel dengan judul yang sama yang situsnya dapat dibuka pada
http://unik.kompasiana.com/2011/07/1...tor-hambalang/
Ada pernyataan ditulis sesaat setelah sang mantan bendahara di mancanegara
Cuap-cuap nyatakan bahwa bukan dirinya paling tanggung jawab dalam ini perkara
Karena sang bos yang punya strategi kerja dan rencana, hanya anehnya kata dia
Meskipun ini sudah disampaikan depan TPF dan dewan pembina eh, tetap saja
Dirinya yang dianggap paling bersalah jadi sutradara besar dibalik ini perkara.
Tentu saja sang mantan bendahara berang luar biasa, tapi sepertinya dia lupa
Bahwa dalam politik korbankan bidak untuk selamatkan perwira, hal yang biasa.
Karenanya ... ha ... ha ... ha ... engkau ini bagaimana, wahai mantan bendahara
Selama masih bisa tentu engkau saja yang akan jadi tumbal sedangkan mereka
Akan terus asyik bercanda dan siapkan strategi baru guna keruk uang negara.
Hanya saja ... entah ini kebetulan atau memang sudah takdir yang maha kuasa
Skenario yang disiapkan tidak jalan, engkau tertangkap dan para pejabat KPK
Berganti nama serta wajah dan akibat logisnya tentu saja jadi mudah diterka.
Perlahan tetapi pasti semua sutradara akan terkuak dan dijadikan tersangka.
E-artikel ditutup dengan berkata meskipun yang disampaikan si Nazar secara
Legal formal memang masih harus dibuktikan tapi adalah terlalu mengada-ada
Serta naif kalau katakan para elit puncak partai demokrat sama sekali tidak ada
Yang mengetahui masalah ini, termasuk sang ketua dan para dewan pembina.
Memang berat ungkapkan kebenaran, apalagi kebenaran tampar sendiri nih muka.
Hanya rasanya lebih baik tampar sendiri sekarang, daripada tamparan datang tiba
Dari orang-orang di luar sana, karenanya ayo dewan pembina buka saja semuanya
Mungkin tak perlu dibuka lewat pidato di depan publik, yang hanya naikkan citra
Tetapi cukup dengan tindakan langsung, pecat saja semua elit partai pendusta,
Yang tidak jujur, korup dan keahliannya sogok sana sogok sini pakai uang negara.
Sang jelita yang mantan pujaan kaum gadis remaja eh sekarang jadi tersangka,
Dan hampir pasti ini nona jelita membuka perilaku curang dan kata-kata dusta
Dari elit partai dan para kolega yang ... kata dia ... tega-teganya korbankan dia
Yang sudah berbuat banyak hal dan usaha guna majukan partai dan elit-elitnya.
Perkara wisma atlit memang jauh dari final dan selesai tetapi konon kabarnya,
Proyek hambalang lebih dahsyat lagi permainannya karena ratusan milyar dana
Mengalir sampai jauh sebelum masuk kocek para elit partai termasuk sang ketua.
Jika ini memang benar adanya lalu bagaimana bisa mereka, terutama itu ketua
Tetap dengan wajah tenang di depan kamera media berkata bahwa semua berita
Dusta dan tidak benar adanya, lalu ... ini yang tidak masuk dan akal dan logika,
Tugas partai, ketua umum dan jajarannya adalah kerja, kerja, dan kerja, bukannya
Urusi berita dusta yang disebarkan segelintir orang yang tak bagus kredibilitasnya.
Tentu saja slogan kerja, kerja, dan kerja, bagus dan tepat dijalankan siapa saja,
Tetapi kalau slogan nan luar biasa ini dijadikan tameng perilaku korup dan dusta
Tentu saja tidak bisa diterima, karenanya walau belum sandang status tersangka
Tetapi karena si jelita pujaan kaum remaja sudah tak mungkin hindari perkara
Dan sudah pasti jalan berkelok yang ditempuhnya akan sampai juga ke ketua
Kan lebih baik sekarang saja para pendusta ini diistirahatkan dari ruang kerja
Daripada nanti setelah dipaksa KPK dengan status pendusta dan tersangka.
Dengan catatan kalau pihak istana benar tak ikut terlibat dalam jalinan dusta.
Dr. Tri Budhi Sastrio – tribudhis@yahoo.com


3Likes
LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote
TAU SAMA TAU AJA .... 

Bookmarks