Results 1 to 6 of 6

Thread: Hakim Marzuki & Nenek Pencuri Singkong (True or False ? )


  1. #1
    Contributor wilf's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Posts
    3,835
    Rep Power
    10

    Hakim Marzuki & Nenek Pencuri Singkong (True or False ? )

    hari ini menerima kiriman brodcast message BBM mengenai kisah tersebut di bawah ini :


    NENEK CURI SINGKONG dan HAKIM HEBAT


    Kasus tahun 2011 lalu di Kabupaten Prabumulih, Sumsel (kisah nyata),

    …… di ruang sidang pengadilan, hakim MARZUKI duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,….
    namun manajer PT Andalas kertas (Bakrie Grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bag warga lainnya.

    Hakim MARZUKI menghela nafas. Dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, "Maafkan saya", katanya sambil memandang nenek itu.

    ”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU".

    Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin.

    ‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir diruang sidang ini sebesar Rp 50 ribu, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya, saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

    Sampai palu diketuk dan hakim MARZUKI meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang Rp 3,5 juta, termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT Andalas kertas yang tersipu malu karena telah menuntutnya.

    Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh hakim berhati mulia.

    --------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    Apakah kisah ini benar adanya?
    jika benar, sang hakim pantas diacungin jempol atas keputusan yang diambilnya.
    " kebenaran akan membenarkan kebenaran itu sendiri"

  2. #2
    Senior Contributor ntarluq's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    8,514
    Rep Power
    0

    Re: Hakim Marzuki & Nenek Pencuri Singkong (True or False ? )

    Saya setuju bahwa hukuman tetap dijatuhkan sesuai hukum ....(sbg bentuk PENEGAKAN HUKUM) ,, dan lebih setuju lagi pada tindakan penggalangan dana bagi membantu terdakwa agar bisa membayar denda hingga bebas dari hukuman yg diputus tadi ....(sbg bentuk PENEGAKAN KEADILAN)
    Last edited by ntarluq; 08-02-12 at 06:27 PM.
    1+1+1=1 (?) TAU SAMA TAU AJA ....

  3. #3
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,167
    Rep Power
    23

    Re: Hakim Marzuki & Nenek Pencuri Singkong (True or False ? )

    cerita ini masih belum dapat dikonfirmasikan kebenarannya..

    jikalau ternyata fiktif, tulisan ini cocok untuk diambil nilai moralnya..
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  4. #4
    Contributor tamandewi's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    http://tips-cara.info
    Posts
    3,798
    Rep Power
    6

    Re: Hakim Marzuki & Nenek Pencuri Singkong (True or False ? )

    setuju, kalau benar kok ndak ramai di media ya...
    Quote Originally Posted by maspras View Post
    cerita ini masih belum dapat dikonfirmasikan kebenarannya..

    jikalau ternyata fiktif, tulisan ini cocok untuk diambil nilai moralnya..

  5. #5
    Contributor bemine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,692
    Rep Power
    13

    Re: Hakim Marzuki & Nenek Pencuri Singkong (True or False ? )

    FYI itu hoax.

    ini ulasannya gue copas dari kompasiana

    Siang ini (seperti biasa) saya browsing sekadar untuk refreshing saat jam makan siang. Dan saya menemukan kisah “Nenek Pencuri Singkong Dan Hakim Hebat” diposting di beberapa forum & blog; bahkan di kompasiana sendiri ada dua postingan tentang hal ini.



    1. http://sosbud.kompasiana.com/2012/02...n-hakim-hebat/
    2. http://hukum.kompasiana.com/2012/02/...n-hakim-hebat/

    Untuk yang belum baca kisahnya, ini saya copy-paste dari salah satu blog di kompasiana

    Kasus tahun 2011 lalu di Kab. Prabumulih, Lampung (kisah nyata),…… diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,…. namun manajer PT Andalas kertas (Bakrie grup) tetap pada tuntutannya, agar menjd contoh bg warga lainnya. Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, ‘maafkan saya’, ktnya sambil memandang nenek itu,. ’saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jd anda hrs dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda hrs msk penjara 2,5 tahun, spt tuntutan jaksa PU’.
    Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin.
    ‘Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorg kelaparan sampai hrs mencuri utk memberi mkn cucunya, sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kpd terdakwa.”
    Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termsk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT Andalas kertas yg tersipu malu krn telah menuntutnya. Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh hakim berhati mulia.
    Kisahnya sih menyentuh, tapi ketika membacanya saya justru merasa banyak kejanggalan di dalamnya.
    Seperti:



    1. Memangnya seorang hakim, bisa menjatuhkan denda seperti itu?
    2. Duitnya dimasukan ke toga? Toga siapa? Siapa yang pakai toga? dan
    3. (harusnya) ini kasus yang luar biasa: rakyat jelata vs Grup Bakrie. Menurut saya tidak mungkin media tidak mengendus hal ini. Logikanya: Kalau si nenek pergi dengan 3.5 juta (plus dia harus membayar denda 1 juta). Maka dari sumbangan dia dapat 4.5 juta. Kalau setiap orang didenda 50ribu. Maka butuh berapa orang untuk mengumpulakan uang senilai 4,5 juta rupiah? Sebuah sidang yang cukup besar seharusnya. Dan pers tidak ada yang sadar?

    Saya coba mencari data & fakta sebanyak mungkin soal kasus ini. Hasilnya saya menemukan:


    • Daerah Prabumulih tidak berada di Lampung, tapi di Sumatera Selatan,
    • PT. Andalas di Prabumulih tidak memproduksi kertas tapi logam, dan
    • Grup Bakrie tidak pernah terjun dalam bisnis kertas.

    Terakhir, saya menemukan kisah yang mirip (tapi versi luar negeri):

    snopes.com: Fiorello La Guardia Legend

    Artinya apa?


    Jelas kisah tersebut merupakan hasil modifikasi, dan sengaja disebar untuk memfitnah Grup Bakrie. Orang mudah terenyuh oleh kisah dramatis (si nenek) dan heroisme (si hakim), dan ketika membaca kisah ini orang cenderung tidak kroscek kebenaran kisahnya. Terlebih dengan kondisi Bakrie yang sering dicitrakan secara negatif oleh berbagai media.


    Teknologi jelas semakin mempermudah & mempercepat laju penyebaran berita (komunikasi), tapi seharusnya kita sadari hal itu untuk memfilter setiap informasi yang datang ke kita. Jangan sampai kita mudah terbawa emosi, dan terjebak menjadi agen penyebar fitnah.


    Salam.

  6. #6
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,167
    Rep Power
    23

    Re: Hakim Marzuki & Nenek Pencuri Singkong (True or False ? )

    tu kan bener...

    diambil hikmahnya aja...

    Undang2, keadilan, hukum dan penegakannya...
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0