LENSAINDONESIA.COM: Negara Indonesia kedepan diperkirakan akan menghadapi ancaman terjadinya rawan pangan. Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah harus jeli melihat kebutuhan pokok di negara ini.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menyampaikan, di tengah maraknya pertumbuhan ekonomi pembangunan, pemerintah perlu lebih memperhatikan persoalan pangan. Khususnya pada komoditi beras.
Ia khawatir dalam beberapa waktu kedepan, Indonesia malah tidak mampu mengatasi persoalan kebutuhan yang paling mendasar.
“Justru saya khawatir kedepan malah yang terjadi adalah rawan pangan. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” terang Dahlan, beberapa waktu lalu.
Disebutkan, dari seluruh pimpinan daerah se-Indonesia, hanya tiga Gubernur yang dianggap serius memikirkan beras. Diantaranya, Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Gubernur Jatim Soekarwo, dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
“Untuk mengantisipasinya kami akan programkan percetakan sawah baru sekitar 100 ribu hektar di seluruh daerah. Ini agar tidak lagi krisis, apalagi negara kita menjadi salah satu lumbung pangan. Tentunya percetakan sawah baru ini untuk menambah intensifikasi 300 ribu ton sawah,” ujarnya.
Terpisah, Gubernur Jatim Soekarwo, menyatakan, untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan, Jatim prediksi akan memberikan 5 juta ton beras untuk nasional. Saat ini sisa produksi beras di Jatim sebesar 7,1 juta ton.
Kondisi beras Indonesia, lanjutnya memerlukan kelebihan beras sekitar 6 juta ton. Sementara Indeks Pertanian (IP) Jatim 1,86. Olehnya, dengan luas yang sama, pengairan akan ditingkatkan.
“Dari tanah menjadi irigasi teknis, terutama di bengawan solo, bengawan pedadung, daerah Madura,”
Disebutkan, jika IP Jatim mencapai 2,3 Jatim prediksi mengalami kelebihan produksi beras sekitar 5,9 juta ton. Dari jumlah produksi tersebut, secara nasional Jatim bisa menaikkan indeks pertanaman. panji
Siapkan Ratusan Ribu Hektar, Tingkatkan Kapasitas Intensifikasi Sawah | lensaINDONESIA



LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote
Bookmarks