---------------------------------------------------------------------
Yup setuju, saya juga pernah diskusi dengan teman yang Budha. Dia baiknya minta ammmpppuunnn saya kadang bilang ke dia, kamu ini terlalu baik tetapi harus hati-hati ya dengan kebaikanmu takutnya nanti dimanfaatin orang...
Teman saya ini bilang, dia percaya bahwa apa yang kita lakukan saat ini akan berakibat bagi kita dikehidupan selanjutnya, misalnya binatang anjing bagi teman saya dalam kehidupan sebelumnya adalah manusia juga, namun karena dalam kehidupan sebelumnya kelakukan si manusia ini minus maka dia menjadi anjing...
Nah karena dia takut dalam kehidupan selanjutnya mencermikan apa yang dia lakukan sekarang maka dia selalu melakukan perbuatan2 yang baik dan tidak pernah merugikan orang... dan ini memang terbukti...
Menurut saya pribadi inilah yang kurang ditekankan oleh pemuka Agama saat ini dimana iman/agama tanpa perbuatan "nyata" adalah sia-sia...
@Ki Sunda, bagi saya agama/iman (termasuk surga dan neraka) tidak bisa dilogika, karena ini berkaitan dengan rasa dan kata hati serta kepercayaan... Analoginya sama seperti ketika anda memilih pasangan hidup... Waktu masih muda dulu banyak gadis yang lebih cantik, lebih pintar dan lebih kaya yang mau sama saya (Narsis Mode On) tetapi saya pilih gadis yang menjadi istri saya saat ini walaupun kata orang agak jelek lah, kurang pantas buat saya dan kurang lainnya tetapi karena saya merasa lebih cocok dan kata hati saya klop ya saya tetap pilih saja... dan ternyata saya lebih bahagia....
Jadi lakukan saja apa yang menurut Ki Sunda baik dan sesuai dengan keinganan dan kata hati serta tidak merugikan orang lain karena disitulah letak surga sebenarnya....![]()
Saya juga setuju dengan pendapat ki sunda ,sine,bung fidel,panis dan mbak chece.
Bahwa hidup manusia nih kesimpulannya adalah pilihan.U are what ur choice.
Mau ikut Tuhan atau ikut setan? Yang pasti keduanya jelas berbeda.jadi harus pilih salah satu dan ga bisa keduanya.Dan akhirnya pasti surga ama Tuhan atau neraka ama setan.
ada pertanyaan untuk mbak mea..
Mbak bukkannya yg kebanyakan orang china lakukan cuma budaya dan adat istiadat (menyembah berhala,dll)?Maksud dari atheis menurutku ga percaya Tuhan (CMIIW) dan yang chinesm lakukan kan menyembah dewa langit,roh nenek moyang dll bukan Tuhan?
....I'm not a perfect person but I learn to be perfect....
Pertanyaan Aki ini sangat menarik. paling tidak menandakan kl Aki ini berusaha untuk mengenal PenciptanyaUntuk segala sesuatu yang ingin kita kuasai/pahami tentu kita harus pelajari. dan pertanyaan2 seperti ini janganlah kita tabukan.
Proses mengenal pencipta oleh ciptaannya tentu saja dgn kemampuan yang dimiliki oleh ciptaan, dalam hal ini dengan akal pikiran dan budi pekerti kita. Namun disini diperlukan sikap kerendahan hati untuk menyadari, memahami ada bagian2 tertentu yang diluar kemampuan berpikir kita, yang kemudian kita sebut dengan iman. [the substance of things hoped for, the evidence of things not see]
Pencipta tidak pernah menciptakan sebuah institusi yang akan menyusahkan ciptaannya. Namun karena Kasih, dia memberikan ciptaannya pilihan2 dalam hidup. Tuhan tidak menciptakan manusia layaknya robot.
Atas pilihan2 yang kita buat, dia memintakan pertanggungjawaban kita sbgai ciptaan. atas semua yang telah diberikan pada kita, apa yg telah kita hasilkan?
Untuk hal yang tidak mampu dipikirkan, dipecahkan dan di"logika"kan oleh ciptannya, terkadang Pencipta yang mendekatkan diri dan memberi pencerahan.baik yahhhh..hehe
![]()
...
Last edited by Fidel Castro; 19-09-08 at 10:54 AM.
No Regrets
Mempercayai adanya syurga & neraka, itu adalah merupakan bagian dari iman. Saya menanggapi hal ini sebagai seorang penganut agama Islam. Dengan adanya syurga & neraka, itu merupakan balasan yang akan diterima oleh manusia sebagai makhlukNya atas perbuatan yang mereka lakukan selama di dunia ini.
Dengan adanya neraka, itu merupakan bukti keadilan Allah SWT/Tuhan YME, yaitu tempat yang disediakan bagi mereka yang telah berbuat dosa selama di dunia ini. Gak bedanya juga dengan penjara yang ada di dunia ini. Tempat tsb disediakan bagi mereka yang telah melakukan tindakan kejahatan.
Mengenai jenis hukuman yang akan diterima oleh penghuninya (neraka/penjara), itu tergantung dari kesalahan/dosa yang telah diperbuatnya. Jika kesalahan/dosanya ringan, maka hukumannya juga akan ringan, & sebaliknya, jika kesalahan/dosanya berat, maka hukumannya juga akan berat. Gambaran neraka yang begitu kejam & menyeramkan, tidak akan membuat manusia menjadi buas seperti srigala. Justru sebaliknya, hal itu akan membuat manusia menjadi takut untuk berbuat dosa/kesalahan (jika mau merenunginya). Karena jika berbuat dosa/kesalahan, maka hukuman seperti itulah yang akan didapatnya (bisa dikatakan sebagai ancaman).
Dengan adanya neraka atau penjara, itu merupakan ancaman & motivasi agar kita jangan sampai berbuat kesalahan/dosa. Jika kita terlanjur berbuat kesalahan/dosa, maka segeralah untuk memperbaikinya dengan bertobat & memohon ampunan.
Kalau begitu bagaimana dengan agnostik? Bagaimana dengan animisme? Saya rasa Chinese ini lebih ke anisme atau agnostic,,, bukan atheis.
kalau atheis, mereka nggak bakal percaya adanya kekuatan apapun selain diri mereka sendiri dong. tapi buktinya mereka percaya, bahkan SPRING FESTIVAL itu maksudnya apa? kan buat mengusir makhluk jahat bernama NIAN, dengan menakuti makhluk itu lewat benda2 merah yang dipercaya merupakan restu dari dewa2, yang selain mengusir si jahat NIAN, juga mendatangkan rejeki.
pengalaman yang cukup menarik waktu saya jalan2 ke kampung Confusius di Qufu,. saya bersama teman saya yang african. di sana ada kuil Konfusius, di mana penjaga kuil mengharuskan kami bersujud di depan patung Konfusius sebanyak 3x agar sang filsuf itu memberkati kehiduoan kami. Kami menolaknya dengan halus, sambil memotret beberapa lembar, lalu berlalu pergi. Tapi apa yang dilakukan Chinese? Mereka sujud 3x sambil membakar insence, memejamkan mata dan mengucapkan permohonan. Setelah mereka selesai, saya tanya mengapa mereka bersujud, apakah mereka Confucianism? Mereka bilang tidak. Karena di 1000 Buddha Mountain mereka juga bersujud tapi mereka juga bukan Buddhism, bahkan di Taishan mountain mereka bersujud lagi buat Daoism, sedang mereka sekali lagi bukan Daoism. Lalu buat apa mereka sujud di setiap kuil? Tujuannya hanya buat meminta sebanyak2nya perlindungan dari dewa...
Kalau mereka benar2 tidak percaya Tuhan, Dewa, atau apapun kekuatan di atas manusia, buat apa mereka meminta perlindungan? Bukankah yang terkuat bagi sang Atheis adalah diri sendiri?
Dari berbagai pengalaman yangs aya lihat itu, saya menyimpulkan, mereka bukan Atheis. Hanya saja mereka tak suka diatur di suatu wadah yang namanya agama... Kalau dibilang animisme atau agnostic, mungkin lbh tepat...
Kembali lagi ke sejarah, daoism, buddhism dan confusianism sangat kental di negara ini. Mungkin ini juga memberi pengaruh pada pola pikir mereka terhadap ketuhanan...
Last edited by Cakrawala Meazza; 19-09-08 at 11:01 AM.
menjelajahi cakrawala dan menuai kata dari langit
jejak-jejak yang tersisa merupakan rahasia hidup
[quote=Ki Sunda;188531]Hampir semua Agama dan semua Budaya menggambarkan Neraka seperti ini :
-Orang yang dibakar;
-Orang yang disiksa tanpa akhir;
-Orang yang digantung;
-Orang yang direbus;
-Orang yang disiram timah panas, dan lain-lain.
Timbul pertanyaan, apakah hukuman yang demikian kejam dan tanpa batas waktu seperti itu mencerminkan Allah yang maha Pengasih ?
Atau, jangan-jangan hanya untuk menakut-nakuti manusia saja agar tidak berbuat jahat ?
Menurut saya, fenomena neraka yang seperti Ki Sunda tersebut merupakan bahasa simbol. Sayangnya bahasa-bahasa tersebut diartikan secara lugas dan sangat kental dengan sistem pendalaman spiritual di Indonesia ini, khususnya Islam yang akhirnya (menurut saya lagi) efek yang ditimbulkan hanya pada kilasan pengertian 'takut' saja dan bukan pemahaman yang 'khusuk'.
pada bulan bintang dan matahari
Ini kan terjemahan bebas bahasanya manusia. Bahasanya Allah?? hanya Allahlah yg punya jawaban. Jika takut ya monggo, enggak juga gak apa-apa. Toh umat manusia juga yg akan menanggung segala konsekuensinya. Siapa menabur benih, dia pula yg akan menuai hasilnya..Simple
Gambaran neraka seperti ini apa tidak menjadi contoh yang buruk, sehingga manusia berlaku kejam dan menjadi srigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus) ?[/quote] Logikanya dimana???
[/quote]
Begini, bung Ojo.
Logikanya : Manusia membuat bentuk-bentuk hukuman yang membuat manusia sangat menderita, dan bahkan mematikan (hukuman mati).
Terhadap orang yang berbuat jahat apakah setiap orang akan membalasnya ? Bukankah ada juga yang mengampuninya ? Apa lagi Allah, yang jelas-jelas MAHA PENGASIH.[/quote]
Setuju Ki, Klo logikanya begini, berarti bukan contoh buruk dong ki, tapi malah menjadi contoh yg baik..![]()
ORAET LABORA PROBONO PUBLICO...sekali berarti...setelah itu mati...
Oh gitu...
Thanks buat penjelasannya mbak, karena kupikir yang namanya atheis itu ga percaya ama Tuhan. Berarti klo gitu di china sama dengan jepang dunk. Orang jepang kan juga suka ikut merayakan semua hari besar agama meskipun bukan agama mereka..dan juga suka ke kuil seperti orang china gitu,minta permohonan pada dewa,Tuhan dll
....I'm not a perfect person but I learn to be perfect....
Bookmarks