---------------------------------------------------------------------
Yup setuju, saya juga pernah diskusi dengan teman yang Budha. Dia baiknya minta ammmpppuunnn saya kadang bilang ke dia, kamu ini terlalu baik tetapi harus hati-hati ya dengan kebaikanmu takutnya nanti dimanfaatin orang...
Teman saya ini bilang, dia percaya bahwa apa yang kita lakukan saat ini akan berakibat bagi kita dikehidupan selanjutnya, misalnya binatang anjing bagi teman saya dalam kehidupan sebelumnya adalah manusia juga, namun karena dalam kehidupan sebelumnya kelakukan si manusia ini minus maka dia menjadi anjing...
Nah karena dia takut dalam kehidupan selanjutnya mencermikan apa yang dia lakukan sekarang maka dia selalu melakukan perbuatan2 yang baik dan tidak pernah merugikan orang... dan ini memang terbukti...
Menurut saya pribadi inilah yang kurang ditekankan oleh pemuka Agama saat ini dimana iman/agama tanpa perbuatan "nyata" adalah sia-sia...
@Ki Sunda, bagi saya agama/iman (termasuk surga dan neraka) tidak bisa dilogika, karena ini berkaitan dengan rasa dan kata hati serta kepercayaan... Analoginya sama seperti ketika anda memilih pasangan hidup... Waktu masih muda dulu banyak gadis yang lebih cantik, lebih pintar dan lebih kaya yang mau sama saya (Narsis Mode On) tetapi saya pilih gadis yang menjadi istri saya saat ini walaupun kata orang agak jelek lah, kurang pantas buat saya dan kurang lainnya tetapi karena saya merasa lebih cocok dan kata hati saya klop ya saya tetap pilih saja... dan ternyata saya lebih bahagia....
Jadi lakukan saja apa yang menurut Ki Sunda baik dan sesuai dengan keinganan dan kata hati serta tidak merugikan orang lain karena disitulah letak surga sebenarnya....

Bookmarks