View Poll Results: Makanan pokok yang anda pilih

Voters
23. You may not vote on this poll
  • Saya Pilih Kentang

    4 17.39%
  • Saya Pilih Singkong

    2 8.70%
  • Saya Pilih Ubi

    1 4.35%
  • Saya tetep pilih Beras / Nasi

    16 69.57%
Page 8 of 18 FirstFirst 1234567891011121314151617 ... LastLast
Results 71 to 80 of 175
Like Tree23Likes

Thread: Apakah Kita Harus Mengganti Nasi Sebagai Makanan Pokok?


  1. #71
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,290
    Rep Power
    22

    Re: Apakah Kita Harus Mengganti Nasi Sebagai Makanan Pokok?

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    Njeblag itu apa ya? bahasa yg aneh.....

    Pemerintah memang mengkampanyekan hal tsbt, tapi apakah pemerintah membuat larangan para penjual nasi untuk berjualan??????

    Yg melarang penjual nasi untuk berjualan HANYA di DEPOK saja.
    itu masalahnya, dude.......

    Kalau kamu tidak ada keberatan dengan hal itu, mungkin kamu bisa tanyakan kepada para pemilik warung nasi bagaimana komentar mereka???

    Makanya jangan makan kurma melulu......jadilah warga Indonesia sejati...LOL
    heuheueheuheu
    kena nie yee..


    jadi...
    benar ada yaah program pemerintah yang berlabel ONE DAY NO RICE
    gak hanya di depok yaaa?
    hihiihhihi...
    gpp kok kalo malu...

    jadi yang salah hanya depok
    karena pemerintah kota depok menerapkan peraturan daerahnya...
    uhuuuyyy....

    coba simak yang berikut ini


    Quote Originally Posted by maspras View Post
    .....
    Ia menjelaskan diberbagai daerah kampanye ini dimulai dari tingkat birokrasi di pegawai di tingkat provinsi maupun kabupaten. Implementasinya beragam, ada beberapa daerah yang menerapkan satu minggu satu hari, ada yang satu bulan satu hari dan lain-lain.
    ...

    AdF.ly - shrink your URLs and get paid!

    ditambah yang ini
    "

    DEPOK, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Depok melarang pedagang berjualan nasi di area kantor pemerintahan. Larangan ini terkait dengan program "One Day No Rice" atau sehari tanpa nasi, setiap hari Selasa.

    http://megapolitan.kompas.com/read/2....Nasi.di.Depok"


    jadi yang ini

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    ....tapi apakah pemerintah membuat larangan para penjual nasi untuk berjualan??????

    Yg melarang penjual nasi untuk berjualan HANYA di DEPOK saja.
    ....
    ooooo ternyataaa....

    ahiiimmmm.....

    wakwkakwkawkwkawk

    tersulut?
    terbakar?
    baca dulu....

    gak suka dengan peraturan daerah?
    sok atuh mah digugat..
    ada kok saluran gugatannya...
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  2. #72
    GEO
    GEO is offline
    Advisor GEO's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    ...
    Posts
    18,435
    Rep Power
    35

    Re: Apakah kita harus mengganti Nasi sebagai makanan Pokok ?

    Quote Originally Posted by maspras View Post
    gmana gak makin surut area penghasil beras?
    - la wong lahannya dengan mudah dipersengkatan oleh pihak swasta
    - la wong lahannya makin sulit untuk diolah (irigasi dsb dsb gak berjalan baik)
    - gmana petani mau menanam kalau bibit dan pupuk mahal dan susah

    hayooo gmana?

    seperti yang pernah saya sampaikan dulu
    pemerintah sekarang ini lebih suka yang instan
    buat apa produksi jika bisa impor
    buat apa ngurusin petani kalau barang bisa disediakan tidak lewat petani.
    jadi menurut maspras gimana apakah wacana ini hanya akal akal Pemerintah saja agar bisa terus menggenjot import atau memang pemerintah benar benar peduli bahwa satu saat kita akan benar benar kekurangan Beras ?

  3. #73
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    7,652
    Rep Power
    32

    Re: Apakah Kita Harus Mengganti Nasi Sebagai Makanan Pokok?

    Quote Originally Posted by maspras View Post
    heuheueheuheu
    kena nie yee..


    jadi...
    benar ada yaah program pemerintah yang berlabel ONE DAY NO RICE
    gak hanya di depok yaaa?
    hihiihhihi...
    gpp kok kalo malu...

    jadi yang salah hanya depok
    karena pemerintah kota depok menerapkan peraturan daerahnya...
    uhuuuyyy....

    coba simak yang berikut ini





    ditambah yang ini
    "

    DEPOK, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Depok melarang pedagang berjualan nasi di area kantor pemerintahan. Larangan ini terkait dengan program "One Day No Rice" atau sehari tanpa nasi, setiap hari Selasa.

    http://megapolitan.kompas.com/read/2....Nasi.di.Depok"


    jadi yang ini



    ooooo ternyataaa....

    ahiiimmmm.....

    wakwkakwkawkwkawk

    tersulut?
    terbakar?
    baca dulu....

    gak suka dengan peraturan daerah?
    sok atuh mah digugat..
    ada kok saluran gugatannya...
    maksudnya apa sih?
    kok jadi muter-muter terus?

    kan dari awal saya sudah bilang yg jadi masalah adalah DEPOK menerapkan larangan berjualan bagi pedagang Nasi akibat adanya kampanye tsbt.
    Saya tidak tahu bagaimana daerah-daerah lain menerapkan kampanye tsbt, tapi tidak ada pelarangan berjualan nasi. kecuali anda bisa memberi info sebaliknya. maka saya akan meminta maaf.

    Kampanye itu sifatnya mengajak, menghimbau, membujuk
    Bukan dengan LARANGAN / PEMAKSAAN

    kiranya agar paham dengan point saya
    tidak terlalu sulit bukan? Asal anda mau membaca perlahan-lahan.
    otak anda mungkin perlu beradaptasi, Jadi pelan-pelan saja.

    kalau masih belum paham, mungkin artikel ini dapat membantu otak anda :

    LINK

    Wali Kota Depok Dituding Terlalu Atur Ranah Pribadi

    • R*PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri ) mengingatkan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, atas dikeluarkannya kebijakan agar pegawai negeri sipil di jajarannya untuk tidak mengonsumsi nasi setiap Selasa. Kebijakan dalam surat edaran Nomor 501/1888/Ekonomi pada 27 Desember 2011 itu dinilai terlalu jauh mengatur ranah pribadi.
    Juru Bicara Kemendagri, Reydonnyzar Moenek mengingatkan, "SE Wali Kota Depok tersebut terlalu jauh mengatur ranah pribadi. Padahal, pengaturan kepala daerah itu harusnya terkait persoalan ruang publik. Sehingga, sejatinya esensi kebijakan tersebut tidak mengikat dan sebatas imbauan," katanya di kantor Kemendagri, Selasa (21/2).
    Pihaknya meminta agarNur Mahmudi Ismail lebih memperhatikan inti persoalan sebenarnya, daripada mengurusi masalah tersebut. Pasalnya, jika Wali Kota Depok mengeluarkan kebijakan, lebih tepat untuk fokus pada perbaikan saluran irigasi dan perbaikan infrastruktur pengelolaan lahan.
    Untuk peningkatan produksi pertanian, lanjutnya, bisa dilakukan dan lebih menjamin penerapan kebijakan. “Perbaikan sektor pertanian bisa mengingkatkan produksi beras dan penyerapan tenaga kerja. Kebijakan ini lebih tepat,” kata Reydonnyzar.
    Humas Pemkot Depok Derico mengimbau PNS agar mengganti konsumsi nasi dengan sumber karbohidrat nonberas setiap Selasa. Kentang, talas, dan umbi-umbian, serta sumber kabohidrat lain dianjurkan sebagai hidangan alternatif agar tidak mengonsumsi nasi.
    ----------------------------------------

    Ini Walikota yg sama dengan yg mengeluarkan himbauan untuk makan dengan tangan kanan
    dapat ajaran darimana sih?


    *Touche....
    Last edited by earsun; 22-02-12 at 12:40 PM.
    Legion of mindless zombies could even turned insolent marauder into a demigod

  4. #74
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    7,652
    Rep Power
    32

    Re: Apakah Kita Harus Mengganti Nasi Sebagai Makanan Pokok?

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    LINK

    Wali Kota Depok Dituding Terlalu Atur Ranah Pribadi

    • R*PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri ) mengingatkan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, atas dikeluarkannya kebijakan agar pegawai negeri sipil di jajarannya untuk tidak mengonsumsi nasi setiap Selasa. Kebijakan dalam surat edaran Nomor 501/1888/Ekonomi pada 27 Desember 2011 itu dinilai terlalu jauh mengatur ranah pribadi.
    Juru Bicara Kemendagri, Reydonnyzar Moenek mengingatkan, "SE Wali Kota Depok tersebut terlalu jauh mengatur ranah pribadi. Padahal, pengaturan kepala daerah itu harusnya terkait persoalan ruang publik. Sehingga, sejatinya esensi kebijakan tersebut tidak mengikat dan sebatas imbauan," katanya di kantor Kemendagri, Selasa (21/2).
    Pihaknya meminta agarNur Mahmudi Ismail lebih memperhatikan inti persoalan sebenarnya, daripada mengurusi masalah tersebut. Pasalnya, jika Wali Kota Depok mengeluarkan kebijakan, lebih tepat untuk fokus pada perbaikan saluran irigasi dan perbaikan infrastruktur pengelolaan lahan.
    Untuk peningkatan produksi pertanian, lanjutnya, bisa dilakukan dan lebih menjamin penerapan kebijakan. “Perbaikan sektor pertanian bisa mengingkatkan produksi beras dan penyerapan tenaga kerja. Kebijakan ini lebih tepat,” kata Reydonnyzar.
    Humas Pemkot Depok Derico mengimbau PNS agar mengganti konsumsi nasi dengan sumber karbohidrat nonberas setiap Selasa. Kentang, talas, dan umbi-umbian, serta sumber kabohidrat lain dianjurkan sebagai hidangan alternatif agar tidak mengonsumsi nasi.
    ----------------------------------------

    Ini Walikota yg sama dengan yg mengeluarkan himbauan untuk makan dengan tangan kanan
    dapat ajaran darimana sih?


    *Touche....
    Jadi dapat disimpulkan bahwa ini adalah kebijakan walikota Depok yg kebablasan, sehingga sampai perlu ditegur Mendagri

    Sangat disayangkan seluruh keburukan pejabat pemerintah selalu dihubung-hubungkan dengan pemerintah pusat, yang pada akhirnya mengerucut kepada pimpinan tertinggi, Yaitu presiden

    ini adalah taktik kotor dan tidak sehat
    ini bukan kritik membangun, tapi sudah memasuki ranah kebencian dan provokasi murahan

    Yah, untung hanya 1 member saja yg berbuat demikian, dan bisa dimaklumi melihat backgroundnya

    LOL
    Legion of mindless zombies could even turned insolent marauder into a demigod

  5. #75
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,290
    Rep Power
    22

    Re: Apakah kita harus mengganti Nasi sebagai makanan Pokok ?

    Quote Originally Posted by GEO View Post
    jadi menurut maspras gimana apakah wacana ini hanya akal akal Pemerintah saja agar bisa terus menggenjot import atau memang pemerintah benar benar peduli bahwa satu saat kita akan benar benar kekurangan Beras ?
    ini adalah jawaban taktis ketika impor beras terus dikritisi..
    ketidakmampuan dan atau ketidakmauan pemerintah untuk menggenjot produksi beras dialihkan menjadi bagaimana caranya mengurangi permintaan beras.

    karena rumus dasarnya adalah faktor permintaan dan ketersediaan.

    ketersediaan : produksi sendiri atau impor.
    ternyata tidak bisa produksi sendiri lebih tinggi....
    berarti impor... eh ternyata impor di kritisi...
    cari solusi lagi yakni
    bagaimana jika mengakali faktor permintaan.

    gmana caranya?
    yaa atur lah supaya permintaan beras dikurangi...
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  6. #76
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,290
    Rep Power
    22

    Re: Apakah Kita Harus Mengganti Nasi Sebagai Makanan Pokok?

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    maksudnya apa sih?
    kok jadi muter-muter terus?

    kan dari awal saya sudah bilang yg jadi masalah adalah DEPOK menerapkan larangan berjualan bagi pedagang Nasi akibat adanya kampanye tsbt.
    Saya tidak tahu bagaimana daerah-daerah lain menerapkan kampanye tsbt, tapi tidak ada pelarangan berjualan nasi. kecuali anda bisa memberi info sebaliknya. maka saya akan meminta maaf.

    Kampanye itu sifatnya mengajak, menghimbau, membujuk
    Bukan dengan LARANGAN / PEMAKSAAN

    kiranya agar paham dengan point saya
    tidak terlalu sulit bukan? Asal anda mau membaca perlahan-lahan.
    otak anda mungkin perlu beradaptasi, Jadi pelan-pelan saja.

    kalau masih belum paham, mungkin artikel ini dapat membantu otak anda :

    LINK

    Wali Kota Depok Dituding Terlalu Atur Ranah Pribadi

    • R*PUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri ) mengingatkan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, atas dikeluarkannya kebijakan agar pegawai negeri sipil di jajarannya untuk tidak mengonsumsi nasi setiap Selasa. Kebijakan dalam surat edaran Nomor 501/1888/Ekonomi pada 27 Desember 2011 itu dinilai terlalu jauh mengatur ranah pribadi.
    Juru Bicara Kemendagri, Reydonnyzar Moenek mengingatkan, "SE Wali Kota Depok tersebut terlalu jauh mengatur ranah pribadi. Padahal, pengaturan kepala daerah itu harusnya terkait persoalan ruang publik. Sehingga, sejatinya esensi kebijakan tersebut tidak mengikat dan sebatas imbauan," katanya di kantor Kemendagri, Selasa (21/2).
    Pihaknya meminta agarNur Mahmudi Ismail lebih memperhatikan inti persoalan sebenarnya, daripada mengurusi masalah tersebut. Pasalnya, jika Wali Kota Depok mengeluarkan kebijakan, lebih tepat untuk fokus pada perbaikan saluran irigasi dan perbaikan infrastruktur pengelolaan lahan.
    Untuk peningkatan produksi pertanian, lanjutnya, bisa dilakukan dan lebih menjamin penerapan kebijakan. “Perbaikan sektor pertanian bisa mengingkatkan produksi beras dan penyerapan tenaga kerja. Kebijakan ini lebih tepat,” kata Reydonnyzar.
    Humas Pemkot Depok Derico mengimbau PNS agar mengganti konsumsi nasi dengan sumber karbohidrat nonberas setiap Selasa. Kentang, talas, dan umbi-umbian, serta sumber kabohidrat lain dianjurkan sebagai hidangan alternatif agar tidak mengonsumsi nasi.
    ----------------------------------------

    Ini Walikota yg sama dengan yg mengeluarkan himbauan untuk makan dengan tangan kanan
    dapat ajaran darimana sih?


    *Touche....

    pelarangan itu hanya pada warung yang ada di area kantor pemerintahan
    bukan seluruh warung yang ada di kota depok.

    jadi kalau ada warung yang berada di AREA KANTOR PEMERINTAHAN maka dilarang untuk menjual nasi pada hari tertentu, sebagai gantinya dihimbau untuk menjual pengganti nasi.

    untuk lebih memudahkan pencernaan otak anda
    saya kutip ulang beritanya

    DEPOK, KOMPAS.com Pemerintah Kota Depok melarang pedagang berjualan nasi di area kantor pemerintahan. Larangan ini terkait dengan program "One Day No Rice" atau sehari tanpa nasi, setiap hari Selasa.
    Tujuannya, pemerintah ingin membiasakan warga mengonsumsi bahan makanan selain beras, seperti dari kentang, singkong, dan umbi-umbian.
    Larangan kepada pedagang untuk berjualan nasi dilakukan melalui Surat Edaran Sekretariat Daerah, 10 Februari 2012, yang ditandatangani Kepala Bagian Umum Wijayanto.
    Selain melarang pedagang berjualan nasi, pedagang makanan diminta menyediakan makanan pengganti, seperti kentang, singkong, ubi, dan yang terbuat dari bahan nonberas.
    "Kami ingin membiasakan agar masyarakat tidak tergantung pada bahan pangan dari beras. Sebab, lahan pertanian semakin terbatas, sementara banyak bahan makanan dari nonberas yang dapat dikonsumsi," tutur Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Pemkot Depok Heri Pansila.
    Menurut Heri, larangan berjualan nasi setiap hari Selasa akan berlaku seterusnya. Aturan tersebut berlaku untuk semua pedagang makanan di Kantor Pemkot Depok.


    http://megapolitan.kompas.com/read/2....Nasi.di.Depok

    jadi hanya otak bebal saja yang menangkap bahwa pemkot depok melarang seluruh warung di kota depok untuk berjualan nasi.
    aturan ini hanya berlaku pada pedagang makanan di kantor Pemkot Depok.
    paham tidaaaaaak??

    lebih lanjut,
    pedagang makanan di kantor pemkot depok berarti berada di kantin atau suatu wilayah yang dikhususkan untuk berdagang.
    kepemilikan wilayah tersebut ada pada pemkot depok.
    biasanya para pedagang menyewa tempat/lahan untuk berjualan.
    sewa menyewa itu termasuk diantaranya hak dan kewajiban dari si pemilik dan penyewa lahan.
    jikalau si pemilik lahan mengeluarkan aturan "dilarang jualan miras", apakah salah?
    jikalau si pemilik lahan mengeluarkan aturan "dilarang jualan narkobat", apakah salah?
    jikalau si pemilik lahan mengeluarkan aturan "dilarang jualan nasi pada hari selasa". apakah salah?
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  7. #77
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,290
    Rep Power
    22

    Re: Apakah Kita Harus Mengganti Nasi Sebagai Makanan Pokok?

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    Jadi dapat disimpulkan bahwa ini adalah kebijakan walikota Depok yg kebablasan, sehingga sampai perlu ditegur Mendagri

    Sangat disayangkan seluruh keburukan pejabat pemerintah selalu dihubung-hubungkan dengan pemerintah pusat, yang pada akhirnya mengerucut kepada pimpinan tertinggi, Yaitu presiden

    ini adalah taktik kotor dan tidak sehat
    ini bukan kritik membangun, tapi sudah memasuki ranah kebencian dan provokasi murahan

    Yah, untung hanya 1 member saja yg berbuat demikian, dan bisa dimaklumi melihat backgroundnya

    LOL

    heheheheheeh....

    monggo disimak yang berikut ini


    Inilah Maksud Gerakan One Day No Rice di Kota Depok

    BALAIKOTA – Saat ini tingkat konsumsi beras per kapita orang Indonesia per tahun mencapai 139 kg, sementara rata-rata konsumsi beras dunia per kapita per tahun hanya 60 kg. Menyikapi kenyataan tersebut Presiden mengeluarkan PerPres No.22 Th. 2009 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian No.43/Permentan/OT.140/10/2009 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal serta disambut baik oleh Gubernur Jawa Barat dengan PerGub Jawa Barat No.60 Th.2010 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal dan Surat Edaran Gubernur Jabar No.501/34/Binprod tanggal 15 Juli perihal Gerakan Menurunkan Konsumsi Beras. Sementara itu beras yang dihasilkan Kota Depok 5220 ton per tahun, sedangkan konsumsi mencapai 186.026,990 ton per tahun. Berarti ada defisit sebesar kurang lebih 487 ton terhadap produksi perhari. Bila program One Day No Rice berhasil maka akan mengurangi konsumsi beras sebesar kurang lebih 26000 ton per tahun. Kota Depok pun siap mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional dengan Gerakan One Day No Rice dengan mengeluarkan Surat Edaran Walikota Depok No.500/1219-Ekonomi tentang Gerakan Satu Hari Ini Tanpa Nasi, dan Himbauan Walikota Depok No.500/922-Ekonomi tentang mengurangi penggunaan terigu dalam menu makanan dan menggunakan bahan produk lokal.
    “Setiap kenaikan harga beras 10% bisa memberikan kontribusi angka inflasi sebesar 0,5. Atas dasar itu, gerakan One Day No Rice bisa menjadi sarana untuk menekan laju inflasi danmenjaga ketahanan pangan nasional. Gerakan ini memiliki dampak positif nasionalis yang tinggi karena dapat menjaga kestabilan harga beras,menurunkan konsumsi beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat yang diiringi dengan peningkatan konsumsi sayuran dan buah, pangan hewani, kacang-kacangan serta umbi-umbian, serta dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap konsumsi pangan yang beragam, bergizi, berimbang, aman dan halal” jelas Pemimpin Kota Depok. Walikota menambahkan, gerakan ini juga bisa meningkatkan penggunaan bahan makanan hasil potensi lokal, mengurangi ketergantungan bahan konsumsi impor, dan menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok lainnya, khususnya bahan makanan. One Day No Rice juga merupakan salah satu upaya percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal untuk mendorong terwujudnya pola konsumsi pangan beragam, bergizi, berimbang, aman dan halal.
    Gerakan yang cukup menuai pro dan kontra ini, tertuang dalam surat edaran Nomor: 010/27-Um tertanggal 10 Februari 2012. Surat tersebut mengintruksikan kepada para pengelola kantin di lingkungan Balaikota untuk tidak menggunakan lift saat mengantar makanan, membawa makanan dalam wadah tertutup, melakukan pemilahan sampah organik & organik, mengurangi bahan pangan dari terigu, tidak menyediakan bahan pangan dari beras setiap hari Selasa, dan menyediakan makanan pengganti seperti kentang, singkong, ubi, dan lain-lain. “Intruksi tersebut diharapkan dapat membangun sinergitas para pengelola kantin dan Pemkot, sehingga Aparatur terbiasa dengan gerakan satu hari tanpa nasi. PNS harus menjadi pelopor dan contoh bagi upaya penurunan konsumsi beras dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kantor maupun di lingkungan masyarakat karena posisi PNS cukup sentral dimasyarakat” himbau Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il. Walikota juga mengintruksikan kepada seluruh Aparatur untuk memahami gerakan ini secara utuh agar bisa melakukan sosialisasi gerakan penurunan konsumsi beras secara lebih intensif kepada masyarakat.
    Beras/nasi adalah makanan yang mempunyai kadar gula tinggi. Jika nasi dikonsumsi terlalu banyak maka level glukosa dalam darah akan meningkat sehingga dapat memicu risiko terkena diabetes. Memang sulit untuk mengganti pola pikir masyarakat tentang nasi. Bahkan, sampai ada pepatah ‘belum makan namanya jika belum makan nasi’. Hilangkan pola pikir seperti pepatah itu dan belajarlah mengganti makanan pokok dari nasi putih menjadi biji-bijian seperti gandum yang bisa mengurangi resiko terkena penyakit diabetes. Jenis karbohidrat seperti ubi, jagung, dan singkong merupakan karbohidrat kompleks dengan kadar gula rendah yang dapat menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam. Karbohidrat kompleks bisa disimpan di liver dan otot sebagai glikogen (zat sebelum menjadi glukosa). Jika tubuh kekurangan energi, cadangan glikogenlah yang akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi. “Karbohidrat kompleks mengandung lebih sedikit gula tapi lebih tinggi serat, sehingga memberi lebih banyak manfaat. Mari beralih pada ubi, jagung, singkong, talas, dan non terigu lainnya agar tidak tergantung pada bahan pangan dari beras. Biasakanlah konsumsi non terigu dan beras serta karena lebih banyak manfaatnya bagi kesehatan, dan perbanyaklah sayur, lauk, serta buah untuk menjaga keseimbangan gizi. Mari bergerak bersama setiap hari Selasa, untuk memberi contoh tidak mengkonsumsi nasi” ajak Walikota yang tetap sehat, walau tidak mengkonsumsi nasi sejak 5 bulan lalu. (TRO/Humas)

    Depok Interaktif » Inilah Maksud Gerakan One Day No Rice di Kota Depok

    yuk ramai2 jilat ludahnya.....

    bahwa ada pihak yang mendeskriditkan sebuah kebijakan/ produk hukum, itu nyata adanya.
    bahwa ada pihak yang memotong informasi agar sesuai dengan maksud dan tujuannya, itu benar adanya.


    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  8. #78
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,290
    Rep Power
    22

    Re: Apakah Kita Harus Mengganti Nasi Sebagai Makanan Pokok?

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    Jadi dapat disimpulkan bahwa ini adalah kebijakan walikota Depok yg kebablasan, sehingga sampai perlu ditegur Mendagri

    Sangat disayangkan seluruh keburukan pejabat pemerintah selalu dihubung-hubungkan dengan pemerintah pusat, yang pada akhirnya mengerucut kepada pimpinan tertinggi, Yaitu presiden

    ini adalah taktik kotor dan tidak sehat
    ini bukan kritik membangun, tapi sudah memasuki ranah kebencian dan provokasi murahan

    Yah, untung hanya 1 member saja yg berbuat demikian, dan bisa dimaklumi melihat backgroundnya

    LOL

    heheheheheeh....

    monggo disimak yang berikut ini


    Inilah Maksud Gerakan One Day No Rice di Kota Depok

    BALAIKOTA – Saat ini tingkat konsumsi beras per kapita orang Indonesia per tahun mencapai 139 kg, sementara rata-rata konsumsi beras dunia per kapita per tahun hanya 60 kg. Menyikapi kenyataan tersebut Presiden mengeluarkan PerPres No.22 Th. 2009 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian No.43/Permentan/OT.140/10/2009 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal serta disambut baik oleh Gubernur Jawa Barat dengan PerGub Jawa Barat No.60 Th.2010 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal dan Surat Edaran Gubernur Jabar No.501/34/Binprod tanggal 15 Juli perihal Gerakan Menurunkan Konsumsi Beras. Sementara itu beras yang dihasilkan Kota Depok 5220 ton per tahun, sedangkan konsumsi mencapai 186.026,990 ton per tahun. Berarti ada defisit sebesar kurang lebih 487 ton terhadap produksi perhari. Bila program One Day No Rice berhasil maka akan mengurangi konsumsi beras sebesar kurang lebih 26000 ton per tahun. Kota Depok pun siap mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional dengan Gerakan One Day No Rice dengan mengeluarkan Surat Edaran Walikota Depok No.500/1219-Ekonomi tentang Gerakan Satu Hari Ini Tanpa Nasi, dan Himbauan Walikota Depok No.500/922-Ekonomi tentang mengurangi penggunaan terigu dalam menu makanan dan menggunakan bahan produk lokal.
    “Setiap kenaikan harga beras 10% bisa memberikan kontribusi angka inflasi sebesar 0,5. Atas dasar itu, gerakan One Day No Rice bisa menjadi sarana untuk menekan laju inflasi danmenjaga ketahanan pangan nasional. Gerakan ini memiliki dampak positif nasionalis yang tinggi karena dapat menjaga kestabilan harga beras,menurunkan konsumsi beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat yang diiringi dengan peningkatan konsumsi sayuran dan buah, pangan hewani, kacang-kacangan serta umbi-umbian, serta dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap konsumsi pangan yang beragam, bergizi, berimbang, aman dan halal” jelas Pemimpin Kota Depok. Walikota menambahkan, gerakan ini juga bisa meningkatkan penggunaan bahan makanan hasil potensi lokal, mengurangi ketergantungan bahan konsumsi impor, dan menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok lainnya, khususnya bahan makanan. One Day No Rice juga merupakan salah satu upaya percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal untuk mendorong terwujudnya pola konsumsi pangan beragam, bergizi, berimbang, aman dan halal.
    Gerakan yang cukup menuai pro dan kontra ini, tertuang dalam surat edaran Nomor: 010/27-Um tertanggal 10 Februari 2012. Surat tersebut mengintruksikan kepada para pengelola kantin di lingkungan Balaikota untuk tidak menggunakan lift saat mengantar makanan, membawa makanan dalam wadah tertutup, melakukan pemilahan sampah organik & organik, mengurangi bahan pangan dari terigu, tidak menyediakan bahan pangan dari beras setiap hari Selasa, dan menyediakan makanan pengganti seperti kentang, singkong, ubi, dan lain-lain. “Intruksi tersebut diharapkan dapat membangun sinergitas para pengelola kantin dan Pemkot, sehingga Aparatur terbiasa dengan gerakan satu hari tanpa nasi. PNS harus menjadi pelopor dan contoh bagi upaya penurunan konsumsi beras dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kantor maupun di lingkungan masyarakat karena posisi PNS cukup sentral dimasyarakat” himbau Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il. Walikota juga mengintruksikan kepada seluruh Aparatur untuk memahami gerakan ini secara utuh agar bisa melakukan sosialisasi gerakan penurunan konsumsi beras secara lebih intensif kepada masyarakat.
    Beras/nasi adalah makanan yang mempunyai kadar gula tinggi. Jika nasi dikonsumsi terlalu banyak maka level glukosa dalam darah akan meningkat sehingga dapat memicu risiko terkena diabetes. Memang sulit untuk mengganti pola pikir masyarakat tentang nasi. Bahkan, sampai ada pepatah ‘belum makan namanya jika belum makan nasi’. Hilangkan pola pikir seperti pepatah itu dan belajarlah mengganti makanan pokok dari nasi putih menjadi biji-bijian seperti gandum yang bisa mengurangi resiko terkena penyakit diabetes. Jenis karbohidrat seperti ubi, jagung, dan singkong merupakan karbohidrat kompleks dengan kadar gula rendah yang dapat menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam. Karbohidrat kompleks bisa disimpan di liver dan otot sebagai glikogen (zat sebelum menjadi glukosa). Jika tubuh kekurangan energi, cadangan glikogenlah yang akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi. “Karbohidrat kompleks mengandung lebih sedikit gula tapi lebih tinggi serat, sehingga memberi lebih banyak manfaat. Mari beralih pada ubi, jagung, singkong, talas, dan non terigu lainnya agar tidak tergantung pada bahan pangan dari beras. Biasakanlah konsumsi non terigu dan beras serta karena lebih banyak manfaatnya bagi kesehatan, dan perbanyaklah sayur, lauk, serta buah untuk menjaga keseimbangan gizi. Mari bergerak bersama setiap hari Selasa, untuk memberi contoh tidak mengkonsumsi nasi” ajak Walikota yang tetap sehat, walau tidak mengkonsumsi nasi sejak 5 bulan lalu. (TRO/Humas)

    Depok Interaktif » Inilah Maksud Gerakan One Day No Rice di Kota Depok

    yuk ramai2 jilat ludahnya.....

    bahwa ada pihak yang mendeskriditkan sebuah kebijakan/ produk hukum, itu nyata adanya.
    bahwa ada pihak yang memotong informasi agar sesuai dengan maksud dan tujuannya, itu benar adanya.


    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  9. #79
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,290
    Rep Power
    22

    Re: Apakah Kita Harus Mengganti Nasi Sebagai Makanan Pokok?

    waduh kok jadi dopost..

    ya sudah tak apalah...
    kan sudah menjadi terang benderang...

    jadi skeptisme pada kebijakan pemkot depok bukan pada produk atau kebijakannya melainkan lebih pada sentimen personal yakni pada diri walikota depok.

    penggalan2 berita yang tidak utuh dan kabur menjadikan titik pangkal kebodohan..
    oleh karenanya lebih baik diam ketimbang njeblag tanpa tahu apa2...

    berpendapat memang boleh dan dilindungi oleh UU
    tetapi berpendapat tanpa dasar dan fakta
    adalah....
    tong kosong nyaring bunyinya...


    masalah kota depok, selesai.
    yang njeblak: mingkem waee...
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  10. #80
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    7,652
    Rep Power
    32

    Re: Apakah Kita Harus Mengganti Nasi Sebagai Makanan Pokok?

    Quote Originally Posted by maspras View Post
    pelarangan itu hanya pada warung yang ada di area kantor pemerintahan
    bukan seluruh warung yang ada di kota depok.

    jadi kalau ada warung yang berada di AREA KANTOR PEMERINTAHAN maka dilarang untuk menjual nasi pada hari tertentu, sebagai gantinya dihimbau untuk menjual pengganti nasi.

    untuk lebih memudahkan pencernaan otak anda
    saya kutip ulang beritanya

    DEPOK, KOMPAS.com Pemerintah Kota Depok melarang pedagang berjualan nasi di area kantor pemerintahan. Larangan ini terkait dengan program "One Day No Rice" atau sehari tanpa nasi, setiap hari Selasa.
    Tujuannya, pemerintah ingin membiasakan warga mengonsumsi bahan makanan selain beras, seperti dari kentang, singkong, dan umbi-umbian.
    Larangan kepada pedagang untuk berjualan nasi dilakukan melalui Surat Edaran Sekretariat Daerah, 10 Februari 2012, yang ditandatangani Kepala Bagian Umum Wijayanto.
    Selain melarang pedagang berjualan nasi, pedagang makanan diminta menyediakan makanan pengganti, seperti kentang, singkong, ubi, dan yang terbuat dari bahan nonberas.
    "Kami ingin membiasakan agar masyarakat tidak tergantung pada bahan pangan dari beras. Sebab, lahan pertanian semakin terbatas, sementara banyak bahan makanan dari nonberas yang dapat dikonsumsi," tutur Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Pemkot Depok Heri Pansila.
    Menurut Heri, larangan berjualan nasi setiap hari Selasa akan berlaku seterusnya. Aturan tersebut berlaku untuk semua pedagang makanan di Kantor Pemkot Depok.


    http://megapolitan.kompas.com/read/2....Nasi.di.Depok

    jadi hanya otak bebal saja yang menangkap bahwa pemkot depok melarang seluruh warung di kota depok untuk berjualan nasi.
    aturan ini hanya berlaku pada pedagang makanan di kantor Pemkot Depok.
    paham tidaaaaaak??

    lebih lanjut,
    pedagang makanan di kantor pemkot depok berarti berada di kantin atau suatu wilayah yang dikhususkan untuk berdagang.
    kepemilikan wilayah tersebut ada pada pemkot depok.
    biasanya para pedagang menyewa tempat/lahan untuk berjualan.
    sewa menyewa itu termasuk diantaranya hak dan kewajiban dari si pemilik dan penyewa lahan.
    jikalau si pemilik lahan mengeluarkan aturan "dilarang jualan miras", apakah salah?
    jikalau si pemilik lahan mengeluarkan aturan "dilarang jualan narkobat", apakah salah?
    jikalau si pemilik lahan mengeluarkan aturan "dilarang jualan nasi pada hari selasa". apakah salah?

    Ya iyalah Dude....
    siapa pula yg bilang kalau pelarangan itu berlaku bagi seluruh warung kota Depok??? Anda sedang berhalusinasi lagi rupanya. Coba jedukkan lagi jidat anda, mungkin anda bisa lebih berpikir jernih.

    Walau hanya ada 1 penjual nasi saja yg dilarang jualan, itu namanya sudah ada Pelarangan / pemaksaan
    Itu intinya Dude.....

    Terlebih lagi si walikota mengeluarkan surat edaran yg kontroversial terkait larangan makan nasi tsbt.
    Tuh sampai diperingati Mendagri.... anda mau menutup mata akan hal itu?

    Sudahlah.... jangan mempermalukan diri anda lebih jauh lagi
    lama-lama saya ga tega deh
    Legion of mindless zombies could even turned insolent marauder into a demigod

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0