Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 16
Like Tree1Likes

Thread: Siapa John Kei atau John Key? Mafia Besar dari Maluku


  1. #1
    Senior Member
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    2,181
    Rep Power
    6

    Siapa John Kei atau John Key? Mafia Besar dari Maluku


    John Kei, Big Boss Preman Jakarta,Asal Maluku Utara, akhirnya di Dorrrr !!
    Kepolisian Daerah Metro Jaya membenarkan adanya penangkapan John Kei, tokoh ormas pemuda, di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur. John Kei mengalami luka tembak di kaki karena melawan saat ditangkap petugas. Pantauan detikcom di ruang Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya, Jumat (17/2/2012), John Kei mendapat luka tembak di betis kanannya. Ia tampak meringis kesakitan.

    John Kei mendapat perawatan di Bidokkes Polda Metro Jaya sejak ditangkap. Tidak tampak kegarangan lagi di wajahnya saat itu. Borgol pun masih melingkari kedua lengannya. Sekitar pukul 22.00 WIB, John Kei dikirim ke RS Polri Kramat Jati.

    Ia memakai kaus berwarna biru dan celana jeans biru saat itu. Kausnya yang tersingkap memperlihatkan tato di sekujur tubuhnya. 1 Truk Brimob mengawal John Kei menuju RS Polri. Bukan hanya itu saja, ada 8 iring-iringan kendaraan yang membawa pria asal Indonesia Timur itu ke rumah sakit. Pengacara John Kei, Taufik Candra yang ditemui di lokasi hanya berkomentar singkat soal nasib kliennya ini. "Kita obati dulu saja," tambah Taufik.

    Ia juga tidak mengetahui apakah John Kei ditangkap terkait pembunuhan Ayung alias Tan Hari Tantono, bos PT Sanex Steel yang tewas di Swiss-Belhotel beberapa waktu lalu. Polisi menyatakan bahwa John Kei ditangkap terkait pembunuhan bos PT Sanex Steel, Ayung alias Tan Hari Tantono (50) di Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat akhir Januari lalu.

    Sekilas tentang Jhon Refra Kei

    Jhon Refra Kei atau yang biasa disebut Jhon Kei, tokoh pemuda asal Maluku yang lekat dengan dunia kekerasan di Ibukota. Namanya semakin berkibar ketika tokoh pemuda asal Maluku Utara pula, Basri Sangaji meninggal dalam suatu pembunuhan sadis di hotel Kebayoran Inn di Jakarta Selatan pada 12 Oktober 2004 lalu.

    Padahal dua nama tokoh pemuda itu seperti saling bersaing demi mendapatkan nama lebih besar. Dengan kematian Basri, nama Jhon Key seperti tanpa saingan. Ia bersama kelompoknya seperti momok menakutkan bagi warga di Jakarta.

    Untuk diketahui, Jhon Kei merupakan pimpinan dari sebuah himpunan para pemuda Ambon asal Pulau Kei di Maluku Tenggara. Mereka berhimpun pasca-kerusuhan di Tual, Pulau Kei pada Mei 2000 lalu. Nama resmi himpunan pemuda itu Angkatan Muda Kei (AMKEI) dengan Jhon Kei sebagai pimpinan. Ia bahkan mengklaim kalau anggota AMKEI mencapai 12 ribu orang.

    Lewat organisasi itu, Jhon mulai mengelola bisnisnya sebagai debt collector alias penagih utang. Usaha jasa penagihan utang semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditenggarai pimpinannya adalah Basri Sangaji tewas terbunuh. Para ‘klien’ kelompok Basri Sangaji mengalihkan ordernya ke kelompok Jhon Kei. Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang.

    Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

    Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal, konon pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok Jhon Key di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu. Saat itu kelompok Basri mendapat ‘order’ untuk menjaga diskotik itu. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah Jhon Kei Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

    Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan Jhon Kei meletus bentrokan. Seorang anggota Jhon Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung Jhon Key, hal ini menjadi salah satu faktor pembunuhan terhadap Basri, selain persaingan bisnis juga ditunggangi dendam pribadi.
    Dijelaskannya, kalau kelompok John, Sangaji atau Hercules yang merupakan 3 Besar Debt Collector Ibukota biasanya baru melayani tagihan di atas Rp 500 juta. Menurutnya, jauh sebelum muncul dan merajalelanya ketiga kelompok itu, jasa penagihan utang terbesar dan paling disegani adalah kelompok pimpinan mantan gembong perampok Johny Sembiring, kelompoknya bubar saat Johny Sembiring dibunuh sekelompok orang di persimpangan Matraman Jakarta Timur tahun 1996 lalu.

    Kalau kelompok tiga besar itu biasa main besar dengan tagihan di atas Rp 500 juta’an, di bawah itu biasanya dialihkan ke kelompok yang lebih kecil. Persentase komisinya pun dilihat dari lamanya waktu nunggak, semakin lama utang tak terbayar maka semakin besar pula komisinya,” ungkap sumber itu lagi.

    Dibeberkannya, kalau utang yang ditagih itu masih di bawah satu tahun maka komisinya paling banter 20 persen. Tapi kalau utang yang ditagih sudah mencapai 10 tahun tak terbayar maka komisinya dapat mencapai 80 persen. Bahkan menurut sumber tersebut, kelompok penagih bisa menempatkan beberapa anggotanya secara menyamar hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu atau berbulan-bulan di dekat rumah orang yang ditagih. “Pokoknya perintahnya, dapatkan orang yang ditagih itu dengan cara apa pun,” ujarnya.

    Saat itulah kekerasan kerap muncul ketika orang yang dicari-carinya apalagi dalam waktu yang lama didapatkannya namun orang itu tak bersedia membayar utangnya dengan berbagai dalih. “Dengan cara apa pun orang itu dipaksa membayar, kalau perlu culik anggota keluarganya dan menyita semua hartanya,” lontarnya.

    Dilanjutkannya, ketika penagihan berhasil walaupun dengan cara diecer alias dicicil, maka saat itu juga komisi diperoleh kelompok penagih. “Misalnya total tagihan Rp 1 miliar dengan perjanjian komisi 50 persen, tapi dalam pertemuan pertama si tertagih baru dapat membayar Rp 100 juta, maka kelompok penagih langsung mengambil komisinya Rp 50 juta dan sisanya baru diserahkan kepada pemberi kuasa. Begitu seterusnya sampai lunas. Akhirnya walaupun si tertagih tak dapat melunasi maka kelompok penagih sudah memperoleh komisinya dari pembayaran-pembayaran sebelumnya,”

    Dalam ‘dunia persilatan’ Ibukota, khususnya dalam bisnis debt collector ini, kekerasan kerap muncul diantara sesama kelompok penagih utang. Ia mencontohkan pernah terjadi bentrokan berdarah di kawasan Jalan Kemang IV Jaksel pada pertengahan Mei 2002 silam, dimana kelompok Basri Sangaji saat itu sedang menagih seorang pengusaha di rumahnya di kawasan Kemang itu, mendadak sang pengusaha itu menghubungi Hercules yang biasa ‘dipakainya’ untuk menagih utang pula.

    “Hercules sempat ditembak beberapa kali, tapi dia hanya luka-luka saja dan bibirnya terluka karena terserempet peluru. Dia sempat menjalani perawatan cukup lama di sebuah rumah sakit di kawasan Kebon Jeruk Jakbar. Beberapa anak buah Hercules juga terluka, tapi dari kelompok Basri seorang anak buahnya terbunuh dan beberapa juga terluka,” tutupnya. Selain jasa penagihan utang, kelompok Jhon Kei juga bergerak di bidang jasa pengawalan lahan dan tempat.

    Kelompok Jhon Kei semakin mendapatkan banyak ‘klien’ tatkala Basri Sangaji tewas terbunuh dan anggota keloompoknya tercerai berai. Padahal Basri Sangaji bersama kelompoknya memiliki nama besar pula dimana Basri CS pernah dipercaya terpidana kasus pembobol Bank BNI, Adrian Waworunto untuk menarik aset-asetnya. Tersiar kabar, Jamal Sangaji yang masih adik sepupu Basri yang jari-jari tangannya tertebas senjata tajam dalam peristiwa pembunuhan Basri menggantikan posisi Basri sebagai pimpinan dengan dibantu adiknya Ongen Sangaji.

    Kelompok Jhon Kei pernah mendapat ‘order’ untuk menjaga lahan kosong di kawasan perumahan Permata Buana, Kembangan Jakarta Barat. Namun dalam menjalankan ‘tugas’ kelompok ini pernah mendapat serbuan dari kelompok Pendekar Banten yang merupakan bagian dari Persatuan Pendekar Persilatan Seni Budaya Banten Indonesia (PPPSBBI).

    Sekedar diketahui, markas dan wilayah kerja mereka sebetulnya di Serang dan areal Provinsi Banten. Kepergian ratusan pendekar Banten itu ke Jakarta untuk menyerbu kelompok Jhon Kei pada 29 Mei 2005 ternyata di luar pengetahuan induk organisasinya. Kelompok penyerbu itu pun belum mengenal seluk-beluk Ibukota. Akibatnya, seorang anggota Pendekar Banten bernama Jauhari tewas terbunuh dalam bentrokan itu. Selain itu sembilan anggota Pendekar Banten terluka dan 13 mobil dirusak. 3 SSK Brimob PMJ dibantu aparat Polres Jakarta Barat berhasil mengusir kedua kelompok yang bertikai dari areal lahan seluas 5.500 meter persegi di Perum Permata Buana Blok L/4, Kembangan Utara Jakbar.

    Namun buntut dari kasus ini, Jhon Kei hanya dimintakan keterangannya saja. Sebuah sumber dari kalangan ini mengatakan kelompok penjaga lahan seperti kelompok Jhon Kei biasanya menempatkan anggotanya di lahan yang dipersengketakan. Besarnya honor disesuaikan dengan luasnya lahan, siapa pemiliknya, dan siapa lawan yang akan dihadapinya “Semakin kuat lawan itu, semakin besar pula biaya pengamanannya. Kisaran nominal upahnya, bisa mencapai milyaran rupiah.

    Perjanjian honor atau upah dibuat antara pemilik lahan atau pihak yang mengklaim lahan itu milikya dengan pihak pengaman. Perjanjian itu bisa termasuk ongkos operasi sehari-hari bisa juga diluarnya, misalnya untuk sebuah lahan sengketa diperlukan 50 orang penjaga maka untuk logistik diperlukan Rp 100 ribu per orang per hari, maka harus disediakan Rp 5 juta/hari atau langsung Rp 150 juta untuk sebulan. sumber

  2. #2
    Member reenn3's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    surabaya
    Posts
    811
    Rep Power
    6

    Re: Siapa John Kei atau John Key? Mafia Besar dari Maluku

    saya pernah baca beritanya dulu waktu kasus penganiayaan berat yg sampe sidangnya dipindah ke Surabaya karena di Maluku ditakutkan ada bentrok dengan kelompok yg sedang bertikai. Hukumannya pun cuman 8 bulan penjara padahal penganiayaan yg dilakukan tergolong sadis bok (potong jari(..Phewww..semoga kali ini dapat hukuman berat.

  3. #3
    Senior Member
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    2,181
    Rep Power
    6

    Re: Siapa John Kei atau John Key? Mafia Besar dari Maluku

    Quote Originally Posted by reenn3 View Post
    saya pernah baca beritanya dulu waktu kasus penganiayaan berat yg sampe sidangnya dipindah ke Surabaya karena di Maluku ditakutkan ada bentrok dengan kelompok yg sedang bertikai. Hukumannya pun cuman 8 bulan penjara padahal penganiayaan yg dilakukan tergolong sadis bok (potong jari(..Phewww..semoga kali ini dapat hukuman berat.
    ya semoga aja sekarang mendapatkan hukuman yang setimpal gan atas kelakuanya ... mafia preman nih orang

  4. #4
    GEO
    GEO is offline
    Advisor GEO's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    ...
    Posts
    18,437
    Rep Power
    36

    Re: Siapa John Kei atau John Key? Mafia Besar dari Maluku

    Investor lebih takut preman preman yang lebih besar secara organisasi diantara nya ormas ormas berkedok keagamaan ...
    nah itu yang susah di berantas

  5. #5
    Senior Contributor ntarluq's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    8,512
    Rep Power
    0

    Re: Siapa John Kei atau John Key? Mafia Besar dari Maluku

    matinya lebih diharapkan daripada hidupnya .... (harapan korban dan masyarakat yg waras)
    tentu saja tidak bagi keluarga dan para pemujanya ....
    1+1+1=1 (?) TAU SAMA TAU AJA ....

  6. #6
    GEO
    GEO is offline
    Advisor GEO's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    ...
    Posts
    18,437
    Rep Power
    36

    Re: Siapa John Kei atau John Key? Mafia Besar dari Maluku

    kenapa juga harus di tembak padahal di mana john kei di tangkap itu di sebuah hotel yang mana kemungkinan dia lolos kecil ,lain cerita kalau dia ada di lingkungan perkampungan

  7. #7
    Junior Member arloji's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Jakarta / Pasar Baru
    Posts
    327
    Rep Power
    0

    Re: Siapa John Kei atau John Key? Mafia Besar dari Maluku

    Quote Originally Posted by ri4nx View Post
    ya semoga aja sekarang mendapatkan hukuman yang setimpal gan atas kelakuanya ... Mafia preman nih orang
    kelihatan dari tampang nya...
    Seram sekali...
    Iihh takut ane gan !!!

  8. #8
    Beginner aa_irpan's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    76
    Rep Power
    0

    Re: Siapa John Kei atau John Key? Mafia Besar dari Maluku

    Dibalik Menjulangnya gedung-gedung pencakar langit, cantiknya para wanita karir, tersembunyi ganasnya para preman ibu kota.

    Eh, satu lagi terlewat,masih di ibu kota, juga terlihat ketidak mampuan para pengurus negri ini menjalankan tugas-tugasnya.

  9. #9
    Contributor djunbd's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    3,824
    Rep Power
    13

    Re: Siapa John Kei atau John Key? Mafia Besar dari Maluku

    Quote Originally Posted by GEO View Post
    kenapa juga harus di tembak padahal di mana john kei di tangkap itu di sebuah hotel yang mana kemungkinan dia lolos kecil ,lain cerita kalau dia ada di lingkungan perkampungan
    --------------------------------------------------------------------------
    namanya juga orang yang besar di jalanan, pasti tiap celah dia ketahui...yang jelas aparat memang tidak memandang remeh sosok tsb, biasanya orang seperti mereka memang berpotensi melakukan perlawanan sengit jika sudah terdesak, lagipula tidak mengapa pula jika kiat "menembak lalat menggunakan meriam" dipakai untuk menghentikan aksi preman yang sudah demikian meresahkan...jadi biar menambah efek menakutkan pula bagi yang lain...biasa keroyokan dalam menjalankan aksi, dengan keroyokan pula mereka bisa dihentikan...
    ---------------------------------------------------------------------------
    John Kei Ditembak supaya Tak Lepas Lagi

    | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Minggu, 19 Februari 2012 | 06:50 WIB

    JAKARTA, Kompas.com — Polisi beralasan penembakan John Kei pada saat penyergapan di Hotel C’One Pulomas, Jakarta Timur, bertujuan supaya terduga kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia tersebut tidak lepas lagi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menjelaskan, saat penyergapan, John Kei berusaha untuk melarikan diri sampai akhirnya polisi memberikan hadiah timah panas di kaki kanannya.

    ”Saat itu ada perlawanan dan berusaha untuk melarikan diri sehingga kami tembak supaya yang menjadi sasaran itu tidak lepas lagi,” kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (18/2/2012).

    Bukan hanya itu, untuk menangkap John Kei polisi menggunakan pasukan yang banyak guna meredam anak buah John yang berada di lingkungan Hotel C’One.

    ”Saat melakukan penangkapan, kami melihat kondisi calon yang akan ditangkap terlebih dahulu. Kami sengaja menurunkan sejumlah personel untuk mengantisipasi kalau ada perlawanan sehingga kami sesuaikan karena di tempat penangkapan ada cukup banyak rekan JK (John Kei),” ungkapnya.

    John Kei terpaksa dilumpuhkan karena saat disergap dia hendak melarikan diri. John ditangkap terkait kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono, di Swiss Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 26 Januari 2012. (Adi Suhendi)

  10. #10
    Newbie
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Surabaya
    Posts
    2
    Rep Power
    0

    Re: Siapa John Kei atau John Key? Mafia Besar dari Maluku

    ini orang buat sebagian orang mgkn iblis dan setan..
    tapi buat sebagian orang juga seperti malaikat..
    tapi kalau diliha dari segi hukum, orang ini memang parah bengal n sadisnya..
    yang pasti klo emang dia bersalah bagaimana pun juga harus dihukum..
    ntarluq likes this.

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0