Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 11
Like Tree1Likes

Thread: Pembuktian Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda


  1. #1
    Newbie
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    23
    Rep Power
    0

    Thumbs up Pembuktian Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda

    KEBOHONGAN SEJARAH PERSETRUAN
    KERAJAAN MAJAPAHIT & SUNDA

    Pembuktian Analisa Kitab Neraga Kertagama dan Kitab Negara Kertabhumi
    Created by Ejang Hadian Ridwan

    Suatu proses pencarian yang teramat sulit juga, mencari sumber yang mampu mengatakan bahwa kerajaan Sunda dan kerajaan Majapahit adalah 2 kerajaan yang bersahabat dan rukun. Berulangkali searching dengan menggunakan keywords bermacam-macam seperti: persahabatan kerajaan Majapahit dan Sunda, Persahabatan kerajaan Sunda dan Majapahit masa Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Persahabatan raja Majapahit Hayam Wuruk dengan raja Sunda Lingga Buana dan lain sebagainya.

    Kenyataannya semua hasil mengatakan hal yang sama, dengan kata lain tidak bersahabat, terjadi perselisishan alias permusuhan. Tetapi kalau dimasukan keywords seperti : Perang Bubat, Perang antara Majapahit dan Sunda, dan lain sebagainya yang mengarah ke perang Bubat, hasilnya hampir serentak semua link url atau situs web mengatakan hal sama yaitu ada perang Bubat, ada perselisihan dan permusuhan dengan berbagai versinya.

    Artikel-artikel sebelumnya dari penulis sudah gembar-gembor mengatakan bahwa kisah Ken Arok, Perang Bubat dan Sumpah Palapa adalah dusta atau kebohongan sejarah, dengan pihak yang dirugikan adalah bangsa Indonesia.

    Sumber-sumber utama yaitu kitab Pararaton dan kitab Kidung Sunda yang mengarah kepada kisah Ken Arok, terjadinya peristiwa perang Bubat dan Sumpah Palapa, secara sendirinya adalah sumber-sumber yang sudah tidak bisa dipercaya lagi sebagai sumber sejarah, dengan kata lain sumber-sumber itu adalah sumber yang direkayasa demi suatu kepentingan, yang akhirnya terjadi pembelokan arah sejarah.

    Pertanyaan selanjutnya adalah kalau memang tidak terjadi hal-hal seperti itu, kebohongan itu memnag terjadi, lantas pola hubungan seperti apa yang diterapkan antara 2 kerajaan tersebut yaitu kerajaan Majapahit dan kerajaan Sunda, yang masa pemerintahan untuk kerajaan Majapahit dipimpin oleh Sri Rajasanagara (Hayam Wuruk versi kitab Pararaton) dengan Maha Patih Gajah Mada? inilah pertanyaan yang harus ada jawaban sebagai korelasinya dan jawaban itu harus ada, kalau tidak pernyataan kebohongan sejarah itu tetap tidak kuat.

    Penyidikan suatu perkara hukum, selalu dalam langkah awalnya adalah mencari barang bukti, yang kemudian dipelajari, dianalisa dan dikembangkan. Berdasarkan barang bukti itulah penyidikan lebih lanjut dapat dilakukan.

    Bukti sejarah yang ada adalah untuk perkara ini tiada lain adalah berupa prasasti-prasasti dan beberapa kitab yang tingkat kepercayaannya akan kebenarannya masih tinggi, atau sumber sejarah yang masih relevan. Prasasti-prasati yang ditemukan, hampir semuanya tidak bisa meberikan informasi tentang hal itu. Bukti sejarah berikutnya adalah dicoba dengan mempelajari lagi satu kitab yaitu kitab Negara Kertagama. Kitab Negara Kertagama inilah yang menjadi harapan satu-satunya bagi penulis untuk dapat memberikan informasi walaupun tidak gamblang.

    Setelah dipelajari seksama dari hasil terjemahan kitab Negara Kertagama, akhirnya didapat petikan sebagai berikut :

    Negara-negara di nusantara dengan Daha bagai pemuka. Tunduk menengadah, berlindung di bawah kuasa Wilwatikta. Kemudian akan diperinci demi pulau negara bawahan, paling dulu Melayu: Jambi, Palembang, Toba dan Darmasraya.Pun ikut juga disebut Daerah Kandis, Kahwas, Minangkabau, Siak, Rokan, Kampar dan Pane Kampe, Haru serta Mandailing,

    Tamihang, negara perlak dan padang Lawas dengan Samudra serta Lamuri, Batan, Lampung dan juga Barus. Itulah terutama negara-negara Melayu yang telah tunduk. Negara-negara di pulau Tanjungnegara : Kapuas-Katingan, Sampit, Kota Ungga, Kota Waringin, Sambas, Lawai ikut tersebut. Kadandangan, Landa, Samadang dan Tirem tak terlupakan. Sedu, Barune, Kalka, Saludung, Solot dan juga Pasir Barito, Sawaku, Tabalung, ikut juga Tanjung Kutei. Malano tetap yang terpenting di pulau Tanjungpura. Di Hujung Medini, Pahang yang disebut paling dahulu.Berikut Langkasuka, Saimwang, Kelantan serta Trengganu Johor, Paka, Muar, Dungun, Tumasik, Kelang serta Kedah Jerai, Kanjapiniran, semua sudah lama terhimpun.

    Di sebelah timur Jawa seperti yang berikut: Bali dengan negara yang penting Badahulu dan Lo Gajah. Gurun serta Sukun, Taliwang, pulau Sapi dan Dompo Sang Hyang Api, Bima. Seram, Hutan Kendali sekaligus. Pulau Gurun, yang juga biasa disebut Lombok Merah.

    Dengan daerah makmur Sasak diperintah seluruhnya. Bantayan di wilayah Bantayan beserta kota Luwuk. Sampai Udamakatraya dan pulau lain-lainnya tunduk. Tersebut pula pulau-pulau Makasar, Buton, Banggawi, Kunir, Galian serta Salayar, Sumba, Solot, Muar. Lagi pula anda (n), Ambon atau pulau Maluku, Wanin, Seran, Timor dan beberapa lagi pulau-pulau lain.

    Berikutnya inilah nama negara asing yang mempunyai hubungan Siam dengan Ayodyapura, begitu pun Darmanagari Marutma. Rajapura begitu juga Singasagari Campa, Kamboja dan

    Yawana ialah negara sahabat. Pulau Madura tidak dipandang negara asing. Karena sejak dahulu menjadi satu dengan Jawa. Konon dahulu Jawa dan Madura terpisah meskipun tidak sangat jauh. Semenjak nusantara menadah perintah Sri Paduka, tiap musim tertentu mempersembahkan pajak upeti. Terdorong keinginan akan menambah kebahagiaan.

    Pujangga dan pegawai diperintah menarik upeti. Pujangga-pujangga yang lama berkunjung di nusantara.

    Dilarang mengabaikan urusan negara dan mengejar untung. Seyogyanya, jika mengemban perintah ke mana juga, harus menegakkan agama Siwa, menolak ajaran sesat. Konon kabarnya para pendeta penganut Sang Sugata dalam perjalanan mengemban perintah Sri Baginda, dilarang menginjak tanah sebelah barat pulau Jawa. Karena penghuninya bukan penganut ajaran Buda.

    Petikan diatas memberkan informasi lengkap tentang negara-negara yang berada dibawah kekuasaan kerajaan Majapahit yang memang mewakili istilah nusantara yang didengung-dengukan itu, tidak seperti Sumpah Palapa yang tidak mewakili aspek keseluruhan yang dikatakan nusantara. Bisa jadi Sumpah Palapa itu sendiri adalah bentuk pengkerdilan istilah nusantara itu sendiri, bisa jadi juga ini lemparan wacana ke publik dengan tujuan pro kontra mengenai istilah nusantara dengan hanya memakai simbolisasi Sumpah Palapa, yang akhirnya diharapkan terjadi keraguan terhadap kebesaran istilah nusantara tersebut.

    Petikan diatas juga,memberikan informasi yang harapakan penulis atas pernyataan yang mencurigakan, diberikan pendaan cetakan tebal supaya lebih fokusyaitu:

    Yawana ialah negara sahabat. Pulau Madura tidak dipandang negara asing. Karena sejak dahulu menjadi satu dengan Jawa. Konon dahulu Jawa dan Madura terpisah meskipun tidak sangat jauh.

    Merujuk pada keterangan kitab Negara Kertagama itu bahwa banyak negara-negara atau kerajaan-kerajaan lain yang secara otomatis takluk dan berinduk ke kerajaan Majapahit, tidak harus melalui proses peperangan besar.

    Dalam catatan sejarah resmi, untuk kerajaan Majapahit, hanya teridentifikasi melakukan beberapa kali peperangan, perang terbesar adalah dengan kerajaan di Pulau Bali, kemudian perang menumpas pemberontakan kerajaan Sadeng dan Keta. Tiga kerajaan ini nota bene adalah kerajaan-kerajaan yang secara historis atau sejarah pendiriannya mulai kerajaan Tumapel masa pemerintahan Sri Rajasa Sang Amurwabhumi alias Ken Arok (versi kitab Pararaton sampai ke Sri Kertanegara, kemudian dilanjutkan pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit mulai dari Raden Wijaya sampai Sri Rajasanagara alias Hayam Wuruk (versi kitab Pararaton) adalah masih termasuk kerajaan-kerajaan bawahan.

    Wajar dan memang seharusnya kalau peperangan itu dilakukan, untuk menjaga keutuhan, kewibawaan, persatuan dan kesatuan serta nama baik kerajaan, setidaknya ada alasan perang yang mendasar dan sah secara hukum kenegaraan.

    Tetapi negara-negara lain, bisa secepat itu takluk, menginduk dan mengakui kerajaan Majapahit yang memegang kontrol atas mereka. Hal ini dikarenakan, apa yang dilakukan oleh kerajaan Majapahit adalah sebagai pencetus atau pelopor ide penggabungan kekuatan, dengan membentuk aliasi dengan negara-negra lainya, tujuannya dalam rangka menjaga apabila suatu saat ada invasi dari kekaisaran Mongol untuk kedua kalinya.

    Percobaan invasi pertama, ketika kerajaan Singhasari atau Tumapel dibawah kendali Jayakatwang yang merebut kekuasaan secara paksa dari penguasa sah Sri Kertanegara. Tentara Mongol sempat menguasai ibu kota kerajaan, tapi tidak lama berselang bisa diusir kembali oleh pasukan tentara yang dipimpin Raden Wijaya, raja pertama Majapahit menantu dari Sri Kertanegara.

    Mengapa pula dengan skala waktu yang tidak terlalu lama nusantara bisa terbentuk? Jawabanya adalah teori musuh bersama. Umpan nilai psikologis inilah yang merupakan senjata ampuh dalam propaganda ide aliansi yang dimotori oleh kerajaan Majapahit, jadi tidak lagi harus bersusah-susah melakukan perang. Ketika negara-negara dalam aliansi itu sudah terbentuk, katakanlah dengan beberapa negara besar yang sudah bergabung, untuk mengembangkannya lebih mudah ke arah pemekaran yang lebih luas.

    Ide aliansi inilah yang merupakan cikal bakal terbentuknya nusantara, dan ini ide sangatlah brilian, terlebih didukung oleh situasi yang ada, yaitu ada musuh bersama yang nyata didepan mata. Musuh bersama itu tiada lain adalah pasukan besar kekaisaran Mongol.

    Secara fakta pertahan, sebuah aliansi harus ada negara pengontrol, pemimpin bagi yang lainya dan kerajaan Majapahit-lah yang cocok dan memenuhi syarat. Majapahit adalah negara adidaya di nusantara selain kerajaan Sunda pada masa itu. Karena kerajaan Sriwijaya tidak lagi termasuk negara adidaya dengan alasan keberadaannya sudah melemah, yang sebelumnya mengalami masa-masa penjajahan dari kerajaan Chola, India.

    Penyidikan dilanjutkan lagi. Sekarang pertanyaan yang timbul adalah Yawana itu kerajaan mana? Tidak dijelaskan identitasnya dalam kitab Negara Kertagama, artinya nama itu sudah populer tidak perlu lagi penjelasan pada waktu itu, tetapi bukan negara bawahan karena tidak disebut demikian, yang ada adalah negara sahabat. Negara sahabat artinya kerajaan itu dianggap sejajar kedudukanya dengan kerajaan Majapahit, dan mempunyai kedudukan yang sangat dihormati karena statusnya adalah negara sahabat. Hubungan yang terjalin pun atas dasar persahabatan, bukan permusuhan atau yang satu menjadi bawahan atas yang lainnya.

    Selengkapnya silakan pembaca budiman lihat di MENGUAK TABIR SEJARAH NUSANTARA

    Salam Damai Nusantara
    Penulis

  2. #2
    Senior Member
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    2,181
    Rep Power
    5

    Re: Pembuktian Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda

    ternyata penyatuan kedua kerajan itu bohong belaka ya gan ... info bagus neh

  3. #3
    Newbie
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    1
    Rep Power
    0

    Re: Pembuktian Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda

    yang menjadi pertanyaan saya dari dulu, apakah memang majapahit pernah menguasai sulawesi???..atau hanya mitos dan hanya klaim org jawa (majapahit)...soalnya saya belum pernah mendengar peningalan majapahit selama berkuasa di sulawesi... kalau punya reference tentang itu tolong dishare,..soalnya saya lama penasaran tentang hal itu.

  4. #4
    Senior Member Alphe's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Banggai
    Posts
    1,625
    Rep Power
    7

    Re: Pembuktian Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda

    Karena menemukan fakta baru dan kemudian menghasilkan kesimpulan lain, tidak bijak jika mengecap kesimpulan yg berbeda dengan KEBOHONGAN. Lagi pula, kesimpulan yg dikemukakan di sini belum tentu juga sahih dan dapat diterima.

    Terdapat beberapa kelemahan terutama sumber acuan dari tulisan di atas. Ada banyak sumber yg kurang kredibel secara ilmiah seperti sumber dari blog, atau majalah populer seperti "Majalah Misteri". Saran saya, sebaiknya hasil penelitian ini dipublikasikan dahulu di jurnal ilmiah. Biar dikaji dan dikritisi oleh peer group sesama ahli sejarah.

    NB: entah kenapa thread ini mengingatkan saya ke thread lain yg berjudul "mengoreksi hukum kekekalan energi"
    Last edited by Alphe; 26-03-12 at 04:25 PM.
    oomaldi likes this.
    Meja kerja yang rapi adalah cerminan jiwa yang sakit

  5. #5
    Contributor keizer's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Bandung
    Posts
    2,594
    Rep Power
    5

    Re: Pembuktian Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda

    Quote Originally Posted by Alphe View Post
    Karena menemukan fakta batu dan kemudian menghasilkan kesimpulan lain, tidak bijak jika mengecap kesimpulan yg berbeda dengan KEBOHONGAN. LAgi pula, kesimpulan yg dikemukakan di sini belum tentu juga sahih dan dapat diterima.

    Terdapat beberapa kelemahan terutama sumber acuan dari tulisan di atas. Ada banyak sumber yg kurang kredibel secara ilmiah seperti sumber dari blog, atau majalah populer seperti "Majalah Misteri". Saran saya, sebaiknya hasil penelitian ini dipublikasikan dahulu di jurnal ilmiah. Biar dikaji dan dikritisi oleh peer group sesama ahli sejarah.

    NB: entah kenapa thread ini mengingatkan saya ke thread lain yg berjudul "mengoreksi hukum kekekalan energi"
    yup saya setuju pendapat anda, ini khan baru dari satu sisi

  6. #6
    Member oomaldi's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Jakarta
    Posts
    626
    Rep Power
    4

    Re: Pembuktian Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda

    Quote Originally Posted by Alphe View Post
    Karena menemukan fakta baru dan kemudian menghasilkan kesimpulan lain, tidak bijak jika mengecap kesimpulan yg berbeda dengan KEBOHONGAN. Lagi pula, kesimpulan yg dikemukakan di sini belum tentu juga sahih dan dapat diterima.

    Terdapat beberapa kelemahan terutama sumber acuan dari tulisan di atas. Ada banyak sumber yg kurang kredibel secara ilmiah seperti sumber dari blog, atau majalah populer seperti "Majalah Misteri". Saran saya, sebaiknya hasil penelitian ini dipublikasikan dahulu di jurnal ilmiah. Biar dikaji dan dikritisi oleh peer group sesama ahli sejarah.

    NB: entah kenapa thread ini mengingatkan saya ke thread lain yg berjudul "mengoreksi hukum kekekalan energi"
    setuju.. ane suka banget nih sama komennya bro alphe..
    Jualan? Langsung kesini >> Lapak Jual Beli Kompas Forum
    Jangan lupa baca aturannya disini >> Aturan Lapak Jual Beli KompasForum

  7. #7
    GEO
    GEO is offline
    Advisor GEO's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    ...
    Posts
    18,435
    Rep Power
    35

    Re: Pembuktian Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda

    jadi mana yang bener nih ?....................

  8. #8
    Newbie
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    1
    Rep Power
    0

    Re: Pembuktian Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda

    anda ini siapa? peneliti? kok asal mengatakan pembohongan sejarah.. jangan2 anda yang membelokkan sejarah karena kedangkalan cara pikir anda. kalo mau penelitian silakan turun ke trowulan, disana pusat penelitian majapahit. bukan dengan duduk di depan internet searching menggunakan keyword.. kalo memang pendapat anda bisa dipertanggung jawabkan, terbitkan jurnal, mari dibahas diforum ilmiah.. disana ada pakar2 yang siap mendebat. sekali lagi jangan penelitian yang dangkal, eh udah berani mengatakan pembelokan. padahal jangan2 anda yang melakukan pembelokan

  9. #9
    Senior Member andewan's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    Bnjarnegara
    Posts
    1,287
    Rep Power
    0

    Re: Pembuktian Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda

    Quote Originally Posted by oka milano View Post
    anda ini siapa? peneliti? kok asal mengatakan pembohongan sejarah.. jangan2 anda yang membelokkan sejarah karena kedangkalan cara pikir anda. kalo mau penelitian silakan turun ke trowulan, disana pusat penelitian majapahit. bukan dengan duduk di depan internet searching menggunakan keyword.. kalo memang pendapat anda bisa dipertanggung jawabkan, terbitkan jurnal, mari dibahas diforum ilmiah.. disana ada pakar2 yang siap mendebat. sekali lagi jangan penelitian yang dangkal, eh udah berani mengatakan pembelokan. padahal jangan2 anda yang melakukan pembelokan
    Yups saya setuju dengan panjengane gan,kl sdh menyangkut sejarah baiknya agak hati hati.

  10. #10
    Newbie
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    23
    Rep Power
    0

    Re: Pembuktian Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda

    terima kasih agan2 atas saran dan keritiknya...udh di update kok artikel ane...judulnya jadi POLA HUBUNGAN KERAJAAN MAJAPAHIT & SUNDA silakan baca dilink tersebut, ane dapet data juga dari buku Atlantis karya Prof. Arsyo tentang istilah negeri Yawana yang disebut negara sahabat dalam kitab Kertagama. judul sebelumnya "Kebohongan Sejarah ttg Persetruan Kerajaan Majapahit Vs Sunda" artinya gak ada persetruan, itu yang ingin ane buktikan...silakan mampir, thanks

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0