Forum


     

Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 12

Thread: Subsidi BBM, Masih Relevankah Dipertahankan?

  1. #1
    Junior Member nohmenshow's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Location
    di jidatmu
    Posts
    168
    Rep Power
    5

    Subsidi BBM, Masih Relevankah Dipertahankan?

    sudah ada dua thread pembahasan subsidi bbm dari sudut pandang transportasi, kali ini TS membahas dari sudut pandang penerima subsidi bbm

    Seperti kita tahu subsidi bbm dinikmati semua kalangan di negeri ini, dari ibu-ibu yang pergi ke pasar menggunakan angkutan umum sampai orang kantoran yang menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja. Dari mahasiwa yang ke kampus naik motor sampai perusahaan nasional dan asing yang membuka kantor perwakilannya di Indonesia dan menikmatinya melalui kendaraan dinas operasional (macam mobil Avanza & Xenia, bukan mobil mewah).

    Kenyataan juga subsidi bbm berasal dari uang pajak yang disetor masyarakat. Pegawai kecil macam OB pun gajinya (tidak lebih dari 2,5 jt) dipotong untuk pajak, yang kemudian disalurkan untuk mensubsidi atasannya yang menikmati subsidi bbm (anggota keluarganya menikmati subsidi bbm, meskipun kendaraan yang digunakan bukan kendaraan mewah).

    Lantas, apakah masih perlu dipertahankan subsidi bbm tsb?

    Subsidi, dalam hal ini subsidi bbm, digunakan pemerintah untuk membantu masyarakat terpinggirkan, masyarakat miskin yang tidak sanggup memenuhi kebutuhan dasarnya untuk hidup layak. Masyarakat miskin sendiri menurut data BPS berjumlah +/- 3o juta jiwa (lebih besar dari penduduk Malaysia) dan masyarakat hampir miskin mendekati 30 juta jiwa (mereka akan menjadi miskin jika pemerintah salah menerapkan kebijakan). Jadi, ada sekitar 60 juta jiwa yang perlu mendapat perhatian langsung pemerintah. Sisanya....
    160 juta jiwa termasuk golongan menengah dan atas.

    Sebuah ironi mahasiswa meneriakkan dan mendukung subsidi bbm dipertahankan yang tidak hanya mewakili 60 juta namun juga mewakili 160 juta lainnya.

    Indonesia dibangun berdasarkan visi dan misi para pendiri bangsa, mereka menjabarkan visi dan misi tersebut ke dalam konstitusi (UUD 1945). Dalam hal ini, tertulis dalam pasal 34 ayat (1), fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. Dengan demikian hanya mereka yang keberadaannya diakui dan bahkan dilindungi oleh konstitusi, bukan golongan masyarakat lain. Mereka berhak mendapat perlakuan yang berbeda (eksklusivitas) dari pemerintah.

    Teranglah sudah siapa yang harus mendapat subsidi dari pemerintah. Bukan pemilik kendaraan pribadi, bukan juga pemilik perusahaan yang kantornya menggunakan kendaraan dinas operasional, terlebih juga bukan pemilik kendaraan mewah. Tetapi mereka yang disebut fakir miskin, mereka yang termasuk golongan miskin dan hampir miskin, mereka yang berhak menerima subsidi rakyat miskin.

    Seyogyanya itulah yang harus diperjuangkan mahasiswa, itulah yang harus diteriakkan dengan lantang dihadapan wakil rakyat, bukan subsidi bbm melainkan subsidi bagi rakyat miskin.

  2. #2
    Senior Contributor ntarluq's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    6,407
    Rep Power
    0

    Re: Subsidi BBM, Masih Relevankah Dipertahankan?

    kalau masih disubsidi ...
    maka akan menbuat penyelundupan ke malesia singapur dan timor leste akan terus berlanjut ..
    jadi yg disubsidi bukan rakyat kecil tapi orang2 kaya plus boss penyelundup2 tsb ...

    uang negara habis ditelan orang2 serakah ...
    TAU SAMA TAU AJA ....

  3. #3
    Junior Member nohmenshow's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Location
    di jidatmu
    Posts
    168
    Rep Power
    5

    Re: Subsidi BBM, Masih Relevankah Dipertahankan?

    melanjutkan post#1

    Bicara mengenai subsidi bagi rakyat miskin tidak lepas kaitannya dengan bantuan dari pemerintah. Ada banyak cara bagi pemerintah untuk mengganti subsidi bbm dengan subsidi bagi rakyat miskin. Selama ini setiap kenaikan harga bbm, pemerintah menyalurkan program sementara BLT, yang memang menurut TS tidak mendidik dan juga siapa yang bisa menjamin uang tunai yang diberikan benar-benar digunakan untuk memenuhi kehidupan dasarnya. Siapa yang bisa menjamin uang tersebut tidak dihabiskan untuk membeli rokok, miras, judi, narkoba, prostitusi, dan hiburan lainnya (vcd bajakan, kosmetik).

    Seperti telah dibahas di post#1, subsidi digunakan supaya masyarakat tidak mampu dapat memenuhi kebutuhan dasarnya untuk hidup layak. Maka pemerintah harus mengawal pemberian subsidi tersebut sesuai tujuannya. Solusi yang dapat digunakan pemerintah adalah dengan memberikan potongan harga saat masyarakat kurang mampu dapat membeli barang kebutuhan dasarnya.

    Ketika masyarakat ingin membeli bahan pokok di pasar, masyarakat kurang mampu mendapat potongan harga. Begitupun ketika masyarakat ingin berobat, anaknya bersekolah, ibu rumah tangga membeli gas 3kg, membayar listrik dan telepon. Wujud potongan harga dapat berupa kartu diskon, semacam kartu jamkesmas namun tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

    Kartu ini hanya dapat digunakan untuk berbelanja bahan pokok di pasar tradisional milik pemerintah daerah (seperti PD Pasar Jaya) atau hanya dapat digunakan untuk anak bersekolah di sekolah negeri atau digunakan untuk membeli gas 3 kg. Pembatasan juga dilakukan terhadap besarnya potongan harga dan berapa kali kartu itu dapat digunakan dalam sebulan. Semacam pembatasan pada kartu kredit.

    Sanggupkah pemerintah melakukan itu semua? Kenapa tidak. Industri perbankan saja mampu mengelola keuangan puluhan juta nasabahnya.

    Untuk dapat berhasil pemerintah harus memperbaiki data masyarakat miskin dan kurang miskin, lakukan survey lapangan, tidak hanya berdasarkan sampel. Tegaskan siapa yang berhak mendapatkan subsidi tersebut, tetapkan kriterianya.

    Misalkan apakah pemilik kendaraan sepeda motor tidak berhak menerima subsidi pemerintah? Bagaimana jika motor tersebut diperoleh sebagai barang bekas, digunakan untuk mengangkut hasil panen di ladang untuk dijual ke pasar, digunakan untuk mengangkut anak bersekolah yang jaraknya belasan kilometer dari rumah mereka karena ketiadaan sarana transportasi/angkutan umum.

    Kartu diskon ini bukanlah kartu sakti, namun setidaknya dapat meringankan beban rakyat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.

    Dengan berlakunya kartu diskon ini, permasalahan apakah subsidi digunakan masyarakat untuk keperluan yang benar-benar mendesak terselesaikan. Jika kartu ini juga bisa digunakan untuk pembelian gas elpiji 3kg dengan potongan harga, pemerintah kemudian dapat menghilangkan subsidi yang sebelumnya ada pada gas elpiji 3kg, sehingga harga jual gas elpiji 3kg dengan 24 kg disamakan, dan permasalahan masyarakat mampu yang sering menggunakan gas elpiji 3kg juga terselesaikan.
    Last edited by nohmenshow; 09-04-12 at 03:19 AM. Reason: satu kartu dua manfaat

  4. #4
    Junior Member zenie's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Posts
    447
    Rep Power
    5

    Re: Subsidi BBM, Masih Relevankah Dipertahankan?

    Betul itu yang dikatakan TS..
    Klo subsidi BBM dipertahankan,ya kehidupan mereka yang 60 juta itu tidak akan berubah..
    Tetap aja segitu2 aja..

    Tapi klo subsidi BBM dikurangi,setidaknya pemerintah memiliki dana untuk membantu pendidikan dan ekonomi kreatif rakyat kecil..
    Pendidikan itu kunci untuk lepas dari jerat kemiskinan..

    Sekarang mau pilih yang mana, "miskin selamanya" atau "sekarang lebih susah tapi ada kesempatan untuk melepaskan diri dari jerat kemiskinan" ?

    Ini ada kata-kata bijak dari teman saya
    "Klo kita lahir miskin,jangan salahkan diri sendiri.. Tapi klo kita meninggal miskin,baru salahkan diri sendiri"
    The Heart of Mathematics is Its Problems (Paul Halmos)

  5. #5
    Junior Member nohmenshow's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Location
    di jidatmu
    Posts
    168
    Rep Power
    5

    Re: Subsidi BBM, Masih Relevankah Dipertahankan?

    Quote Originally Posted by zenie View Post
    Betul itu yang dikatakan TS..
    Klo subsidi BBM dipertahankan,ya kehidupan mereka yang 60 juta itu tidak akan berubah..
    Tetap aja segitu2 aja..
    Setiap tahun pemerintah membanggakan pertumbuhan ekonomi negara dengan kisaran 6%, tapi nyatanya yang menikmati pertumbuhan adalah kelas atas dan menengah, tidak sampai ke akar rumput. Setiap tahun tidak ada pengurangan signifikan jumlah masyarakat miskin dan kurang miskin, yang ada utak-atik hitungan pemerintah mengenai batas kemiskinan, menghasilkan jumlah masyarakat miskin yang semu.

  6. #6
    Senior Contributor ntarluq's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    6,407
    Rep Power
    0

    Re: Subsidi BBM, Masih Relevankah Dipertahankan?

    Quote Originally Posted by nohmenshow View Post
    Setiap tahun pemerintah membanggakan pertumbuhan ekonomi negara dengan kisaran 6%, tapi nyatanya yang menikmati pertumbuhan adalah kelas atas dan menengah, tidak sampai ke akar rumput. Setiap tahun tidak ada pengurangan signifikan jumlah masyarakat miskin dan kurang miskin, yang ada utak-atik hitungan pemerintah mengenai batas kemiskinan, menghasilkan jumlah masyarakat miskin yang semu.
    yang parah adalah ...
    subsidi bbm bagi si kayaaa , tidak juga dikurangi atau disudahi ...
    dan para cocomeyo sewaan geng orang kaya dan penyelundup bbm ke LN , mengaatakan pengurangan subsidi bagi sikayaaa ... sebagai menaikkan harga bbm bagi simiskin ...

    logika bolak balik macam ini yang memancing anarkhisme dan vandalime mahasiswa2 pencinta ransum nasi bungkus ...
    sementara cukong2 yg menggerakkannya sangat menikmati kemenangannya dan langgeng jadi penyelundup bbm ...
    sementara rakyat miskin nggak pernah menikmati subsidi bbm seliterpun karena memang tak pernah menggunakannya ...
    Last edited by ntarluq; 08-04-12 at 04:52 AM.
    TAU SAMA TAU AJA ....

  7. #7
    Newbie
    Join Date
    Apr 2012
    Posts
    3
    Rep Power
    0

    Re: Subsidi BBM, Masih Relevankah Dipertahankan?

    Wah, saya lagi bersemangat mengomentari hal-hal macam gini.
    Posisi ekonomi saya menengah bagian bawah atau tidak miskin jika harga BBM tetap. Tapi tergelincir ke posisi miskin bagian atas jika harga-harga sembako naik. Perubahan status ini akan sangat menentukan apakah saya nanti tetap bisa membiayai sekolah anak saya, transportasi, jaminan kesehatan, dan kebutuhan mendasar lainnya.
    Kelompok masyarakat dengan status ekonomi seperti saya jumlahnya pasti lebih banyak dibandingkan dengan jumlah masyarakat pemilik mobil mewah. Saya tidak punya mobil, alat transportasi sehari-hari memakai motor tahun 2005.
    Karena itu subsidi dalam bentuk apapun dari pemerintah menjadi variabel penentu bagi status ekonomi saya. Dalam kondisi inilah saya memandang bahwa subsidi masih diperlukan.

  8. #8
    Senior Contributor ntarluq's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    6,407
    Rep Power
    0

    Re: Subsidi BBM, Masih Relevankah Dipertahankan?

    Quote Originally Posted by pakne View Post
    Wah, saya lagi bersemangat mengomentari hal-hal macam gini.
    Posisi ekonomi saya menengah bagian bawah atau tidak miskin jika harga BBM tetap. Tapi tergelincir ke posisi miskin bagian atas jika harga-harga sembako naik. Perubahan status ini akan sangat menentukan apakah saya nanti tetap bisa membiayai sekolah anak saya, transportasi, jaminan kesehatan, dan kebutuhan mendasar lainnya.
    Kelompok masyarakat dengan status ekonomi seperti saya jumlahnya pasti lebih banyak dibandingkan dengan jumlah masyarakat pemilik mobil mewah. Saya tidak punya mobil, alat transportasi sehari-hari memakai motor tahun 2005.
    Karena itu subsidi dalam bentuk apapun dari pemerintah menjadi variabel penentu bagi status ekonomi saya. Dalam kondisi inilah saya memandang bahwa subsidi masih diperlukan.
    seandainya subsidi tetap dihilangkan .. (harga lebih tinggi)
    maka salah satu jalan keluar dari contoh yg setara anda , adalah menaikkan gaji ...
    sehingga yg terimbas paling akhir adalah pengusaha atau pemberi kerja ...
    tapi toh kemudian mereka bisa menaikkan harga produknya ...

    demikian seterusnya hingga muncul keseimbangan baru ...
    dan pentingnya pemerintah menerapkan sekolah gratis dan subsidi kesehatan bagi yg setara anda ...
    Last edited by ntarluq; 08-04-12 at 09:28 PM.
    TAU SAMA TAU AJA ....

  9. #9
    Junior Member nohmenshow's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Location
    di jidatmu
    Posts
    168
    Rep Power
    5

    Re: Subsidi BBM, Masih Relevankah Dipertahankan?

    Quote Originally Posted by pakne View Post
    Wah, saya lagi bersemangat mengomentari hal-hal macam gini.
    Posisi ekonomi saya menengah bagian bawah atau tidak miskin jika harga BBM tetap. Tapi tergelincir ke posisi miskin bagian atas jika harga-harga sembako naik. Perubahan status ini akan sangat menentukan apakah saya nanti tetap bisa membiayai sekolah anak saya, transportasi, jaminan kesehatan, dan kebutuhan mendasar lainnya.
    Kelompok masyarakat dengan status ekonomi seperti saya jumlahnya pasti lebih banyak dibandingkan dengan jumlah masyarakat pemilik mobil mewah. Saya tidak punya mobil, alat transportasi sehari-hari memakai motor tahun 2005.
    Karena itu subsidi dalam bentuk apapun dari pemerintah menjadi variabel penentu bagi status ekonomi saya. Dalam kondisi inilah saya memandang bahwa subsidi masih diperlukan.
    Meskipun pakne tidak termasuk golongan 60 juta terbawah, tetap berhak mendapat subsidi jika nanti subsidi bbm dihapuskan.

  10. #10
    Junior Member nohmenshow's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Location
    di jidatmu
    Posts
    168
    Rep Power
    5

    Re: Subsidi BBM, Masih Relevankah Dipertahankan?

    Siapa penerima subsidi bagi rakyat miskin? Berikut TS coba membahas disertai kriteria-kriteria tertentu

    masyarakat miskin:
    - mereka yg tidak memiliki pekerjaan tetap
    - mereka yg bertahan hidup dengan mengais rejeki orang lain (pendapatan tidak tentu)
    - mereka yg tidak memiliki rumah tinggal (bermalam di gubuk dari kardus seadanya/triplek/terpal, dibawah jembatan, pinggir kali)
    - mereka yg tidak memiliki akses air bersih, mck
    - akses transportasi berjalan kaki atau menumpang
    - mata pencaharian umumnya pengamen jalanan, peminta-minta, pemulung, buruh tani, kuli angkut, buruh bangunan, buruh perkebunan kelapa sawit, buruh pemetik teh, buruh pemetik tembakau, buruh penyadap karet, pekerja ladang, penambang pasir, penambang emas tradisional

    masyarakat hampir miskin:
    - mereka yg bekerja di sektor informal
    - mereka yg bertahan hidup dengan bekerja setiap hari (pendapatan ratusan ribu sampai batas ump)
    - mereka yg memiliki rumah tinggal sangat sederhana, bermukim di kawasan padat penduduk
    - mereka yg memiliki akses air bersih seadanya, mck sederhana
    - akses transportasi berjalan kaki, bersepeda, angkutan umum, sepeda motor bekas (juga digunakan u/ berjualan)
    - mata pencaharian umumnya pedagang kaki lima, penjaja dagangan keliling, pedagang yg menggunakan emperan toko u/ berjualan, nelayan

    masyarakat menengah lapisan bawah:
    - mereka yg bekerja di sektor formal
    - mereka yg bertahan hidup dengan waktu istirahat sehari dalam seminggu (pendapatan setara/lebih sedikit ump)
    - mereka yg memiliki rumah tinggal sederhana
    - mereka yg memiliki akses air bersih & mck cukup
    - akses transportasi angkutan umum, sepeda motor baru (kredit)
    - mata pencaharian umumnya buruh pabrik, karyawan toko

    *TS tidak bermaksud mengekspos/menggolongkan/menyinggung masyarakat, semata-mata untuk memperjelas bahasan
    Last edited by nohmenshow; 09-04-12 at 03:20 AM.

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0