Sebagai warga negara Indonesia tentunya ingin membawa Indonesia sebagai negara yang makmur secara keseluruhan dengan permasalahan yang sedikit. Beberapa kontribusi kita terhadap negara misalnya dengan membayar pajak tepat waktu, tidak melakukan korupsi, dsb. tentu akan sangat membantu pemerintah dalam pembangunan negara.

Begitupula dengan mengikuti peraturan baru yang dibuat dan dikeluarkan oleh pemerintah, baik pusat atau daerah. Pemerintah tidak ingin menyusahkan warga negaranya kan? Dan pasti di setiap peraturan yang dibuat dan dikeluarkan ada manfaat yang bisa dirasakan langsung dan/atau tidak langsung oleh warga negaranya.


Salah satu program pemerintah yang baru dikeluarkan tahun 2011 ini ialah program dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yang diberi nama ‘KTP Elektronik Nasional’. Sebagai warga negara Indonesia, kita mempunyai hak dan kewajiban untuk mengikuti program ini, dengan salah satu haknya adalah penduduk yang wajib KTP atau yang biasa dikenal dengan WK berhak untuk mendapat e-KTP dan kewajibannya adalah memenuhi surat panggilan ketempat pelayanan e-KTP dan TIDAK BOLEH DIWAKILKAN. Sebagai informasi juga, untuk mendapatkan e-KTP ini, penduduk tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun alias GRATIS.


Pemerintah secara teratur mencatat siapa saja penduduk yang sudah tergolong kedalam penduduk wajib KTP (WK), yang pastinya sudah berusia 17 tahun. Lalu bagaimana mekanisme pemanggilan seorang warga negara / penduduk untuk membuat e-KTP?
Kira-kira seperti inilah langkah pemerintah sehingga bisa memanggil penduduk WK :
  1. Kepala Sudin Dukcapil Kota JP menyerahkan data penduduk wajib KTP (WK) kepada lurah melalui camat.
  2. Camat kemudian menyampaikan surat panggilan kepada lurah.
  3. Lurah menandatangani surat panggilan penduduk berdasarkan daftar penduduk wajib KTP (WK) yang diserahkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil lewat camat.
  4. Petugas di kelurahan kemudian menyampaikan surat panggilan kepada penduduk WK melalui RT setempat.
Ini contoh surat panggilannya :
Contoh surat panggilan pembuatan e-KTP
Setelah mendapat surat panggilan seperti yang terlampir diatas, ada baiknya seorang penduduk segera mempersiapkan beberapa persyaratan yang perlu dibawa guna mendapatkan e-KTP tersebut. Ada 2 syarat yang diperlukan, yaitu membawa surat panggilan dan membawa KTP lama yang masih berlaku. Setelah sudah selesai mempersiapkan syarat yang diperlukan, pergilah ke kantor kelurahan setempat sesuai dengan tanggal pemanggilan pembuatan e-KTP dan jangan sampai telat karena jika sampai telat maka…
Jika telat, nomor urut akan dilewat
Setibanya di kantor kelurahan, ada langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu :
  1. Mendaftar di loket pendaftaran pembuatan e-KTP dan menyerahkan surat panggilan dan KTP lama yang masih berlaku. Petugas akan mencocokkan dan mencatat serta memberi nomor antrian baru. Tunggulah di ruang tunggu. Setelah nomor antrian dipanggil, maka…
  2. Petugas akan melakukan verifikasi data penduduk yang berada di dalam database
  3. Petugas operator akan mengambil pas photo penduduk, (dengan ketentuan; penduduk yang lahir pada tahun ganjil di foto dengan memakai background berwarna merah sedangkan penduduk yang lahir pada tahun genap memakai background berwarna biru).
  4. Setelah itu, petugas operator akan meminta penduduk agar melakukan pemindaian sidik jari tangan penduduk mulai dari tangan kanan sampai tangan kiri
  5. Petugas operator akan meminta penduduk untuk melakukan pemindaian mata dengan alat yang berbentuk seperti keker / teropong.
  6. Petugas operator akan melakukan perekaman tanda tangan penduduk
  7. Setelah di foto, tanda tangan, dan pemindaian sidik jari, petugas akan membubuhkan tanda tangan dan stempel di surat panggilan yang tadi diserahkan sebagai tanda bukti bahwa penduduk telah memenuhi pemanggilan dan pembuatan e-KTP
  8. Penduduk bisa pulang ke rumah dan menunggu panggilan berikutnya (yang waktunya tidak dapat ditentukan) guna mengambil e-KTP yang telah selesai di proses.

Beda KTP lama dengan e-KTP

Mungkin banyak diantara kita bertanya-tanya ‘emang apa bedanya sih ktp lama sama e-ktp?’, ‘emangnya e-ktp bisa ngapain?’, atau ‘ktp lama kayaknya udah bagus kenapa mesti diganti-ganti sih? Kan jadi repot ngurusnya’. Pertanyaan demikian sering terdengar di kalangan masyarakat yang masih belum tahu manfaat dari e-KTP ini, tugas seorang ketua RT dan petugas kelurahan lah yang harus bisa mencerdaskan masyarakat dengan program pemerintah yang baru. Nah, apa bedanya KTP lama dengan e-KTP ? seperti yang sudah kita lihat dan tahu sendiri, KTP lama yang seorang penduduk wajib KTP (WK) miliki, mencantumkan baik NIK, nama lengkap, jenis kelamin, golongan darah, tanggal lahir, tempat lahir, dst. Di bagian belakang dari KTP tersebut. Namun dengan e-KTP tidak akan ada lagi data dan informasi tersebut di belakang e-KTP karena pemerintah sedikit ‘berinovasi’ dengan memasukkan data-data tersebut kedalam chip yang berada di bagian depan e-KTP.
Contoh bagian depan KTP lama
Contoh bagian depan e-KTP
Terlihat sekali perbedaan antara KTP lama dengan e-KTP terletak di chip yang berada di depan. Data yang disimpan dalam chip tersebut ialah database kependudukan berbasis NIK yang berisi biodata penduduk ditambah foto dan tanda tangan penduduk serta database sidik jari penduduk. Untuk bagian belakang dari e-KTP akan dibuat seperti kartu ATM.
Contoh bagian belakang KTP lama
Contoh bagian belakang e-KTP
Pemerintah sendiri berharap dengan adanya chip ini akan memberi manfaat yang banyak nantinya bagi penduduk serta memudahkan penduduk untuk melakukan kegiatan ataupun aktivitas apapun. Manfaat chip ini sendiri secara umum ada 4 hal :
  1. Sebagai alat penyimpan data elektronik penduduk yang diperlukan, termasuk data biometric.
  2. Data yang dimuat didalam chip dapat dibaca secara eletronik dengan alat tertentu (reader) dimana saja.
  3. Dilengkapi dengan pengaman data didalam chip itu sendiri.
  4. Pada saatnya dapat berfungsi untuk berbagai kebutuhan (multiguna dan multifungsi) dengan chip tersebut (sebagai ID card, ATM card, Access card) dan relative mudah diintegrasikan dengan sistem lain.



Mengetahui manfaat yang akan diperoleh begitu menguntungkan ke depannya, tentu tidak akan rugi jika segera mengganti KTP lama dengan e-KTP yang begitu canggih, tentunya setelah ada panggilan untuk membuat e-KTP. Selain 4 manfaat diatas, manfaat lain dari e-KTP ini yaitu tidak akan adanya KTP ganda (1 orang memiliki 2 KTP di daerah yang berbeda), data yang sudah di masukkan saat pembuatan e-KTP tidak akan bisa diubah semena-mena (misalnya mengubah status dari kawin menjadi belum kawin karena ingin menikah lagi hahaha). Kira-kira seperti itulah manfaat yang diharapkan pemerintah serta penduduk agar nantinya jika ada Pemilu maka 1 orang benar-benar hanya 1 suara.


Namun kendala yang sedang di alami pemerintah sendiri adalah dengan terlambatnya alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat e-KTP seperti pemindai sidik jari, pemindai mata, dan pemindai tanda tangan. Jika alat belum datang / terlambat datang maka waktu pembuatan e-KTP di suatu daerah juga akan terhambat. Menurut keterangan dari pegawai kelurahan yang saya wawancarai, alat e-KTP yang dikirimkan dari pemerintah pusat sebenarnya sudah ada di kantor kecamatan se-kabupaten / kantor pos tapi untuk pelaksanaan pengiriman dan pelaksanaan pembuatan e-KTP harus menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Untuk petugas pelaksana pembuatan e-KTP sebenarnya juga sudah siap baik secara penggunaan alat dan sebagainya karena telah dilakukan pelatihan-pelatihan yang menunjang petugas pelaksana untuk dapat siap melayani masyarakat yang ingin membuat e-KTP, namun karena alat yang telat datang maka pelaksanaan pun tertunda.


Walaupun banyak mengalami kendala tapi pemerintah berharap agar mulai tahun 2011, program ini dapat terlaksana dan seluruh penduduk WK mempunyai e-KTP. Tentunya dengan dibantu ketua RT serta petugas kelurahan setempat untuk mensosialisasikan dan meningkatkan pengetahuan warga untuk mengetahui dan mematuhi Peraturan Daerah yang terbaru.


Untuk itu, bagi yang belum mendapat surat panggilan dan yang belum mengganti KTP lama dengan e-KTP, ayo segera tanyakan pada ketua RT setempat mengenai surat panggilan pembuatan e-KTP dan segeralah mengganti KTP lama Anda dengan e-KTP! Banyak sekali manfaat yang (diharapkan) bisa mempermudah aktivitas penduduk kedepannya dengan e-KTP. Semoga dengan diberlakukannya e-KTP ini manfaat yang telah disebutkan tadi dapat direalisasikan. Amin...