-If You Are Soft To Yourself, Life Will Be Hard To You. But If You Are Hard To Yourself, Life Will Be Soft To You.-
Waduhhhh....koq jadi sulit yak soalnya yang keluar...padahal tulisan saya hanya harapan..tidak semua??? tapi dari yang tidak semua siapa saja yak ??? wah nyerah dehkarena saya hanya ingat 1 orang saja waktu voting kasus century yaitu Ibu Lily Wahid yang berani berjalan sendiri sesuai hati nuraninya tidak ikut kereta partainya, dan setuju ikut dengan option C sungguh kontroversi sikapnya sehingga banyak yang menyalami
...ada lagi ga yak????
-If You Are Soft To Yourself, Life Will Be Hard To You. But If You Are Hard To Yourself, Life Will Be Soft To You.-
Bolehlah du updated buat perbendaharaan mengenal orang yang masih memiliki nurani ini
Kalau kita bahas Ibu Lily Wahid ini dalam bersikap seharusnya perlu ditiru karena bicara atau memilih sesuai hati nurani sikap inilah yang paling benar bukan sikap dari partai yang berujung pada pengkebirian hak sebagi manusia yang punya hati dan nurani.
Kalau sudah masuk kedalam gedung rakyat dimana semua anggota harus berani bicara dengan sikap pribadi yang berhati dan bernurani seharusnya karena mereka masuk disitu atas titipan suara rakyat yang memilih entah itu dipaksa atau iklas dan sering sering memutar lagu Iwan Fals yang berjudul "Wakil Rakyat" sebagai lagu wajib untuk diputar kalau mau sidang paripurna...hehehe
Saya yakin kalau lagu itu menjadi lagu wajib mungkin Kungker akan berkurang, sekolah yang tak layak menjadi layak, mungkin untuk VM lebih berprestasi dalam hal kesehatan dan kebugaran dan ber salsa ria ini lebih bermanfaat dari pada beliau ada didalam gedung itu tapi tak berdaya.......yang berujung tak berguna![]()
-If You Are Soft To Yourself, Life Will Be Hard To You. But If You Are Hard To Yourself, Life Will Be Soft To You.-
menilik dari conversation nya aja, VM udah jelas kalah kelas dari PPI dan nunjukin kalau dulu pas kuliah ga belajar duunk
buat dapetin nilai bagus..Cuman menjilat dan baik2in dosennya ajaa...
Duuh..kapan ya kira2 kualitas anggota dewan kita bisa improved ?
Jadi ingat peribahasa "Diam adalah emas" Dalam konteks : bila tak tahu masalah atau tak punya kompetensi dan kapasitas, lebih baik tak usah komentar.
Tetapi mungkin berbeda bila konteksnya belajar ya, seringkali bila kita mengomentari sesuatu, malah semakin membuka wawasan dan pengalaman, bahkan menambah keterampilan.
Permasalahannya, proses pembelajaran berjalan seumur hidup dan sering terjadi kesalahan.
Contohnya Ketua MK kita, saat jaman Gus Dur, beliau ditunjuk untuk menjadi Menteri Pertahanan (mohon koreksi bila salah) , karena latar belakang beliau bukan dari militer atau hukum internasional (atau apalah), beliau protes, tetapi Gus Dur menjawab kira-kira begini "Saya pun tidak pernah sekolah untuk jadi presiden". Karena jawaban Gus Dur seperti itu, akhirnya beliau bersedia untuk jadi menteri.
Saya pikir, semua presiden kitapun seperti itu. Walaupun mereka mengajukan diri untuk menjadi presiden, tetapi tidak ada yang betul-betul memiliki ilmu untuk itu dan semuanya dipelajari sambil berjalan.
Nah kira-kira dari berbagai kesalahan yang pernah dan akan dilakukan, adakah klasifikasi misalnya "kesalahan yang dapat diterima, kesalahan yang dapat dimaafkan, kesalahan yang dimaklumi, atau kesalahan yang tak termaafkan"?
Last edited by Im Ps; 18-05-12 at 09:38 PM.
Sepertinya hanya harapan kita semata dan susah untuk terwujudnya....
kok ngak dibilang lagi yach ngapain kuliah jauh2 ijazah lokal juga bisa dibeli,
Bookmarks