Akhirnya Polisi Benar-Benar Mengabdi dan Melayani
Siapa menduga kalau akhirnya polisi benar-benar siap mengabdi dan melayani.
Sudah lama slogan mengabdi dan melayani hanya menjadi cibiran di ini negeri.
Mengabdi dan melayani apanya, begitu suara sumbang bertalu-talu tidak henti,
Kalau ada uang baru mau mengabdi, kalau tidak ada uang, yah ... jangan mimpi.
Tetapi mulai hari ini semua suara sumbang haruslah berhenti, karena pak polisi
Melalui peristiwa yang sangat dramatis sekali benar-benar berubah sama sekali.
Cerita awalnya sih begini, seorang ketua partai yang sedang menanti hari-hari,
Tertangkap kamera wartawan kalau mobilnya menggunakan pelat nomer tak asli.
B 1716 SDC ternyata dipakai berulang kali untuk mobil yang juga berganti-ganti.
Toyota Inova pakai ini, Toyota Vellfire juga pakai ini, dan sialnya dua mobil ini
Punya pelat nomer sendiri, B 1584 TOM dan B 69 AUD, ini pelat nomer yang asli.
Singkat cerita ada pemalsuan di sini dan kata undang-undang pemalsuan begini
Tidak boleh terjadi dan harus diberi sanksi, 500 ribu atau dua bulan kurungan bui.
Tetapi polisi kemudian memutuskan memberi teguran lisan pada sang pengemudi
Karena berani-beraninya gunakan pelat nomer tidak asli, walau katanya berapi-api
Daripada kami terus dibuntuti kan lebih bagus kelabui para wartawan tak tahu diri.
Bravo polisi, selamat wahai bhayangkara negara, dan khususnya untuk Kapolri,
Inilah momen yang kami tunggu-tunggu selama ini, beginilah seharusnya polisi,
Menindak itu adalah pilihan nanti, yang pertama menegur, kedua nasehat diberi,
Ketiga nasehat lagi, dan seterusnya dan seterusnya, baru yang paling akhir nanti
Mendenda dan menilang boleh diberi ... ha ... ha ... ha ... bagus ... bagus sekali.
Berikutnya pak Kapolri perintahkan saja Dirlantas umumkan ke seluruh negeri,
Beginilah seharusnya polisi lalu lintas di seluruh negeri mengabdi dan melayani.
Simak, tiru dan adaptasi semua yang dilakukan Polda Metro Jaya baru-baru ini.
Saya pribadi salut dan angkat topi karena sekarang bisalah bangga pada polisi,
Beginilah cara kerja polisi yang sejak lama didamba oleh seluruh anak negeri.
Kalau begini bukankah kami tidak lagi mempunyai hati mencibir slogan polisi?
Mengabdi dan melayani sudah benar-benar menjadi inti nurani pertanda peduli.
Untuk bung Anas sendiri meskipun menunggu hari semakin dekat ke mata kaki,
Tetapi percayalah, ada juga bakti bung pada ini negeri ... polisi mulai sadar diri
Lewat plat nomer palsu bung, polisi sadar bagaimana mengabdi dan melayani.
Jalan perubahan memang banyak bung, dan kadangkala penuh dengan misteri.
Siapa yang akan menyangka pelanggaran dan tipu-tipu dari bung punya fungsi
Menyadarkan bhayangkari negeri, bagaimana seharusnya menjadi pengabdi.
Alangkah akan eloknya kalau momen yang tidak diduga-duga ini juga menjadi
Momen berharga bagi bung pribadi yang mungkin terlalu lama menyiksa diri.
Kami tidak tahu apakah bung ini sedang jalankan peran pemain watak sejati
Yang terpaksa berdusta setiap hari hanya karena malu mengakui ikut korupsi,
Atau bung sedang lakukan eksperimen dan eksplorasi menguji kami-kami ini?
Tetapi tampaknya waktu bermain sudah usai, sekarang waktu kontemplasi diri,
Dan sebagai ahli strategi bung tentu sadar diri, ibarat sang perdana menteri
Di papan catur yang sudah terkepung dan tidak ada jalan buat meloloskan diri.
Tibalah waktunya untuk berdiri, angkat topi, ulurkan tangan tanda bung tahu diri.
Selanjutnya mengapa bung tidak meniru polisi yang berubah jadi pengabdi sejati?
Kalau polisi maafkan pemalsuan yang bung lakukan, maka bung harus sepenuh hati
Minta maaf pada segenap anak negeri serta siap beberkan seluruh kasus korupsi.
Dr. Tri Budhi Sastrio – tribudhis@yahoo.com – Poznan, Poland


4Likes
LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote

Kumpulan Cerita Lucu

Bookmarks