Mbak ini..
Setia itu seharusnya yang menilai orang lain. Dari pengamatan sendiri atau sudah2... Orang yang mengaku dirinya sendiri tipe "setia" itu biasanya malah berat jodoh (maafkan keterusterangan saya).
Mengapa bisa begitu? Karena ybs menghambat diri sendiri dengan membandingkan ke orang lain, terutama lawan jenis. Lirik dikit dibilang nggak setia, gombal iseng dibilangnya flirting, perhatian sama yang lain dibilang nggak loyal...
Dan kriteria setia itu nggak cuman 'memiliki' monopoli saja. Ada faktor lain yang nggak bisa dijelaskan. Karena kita tidak bisa membaca isi hati seseorang secara penuh.
Ada lelaki mengagumi sampai terbelalak wanita sangat cantik, dibilangnya tidak setia. Padahal jujur saja sebagai lelaki, saya suka begitu

. Dan saya hanya sekedar mengagumi. Tidak ada pikiran lain. Wanita tersebut lewat, ya sudah. Nggak kepikiran dia lagi. Marahkah istri saya? Tidak. Dia mengerti kalau itu sekedar pengaruh daya tarik. Paling dia dehem2 sambil muji wanita tersebut dengan nada olok2 sambil tertawa tawa sepanjang mall..
Ada wanita bersuami, mendekati pria online sekedar untuk konsultasi masalah kehidupannya. Dibilang tidak setia juga. Padahal ada hal yang lebih komplek dari itu.
Pria dan wanita memang ditakdirkan tidak bisa saling memahami. Tetapi saling melengkapi.
Misalnya : Banyak wanita tidak mengerti mengapa banyak lelaki suka mengkoleksi barang2 yang dia tidak mengerti, seperti mobil, barang elektronik, stiker, botol kecap, jam tangan, topi baseball dll.
Dan banyak pria tidak mengerti kenapa wanita sangat tergila gila dengan barang diskonan, sepatu yang bentuknya aneh (hak sepatunya di depan, jadi kayak egrang), baju dengan warna jrengki, tas tangan dll.
Semua menyangkut pola pikir yang berbeda.
Wanita cenderung auditory / mendengar (makanya suka digombalin),
Lelaki cenderung visual / melihat (makanya suka dengan yang terbuka).
Kembali ke masalah fashion disaster ini.
Lihat statement saya diatas, bahwa lelaki cenderung visual, maka secara tidak langsung, wanita berusaha memikat pria secara penglihatan. Makin tinggi atau makin terbuka, pria justru senang.
Kalau perempuan, senang nonton acara gombal ria. Makin digombalin, perempuan makin senang.
Seperti yang dibilang salah satu user diatas juga, tidak ada undang-undangnya dan kita tidak bisa meributkan hal ini.
Bookmarks