Page 3 of 10 FirstFirst 12345678910 LastLast
Results 21 to 30 of 93
Like Tree5Likes

Thread: Mana yang Cocok: Negara Federal atau Negara Kesatuan (RIS atau NKRI) ?


  1. #21
    Senior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    1,440
    Rep Power
    7

    Re: Mana yang Cocok: Negara Federal atau Negara Kesatuan (RIS atau NKRI) ?

    Quote Originally Posted by hon_hon View Post
    Cocoknya dibubarin........ ribut melulu sih...berebut panggung

    *kabooor hehehehehehe*
    Bos........ kok jadi suka bubar-membubarkan yah?
    who am I ?

  2. #22
    Senior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    1,440
    Rep Power
    7

    Re: Mana yang Cocok: Negara Federal atau Negara Kesatuan (RIS atau NKRI) ?

    Quote Originally Posted by mbamarijan View Post
    Ketika bangsa indinesia diproklamirkan tgl 17 agustus 1945 maka berdirlah negara indonesia(dg syarat terbentuknya negara). kemuadian para para founding father sepakat untuk memilih NKRI sebagai bentuk negara sebagaimana tercantum dalam konstitusi. Namun demikian mengingat luas indonesia, jumlah penduduk yg banyak, keragaman suk dan budaya(heterogen) tentu tidaklah efektif bila dilaksanakan seluruhnya oleh pemerintah pusat. Oleh sebab itulah sebagian kewenangan diserahkan kepada daerah untuk mengatur dan mengururnya sesuai peraturan perundang2an= otonomi daerah. Kondisi2 seperti ini(wilayah yg luas, jumlah penduduk yg banyak, heterogen) pada
    dasarnya dimiliki oleh negara federal dan otonomi dalam arti yg sebenarnya hanya memiliki landasan yg kuat dalam krangka negara federal.
    Akan tetapi masalahnya kebijakan otonomi yg dianut saat ini berkaitan erat dengan mewujudkan dan mempertahankan NKRI sehingga ada kesan wujud negara NKRI seolah tidak dapat dirobah lagi.
    Pertanyaannya tentu apakah negara memang harus meniadakan wujud negara selain NKRI ? bukankah konstitusi selalu terbuka untuk dirubah sesuai kondisi dan dinamika perkembangan masy.

    Sementara ini yg terlintas dibenaku tentang mana yg cocok: negara federal atau negara kesatuan
    Salam.

    Mbah.... anda membaca tulisan saya mengenai sumpah pemuda diatas?
    Mereka menciptakan isi terlebih dahulu, baru kemudian membentuk bungkusnya.

    Bila kita merubah bungkusnya, tanpa kita pedulikan isinya, percuma saja.
    Bila kita umpamakan bangsa sebagai ruh, dan bentuk negara sebagai wadag;
    Bila ruhnya kambing meski kita taruh di wadag berbentuk manusia, paling banyak dia cuma bisa bilang mbeeeek, onani dengan pohon dan sebagainya.
    Sebaliknya kalau ruhnya ini ruh manusia "beneran", meski ditaruh di wadag garuda, dianya akan menjadi garuda yang soleh,arif,bijaksana; bisa menjadi contoh bagi penghuni rimba belantara dunia ini lainnya. Tidak kalah dengan si harimau, singa, naga atau beruang.

    Ruh/isi/bangsa ini kita bangun terlebih dahulu. Setelah itu selesai, terserah anda ingin berwadag apa. Cuma resikonya, seperti yang saya tulis dalam posting sebelumnya, kalau federasi cenderung mudah bagi salah satu negara federasi itu untuk memproklamirkan diri, dan boleh percaya atau tidak ada banyak binatang lain diluar sana ingin menjadi sponsor untuk itu.

    Masalah kebijakan yang saling bertentangan, apa bukan tugas wakil dan abdi kita; untuk menghilangkan pertentangan tersebut.
    Kita sebagai rakyat jelata menyodorkan fakta dan perkara (dan mungkin solusi), dan mereka yang memprosesnya dalam bentuk perundang-undanganan.

    Masalah konstitusi.
    Saya pinjam perkataan anda, "Konstitusi memang selalu terbuka untuk dirubah sesuai kondisi dan dinamika perkembangan masyarakat".

    Saya tambahkan, "...untuk kepentingan oknum tertentu".
    Dan inilah yang sudah terjadi selama ini, atau haruskah diperparah lagi?




    Peeeace 4 all
    who am I ?

  3. #23
    Senior Contributor hon_hon's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Location
    Indonesia Tercinta
    Posts
    6,790
    Rep Power
    16

    Re: Mana yang Cocok: Negara Federal atau Negara Kesatuan (RIS atau NKRI) ?

    Quote Originally Posted by bingnyata View Post
    Bos........ kok jadi suka bubar-membubarkan yah?
    Ketularan FPI kali......seneng bubar2in.....wkwkwkwkwk.....(apa mungkinkah lama-lama mereka minta NKRI di bubarin juga???xixixixixi)
    The Sea is Deeper Than Your Bathtub DUDE!!!!



  4. #24
    Senior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    1,440
    Rep Power
    7

    Re: Mana yang Cocok: Negara Federal atau Negara Kesatuan (RIS atau NKRI) ?

    Quote Originally Posted by hon_hon View Post
    Ketularan FPI kali......seneng bubar2in.....wkwkwkwkwk.....(apa mungkinkah lama-lama mereka minta NKRI di bubarin juga???xixixixixi)
    Escherichia coli; dalam jumlah tertentu perlu, terlalu banyak.......
    who am I ?

  5. #25
    Member paijo69's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    tiap sudut
    Posts
    655
    Rep Power
    7

    Re: Mana yang Cocok: Negara Federal atau Negara Kesatuan (RIS atau NKRI) ?

    Quote Originally Posted by nohmenshow View Post
    Dilihat dari model penyatuan jelas Indonesia adalah negara kesatuan, karena dari awal pembentukannya terdiri dari daerah-daerah, bukan negara yg berdiri sendiri. Tidak ada negara Jawa, negara Sumatera atau negara Sunda, pada saat sebelum 1945, atau bahkan pada saat sebelum 1950, seperti yg disebutkan TS.

    Memperdebatkan bentuk negara (yg merupakan awal terbentuknya suatu negara) adalah memperdebatkan cikal bakal, embrio yang sudah jelas, nyata. Jika dibalik, negara AS yg terbentuk dari negara-negara bagian dan membentuk negara federal, pernahkah anda bertanya kenapa AS tidak mengubah bentuk negara menjadi negara kesatuan? Karena, cikal bakal, embrionya adalah negara bagian, bukan terdiri dari daerah-daerah.

    Atau lebih mendasar lagi, kenapa manusia termasuk makhluk mamalia, bukan reptil? Karena manusia dilahirkan dan disusui, bukan lahir dalam bentuk telur seperti reptil.



    Indonesia memang terdiri dari banyak suku bangsa yg masing-masing memiliki kebudayaan, bahasa yang berbeda. Namun, diluar itu ada yg menyatukan suku bangsa menjadi satu kesatuan, dan cukup hanya satu ciri khasnya, bahasa Indonesia. Jika sudah memiliki bahasa yang satu (disebut bahasa Indonesia), apakah tidak boleh disebut sebagai suatu bangsa Indonesia?

    Kesatuan sebagai suatu bangsa Indonesia telah ada jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, lahirnya NKRI (1945 atau 1950 seperti yg disebutkan TS). Ingat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928? Itulah kali pertama bangsa Indonesia mengikrarkan diri dan lahir dari berbagai suku bangsa/jong, seperti Jong Java, Jong Ambon, dll.

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, jika TS tidak menghargai sejarah bangsa sendiri, apakah TS pantas disebut/termasuk bangsa Indonesia?
    Bung Nohmenshow,

    memang tidak ada negara Jawa, Sumatera, Sunda seperti yg anda sebut (kecuali jaman RIS), karena pada masa itu sistem yg ada di belahan bumi ini masih berupa kerajaan. Yang karena mengalami penjajahan dari Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris dan Jepang akhirnya kerajaan-kerajaan itu pun luntur.

    AS pada awalnya, embrio, cikal bakalnya pun bukan merupakan berbagai negara bagian yg kemudian menggabungkan diri. Awalnya terdiri dari koloni-koloni jajahan Inggris. CMIIW.
    Jika merupakan sebuah negara yg berdaulat sendiri ke dalam dan keluar, kemudian bergabung dgn negara berdaulat lain, ini yg dinamakan negara konfederasi.
    Lagipula, jika konstitusi negara bisa diubah, mengapa bentuk negara tidak?

    Berkaitan dengan Bahasa Indonesia, ini adalah bahasa perantara, sebagai media untuk berkomunikasi dalam lingkup negara, yg kemudian disebut bahasa nasional atau bahasa resmi negara.
    Apakah Singapura, Australia, AS yg menggunakan Bahasa Inggris, kemudian disebut sebagai Bangsa Inggris?
    Tentu tidak.
    Budaya hanyalah korban dari politik dan ekonomi. Seperti juga konsep negara kesatuan yg pertama kali diperkenalkan oleh Soepomo di depan sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945. Menurut saya inilah blunder tersebut, bahwa Soepomo dan semua peserta rapat menelan mentah-mentah paham integralistik yg disampaikan dan didoktrin oleh Soepomo tanpa memperhitungkan dan malah mengesampingkan nilai budaya.

    Sumpah Pemuda memang slalu digunakan sebagai propaganda untuk menumbuhkan rasa kesatuan, seperti juga Sumpah Palapa yg diucapkan oleh Patih Gajah Mada.
    Dimana pada masa itu, asumsi saya, perwakilan yg menghadiri ataupun mengikuti, tidaklah diketahui oleh seluruh khalayak masyarakat, dengan terbatasnya sarana komunikasi yg ada tentu saja. Dengan kata lain, bukan suatu kemustahilan jika yg mengikuti acara tersebut tidak diketahui oleh masyarakat asalnya. Akan sangat berbeda jika itu dilakukan pada masa kini.

    Apakah anda sudah yakin dengan sejarah Indonesia yg masih bermisteri?
    Saya memang bukan Bangsa Indonesia, saya adalah warga negara Indonesia. Saya mempunyai bangsa sendiri dan suku tersendiri, namun bukan brarti saya primordialisme, karena saya juga menghargai serta menjunjung tinggi persatuan.
    Bagi saya, pengadaan Bangsa Indonesia adalah suatu hal yg cenderung dipaksakan. Selain tidak adanya akulturasi (bertemu dan melebur) budaya yg menjadi dasar sebagai suatu bangsa, pada akhirnya akan muncul budaya pemenang yg diperlukan sebagai entitas bangsa itu sendiri.




    Salam
    Last edited by paijo69; 15-05-12 at 03:30 PM.
    ...Resiko terbesar adalah sama sekali tidak melakukan apapun...

  6. #26
    Member paijo69's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    tiap sudut
    Posts
    655
    Rep Power
    7

    Re: Mana yang Cocok: Negara Federal atau Negara Kesatuan (RIS atau NKRI) ?

    Quote Originally Posted by Durga Umayi View Post
    Jo..
    Saya sedang tidak dalam kapasitas utk menjabarkan apa yang ada di otak saya.
    Tapi dengan mata terpejam, dalam pengaruh bir item dan panggang... akan saya katakan..
    FORMAT NEGARA SERIKAT lah yang skrng menjadi konsep yang tepat untuk Indonesia ke depannya.
    Bung Durga,

    terimakasih atas pendapat dan pilihan anda. Saya tunggu untuk pencerahannya.
    Jangan lupa kirim kemari bir item dan panggangnya (BPK enak tuh)


    Salam


    Quote Originally Posted by 0x3a4b2m9c View Post
    Pendapat pribadi: saya sangat setuju. Terlalu susah diatur untuk menjadi negara kesatuan karena terlalu banyak pulau.
    Bung 0x3a4b2m9c (bener-bener susah namanya),

    Banyak pulau merupakan suatu kekayaan, begitu juga dengan banyak bangsa, suku dan budayanya. Tentu saja masing-masin mempunyai kearifan lokal tersendiri, ini yg tidak terjaga dgn konsep kesatuan. Karena semua dikendalikan dari pusat hasilnya sama ke semua daerah. Keseragaman yg dipaksakan.

    Trimakasih untuk pendapatnya dan pilihan anda. Saya tunggu pencerahan lain dari anda.



    Salam


    Quote Originally Posted by danangbanget View Post
    Apapun bentuk negaranya, yg penting minumnya teh sosro.. Betul? Alhamdu...?
    Membaca pendapat Bung Danang, intinya tidak ada masalah bentuk negara mau federal atau kesatuan, namun dasar negara yg digunakan adalah gotong royong, begitukah?


    Salam

    Quote Originally Posted by hon_hon View Post
    Cocoknya dibubarin........ ribut melulu sih...berebut panggung
    *kabooor hehehehehehe*
    Quote Originally Posted by hon_hon View Post
    Ketularan FPI kali......seneng bubar2in.....wkwkwkwkwk.....(apa mungkinkah lama-lama mereka minta NKRI di bubarin juga???xixixixixi)
    Mba Hon,

    kalo mental dan budi pekerti manusia sudah amat sangat baik, kemungkinan paham anarkisme bisa dijalankan. Mungkin itu suatu impian yg katanya mustahil untuk terlaksana.
    Mba Hon suka lagunya John Lennon yg Imagine ya?

    Mereka tidak minta NKRI dibubarkan, tapi minta kekuasaan dilimpahkan pada mereka (bisa jadi akhirnya sama saja).


    Salam
    Last edited by paijo69; 15-05-12 at 03:48 PM.
    ...Resiko terbesar adalah sama sekali tidak melakukan apapun...

  7. #27
    Member paijo69's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    tiap sudut
    Posts
    655
    Rep Power
    7

    Re: Mana yang Cocok: Negara Federal atau Negara Kesatuan (RIS atau NKRI) ?

    Quote Originally Posted by bingnyata View Post
    Apa yang Bos Joe katakan sebagai takut itu, bagi saya merupakan rasa, dan saya tidak menggolongkannya sebagai rasa takut; cukup rasa saja. Rasa ini timbul bukan dari pemikiran lebih lanjut di dalam kepala saya, tetapi timbul dari apa yang saya lihat, baca dan dengar. Itu adalah cerminan dari keadaan yang terjadi sehari-hari. Dan bukan dari hasil membayangkan, meski saya senang untuk merenung dan membayangkan. Itulah realita dan saya tak mampu memperindah hal tersebut di dalam kepala saya.

    Lebih lanjut, Bos Joe rupanya menafsirkan perihal potensi yang utarakan sebagai potensi intelektual. Anda salah, tapi saya juga yang salah karena tidak menerangkannya lebih lanjut.

    Karena itu akan saya jelaskan sekarang; yang saya maksud potensi disini adalah potensi untuk bekerja sama dan bersatu menghadapi masalah yang terjadi sekarang.
    Masalah intelektual, banyak putra-putri daerah yang mempunyai kualitas bahkan melebihi mereka yang ada di pusat. Saya tahu, anda tahu, dan saya kira banyak pula orang yang tahu dan mengamini hal tersebut. Masalahnya.......mengapa mereka tidak mau bersatu?

    Saya bicara masalah persatuan dan kesatuan banyak kali di topik lain di FK, juga bahaya yang tersembunyi bahwa banyak orang berusaha memecah persatuan tersebut, bukannya tanpa adanya suatu alasan.
    Saya mencoba untuk mengingatkan kepada intelektual-intelektual yang kiranya mau membaca tulisan saya, bahwa dengan kualitas pemikiran yang mereka miliki, tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi. Bahkan jika itu berupa bencana alam pun (tanpa mengingkari akan kuasa-Nya), .......bila mau bekerja sama.

    Tanpa semangat untuk bersatu dan bekerjasama, meski negara ini anda pecah-pecah hingga tingkatan RW atau RT malah, nonsense masalah yang dihadapi oleh negeri ini dapat tertangani.
    Dalam negara federasi, boleh khan sebuah Rukun Tetangga memproklamirkan diri , kalau tidak boleh hayo apa alasannya?
    Itu penyakit lain yang ada di negeri ini sekarang. Kalau saja........para intelektual itu mau bergandeng tangan.....

    Penyakit lain.....banyak pihak yang merasa bahwa kemajuan di bidang politik secara otomatis dapat memajukan bidang-bidang lainnya (ekonomi, sosial budaya, hankam).
    Pret...........
    Omong kosong.
    Mimpi di siang hari bolong.

    Konflik-konflik yang terjadi dan kita amati di berita di TV, radio atau surat kabar adalah hasil dari pengenyampingan bidang-bidang lainnya tersebut. Kekerasan, perkosaan, perampokan, kecelakaan lalu lintas, banjir dan bisa anda tambah lagi sendiri daftarnya. Ini disebabkan karena para petinggi di negara ini cuma sibuk mengurusi masalah politik.
    Dan mental politikus ini sudah merebak luas hingga kepelosok-pelosok.
    Banyak janji minim realisasi. Ada argumen yang berlawanan..............?

    Aspek-aspek pembangunan tersebut harusnya dipandang sebagai suatu kesatuan, dan mari kita sebagai warga masyarakat ini bersatu, membangunnya dari bidang keahlian kita masing-masing, bila kita ingin memujudkan suatu negara yang adil dan sejahtera.

    Karena itu sekali lagi saya sebutkan, bila dipecah hingga tingkat RT pun hal itu tidak akan memecahkan masalah di negeri ini. Bergandeng tangan, bersatu......


    Peeeace 4 all

    Salah satu contoh bila kita mau bersatu :
    Siapa Bilang Papua Daerah Tertinggal ~ MENARIK BANGET
    Bung Bing,

    apakah rasa tidak mempunyai cabang-cabang, sehingga anda tidak mau mengakui adanya ketakutan tersebut? Rasa khawatir dan takut tentu saja berbeda dgn rasa berani. Rasa lemah tak berdaya tentu saja berbeda dgn rasa kuat. Bukankah begitu?

    Potensi bekerjasama dan bekerja bersama malah akan semakin terlihat dengan negara federal bung. Negara federal tidak brarti kemudian tidak boleh bekerjasama antar negara bagian.
    Berkaitan dengan masalah persatuan yg bersifat keamanan, tentu lah ini ditangani oleh pemerintah federal, bukan pemerintah negara bagian.

    Mengapa mereka tidak mau bersatu? Kata siapa bung? Bersatu jangan hanya anda asumsikan kemudian harus menjadi pejabat negara. Ada lembaga yg berisi orang-orang dari Flores, Jawa dan Sumatera, mereka membangun wilayah timur bukan dengan jalur pemerintahan. Apakah mereka hanya membangun wilayah Flores? Tidak, mereka juga menjangkau ke Papua dan Maluku.
    Dan mereka memang tidak tertarik terjun langsung dalam bidang politik. Apakah mereka tidak bersatu? Tentu saja mereka bersatu.

    Kata siapa RT bisa memproklamirkan diri? Bisa juga, namun ini tergantung dengan konstitusi yg dibuat. Jika ada negara bagian yg ingin memproklamirkan diri, ini disebut pemberontakan karena melanggar konstitusi (jika tidak ada aturan bahwa RT bisa merdeka dalam konstitusi).
    Coba lihat perang saudara yg terjadi di AS, itu terjadi karena beberapa negara bagian yg ingin melepaskan diri dan membentuk negara yg berdaulat sendiri, kemudian membentuk negara konfederasi.
    Pemberontakan bisa muncul di negara manapun (kesatuan, federal, atau konfederasi), terlebih negara yg tidak menjamin tujuan dan fungsi negaranya tercapai. Bukan semata hanya menghargai sejarah saja kemudian negara atau bangsa itu menjadi besar.

    Saya masih belum melihat korelasi antara kecelakaan lalin, perkosaan, perampokan dll itu dengan bentuk negara. Yang saya tangkap dari anda adalah, bahwa mental politikus tersebut berawal dari pusat dan menyebar ke pelosok - pelosok daerah. Jadi awalnya karena pemerintah pusat dan bentuk kesatuan bukan?
    Apakah tidak akan lebih terkonsentrasi jika terbagi menjadi negara bagian?
    Tidak adakah probabilitas tersebut?


    Quote Originally Posted by bingnyata View Post
    .

    Negara itu kotak/bungkus.
    Bangsa adalah isi.

    Para pemuda saat itu telah mengerti akan hal tersebut, mereka tidak mengatakan bahwa mereka mengikrarkan diri mereka menjadi/membentuk suatu negara. Tetapi mereka mengikrarkan diri bahwa mereka adalah satu bangsa, .......satu nusa, dan satu bahasa.

    Yang anda sebut sebagai bangsa dalam uraian anda di topik lain tersebut mengacu pada teori antropologi, dan maaf kalau definisi dalam antropologi itu dilanggar oleh anak-anak muda jaman tersebut . Mereka menciptakan bangsa, bahkan jauh sebelum proklamasi kemerdekaan negeri ini. Mereka menciptakan isi, dan setelah itu baru membentuk bungkusnya.


    Peeeace 4 all
    Unsur negara ada 4 bung,
    1. Penduduk
    2. Wilayah
    3. Konstitusi
    4. Pemerintahan

    Seperti yg saya sampaikan pada Bung Nohmenshow, bahwa Sumpah Pemuda slalu menjadi propaganda untuk mendengung-dengungkan kesatuan dan perasaan kebangsaan, demikian juga dgn Sumpah Palapa.
    Kemungkinan yg bisa dan besar terjadi, acara tersebut tidak diketahui secara luas dalam masyarakat bangsa dan suku-suku itu, acara tersebut hanya diikuti oleh orang-orang yg mungkin sedang menimba ilmu ataupun bekerja di area Pulau Jawa. Jadi intinya, pada saat itu masih terbatas, mengingat kecanggihan teknologi komunikasi belum secanggih jaman sekarang.

    Dalam pengertian politik, bangsa bisa dikatakan sebagai rakyat, ataupun warga negara. Dan pengertian yg saya sampaikan tentang bangsa, itu dari segi bahasa yg notabene saya ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ada pula pengertian bangsa dari segi biologi.
    Bisa jadi mereka saat itu mengambil pengertian bangsa sebagai pengertian politik. Jika menciptakan bangsa dgn kesadaran sebagai satu budaya, maka yg terjadi adalah kebudayaan menjadi korban politik dan ekonomi, karena butuh entitas untuk hal tersebut, akhirnya muncul budaya pemenang.

    Tidak perlu dipungkiri bahwasanya Indonesia terdiri dari berbagai macam bangsa dan suku, ini malah merupakan kekayaan yg luar biasa, sangat heterogen. Dan tak perlu pula dipaksakan dengan memunculkan Bangsa Indonesia, yg terlalu mengada-ada.
    Tak perlu juga kemudian menjadi primordialisme, cukuplah saling menghormati dan menghargai diantara semua bangsa yg ada.



    Salam
    ...Resiko terbesar adalah sama sekali tidak melakukan apapun...

  8. #28
    Member paijo69's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    tiap sudut
    Posts
    655
    Rep Power
    7

    Re: Mana yang Cocok: Negara Federal atau Negara Kesatuan (RIS atau NKRI) ?

    Quote Originally Posted by mbamarijan View Post
    Ketika bangsa indinesia diproklamirkan tgl 17 agustus 1945 maka berdirlah negara indonesia(dg syarat terbentuknya negara). kemuadian para para founding father sepakat untuk memilih NKRI sebagai bentuk negara sebagaimana tercantum dalam konstitusi. Namun demikian mengingat luas indonesia, jumlah penduduk yg banyak, keragaman suk dan budaya(heterogen) tentu tidaklah efektif bila dilaksanakan seluruhnya oleh pemerintah pusat. Oleh sebab itulah sebagian kewenangan diserahkan kepada daerah untuk mengatur dan mengururnya sesuai peraturan perundang2an= otonomi daerah. Kondisi2 seperti ini(wilayah yg luas, jumlah penduduk yg banyak, heterogen) pada
    dasarnya dimiliki oleh negara federal dan otonomi dalam arti yg sebenarnya hanya memiliki landasan yg kuat dalam krangka negara federal.
    Akan tetapi masalahnya kebijakan otonomi yg dianut saat ini berkaitan erat dengan mewujudkan dan mempertahankan NKRI sehingga ada kesan wujud negara NKRI seolah tidak dapat dirobah lagi.
    Pertanyaannya tentu apakah negara memang harus meniadakan wujud negara selain NKRI ? bukankah konstitusi selalu terbuka untuk dirubah sesuai kondisi dan dinamika perkembangan masy.

    Sementara ini yg terlintas dibenaku tentang mana yg cocok: negara federal atau negara kesatuan
    Salam.
    Bung Mbah,

    konsep kesatuan ini sudah dibicarakan sebelum ada proklamasi. Namun demikian, trimakasih untuk pemikiran-pemikiran yg anda nyatakan.
    Memang, konstitusi selalu terbuka untuk dirubah, kenyataannya, sudah berkali-kali konstitusi diamandemen.


    Salam


    Quote Originally Posted by bingnyata View Post
    Mbah.... anda membaca tulisan saya mengenai sumpah pemuda diatas?
    Mereka menciptakan isi terlebih dahulu, baru kemudian membentuk bungkusnya.

    Bila kita merubah bungkusnya, tanpa kita pedulikan isinya, percuma saja.
    Bila kita umpamakan bangsa sebagai ruh, dan bentuk negara sebagai wadag;
    Bila ruhnya kambing meski kita taruh di wadag berbentuk manusia, paling banyak dia cuma bisa bilang mbeeeek, onani dengan pohon dan sebagainya.
    Sebaliknya kalau ruhnya ini ruh manusia "beneran", meski ditaruh di wadag garuda, dianya akan menjadi garuda yang soleh,arif,bijaksana; bisa menjadi contoh bagi penghuni rimba belantara dunia ini lainnya. Tidak kalah dengan si harimau, singa, naga atau beruang.

    Ruh/isi/bangsa ini kita bangun terlebih dahulu. Setelah itu selesai, terserah anda ingin berwadag apa. Cuma resikonya, seperti yang saya tulis dalam posting sebelumnya, kalau federasi cenderung mudah bagi salah satu negara federasi itu untuk memproklamirkan diri, dan boleh percaya atau tidak ada banyak binatang lain diluar sana ingin menjadi sponsor untuk itu.

    Masalah kebijakan yang saling bertentangan, apa bukan tugas wakil dan abdi kita; untuk menghilangkan pertentangan tersebut.
    Kita sebagai rakyat jelata menyodorkan fakta dan perkara (dan mungkin solusi), dan mereka yang memprosesnya dalam bentuk perundang-undanganan.

    Masalah konstitusi.
    Saya pinjam perkataan anda, "Konstitusi memang selalu terbuka untuk dirubah sesuai kondisi dan dinamika perkembangan masyarakat".

    Saya tambahkan, "...untuk kepentingan oknum tertentu".
    Dan inilah yang sudah terjadi selama ini, atau haruskah diperparah lagi?

    Peeeace 4 all
    Bung Bing,

    saya pikir, setiap daerah akan mudah untuk memproklamirkan diri tidak terbatas pada negara federal atau kesatuan. Ketidak tidak ada jaminan keadilan dan kesejahteraan ataupun kemakmuran, padahal sebenarnya wilayah tersebut sangat berpotensi, maka suatu negara akan menghadapi resiko pemberontakan yg berujung prolamasi dari wilayah tersebut.
    Ini yg saya sebut dari awal tentang ketakutan dan trauma, namun menurut anda hanyalah rasa.

    Ini juga yg terjadi dengan Indonesia bukan? Coba kalo dulu waktu dijajah oleh Belanda semua mendapat keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran, kemungkinan tidak terjadi proklamasi pada taun 1945.

    Jika anda menganalogikan roh, sebenarnya Bhinneka Tunggal Ika lah sebagai roh nya. Berbeda namun satu, satu yg dimaksud disini tentu lah negara, bukan budaya atau bangsa. Karena seperti yg saya katakan diatas, jika satu budaya atau bangsa, maka haruslah ada entitas yg mewakili hal tersebut. Lalu budaya yg mana, siapa, daerah mana?

    Berkaitan dengan Garuda, tidaklah mengherankan banyak hal mistik yg disukai para rakyat dan elit politik negeri ini. Secara, burung garuda sebagai lambang negara pun juga hanya ada dalam dunia mistik, khayalan



    Salam
    ...Resiko terbesar adalah sama sekali tidak melakukan apapun...

  9. #29
    Senior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    1,440
    Rep Power
    7

    Re: Mana yang Cocok: Negara Federal atau Negara Kesatuan (RIS atau NKRI) ?

    Quote Originally Posted by paijo69 View Post
    Saya memang bukan Bangsa Indonesia, saya adalah warga negara Indonesia. Saya mempunyai bangsa sendiri dan suku
    tersendiri, namun bukan berarti saya primordialisme, karena saya juga menghargai serta menjunjung tinggi persatuan.
    Bagi saya, pengadaan Bangsa Indonesia adalah suatu hal yg cenderung dipaksakan. Selain tidak adanya akulturasi
    (bertemu dan melebur) budaya yg menjadi dasar sebagai suatu bangsa, pada akhirnya akan muncul budaya pemenang
    yg diperlukan sebagai entitas bangsa itu sendiri.
    Itu berarti anda belum bisa memahami arti dan semangat dari Sumpah Pemuda. Anda terjebak pada pemahaman chauvinisme sempit, persis seperti suporter kesebelasan sepak bola, yang sering tawuran antar suporter, padahal inti dari olahraganya sendiri adalah sportivitas. Pikiran model seperti inilah (patriotisme kedaerahan, fanatisme kedaerahan) yang digunakan oleh kaum penjajah untuk mengadu domba sesama penduduk negeri.
    Itu juga berarti anda masih belum mengakui adanya persaudaraan yang bukan saja berdasar dari daerah dan darah.
    Tapi persaudaraan dalam kesamaan cara berpikir yang terwujud dalam visi misi bangsa dan negara kita.
    Anda merasa berbeda karena anda ingin berbeda.
    Apakah anda merasa bahwa dengan potensi yang anda miliki anda bisa melebihi manusia lainnya?
    Tidakkah anda lihat, bahwa disini yang bicara adalah ego anda?
    Ego yang semacam itu pula yang sekarang membuat bangsa ini terperosok ke dalam kubangan ini.
    Patut anda ingat, bahwa yang tertera dalam visi misi negara dan bangsa kita itu juga menyangkut paham kesetaraan antar manusia penghuni negara dan bangsa tersebut.
    Jadi mohon diingat ketika anda bicara masalah bangsa dan negara, pola pikir apa yang anda pakai?
    Itu untuk segelintir atau semua? Kalau cuma segelintir, apa bedanya dengan yang sekarang?
    Kita bicara budaya sekarang..... apakah anda tidak sadar ? Bahwa akulturasi budaya di negeri ini sulit terjadi karena kita
    lebih mendewakan budaya dari luar? Kita sebut saja budaya Barat, Arab, Jepang, terakhir Korea. Itu faktor kendalanya.
    Dan maaf, kenyataan; yang menang dalam perang budaya di negara ini adalah budaya dari luar, bukan budaya dari dalam negeri sendiri.

    Quote Originally Posted by paijo69 View Post
    Tidak perlu dipungkiri bahwasanya Indonesia terdiri dari berbagai macam bangsa dan suku
    Jangan dipelintir; terdiri dari berbagai suku bangsa.
    Quote Originally Posted by paijo69 View Post
    Lagipula, jika konstitusi negara bisa diubah, mengapa bentuk negara tidak?
    Kata siapa RT bisa memproklamirkan diri? Bisa juga, namun ini tergantung dengan konstitusi yg dibuat. Jika ada
    negara bagian yg ingin memproklamirkan diri, ini disebut pemberontakan karena melanggar konstitusi (jika tidak ada
    aturan bahwa RT bisa merdeka dalam konstitusi).
    Lalu kalau penghuni RT itu punya pemikiran seperti anda ini, anda mau bilang apa?
    Kalau mereka bilang, "Kami ini lain dengan anda-anda semua, kami adalah bangsa tersendiri, suku tersendiri; punya hak untuk menentukan kearah mana suku bangsa kami akan pergi, bla bla bla....".
    Saya hubungkan dengan kemanusiaan; bila sampai terjadi perang, yang anda sebut sebagai pemberontakan itu,
    kemudian seluruh penghuni RT tersebut mati semua, apakah itu tidak termasuk genocide?


    Siapa yang musti bertanggung jawab atas ide, "saya ini berbeda dengan anda, kami bukan termasuk bangsa anda, budaya
    kami berbeda, bahasa kami berbeda, wilayah kami berbeda, cara berpikir kami berbeda".
    Apakah anda mau bertanggung jawab atas akibat yang terjadi dari ide anda ini?


    Bicara masalah bangsa dan negara tidak segampang seperti yang anda dan juga saya perbincangkan disini.


    Quote Originally Posted by paijo69 View Post
    Mengapa mereka tidak mau bersatu? Kata siapa bung? Bersatu jangan hanya anda asumsikan kemudian harus menjadi
    pejabat negara. Ada lembaga yg berisi orang-orang dari Flores, Jawa dan Sumatera, mereka membangun wilayah timur
    bukan dengan jalur pemerintahan. Apakah mereka hanya membangun wilayah Flores? Tidak, mereka juga menjangkau
    ke Papua dan Maluku.
    Dan mereka memang tidak tertarik terjun langsung dalam bidang politik. Apakah mereka tidak bersatu? Tentu saja
    mereka bersatu.
    Bos...., kalau persatuan memang ada dan sudah terjalin sedemikian rupa seperti yang anda bilang, saya kira topik yang
    anda angkat ini pun tak ada. Politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. itu harus bersatu,
    membentuk suatu kesatuan. Anda mengangkat topik ini ke dalam forum, ini sudah merupakan suatu bukti bahwa tidak ada persatuan (khususnya dalam bidang politik). Salah tafsirkah saya?


    Quote Originally Posted by paijo69 View Post
    Saya masih belum melihat korelasi antara kecelakaan lalin, perkosaan, perampokan dll itu dengan bentuk negara. Yang
    saya tangkap dari anda adalah, bahwa mental politikus tersebut berawal dari pusat dan menyebar ke pelosok - pelosok
    daerah. Jadi awalnya karena pemerintah pusat dan bentuk kesatuan bukan?
    Apakah tidak akan lebih terkonsentrasi jika terbagi menjadi negara bagian?
    Tidak adakah probabilitas tersebut?
    Anda menangkap sisi lain pernyataan saya tersebut, tidak saya ingkari apa yang anda katakan itu. Tapi mengapa tidak anda lanjutkan ke pernyataan saya berikutnya, "...kalau kita bisa mengontrol pusat agar bisa bekerja dengan baik, maka hal tersebut akan tersebar pula ke daerah.." Meminjam perkataan anda, "Tidak adakah probabilitas tersebut?"


    Kalau masalah kekerasan dan sebagainya tidak merupakan bukti bahwa negara ini sekarang terlalu mengedepankan masalah politik dalam tugas keseharian mereka, bukti apalagi yang harus ditunjukkan.
    Pengedepanan masalah politik itu menyangkut masalah pola pikir. Bila pola pikir ini tidak berubah, meski bentuk negara ini anda ubah seribu kalipun hasilnya akan sama saja.
    Perlu anda ingat, bahwa yang duduk di atas sana juga banyak putra daerah pula.
    Apakah anda ingin mengingkarinya?


    Saya kurang tahu anda berasal darimana, cuma terbesit pemikiran bahwa anda kurang memahami persoalan yang ada di pulau Jawa. Memang ada anggapan bahwa pembangunan kesejahteraan terpusat pada pulau Jawa, banyak fasilitas penunjang pembangunan, bukti kesejahteraan dan hiburan ada disana. Tapi tidak banyak yang mengulas, bahwa hal tersebut ada dan digunakan untuk mencari nafkah hidup. Yang benar-benar dapat memanfaatkan dan menikmati fasilitas tersebut hanya segelintir orang yang mampu atau beruntung. Kalaupun ada yang tidak mampu dan tidak beruntung ingin memanfaatkan fasilitas-fasilitas tersebut, dia harus merelakan sebagian dari hak hidupnya yang lain (sebagai contoh makanan sehat dan bergizi). Jadi jangan heran kalau di pulau ini, orangnya mampu mempunyai sepeda motor atau mobil lebih dari satu, dia mengorbankan kesehatannya untuk itu. Jadi sebenarnya kehidupan di daerah ataupun di pusat sama, cuma beda make upnya saja, sehingga terlihat berbeda. Tidakkah anda sadari hal tersebut?


    Dan pengertian yg saya sampaikan tentang bangsa, itu dari segi bahasa yg notabene saya ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ada pula pengertian bangsa dari segi biologi.
    Lho bos.....kamus itu terbit tahun berapa? sumpah pemuda itu tahun berapa? Setahu saya pengertian bangsa dalam kamus tersebut mengacu pada cakupan internasional dan umumnya. Jangan dipukul rata dengan yang terjadi di dalam negeri kita saat tersebut.

    Quote Originally Posted by paijo69 View Post
    Kemungkinan yg bisa dan besar terjadi, acara tersebut tidak diketahui secara luas dalam masyarakat bangsa dan suku-suku itu, acara tersebut hanya diikuti oleh orang-orang yg mungkin sedang menimba ilmu ataupun bekerja di area Pulau Jawa.
    Saya tulis sebelumnya, begitu pula halnya dengan proklamasi; yang tahu hanya segelintir orang. Baru meluas ketika telah diproklamasikan, bukan sebelum. Sumpah pemuda juga sama, dan anda perlu anda ingat pula, kala itu banyak pula kaki tangan Belanda yang notabene penduduk asal/pribumi. Apa perlu minta persetujuan mereka pula?


    Peeeace 4 all
    Last edited by bingnyata; 15-05-12 at 07:40 PM.
    who am I ?

  10. #30
    Senior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    1,440
    Rep Power
    7

    Re: Mana yang Cocok: Negara Federal atau Negara Kesatuan (RIS atau NKRI) ?

    Quote Originally Posted by paijo69 View Post
    Bung Bing,

    apakah rasa tidak mempunyai cabang-cabang, sehingga anda tidak mau mengakui adanya ketakutan tersebut? Rasa khawatir dan takut tentu saja berbeda dgn rasa berani. Rasa lemah tak berdaya tentu saja berbeda dgn rasa kuat. Bukankah begitu?....


    Salam
    Bos....., kalau anda bisa membedakan rasa tersebut, berarti anda beruntung. Dimana masih ada siklus susah dan senang berlangsung di hidup anda, sehingga nada bisa merasakan dan menggolongkan aneka ragam rasa .
    Lain halnya bila seseorang di dalam hidupnya cuma merasakan kepahitan saja, yang dia tahu ya, cuma satu rasa saja, atau dipersingkat sebagai rasa.
    Ada pula yang lainnya, dia mengalami pahit getir dan manisnya kehidupan ini, tapi jika mengatakan sesuatu, agar apa yang dikatakannya bisa diterima oleh semua pihak, maka dia juga mengatakannya sebagai rasa saja, sehingga tidak ada faktor subyektif tercantum didalamnya. Seperti anda ketahui tingkat pemahaman rasa ini berbeda pada setiap orang. Orang yang sedari kecil hidupnya senang, bila semisal lututnya lecet sedikit saja, dia pasti sudah bilang, "aku susah, aku menderita, bla bla bla".
    Lain dengan mereka, seperti penggali batu kapur di Gunung Kidul misalnya bila lecet seperti itu pasti mereka bilang, "ah, biasa".

    Rasa "lemah tidak berdaya" apa yang anda maksudkan?
    Bila hal tersebut anda katakan kepada orang yang tiap harinya berdoa dan bertanya kepada Sang Kuasa apakah besok masih bisa makan, ada efeknya atau tidak?
    Orang itu terus melangsungkan hidupnya seperti itu, hari demi hari, tahun demi tahun;
    orang itu lemah tidak berdaya atau kuat, bila menurut anda?
    who am I ?

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO