Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 21
Like Tree1Likes

Thread: Analisa Lain Seputaran Jatuhnya SSJ100

  1. #1
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,286
    Rep Power
    21

    Lightbulb Analisa Lain Seputaran Jatuhnya SSJ100

    prolog:
    thread ini tidak akan membahas analisa teknis dan atau mistis terkait dengan jatuhnya pesawat SSJ 100.
    tidak juga membahas mengenai alasan2 konvensional yang jamak diajukan sebagai sebuah penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
    thread ini tidak membahas tentang2 hal2 yang tidak ada kaitannya dengan analisa pesawat, termasuk tidak membahas mengenai siapa dan bagaimana analisa tersebut dibentuk dan disampaikan.
    jika anda tidak setuju dengan hal tersebut diatas, saya sarankan dengan sadar diri untuk meninggalkan thread ini secepatnya tanpa harus meninggalkan jejak.


    uraian.


    sudah banyak uraian terkait dengan penyebab dan hal2 lain yang terkait dengan jatuhnya pesawat SSJ 100. namun di thread ini, saya ajak anda untuk berpikir tidak dengan hal2 yang konvensional dan atau mistik/mistis terhadap hal tersebut.


    kenapa harus Sukhoi?


    pilihan dari maskapai Sky untuk membangun armada terbangnya pada Sukhoi merupakan pilihan yang rasional dan logis serta telah sesuai dengan kaidah2 praktek bisnis yang transparan dan akuntabel. menjadikan sukhoi sebagai tulang punggung armada merupakan gebrakan nyata atas "praktek duopoli" pesawat terbang yang hanya berkutat pada 2 nama semata. langkah bisnis ini juga merupakan langkah cerdas dalam menjembatani ruang udara nasional yang masih terlalu sepi. bisnis maskapai penerbangan bukanlah sekedar bisnis untung rugi tetapi salah satu elemen dari usaha menyatukan bangsa.


    mungkin tidak banyak orang yang mau atau berani memikirkan bilamana Sky aviation sukses menjalankan joyflight.
    sungguhpun jika ada, maka mereka baru bisa "melintasi" bahwa ada maskapai baru berarti ada pilihan baru dalam pasar penerbangan domestik. makin banyak pilihan = harga makin bersaing.
    seharusnya tidak sampai itu saja.
    karena bilamana penerbangan ini sukses, maka yakinlah ada pihak2 yang akan merana.


    mengapa merana?
    karena permintaan produk mereka akan tersaingi dan bisa jadi turun drastis.
    sejalan dengan hal tersebut maka akan ada pengangguran terdidik di negara mereka yang pada akhirnya menjadikan perekonomian mereka terpuruk.


    sedikit petunjuk mengenai hal tersebut.
    ingat2lah bagaimana "mewahnya" prosesi penandatanganan perjanjian jual beli pesawat dari sebuah negara.
    maaf jika anda harus sedikit berkerut dahi untuk mengingat hal tersebut.
    namun yang jelas, yang hadir / menyaksikan bukanlah orang sembarangan.
    ada apa dengan hal tersebut?
    tentu ada apa2nya bukan..


    sedikit bergeser ke masalah politik.
    anda tentunya tahu darimana sukhoi ini berasal. negara vodka.
    saya tidak akan menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini dengan alasan memberikan ruang bagi anda untuk menganalisa. benarkah "perang dingin" telah usai?


    sebagai sebuah pancingan buat anda.
    apakah ada pihak yang akan meradang jika penerbangan "perdana" SSJ 100 berjalan dengan mulus di Indonesia?
    apakah ada kemungkinan ada sebuah niatan jahat untuk "menjatuhkan citra" SSJ 100 demi kepentingan geobisnis dan geopolitik?
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  2. #2
    Junior Member FirdaCutez's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    jakarta
    Posts
    256
    Rep Power
    0

    Re: Analisa Lain Seputaran Jatuhnya SSJ100

    klo dari analisis saya kenapa pesawat baru harus turun dari 12.000m ke 6000m...??
    apa memang di sengaja turun mungkin semacam pesawat dibajak biar citra SSJ 100 menjadi buruk dimata dunia..

  3. #3
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,286
    Rep Power
    21

    Re: Analisa Lain Seputaran Jatuhnya SSJ100

    Quote Originally Posted by FirdaCutez View Post
    klo dari analisis saya kenapa pesawat baru harus turun dari 12.000m ke 6000m...??
    apa memang di sengaja turun mungkin semacam pesawat dibajak biar citra SSJ 100 menjadi buruk dimata dunia..
    sangat menarik..
    ini yang jadi pertanyaan besar..
    apakah si pilot sedemikian bodohnya untuk turun dari ketinggian awal ke ketinggian yang mungkin bermasalah?
    atas dasar apa?
    instrumen pesawat yang menyatakan bahwa ini ini..
    sehingga akhirnya pilot menurunkan pesawatnya.

    kesalahan penumpang yang ber hp?
    kesalahan instrumen yang ter jamming ?
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  4. #4
    Senior Member
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    1,227
    Rep Power
    6

    Re: Analisa Lain Seputaran Jatuhnya SSJ100

    Quote Originally Posted by maspras View Post
    kesalahan penumpang yang ber hp?
    kesalahan instrumen yang ter jamming ?
    penggunaan freq dalam penerbangan ada 2, untuk navigasi dan komunikasi
    selama belum ada bukti dan investigasi maka peralatan elektronik yang masih aktif tidak bisa dijadikan alasan.
    justru dalam hal ini bila perangkat navigasi pesawat naas teridentifikasi maka bisa dimanipulasi (mirip film die hard), kukira ini lebih masuk akal seandainya diduga ada sabotase, sehingga pilot melaporkan suatu tindakan yang tidak semestinya

    HP mengunakan freq 900 & 1800 mhz bila komunikasi yang terganggu hubungannya dengan suara, bila navigasi terganggu kemungkinan gps dan radar, jelas pilot pasti menyadari dan gangguannya pasti acak, namun bila sabotase maka pilot tidak akan menyadari dan kalibrasi peralatan navgasi tidak sesuai pemetaan riil

    selain itu bila para penumpang tidak matikan HP artinya sudah biasa dan kenyataanya tidak bermasalah di penerbangan sebelumnya

    apakah ada sabotase sehingga peralatan navigasi terkalibrsi menyimpang ?

    jadi bila menjawab pertanyaan yang merah maka fungsi jammer bukan sekedar membuat peralatan tidak berfungsi tapi menyebabkan peralatan membaca peta menyimpang, iya nggak ya ?

  5. #5
    Senior Contributor KAMIRIN's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Denpasar, BALI
    Posts
    6,889
    Rep Power
    18

    Re: Analisa Lain Seputaran Jatuhnya SSJ100

    Jammer butuh peralatan bertenaga tinggi High Power. Dan itu cuman bisa range 1km saja.
    Realistis? Bisa jadi. Ingat jammer handphone dan komunikasi sewaktu Pak Semak (Bush) ke istana Bogor?

    Tapi itu 1km dan butuh daya listrik yang banyak.
    Jika dilakukan di darat, dimana? Di gunung Salak? Oh ya.. mungkin si pengacau sudah membangun waduk untuk keperluan listrik jammernya di gunung salak... i see i see... Terus menunggu pesawat merendah ke 1000 meter.. good good...
    Dan yang penting diingat, pesawat canggih sekarang (nggak tahu ya kalau SSJ), sudah pakai inert shielded radio compass instrument. jadi navigasinya sulit terpengaruh medan elektromagnetik dari dalam kabin. Peta menyimpang sudah gak jaman lagi.
    Udah saya coba (saat pesawatnya di hanggar), saya coba pakai magnet speaker dan HP, tidak terpengaruh tuh instrumen navigasinya. Sayang.. pesawat ini mereknya B.... bukan Sukhoi..

    Negara Vodka? Perang dingin? Hmm.. mungkin perlu diingat nama2 terkenal seperti Igor Sikorsky (penemu helikopter, pabrik helikopternya sekarang ada di USA), Sergey Mikhaylovich Brin (juragan Google) dll...

    Persaingan bisnis? Bisa jadi. Tapi sekarang negara Eropa (termasuk Rusia sendiri), sudah banyak mengganti pesawat B buatan "seberang" dengan A yang jadi maskot Eropa saat ini. Asia? beberapa Russian plane masih laku kok. Diantaranya Myanmar, Cambodia, Vietnam, Korea Utara, Papua Nugini, Australia, China dan bahkan Thailand...
    -"YOU MAY DRIVE FASTER THAN I AM, BUT I FLY HIGHER THAN YOU OBVIOUSLY-

  6. #6
    Newbie
    Join Date
    May 2012
    Location
    Kota Banjarmasin, Indonesia
    Posts
    1
    Rep Power
    0

    Re: Analisa Lain Seputaran Jatuhnya SSJ100

    Sebuah kecelakaan penerbangan terjadi. Seperti biasa, ulasan sampah mengalir di media massa. Mulai dari penerbang sampai yang mulia anggota dewan. Semuanya berebut menjadi ahli penerbangan instan juga paranormal. Berikut adalah beberapa FAQ yang mungkin bisa menjawab penasaran anda:

    Ruang hampa: Tidak ada ruang yang bernama ruang hampa di atmosfir bumi. Yang ada adalah turbulensi, itupun dipelajari oleh penerbang untuk mengenali turbulensi.
    Percakapan pilot dan ATC: Secara umum ada 2 jenis penerbangan yang mempengaruhi percakapan ATC dan pilot: VFR (Visual Flight Rules) dan IFR (Instrument Flight Rules), yang boleh di IFR belum tentu boleh di VFR begitu pula sebaliknya.
    VFR: Pilot harus terbang melihat keluar dari kaca depan pesawatnya, kalau dia terbang VFR dan menabrak gunung, maka disiplin terbangnya diragukan karena dia berarti masuk ke daerah jarak pandang rendah . Di Indonesia VFR butuh jarak pandang 5 km untuk terbang di bawah 10 ribu kaki.
    VFR clearance: Ijin ATC untuk VFR menunjukkan bahwa pilot harus terbang berdasarkan penglihatannya termasuk menghindari tebing, gunung, antenna, gedung dan lainnya. Dengan ijin VFR ini pilot bisa terbang di ketinggian di bawah puncak gunung. Contohnya terbang di 5000 kaki di dekat gunung yang ketinggiannya 7000 kaki.
    ELT: Emergency Locator Transmitter adalah alat yang akan menyiarkan sinyal darurat di 3 frekuensi termasuk data satelit dengan mengirimkan lokasi terakhir dan registrasi pesawat. Harus ada di pesawat besar. ELT ini akan aktif pada saat terjadi benturan atau terendam air.
    Pilotnya baru sekali terbang di Indonesia: Pertama kali terbang di satu daerah tidak mempengaruhi keamanan penerbangan.
    Kabut adalah masalah bagi penerbangan visual, tapi kabut bukan alasan untuk menabrak gunung karena pada waktu akan masuk kabut, penerbangan visual bisa di cancel dan diteruskan dengan penerbangan IFR.
    GPWS: ada alat yang bernama GPWS (Ground Proximity Warning System) yang akan berteriak dengan suara manusia kalau pesawat mendekati dataran tinggi.
    Ada perbedaan antara pesawat jatuh dan menabrak gunung, sama dengan jatuh dari motor berbeda dengan menabrak tembok.
    Juga ada perbedaan antara mendarat darurat dengan divertion (mengalihkan pendaratan). Mesin pesawat terbakar, maka pesawat mendarat darurat, kalau ada penumpang sakit lalu pesawat mendarat di tempat lain maka namanya divertion.
    Sertifikasi diperlukan jika registrasi pesawat diubah menjadi registrasi Indonesia, jika tidak, maka sertifikasi dari negara asal sudah cukup, syaratnya negara tersebut mengikuti Chicago Convention.
    Kunci semua pertanyaan anda ada pada black box atau kotak hitam yang berada dalam badan pesawat. Black box inilah yang merekam percakapan pilot-ATC pada Cockpit Voice Recorder (CVR) dan data-data penerbangan dalam Flight Data Recorder (FDR). Jadi jangan percaya semua analisa kacangan di media massa biarpun diberikan oleh orang terkenal sekalipun.
    Analisa black box akan memakan waktu bulanan atau malah beberapa tahun. Jadi sabar saja menunggu laporannya sebelum mulai berkomentar.
    Tolong forward atau share hal ini untuk menghentikan pembodohan bangsa oleh bisnis media massa yang kurang bertanggung jawab. Yang paling penting saat ini adalah berdoa bagi para korban dan menolong meringankan beban keluarganya.


    ntarluq likes this.

  7. #7
    Senior Contributor ntarluq's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    6,280
    Rep Power
    0

    Re: Analisa Lain Seputaran Jatuhnya SSJ100

    Quote Originally Posted by maspras View Post
    sangat menarik..
    ini yang jadi pertanyaan besar..
    apakah si pilot sedemikian bodohnya untuk turun dari ketinggian awal ke ketinggian yang mungkin bermasalah?
    atas dasar apa?
    instrumen pesawat yang menyatakan bahwa ini ini..
    sehingga akhirnya pilot menurunkan pesawatnya.

    kesalahan penumpang yang ber hp?
    kesalahan instrumen yang ter jamming ?
    bisa bukan karena bodoh tapi karena alpa atau teledor ...
    anda pernah kejedot pintu?
    atau kesandung batu?

    nah pilot bisa saja teledor , atau terlupa ... karena dia masih manusia yg banyak kelemahannya ,...
    tapi jika dia siap dan sigap penuh , mustinya tak kan terjadi accident tsb ..

    pengendara motor takkan nyenggol mobil apalagi KA dsb ...
    bis takkan terjungkal dalam jurang jika lebih hati2 ..

    tapi toh mereka manusia yg bisa ngantuk atau lalai ...
    mungkin dulu ada yg menyangka pesawat yg dipesan presiden kita , tak bisa landing di daerah macam jogja , jayapura , solo dsb ...

    hanya karena menyangka pesawat tersebut adalah JUMBO ....
    XOXOXOXO ....ALAMAAAAK ...
    TAU SAMA TAU AJA ....

  8. #8
    Contributor paswa's Avatar
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    4,695
    Rep Power
    12

    Re: Analisa Lain Seputaran Jatuhnya SSJ100

    Quote Originally Posted by Jimmybjm View Post
    Sebuah kecelakaan penerbangan terjadi. Seperti biasa, ulasan sampah mengalir di media massa. Mulai dari penerbang sampai yang mulia anggota dewan. Semuanya berebut menjadi ahli penerbangan instan juga paranormal. Berikut adalah beberapa FAQ yang mungkin bisa menjawab penasaran anda:

    Ruang hampa: Tidak ada ruang yang bernama ruang hampa di atmosfir bumi. Yang ada adalah turbulensi, itupun dipelajari oleh penerbang untuk mengenali turbulensi.
    Percakapan pilot dan ATC: Secara umum ada 2 jenis penerbangan yang mempengaruhi percakapan ATC dan pilot: VFR (Visual Flight Rules) dan IFR (Instrument Flight Rules), yang boleh di IFR belum tentu boleh di VFR begitu pula sebaliknya.
    VFR: Pilot harus terbang melihat keluar dari kaca depan pesawatnya, kalau dia terbang VFR dan menabrak gunung, maka disiplin terbangnya diragukan karena dia berarti masuk ke daerah jarak pandang rendah . Di Indonesia VFR butuh jarak pandang 5 km untuk terbang di bawah 10 ribu kaki.
    VFR clearance: Ijin ATC untuk VFR menunjukkan bahwa pilot harus terbang berdasarkan penglihatannya termasuk menghindari tebing, gunung, antenna, gedung dan lainnya. Dengan ijin VFR ini pilot bisa terbang di ketinggian di bawah puncak gunung. Contohnya terbang di 5000 kaki di dekat gunung yang ketinggiannya 7000 kaki.
    ELT: Emergency Locator Transmitter adalah alat yang akan menyiarkan sinyal darurat di 3 frekuensi termasuk data satelit dengan mengirimkan lokasi terakhir dan registrasi pesawat. Harus ada di pesawat besar. ELT ini akan aktif pada saat terjadi benturan atau terendam air.
    Pilotnya baru sekali terbang di Indonesia: Pertama kali terbang di satu daerah tidak mempengaruhi keamanan penerbangan.
    Kabut adalah masalah bagi penerbangan visual, tapi kabut bukan alasan untuk menabrak gunung karena pada waktu akan masuk kabut, penerbangan visual bisa di cancel dan diteruskan dengan penerbangan IFR.
    GPWS: ada alat yang bernama GPWS (Ground Proximity Warning System) yang akan berteriak dengan suara manusia kalau pesawat mendekati dataran tinggi.
    Ada perbedaan antara pesawat jatuh dan menabrak gunung, sama dengan jatuh dari motor berbeda dengan menabrak tembok.
    Juga ada perbedaan antara mendarat darurat dengan divertion (mengalihkan pendaratan). Mesin pesawat terbakar, maka pesawat mendarat darurat, kalau ada penumpang sakit lalu pesawat mendarat di tempat lain maka namanya divertion.
    Sertifikasi diperlukan jika registrasi pesawat diubah menjadi registrasi Indonesia, jika tidak, maka sertifikasi dari negara asal sudah cukup, syaratnya negara tersebut mengikuti Chicago Convention.
    Kunci semua pertanyaan anda ada pada black box atau kotak hitam yang berada dalam badan pesawat. Black box inilah yang merekam percakapan pilot-ATC pada Cockpit Voice Recorder (CVR) dan data-data penerbangan dalam Flight Data Recorder (FDR). Jadi jangan percaya semua analisa kacangan di media massa biarpun diberikan oleh orang terkenal sekalipun.
    Analisa black box akan memakan waktu bulanan atau malah beberapa tahun. Jadi sabar saja menunggu laporannya sebelum mulai berkomentar.
    Tolong forward atau share hal ini untuk menghentikan pembodohan bangsa oleh bisnis media massa yang kurang bertanggung jawab. Yang paling penting saat ini adalah berdoa bagi para korban dan menolong meringankan beban keluarganya.

    Siap pak….. saya hanya bisa bantu quote saja, memang demikian adanya tragedy sukhoi menjadi tranding topic dimana mana sampai bingung juga membacanya karena jujur saya tidak mengerti masalah pesawat terbang ini, hanya sebagai penumpang saja saya mengertinya.
    Dan dalam thread ini sepertinya TS hanya ingin mebahas pada sisi hitamnya saja entah itu dalam area bisnis atau area politik untuk jelasnya saya quote contoh pancingan TS dbawah ini sbb :

    Quote Originally Posted by maspras
    sebagai sebuah pancingan buat anda.
    apakah ada pihak yang akan meradang jika penerbangan "perdana" SSJ 100 berjalan dengan mulus di Indonesia?
    apakah ada kemungkinan ada sebuah niatan jahat untuk "menjatuhkan citra" SSJ 100 demi kepentingan geobisnis dan geopolitik?
    Dan memang TS juga sedikit tidak konsisten jawabannya seperti cuplikan dibawah ini yang masih berbau sains

    Quote Originally Posted by maspras
    kesalahan penumpang yang ber hp?
    kesalahan instrumen yang ter jamming ?
    Atas postingan

    Quote Originally Posted by FirdaCutez
    klo dari analisis saya kenapa pesawat baru harus turun dari 12.000m ke 6000m...??
    apa memang di sengaja turun mungkin semacam pesawat dibajak biar citra SSJ 100 menjadi buruk dimata dunia..
    Yang seharusnya 10.000 kaki minta turun ke 6.000 kaki ini mungkin maksudnya.
    Last edited by paswa; 11-05-12 at 08:17 PM.

  9. #9
    Contributor paswa's Avatar
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    4,695
    Rep Power
    12

    Re: Analisa Lain Seputaran Jatuhnya SSJ100

    Quote Originally Posted by ntarluq View Post
    bisa bukan karena bodoh tapi karena alpa atau teledor ...
    anda pernah kejedot pintu?
    atau kesandung batu?

    nah pilot bisa saja teledor , atau terlupa ... karena dia masih manusia yg banyak kelemahannya ,...
    tapi jika dia siap dan sigap penuh , mustinya tak kan terjadi accident tsb ..

    pengendara motor takkan nyenggol mobil apalagi KA dsb ...
    bis takkan terjungkal dalam jurang jika lebih hati2 ..

    tapi toh mereka manusia yg bisa ngantuk atau lalai ...
    mungkin dulu ada yg menyangka pesawat yg dipesan presiden kita , tak bisa landing di daerah macam jogja , jayapura , solo dsb ...

    hanya karena menyangka pesawat tersebut adalah JUMBO ....
    XOXOXOXO ....ALAMAAAAK ...
    Tolong baca prolognya yak

    Quote Originally Posted by maspras
    prolog:
    thread ini tidak akan membahas analisa teknis dan atau mistis terkait dengan jatuhnya pesawat SSJ 100.
    tidak juga membahas mengenai alasan2 konvensional yang jamak diajukan sebagai sebuah penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
    thread ini tidak membahas tentang2 hal2 yang tidak ada kaitannya dengan analisa pesawat, termasuk tidak membahas mengenai siapa dan bagaimana analisa tersebut dibentuk dan disampaikan.
    jika anda tidak setuju dengan hal tersebut diatas, saya sarankan dengan sadar diri untuk meninggalkan thread ini secepatnya tanpa harus meninggalkan jejak.

  10. #10
    Senior Member
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    1,227
    Rep Power
    6

    Re: Analisa Lain Seputaran Jatuhnya SSJ100

    Quote Originally Posted by KAMIRIN View Post
    Jammer butuh peralatan bertenaga tinggi High Power. Dan itu cuman bisa range 1km saja.
    Realistis? Bisa jadi. Ingat jammer handphone dan komunikasi sewaktu Pak Semak (Bush) ke istana Bogor?

    Tapi itu 1km dan butuh daya listrik yang banyak.
    Jika dilakukan di darat, dimana? Di gunung Salak? Oh ya.. mungkin si pengacau sudah membangun waduk untuk keperluan listrik jammernya di gunung salak... i see i see... Terus menunggu pesawat merendah ke 1000 meter.. good good...
    Dan yang penting diingat, pesawat canggih sekarang (nggak tahu ya kalau SSJ), sudah pakai inert shielded radio compass instrument. jadi navigasinya sulit terpengaruh medan elektromagnetik dari dalam kabin. Peta menyimpang sudah gak jaman lagi.
    Udah saya coba (saat pesawatnya di hanggar), saya coba pakai magnet speaker dan HP, tidak terpengaruh tuh instrumen navigasinya. Sayang.. pesawat ini mereknya B.... bukan Sukhoi..

    Negara Vodka? Perang dingin? Hmm.. mungkin perlu diingat nama2 terkenal seperti Igor Sikorsky (penemu helikopter, pabrik helikopternya sekarang ada di USA), Sergey Mikhaylovich Brin (juragan Google) dll...

    Persaingan bisnis? Bisa jadi. Tapi sekarang negara Eropa (termasuk Rusia sendiri), sudah banyak mengganti pesawat B buatan "seberang" dengan A yang jadi maskot Eropa saat ini. Asia? beberapa Russian plane masih laku kok. Diantaranya Myanmar, Cambodia, Vietnam, Korea Utara, Papua Nugini, Australia, China dan bahkan Thailand...
    betul sekali, jadi jangan menduga-duga, karena untuk jamm atau mengirim data palsu butuh waktu lokasi dan sasaran yang jelas.
    lagi pula yang namanya satelit gps sangat banyak mengitari bumi kita, jadi info yang diperoleh pasti tepat.
    kalau cuaca, tebing dan ketinggian lain lagi.
    semoga keluarga yang kena musibah tabah.
    lha amrik sergap osama saja helinya bisa celaka.

    kemungkinan pilotnya yang tidak tahu area gunung salak melakukan pilihan salah saat inisiatif mengubah ketinggian.

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0