silahkan lihat di sini: www.irshadmanji.com
silahkan lihat di sini: www.irshadmanji.com
Saya menangkap nada kekuatiran dalam tulisan anda, bisa saya bayangkan.
Tapi kalau kita mau menganggap hal ini sebagai suatu momen yang kiranya dapat dimanfaatkan secara positif, mengapa tidak?
Anda sendiri melihat perkembangan dunia ini seperti apa, chaos terjadi dimana-mana. Kalau bumi dan isinya ini saya umpamakan sebagai harddisk dalam komputer, sepertinya memang sudah saatnya untuk diformat ulang. Tapi jangan diartikan kiamat yah, bekal saya untuk "kesana" belum cukup.
Saya kira kesan yang sama juga ditangkap olehnya (Irshad); tidak dengan cara yang kasar, tapi dengan cara "reformasi pikiran" masing-masing pribadi. Dengan cara ini kita akan kembali menengok kearifan-kearifan jaman dahulu, sejarah-sejarah jaman dahulu, apa yang benar dan apa yang salah; yang benar dipakai, yang salah dilemparkan ke luar angkasa. Tanpa ada paksaan dari luar, semata-mata dorongan dari dalam diri kita sendiri.
Anda tahu sendiri, obat-obat sekarang perlahan-lahan kembali menggunakan produk alami, makanan, kosmetik dan sebagainya. Bahkan terakhir, kita berusaha menggunakan produk-produk yang tumbuh alami sebagai sumber energi pengganti minyak bumi. Kita kembali menggunakan produk-produk yang telah ditemukan kegunaannya oleh para leluhur kita. Apakah hal tersebut tidak dapat terjadi dengan kearifan-kearifan pada jaman dahulu?
Semoga saya tidak salah menafsirkan apa yang Irshad maksudkan.
Peeeace 4 all
NB:
Kalau ada film "Back to the future", kita ini sekarang melakoni "Forward to the past".
Semua akan kembali ke saat semula.
Moga-moga tidak pakai kiamat dulu.
who am I ?
Kalau Anda membaca sejarah kehidupan Nabi Muhammad, sebelum dia diangkat jadi Nabi, beliau memiliki pemikiran yang "bebas", sangat berbeda dengan pemikiran-pemikiran yang ada pada masanya. Karena keterbatasan pemikiran manusialah makanya Allah menuntun dan mengajar beliau
Pandangan yang sangat menarik, inilah yang sedang saya coba lakukan bersama teman-teman sepemikiran. Gerah juga melihat cara-cara kekerasan untuk menyikapi sesuatu pemikiran yang bertentangan, rasanya cukup sudah tindakan-tindakan yang malah menyudutkan Islam. Cara-cara kekerasan itu ada waktu dan tata caranya...
Sungguh seandainya hanya narasi atau deskripsi, tidak akan jadi masalah. Tetapi ini tidak, IM melakukan dakwah, Campaign keliling dunia didukung oleh kekuatan-kekuatan yang tidak menyukai, salah paham, paranoid terhadap Islam. Ini contoh paling nyata:
untitled.JPG
Dari tulisan saya, Anda tahu kan saya anti kekerasan, cara kekerasan ada waktu dan tatacaranya
http://sosbud.kompasiana.com/2012/05...pikir-liberal/
Wah anda harus mengingat kembali definisi dari dakwah itu;
Jadi khan tidak menjadi suatu masalah.Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak .... Dakwah - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bila dia melakukannya cuma sendirian, saya pikir dia sudah almarhumah sekarang. Anda ingat kasus Salman Rushdie dengan "The Satanic verses"-nya?
Yang jadi keheranan adalah mengapa dia melakukannya tidak dengan sesama muslim,.... mengapa ?
Apakah perjuangan dengan dakwah dan pena,
sangat rendah artinya dibanding dengan senjata ?
Atau apakah karena dia seorang wanita ?
Seorang lesbian pula ?
Tidakkah kebenaran yang sejati itu milik semua ?
Saya membaca bukunya yang terdahulu (beriman tanpa rasa takut) dari link yang anda berikan, https://www.irshadmanji.com/indonesian-edition , yang memberikan kata pengantarnya adalah Profesor Khaleel Mohammed, Imam dan Profesor San Diego State University. Ada dialog pertentangan disana, mengenai apa yang "benar" dan apa yang "biasanya....". Dimana akhirnya profesor tersebut memilih yang "benar".
Sedang bukunya yang saya sebut diatas, isinya berupa latar belakang dia, mengapa mengambil sikap seperti ini. Jadi lebih banyak berorientasi deskriptif naratif. Sedang argumen yang timbul disana adalah pertanyaan seputar pengalaman/kenangan yang ia telah alami; dimana dia berusaha untuk menjawabnya.
Sedang bukunya yang terakhir, saya lihat sepintas kata pengantarnya...https://www.irshadmanji.com/book-app/introduction/q1
Hampir serupa seperti yang telah saya utarakan sebelumnya, dengan dakwah dan pena, atau dengan senjata.From Anger To Aspiration
Do you believe that expressing anger or aspiration is the better approach to reforming a community? Some say that anger is too negative. Others say that it conveys urgency. In your community, which emotion would be more effective to uproot corrupt practices?
Saya baru melirik bukunya yang kedua saat saya menulis hal ini.
Yang mana membuat saya lebih heran lagi, seakan-akan saya punya kembaran pemikiran di belahan bumi sebelah sana.
Tapi itu membuat saya lebih yakin, bahwa kebenaran itu tidak terpengaruh oleh jarak dan waktu; ras, bahasa ataupun gender.
Peeeace 4 all
Last edited by bingnyata; 13-05-12 at 02:37 PM.
who am I ?
Bookmarks