Page 9 of 13 FirstFirst 12345678910111213 LastLast
Results 81 to 90 of 124
Like Tree42Likes

Thread: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

  1. #81
    Junior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    485
    Rep Power
    3

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Quote Originally Posted by luciddream View Post
    Mengingat latar belakang IM yang multi-kultur (ibu mesir, bapak gujarat-india, besar di uganda, dewasa di canada dan New York, US), saya pikir dia orang yang relatif "tidak terkekang" oleh norma sosial. Saya pikir cukup bisa dipahami jika kemudian dia mengatakan tidak meminta penerimaan dari masyarakat muslim soal putusannya menjadi lesbian.
    Saya jadi teringat sebuah film kartun yang bercerita mengenai cinta dan sepasang burung love bird, lupa judulnya, cuma nebeng nonton saat keponakan saya mutar itu film. Berkisah masalah bagaimana yang seekor (cowok) dibesarkan dan dipelihara oleh manusia dan yang seekor lagi (cewek) dibesarkan di alam bebas. Dimana si cowok kemudian terlihat culun sekali ketika terjun di alam bebas (terbang saja tidak bisa) .
    Ini kemudian mengingatkan saya pada sebuah cerita lain, dengan burung pula jadi penokohan.

    Ada seekor burung yang tinggal di sangkar emas, suatu hari pemilik burung tersebut membeli burung lainnya, yang kemudian ditempatkan dalam sangkar emas lainnya. Lalu pemilik burung ini kemudian meletakkan kedua sangkar tersebut berdampingan. Tidak lama kemudian kedua burung ini pun ngoceh bergantian, dari sekedar hai apa kabar, asal darimana, hingga berlanjut kepada bagaimana kondisi dalam sangkar masing-masing. Selang tak lama kemudian seekor burung liar hinggap tak jauh dari situ, dan ikut nimbrung dalam ajang mengoceh tersebut. Tetapi ocehan tersebut berlanjut tidak mengenakkan ketika ada seekor burung dalam sangkar bertanya kepada burung liar tersebut, apakah tidak lebih enak jika berada dalam sangkar? Tidak harus mencari makan sendiri, kalau mandi di mandiin, pokoknya dimanja banget deh, nggak perlu ngapa-ngapain, cukup ngoceh saja.
    Dan si burung liar pun menjawab, tidak mau. Kedua burung dalam sangkar terus berusaha meyakinkan si burung liar ini, mengenai enaknya hidup dalam sangkar, bahkan mereka mengatakan bahwa burung ini bodoh dan gila jika melewatkan kesempatan emas ini.
    Dan burung liar itupun menjawab sambil berlalu terbang, ini hidupku, inilah aku.


    Peeeace 4 all
    Last edited by bingnyata; 16-05-12 at 01:29 AM.
    who am I ?

  2. #82
    Contributor paswa's Avatar
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    4,695
    Rep Power
    12

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Quote Originally Posted by luciddream View Post
    Mengingat latar belakang IM yang multi-kultur (ibu mesir, bapak gujarat-india, besar di uganda, dewasa di canada dan New York, US), saya pikir dia orang yang relatif "tidak terkekang" oleh norma sosial. Saya pikir cukup bisa dipahami jika kemudian dia mengatakan tidak meminta penerimaan dari masyarakat muslim soal putusannya menjadi lesbian.

    Jika bung paswa mengungkapkan argumen "Firman Tuhan adalah merupakan kebenaran dan pasti" kepada IM, akan sangat mudah bagi dia untuk mendebat argumen ini. IM setuju bahwa Firman Tuhan adalah benar dan pasti, namun IM menjawab bahwa firman tuhan selalu multi tafsir (di agama mana pun). Kritik IM justru ditujukan bagi kelompok muslim yang merasa bahwa tafsir merekalah yang paling benar.

    Terkait dengan kata2 IM; "saya hanya meminta penerimaan dari Tuhan dan Nurani", saya beranggapan bahwa IM terinspirasi dari pendekatan tasawuf. IM menyatakan lebih baik memelihara cinta kepada tuhan daripada takut kepada tuhan. Hal ini juga senada dengan pemikiran Jalaludin Rumi, Ghazali, atau pun Rabiah al adawiyah. Saya tidak bilang IM ahli tasawuf, karena sepanjang yang saya baca, tulisan IM tampak terasa masih dangkal.



    Kalo menurut saya, IM pun sebenernya masih rancu mendefiniskan cinta dan sex dalam argumennya
    Saya percaya IM adalah seorang intelektual yang mana beliau bisa masuk lebih dalam dan mengupas sari dari agama yang diyakini, dan saya juga setuju bahwa firman Tuhan multi tafsir yang mana dalam penafsirannya banyak disesuaikan dengan kebutuhan dan peruntukannya, mungkin seribu orang yang menafsirkan akan menjadi seribu penafsiran karena dari seribu itu tidak memiliki pandangan yang sama.

    Maaf kalau saya mengangkat argument tentang firman Tuhan kebetulan IM masih dalam lingkaran yang sama mungkin IM mengerti tentang firman ini, dimana ada firmannya Tuhan pernah menghukum suatu kaum yang memang menyimpang dari perilaku sex ini, CMIIW nah berangkat dari firman inilah yang saya katakan benar dan pasti, dan saya juga menulis diatas bahwasanya Tuhan tidak lagi ingin menunjukan kuasanya pada saat ini biarlah manusia itulah yang mencari tahu dengan kelengkapan pemberian dari kurnianya yaitu “Akal dan Pikiran” yang mana sudah terbukti isi dunia ini jadi menakjubkan untuk ukuran manusia yang tercipta dari pemikiran manusia dan buatlah peraturan agar tidak saling bertabrakan seperti peraturan lalu lintas dan Tuhan hanya mengatur yang manusia tidak mungkin bisa mengatur adalah peredaran planet dan tata surya agar tetap pada orbitnya.

    Saya sama sekali tidak menetang IM dengan usahanya itu sudah menjadi haknya, dan saya pun tidak ingin membahas bagaimana awalnya IM itu menjadi lesbian dang mengupas tentang cinta dan sex dalam lingkungan cinta manusia sesama manusia, dan agar tidak melebar dan terbaca lucu nantinya saya hanya batasi pribadi IM yang tak terkondisikan dengan kodratNYA, masyarakat kita beda dan masih sangat sensitive dengan hal ini dimana dalam pembicaraan masalah agama yang membawakan memiliki cacat???? Yang tidak cacat dan normal saja tersingkirkan,contoh AA Gym dimana hubungannya normal dan tidak bisa disebut kelainan dan wajar juga memiliki cinta, dan diperbolehkan oleh agama kenapa sekarang tidak sering lagi beritanya dan dakwahnya???

    Kalau IM ingin menarik simpati dengan ungkapan kejujuran atas kelainan ini kenapa IM tidak menggunakan kata seruan Jihad untuk melawan kelainan itu dengan bahasa “Saudarku do’a kan saya untuk mendaptakan kodratNYA kembali agar saya tetap bisa mencintaiNYA” pengakuan jujur inilah yang membawa IM akan mendapat simpati, tapi kalau IM tetap berkeinginan dengan kondisinya apapun alasannya IM yang tetap menyimpan nafsu manusia mungkin akan timbul aliran baru lagi kalau ini memang terizinkan??

    Pergunakanlah “Akal dan pikiran” itu karena itu adalah karunia dan pesan Tuhan yang terbesar untuk mencari kebenaran, dan agama bukan barang promosi untuk dapat predikat yang terbaik karena Tuhan lebih tahu dari manusia dimana perbedaan itu ada atas kehendaknya tapi jangan merubah takdir dan kodratNYA karena ini milikNYA, kalau Tuhan menghendaki isi dunia ini sama tak mungkin Adam dan Hawa itu diturunkan didunia mungkin lebih aman tetap berada di surga kenapa syaiton itu melawan Tuhan, tapi tetap dibiarkan karena syaiton dijadikan alat uji bagi manusia untuk dapat bertahan pada ahklak dan moral sesuai karunia yang diberikannya yaitu “Akal dan Pikiran.
    Last edited by paswa; 16-05-12 at 09:16 AM.

  3. #83
    Junior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    485
    Rep Power
    3

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Quote Originally Posted by paswa View Post
    Saya percaya IM adalah seorang intelektual yang mana beliau bisa masuk lebih dalam dan mengupas sari dari agama yang diyakini, dan saya juga setuju bahwa firman Tuhan multi tafsir yang mana dalam penafsirannya banyak disesuaikan dengan kebutuhan dan peruntukannya, mungkin seribu orang yang menafsirkan akan menjadi seribu penafsiran karena dari seribu itu tidak memiliki pandangan yang sama.

    Maaf kalau saya mengangkat argument tentang firman Tuhan kebetulan IM masih dalam lingkaran yang sama mungkin IM mengerti tentang firman ini, dimana ada firmannya Tuhan pernah menghukum suatu kaum yang memang menyimpang dari perilaku sex ini, CMIIW nah berangkat dari firman inilah yang saya katakan benar dan pasti, dan saya juga menulis diatas bahwasanya Tuhan tidak lagi ingin menunjukan kuasanya pada saat ini biarlah manusia itulah yang mencari tahu dengan kelengkapan pemberian dari kurnianya yaitu “Akal dan Pikiran” yang mana sudah terbukti isi dunia ini jadi menakjubkan untuk ukuran manusia yang tercipta dari pemikiran manusia dan buatlah peraturan agar tidak saling bertabrakan seperti peraturan lalu lintas dan Tuhan hanya mengatur yang manusia tidak mungkin bisa mengatur adalah peredaran planet dan tata surya agar tetap pada orbitnya.

    Saya sama sekali tidak menetang IM dengan usahanya itu sudah menjadi haknya, dan saya pun tidak ingin membahas bagaimana awalnya IM itu menjadi lesbian dang mengupas tentang cinta dan sex dalam lingkungan cinta manusia sesama manusia, dan agar tidak melebar dan terbaca lucu nantinya saya hanya batasi pribadi IM yang tak terkondisikan dengan kodratNYA, ....
    Bos, yang saya tebali itu gimana ceritanya? Bagaimana dia bisa terkondisi dalam suatu kondisi tanpa ada faktor penyebabnya?
    Berarti anda juga sama seperti hakim yang menghukum anak pencuri sandal itu. Tidak jelas betul kejadiannya seperti apa, langsung main vonis saja.

    WHY ?

    Apakah dia kemudian agar terkondisikan sesuai dengan kodratnya, dia lalu harus merelakan dirinya diperkosa (bila dia mencoba untuk straight). Kita sebagai kaum pria sulit untuk dapat mengerti hal tersebut, karena kita bukan wanita, dua, jarang ada kasus dimana pria diperkosa. Saya kira hal yang sama terjadi pula pada saat wahyu tersebut diturunkan. Jadi sebagai kaum pria kita seharusnya bisa sedikit lebih bertenggang rasa, ketimbang memaksakan ego kita. Dan apa benar keberatan keberatan yang ada itu murni karena kebenaran itu sendiri? Atau kawatir tersaingi ?

    Lantas hukuman yang dijatuhkan oleh Tuhan itu ditinjau dari cinta atau perilaku sexnya? Karena pada jaman dijatuhkan hukuman itu, perilaku sex memang menyimpang banget. Sex dijadikan alat pelengkap sebuah pesta, dimana entah itu pria tampan muda atau wanita cantik muda digilir, oleh kaum pria yang menghadiri pesta tersebut. Tak ada nilai kemanusiaan disana, hanya nafsu belaka. Ditambah dengan praktek-praktek perbudakan pula.

    Karena itu saya sekali lagi bertanya yang jadi masalah itu cintanya atau sexnya?
    Kalau anda bilang cinta, itu kan ada sebabnya, tidak terjadi begitu saja. Penyebab mereka menjadi pencinta sesama jenis mengapa? Apakah karena mereka pernah diperlakukan secara buruk oleh kaum pria? Nah, kalau sekarang kaum pria protes, apa tidak salah tuh? Tidakkah anda melihat hukum sebab akibat berlaku disana?

    Jadi ada bias tujuan jika kita mendukung apa yang dilakukan oleh Irshad; satu, adalah apa yang diperjuangkan oleh Irshad; dua, marilah kita (kaum pria) menengok ke dalam diri kita ini masing-masing, agar apa yang menimpanya, tidak terulang lagi pada wanita lainnya. Hargai kaum wanita, bahkan sekalipun itu anak kita.

    Sedangkan bagi kaum cewek yang tidak setuju dengan apa yang diperjuangkan oleh Irshad, wajar, karena mungkin anda tidak pernah mengalami sebagaimana yang dia alami. Jadi anda tidak tahu bagaimana perasaannya.


    Peeeace 4 all

    NB: Masalah budaya, berperan penting sekali, dia tidak mengiba, karena dalam budayanya tidak terbiasa untuk mengiba. Mereka berjuang, mereka bertarung, mereka tidak mengiba
    Last edited by bingnyata; 16-05-12 at 03:04 PM. Reason: NB
    who am I ?

  4. #84
    Newbie
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    45
    Rep Power
    0

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Quote Originally Posted by paswa View Post
    Maaf kalau saya mengangkat argument tentang firman Tuhan kebetulan IM masih dalam lingkaran yang sama mungkin IM mengerti tentang firman ini, dimana ada firmannya Tuhan pernah menghukum suatu kaum yang memang menyimpang dari perilaku sex ini, CMIIW nah berangkat dari firman inilah yang saya katakan benar dan pasti, dan saya juga menulis diatas bahwasanya Tuhan tidak lagi ingin menunjukan kuasanya pada saat ini biarlah manusia itulah yang mencari tahu dengan kelengkapan pemberian dari kurnianya yaitu “Akal dan Pikiran” yang mana sudah terbukti isi dunia ini jadi menakjubkan untuk ukuran manusia yang tercipta dari pemikiran manusia dan buatlah peraturan agar tidak saling bertabrakan seperti peraturan lalu lintas dan Tuhan hanya mengatur yang manusia tidak mungkin bisa mengatur adalah peredaran planet dan tata surya agar tetap pada orbitnya.

    Saya sama sekali tidak menetang IM dengan usahanya itu sudah menjadi haknya, dan saya pun tidak ingin membahas bagaimana awalnya IM itu menjadi lesbian dang mengupas tentang cinta dan sex dalam lingkungan cinta manusia sesama manusia, dan agar tidak melebar dan terbaca lucu nantinya saya hanya batasi pribadi IM yang tak terkondisikan dengan kodratNYA, masyarakat kita beda dan masih sangat sensitive dengan hal ini dimana dalam pembicaraan masalah agama yang membawakan memiliki cacat???? Yang tidak cacat dan normal saja tersingkirkan,contoh AA Gym dimana hubungannya normal dan tidak bisa disebut kelainan dan wajar juga memiliki cinta, dan diperbolehkan oleh agama kenapa sekarang tidak sering lagi beritanya dan dakwahnya???

    Kalau IM ingin menarik simpati dengan ungkapan kejujuran atas kelainan ini kenapa IM tidak menggunakan kata seruan Jihad untuk melawan kelainan itu dengan bahasa “Saudarku do’a kan saya untuk mendaptakan kodratNYA kembali agar saya tetap bisa mencintaiNYA” pengakuan jujur inilah yang membawa IM akan mendapat simpati, tapi kalau IM tetap berkeinginan dengan kondisinya apapun alasannya IM yang tetap menyimpan nafsu manusia mungkin akan timbul aliran baru lagi kalau ini memang terizinkan??

    Pergunakanlah “Akal dan pikiran” itu karena itu adalah karunia dan pesan Tuhan yang terbesar untuk mencari kebenaran, dan agama bukan barang promosi untuk dapat predikat yang terbaik karena Tuhan lebih tahu dari manusia dimana perbedaan itu ada atas kehendaknya tapi jangan merubah takdir dan kodratNYA karena ini milikNYA, kalau Tuhan menghendaki isi dunia ini sama tak mungkin Adam dan Hawa itu diturunkan didunia mungkin lebih aman tetap berada di surga kenapa syaiton itu melawan Tuhan, tapi tetap dibiarkan karena syaiton dijadikan alat uji bagi manusia untuk dapat bertahan pada ahklak dan moral sesuai karunia yang diberikannya yaitu “Akal dan Pikiran.
    Mengenai kisah nabi Luth dan negeri Sodom, baik Quran maupun Injil sama-sama membahasnya. Namun IM memiliki tafsir berbeda mengenai ayat2 tersebut. IM dan kalangan LGBT beranggapan bahwa kaum Sodom menerima hukuman karena kerusakan moral lainnya. Sejumlah ayat lain tentang kaum ini memang menggambarkan sebagai kaum yang menolak firman tuhan dan berlaku kasar kepada sesama.

    Bagi saya, argumen IM ini tetap lemah. Mungkin kita bisa memiliki banyak tafsir tentang kenapa tuhan menghukum kaum sodom. Tapi ini tidak bisa menafikan ketentuan bahwa homosexuality ini sendiri memang salah. Dari beberapa ayat Quran yang membahas kaum sodom, ayat Quran (7:80) sangat eksplisit menyebutkan homosexuality sebagai hal yang dibenci tuhan.

    Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.
    Oleh karenanya, terlepas dari keraguan tentang kaum sodom. Argumen untuk membenarkan homosexuality berdasarkan Quran jelas terbantahkan.

    Quote Originally Posted by bingnyata View Post
    Ilmu kedokteran dan psikologi cuma bisa menganalisa masalah, mereka tidak bisa mengobati.

    Karena itu pula saya pertanyakan apakah kebenaran itu cuma bisa dirasa segelintir orang? Apakah orang seperti Irshad tidak boleh merasakannya? Bila dia kemudian diperbolehkan, kemudian dia mengajak yang senasib dengannya untuk ikut merasakan, salahkah yang ia perbuat?

    Bolehkah?


    Peeeace 4 all
    NB: Ini juga mengomentari masalah bila ia (Irshad) dan mengapa tidak mencoba straight.
    Kedokteran dan psikologi tidak akan mendapat predikat sebagai ilmu jika mereka tidak memiliki manfaat (mengobati).
    Dalam filsafat ilmu, setiap disiplin ilmu memiliki ontologi (batasan/ruang lingkup), epistemologi (metode), aksiologi (manfaat/tujuan).
    Jadi rasanya, tidak tepat untuk berputus asa bahwa tidak ada "obat" untuk menjadi straight.

    Logika paling mudahnya begini, jika ada terapi hormon untuk merubah gender maka harusnya ada terapi hormon untuk menguatkan gender.

    Argumen utama yang ingin saya angkat sebenarnya bahwa kita tidak serta mencela kaum LGBT jika kita tidak mengerti permasalahan yang dialami oleh mereka. Dan lebih baik memberikan solusi daripada mencela kaum LGBT.

    Quote Originally Posted by bingnyata View Post
    Dan burung liar itupun menjawab sambil berlalu terbang, ini hidupku, inilah aku.
    Cerita tentang burungnya menarik gan
    Jika burung liar itu bilang inilah hidupku, inilah aku, maka IM menggunakan kalimat "untukmu agamamu, untukku agamaku" atau "tafsirku untukku, tafsirmu untukmu"

    Menarik buat diperhatikan sebenarnya ungkapan IM berikut ini:
    Notice I am not saying that I am right – I do not know that I am right. The question is: what makes my critics so sure they are right? And in claiming to be right, how do they know they are not usurping God’s jurisdiction as the supreme judge and jury?
    Ketika dia bilang dia tidak tahu apakah dia benar atau tidak sebenarnya merupakan indikasi bahwa dia sendiri dalam posisi "selalu" mencari jawaban.

    Menurut pendapat saya, seharusnya IM berhenti pada argumen dia yang menyatakan umat islam harus kritis dan harus mampu berijtihad. Argumen ini berada di level fundamental. IM seharusnya tidak berkampanye pada sisi-sisi aplikasi dari argumen fundamental tersebut, terutama jika dia sendiri masih dalam konteks "mempertanyakan".
    paswa and ajuskoto like this.

  5. #85
    Contributor paswa's Avatar
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    4,695
    Rep Power
    12

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Quote Originally Posted by bingnyata View Post
    Bos, yang saya tebali itu gimana ceritanya? Bagaimana dia bisa terkondisi dalam suatu kondisi tanpa ada faktor penyebabnya?
    Berarti anda juga sama seperti hakim yang menghukum anak pencuri sandal itu. Tidak jelas betul kejadiannya seperti apa, langsung main vonis saja.

    WHY ?

    Apakah dia kemudian agar terkondisikan sesuai dengan kodratnya, dia lalu harus merelakan dirinya diperkosa (bila dia mencoba untuk straight). Kita sebagai kaum pria sulit untuk dapat mengerti hal tersebut, karena kita bukan wanita, dua, jarang ada kasus dimana pria diperkosa. Saya kira hal yang sama terjadi pula pada saat wahyu tersebut diturunkan. Jadi sebagai kaum pria kita seharusnya bisa sedikit lebih bertenggang rasa, ketimbang memaksakan ego kita. Dan apa benar keberatan keberatan yang ada itu murni karena kebenaran itu sendiri? Atau kawatir tersaingi ?

    Lantas hukuman yang dijatuhkan oleh Tuhan itu ditinjau dari cinta atau perilaku sexnya? Karena pada jaman dijatuhkan hukuman itu, perilaku sex memang menyimpang banget. Sex dijadikan alat pelengkap sebuah pesta, dimana entah itu pria tampan muda atau wanita cantik muda digilir, oleh kaum pria yang menghadiri pesta tersebut. Tak ada nilai kemanusiaan disana, hanya nafsu belaka. Ditambah dengan praktek-praktek perbudakan pula.

    Karena itu saya sekali lagi bertanya yang jadi masalah itu cintanya atau sexnya?
    Kalau anda bilang cinta, itu kan ada sebabnya, tidak terjadi begitu saja. Penyebab mereka menjadi pencinta sesama jenis mengapa? Apakah karena mereka pernah diperlakukan secara buruk oleh kaum pria? Nah, kalau sekarang kaum pria protes, apa tidak salah tuh? Tidakkah anda melihat hukum sebab akibat berlaku disana?

    Jadi ada bias tujuan jika kita mendukung apa yang dilakukan oleh Irshad; satu, adalah apa yang diperjuangkan oleh Irshad; dua, marilah kita (kaum pria) menengok ke dalam diri kita ini masing-masing, agar apa yang menimpanya, tidak terulang lagi pada wanita lainnya. Hargai kaum wanita, bahkan sekalipun itu anak kita.

    Sedangkan bagi kaum cewek yang tidak setuju dengan apa yang diperjuangkan oleh Irshad, wajar, karena mungkin anda tidak pernah mengalami sebagaimana yang dia alami. Jadi anda tidak tahu bagaimana perasaannya.


    Peeeace 4 all

    NB: Masalah budaya, berperan penting sekali, dia tidak mengiba, karena dalam budayanya tidak terbiasa untuk mengiba. Mereka berjuang, mereka bertarung, mereka tidak mengiba

    Mungkin saya akan sulit menjawabnya karena yang saya katakan tidak terkodisikan berlawanan dengan kodrat Tuhan yang memberikan manusia berpasangan, Tuhan tidak menurunkan kodrat untuk bisa berhubungan sesama jenisnya sejak awal saya tidak mau mengulas awal terjadinya perubahan IM mungkin hanya IM lah yang tahu kenapanya.

  6. #86
    Contributor paswa's Avatar
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    4,695
    Rep Power
    12

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Quote Originally Posted by luciddream View Post
    Mengenai kisah nabi Luth dan negeri Sodom, baik Quran maupun Injil sama-sama membahasnya. Namun IM memiliki tafsir berbeda mengenai ayat2 tersebut. IM dan kalangan LGBT beranggapan bahwa kaum Sodom menerima hukuman karena kerusakan moral lainnya. Sejumlah ayat lain tentang kaum ini memang menggambarkan sebagai kaum yang menolak firman tuhan dan berlaku kasar kepada sesama.

    Bagi saya, argumen IM ini tetap lemah. Mungkin kita bisa memiliki banyak tafsir tentang kenapa tuhan menghukum kaum sodom. Tapi ini tidak bisa menafikan ketentuan bahwa homosexuality ini sendiri memang salah. Dari beberapa ayat Quran yang membahas kaum sodom, ayat Quran (7:80) sangat eksplisit menyebutkan homosexuality sebagai hal yang dibenci tuhan.



    Oleh karenanya, terlepas dari keraguan tentang kaum sodom. Argumen untuk membenarkan homosexuality berdasarkan Quran jelas terbantahkan.



    Kedokteran dan psikologi tidak akan mendapat predikat sebagai ilmu jika mereka tidak memiliki manfaat (mengobati).
    Dalam filsafat ilmu, setiap disiplin ilmu memiliki ontologi (batasan/ruang lingkup), epistemologi (metode), aksiologi (manfaat/tujuan).
    Jadi rasanya, tidak tepat untuk berputus asa bahwa tidak ada "obat" untuk menjadi straight.

    Logika paling mudahnya begini, jika ada terapi hormon untuk merubah gender maka harusnya ada terapi hormon untuk menguatkan gender.

    Argumen utama yang ingin saya angkat sebenarnya bahwa kita tidak serta mencela kaum LGBT jika kita tidak mengerti permasalahan yang dialami oleh mereka. Dan lebih baik memberikan solusi daripada mencela kaum LGBT.



    Cerita tentang burungnya menarik gan
    Jika burung liar itu bilang inilah hidupku, inilah aku, maka IM menggunakan kalimat "untukmu agamamu, untukku agamaku" atau "tafsirku untukku, tafsirmu untukmu"

    Menarik buat diperhatikan sebenarnya ungkapan IM berikut ini:


    Ketika dia bilang dia tidak tahu apakah dia benar atau tidak sebenarnya merupakan indikasi bahwa dia sendiri dalam posisi "selalu" mencari jawaban.

    Menurut pendapat saya, seharusnya IM berhenti pada argumen dia yang menyatakan umat islam harus kritis dan harus mampu berijtihad. Argumen ini berada di level fundamental. IM seharusnya tidak berkampanye pada sisi-sisi aplikasi dari argumen fundamental tersebut, terutama jika dia sendiri masih dalam konteks "mempertanyakan"
    .
    Saya hanya menambahkan kenapa tafsiran "ijtihad" yang dipilih bukan menafsirkan "jihad" ???

    "Logika paling mudahnya begini, jika ada terapi hormon untuk merubah gender maka harusnya ada terapi hormon untuk menguatkan gender. "

    Kata kata diatas saya cuplik lagi mungkinkah ini sikap untuk ber-jihad bukan ber-ijtihad CMIIW.

  7. #87
    Junior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    485
    Rep Power
    3

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Quote Originally Posted by luciddream View Post
    Kedokteran dan psikologi tidak akan mendapat predikat sebagai ilmu jika mereka tidak memiliki manfaat (mengobati).
    Dalam filsafat ilmu, setiap disiplin ilmu memiliki ontologi (batasan/ruang lingkup), epistemologi (metode), aksiologi (manfaat/tujuan).
    Jadi rasanya, tidak tepat untuk berputus asa bahwa tidak ada "obat" untuk menjadi straight.
    Logika paling mudahnya begini, jika ada terapi hormon untuk merubah gender maka harusnya ada terapi hormon untuk menguatkan gender.
    Argumen utama yang ingin saya angkat sebenarnya bahwa kita tidak serta mencela kaum LGBT jika kita tidak mengerti permasalahan yang dialami oleh mereka. Dan lebih baik memberikan solusi daripada mencela kaum LGBT.
    Cerita tentang burungnya menarik gan
    Jika burung liar itu bilang inilah hidupku, inilah aku, maka IM menggunakan kalimat "untukmu agamamu, untukku agamaku" atau "tafsirku untukku, tafsirmu untukmu"
    Menarik buat diperhatikan sebenarnya ungkapan IM berikut ini:
    Ketika dia bilang dia tidak tahu apakah dia benar atau tidak sebenarnya merupakan indikasi bahwa dia sendiri dalam posisi "selalu" mencari jawaban.

    Menurut pendapat saya, seharusnya IM berhenti pada argumen dia yang menyatakan umat islam harus kritis dan harus mampu berijtihad. Argumen ini berada di level fundamental. IM seharusnya tidak berkampanye pada sisi-sisi aplikasi dari argumen fundamental tersebut, terutama jika dia sendiri masih dalam konteks "mempertanyakan".
    Saya setuju dengan argumen anda.
    Lalu masalah obat itu, wah bagaimana anda ini, kalau hal macam itu saja, saya pikir dari dulu masalahnya pasti sudah terpecahkan. Yang bikin pusing ilmuwan khan mereka-mereka ini tetap merasa sebagai wanita, cuma mereka merasa tidak nyaman dengan kaum pria. Itu masalahnya.

    Terimakasih, cerita burung liar itu sebenarnya kisah perjalanan batin seorang musafir yang mencari arti kebenaran yang sesungguhnya dalam hidup.
    Dan ketika saya membaca bukunya, tidak ada hal yang kiranya lebih cocok bagi dia; selain cerita tersebut, untuk menggambarkan sosok seorang Irshad Manji.

    Dan ini juga menjadi pertanyaan dalam hati saya mengenai keberatan-keberatan yang diajukan oleh banyak orang kepadanya. Bagaimana mungkin kita memaksakan norma, tata krama, peraturan dalam sangkar, bagi burung yang hidupnya di luar sangkar emas tersebut.

    Kemudian bila ada yang berkeberatan disebabkan karena dia seorang lesbian, orang-orang (yang berkeberatan) tersebut tinggalnya dimana sebenarnya? Apa mereka tidak melihat lingkungan sekitarnya? Apakah mereka tidak melihat kenyataan hidup sehari-hari? Apakah mereka-mereka ini benar-benar tinggal dalam sangkar emas tersebut? Bahwa sebenarnya orang-orang semacam Irshan ini ada, dan tersebar keberadaannya di masyarakat.
    Dan ini bukan trend, semacam K-pop atau J-pop atau LG-pop. Mereka tidak cari penggemar.
    Mereka ini korban, sistim sosial masyarakat yang ada sekarang, jangan pungkiri itu.
    Dan kita ini merasa malu akan hal tersebut, dan bukannya memperbaiki tatanan sosial itu, kita malah berusaha menyembunyikan akibat negatif dari sistim tersebut.


    Peeeace 4 all
    Last edited by bingnyata; 16-05-12 at 09:04 PM. Reason: Maaf ada sebagian saya hapus, topik diskusi terlalu melebar jadinya
    who am I ?

  8. #88
    Newbie
    Join Date
    May 2012
    Posts
    1
    Rep Power
    0

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Menurut saya Irshad Manji telah terjebak kedalam pola berpikir yang sesat menurut agama, sebaiknya disaat dia berada dipersimpangan antara budaya, ilmu pengetahuan dan agama seharusnya dia kembali melihat kebelakang dan berpegang teguh kepada Iman, karena didalam Iman bermakna PERCAYALAH dan jangan bertanya, karena agama itu bukan ilmu yang bisa selalu dipertanyakan berdasarkan sudut pandang akal dan pikiran manusia, agama itu adalah Doktrin vertikal dari atas kebawah jadi dia tidak bisa dipertanyakan, kebenarannya hakiki sedangkan budaya dan ilmu pengetahuan doktrin horizontal antara manusia dengan manusia lainnya kebenarannya bisa diperdebatkan, karena jika manusia mulai bertanya hal-hal yang sakral menurut agama, maka jawaban nya tidak akan bisa memenuhi logika akal dan pikiran manusia itu sendiri, yang ujungnya malah akan membawa kita menjadi tidak percaya akan zat ke-Tuhanan itu sendiri. pada dasarnya segala hal didunia ini sudah ada didalam agama untuk itu lah agama tidak memerlukan ide-ide baru yang bertentangan dengan nya, karena ide-ide baru pastilah datangnya dari manusia sedangkan agama itu datang nya dari zat yang ghaib yang tidak bisa dijelaskan oleh akal dan pikiran manusia, kepintaran dan kebebasan berpikir didalam agama hakikinya hanya untuk menemukan segala sesuatu yang telah ada namun belum semua manusia dapat menemukan nya dimana pada saat ditemukan akan menjadi penambah keyakinan manusia akan hal tersebut bukan untuk menyangsikan/mempertanyakan kebenaran itu.

    · Untuk apa kita dihadirkan di dunia ini, menurut agama untuk menyembah Tuhan, lalu pertanyaan berikutnya untuk apa kita menyembah Tuhan, apa untungnya bagi Tuhan kita menyembah dia apakah dia memiliki saingan lain sehingga harus membuktikan bahwa dia memilki penyembah yang lebih banyak daripada Tuhan saingan nya tersebut.
    Pada saat Tuhan menciptakan nabi Adam AS dan ada kejadian setan tidak mau tunduk kepada nabi Adam AS yang membuat setan bersumpah untuk mempengaruhi anak dan cucu Adam AS supaya bersama nya di neraka kelak, bukan kah Tuhan maha mengetahui segala sesuatunya, mengapa Tuhan tidak merubah/melarang hal tersebut terjadi sehingga seluruh umat manusia selamat, jika manusia dilahirkan untuk diuji apakah dia mau menyembah Tuhan atau tidak, maka terlalu banyak ketidak adilan yang dilakukan Tuhan didunia ini saya ingin mengilustrasikan seperti ini….. suatu saat di persimpangan Surga dan Neraka si A bertanya kepada Tuhan,…. wahai Tuhan mengapa si B engkau perbolehkan masuk ke Surga sedangkan aku harus ke Neraka, karena si B lebih banyak amal ibadahnya daripada engkau si A jawab Tuhan, lalu si B coba berargumentasi kepada Tuhan terang saja si B lebih banyak amal dan ibadahnya daripada aku Tuhan karena dia dilahirkan dari perut orang yang taat beribadah dari bayi sampai dia meninggal dunia hanya hal-hal baik yang diterima akal dan pikiran nya sedangkan aku engkau titipkan di perut seorang pelacur, aku dilahirkan ditempat dimana kemaksiatan selalu dilakukan sampai aku meninggal dunia hanya hal-hal buruk yang tertanam dalam akal, pikiran dan bathin ku, tapi aku tidak pesan untuk dilahirkan ditempat seperti itu ya Tuhan, ini sungguh tidak adil jika aku boleh memilih aku ingin kehidupan sebagaimana yang dimiliki si B aku ingin lahir dari perut seorang yang baik dan taat beribadah dimana dari lahir sampai akhir hayatku aku memiliki potensi besar untuk selalu berada dijalan Mu….. dari ilustrasi tersebut, hal seperti ini barang kali tidak akan bisa kita temukan jawaban nya, namun hendak lah kita kembali kepada Iman.
    Irshad Majid mencoba mempertanyakan hal-hal ketidak adilan yang ada didunia saat ini menjadi-menjadi pertanyaan-pertanyaan yang menentang ajaran agama itu sendiri, kecintaan nya kepada Tuhan membawa nya menyangsikan/mempertanyakan Tuhan itu sendiri, karena dia merasa mengapa dia harus hidup dengan ditempeli libido sex yang menyukai sejenis jika itu memang dilarang oleh ajaran agama, betapa tidak adilnya hidup yang diberikan Tuhan ini jika dibandingkan dengan manusia yang memiliki libido sex normal yang tidak perlu bertempur dan mempertanyakan mengapa aku bisa begini, pertanyaannya mengapa harus dia (ataupun orang-orang yang mengiriminya email yang membuat dia menulis buku tersebut), untuk itu kemudian dia mencoba untuk mencari pembenaran bahwa hal itu berasal dari Tuhan pasti ada sesuatu didalam nya.

    · Menurut saya awal cara berpikir Irshad Manji ini hanya merupakan pengulangan dari awal cara berpikir fir’aun, hitler dan karl marx, dimana mereka condong kepada paham materialisme (materi) yaitu hal-hal yang hanya tampak oleh mata, sedangkan di dalam agama adalah banyak hal yang ghaib yang tidak tampak oleh mata dan juga tidak bisa dijelaskan oleh pikiran….. dalam ajaran karl marx dia mengatakan bahwa manusia tidak membutuhkan Tuhan untuk menciptakan manusia baru, manusia hanya memerlukan dua orang manusia yaitu laki-laki dan perempuan kemudian melakukan hubungan intim maka terciptalah manusia baru, karl marx juga mengilustrasikan bahwa jika anda ingin pohon kacang anda tidak memerlukan Tuhan untuk mendapatkan nya anda hanya perlu menebar biji kacang di tanah, maka dikemudian hari pohon-pohon kacang akan tumbuh…. sedangkan menurut agama segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas izin Tuhan namun detail mengenai bentuk peran-peran Tuhan dalam seluruh proses dunia ini adalah ghaib tidak terlihat dan tidak bisa dijelaskan dengan akal dan pikiran manusia, demikian juga dengan Irshad Manji ia mencoba mengilmukan agama mengurai beberapa hal-hal dari agama untuk di materialismekan menjadi pertanyaan-pertanyaan yang menurutnya bisa diargumentasikan padahal hakikatnya hal itu tidak bisa/tidak boleh diperdebatkan dengan akal dan pikiran manusia karena hal itu ghaib.

    Karena pijakan berpikir materialisme (hanya percaya pada hal-hal yang tampak oleh mata) inilah yang membuat fir’aun dan hitler merasa dirinya seperti Tuhan, karena hakikat Tuhan adalah yang memberi kehidupan dan menentukan kapan seorang manusia harus mati, maka fir’aun dan hitler dia adalah Tuhan dia bisa menentukan seorang manusia boleh lahir atau tidak dan dia bisa menentukan kapan seseorang mati, ketika hitler mencabut senjata nya dia mengatakan jika aku inginkan kamu mati maka aku tembak kamu akan mati jika aku tidak menginginkan kamu mati maka kamu akan hidup, dimana Tuhan dalam hal ini “dalam pemikirannya”, untuk itu dia menganggap dia memiliki kemampuan yang sama dengan Tuhan.

    · Agama adalah doktrin vertikal dari atas (Tuhan) kebawah (manusia) melalui perantara nabi-nabi dan diwariskan turun temurun yang wajib kita percayai tanpa pertanyaan, sejak kita lahir kita tidak pernah bertemu dengan para Nabi tapi kita diwajibkan untuk mempercayainya, karena orang tua kita yang menanamkan nya kepada kita dari kita kecil, demikian pula orang tua kita mereka juga tidak pernah bertemu dengan para nabi namun mereka wajib percaya karena ditanamkan oleh orang tuanya demikian juga seterusnya dan seterusnya, yang dimaksudkan pengeditan ajaran menurut Irshad Manji disini mungkin bagaimana jika rantai penyampaian turun temurun dari satu generasi ke generasi ini tidak utuh sebagaimana yang sebenar-benarnya yang ada pada zaman Nabi tersebut, ini adalah cara berpikir yang logika sedangkan agama itu tidak bisa dilogikan karena agama itu bukan ilmu pengetahuan namun didalam agama berisi ilmu pengetahuan iya, agama itu bukan ilmu pengetahuan karena agama itu bukan Budaya dalam arti bukan hasil karya cipta manusia, dimana agama adalah karya cipta Tuhan yang ghaib yang tidak bisa diurai dengan akal dan pikiran manusia, demikian juga agama sangat melarang manusia untuk mempertanyakan/ mengkaji tentang Roh, karena dia zat yang ghaib yang tidak tampak oleh mata manusia, Marxisme juga pernah membantah keberadaan roh pada manusia, mereka mempertanyakan apa itu roh bagaimana bentuk roh jika manusia memiliki roh maka asumsinya roh itu berada diseluruh tubuh manusia, bagaimana jika orang yang puntung yang jasmaninya hanya memiliki satu kaki, apakah rohnya juga puntung dan memiliki satu kaki, hal ini jelas tidak dapat dijelaskan oleh akal dan pikiran manusia, maka hendaklah kita kembali kepada Iman.

    · Jika agama itu adalah ilmu atau budaya yang merupakan hasil karya cipta manusia maka dia dapat diperdebatkan dapat digunakan hubungan mengapa hal ini karena hal itu, namun agama itu adalah ghaib untuk itu dia tidak bisa diperdebatkan dalam bentuk dan media apapun Ijtihad dilakukan bukan untuk mempertanyakan kebenaran agama melainkan untuk menambah keyakinan akan hal tersebut, karena itu Tuhan sesungguhnya telah mengantisipasi hal ini jika kita mendalami inti dari apa yang dimaksud dengan Iman : Percayalah …. Jangan pertanyakan … Percayalah.

  9. #89
    Junior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    485
    Rep Power
    3

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Satu lagi orang yang terobsesi oleh sex .
    Dan bukan cinta
    Eh bos Put, kita sekarang tidak membahas masalah sex,

    Dan bicara masalah agama, apakah anda telah mempelajari "semua agama" di dunia ini?.
    Sehingga anda dapat berkata-kata seperti yang telah anda kata?
    Anda berkata fir'aun, anda berkata hitler, tidakkah anda melihat "mereka" di dalam apa yang telah anda katakan?


    Kebenaran yang sejati tidak terpisah oleh ruang dan era,
    Kebenaran yang sejati tidak juga mengenal ada dan tiada,
    Dia berlaku untuk semua,
    tidak perduli apakah mahluk itu pria, wanita,
    tua, muda,
    sedih, ceria,
    terluka, tidak terluka,
    dan sebagainya dan sebagainya;

    Kebenaran sejati bisa diuji,
    dan Dia tidak perduli apakah Dia diuji,
    apakah yang perlu ditakutkan oleh yang sejati....,
    karena itu tidak ada yang Ia tutupi,
    karena tidak ada yang harus ditutupi,
    juga disebabkan karena Dia adi
    tiada yang lebih besar dari Dia mempunyai diri
    sehingga tiada yang dapat menutupi.

    Bila agama adalah Dia yang Adi ?
    Mengapa dia sewot ketika diuji?
    Mengapa dia menutup diri?
    Apa yang harus ditutupi?
    Aib diri?
    Untuk apa mempertanyakan, bila tidak ada yang harus dipertanyakan mengenai yang sejati?
    Pertanyaan mengenai Adi sang kebenaran yang sejati?
    Ataukah mempertanyakan diri sendiri?




    Peeeace 4 all
    Last edited by bingnyata; 17-05-12 at 02:58 PM. Reason: menggaris bawahi
    who am I ?

  10. #90
    Newbie
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    45
    Rep Power
    0

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Bung Rumput, menurut anda apakah Ghazali tidak berpikir, atau Bukhari, Muslim, Syafii, Hanafi?
    Atau bahkan nabi Muhammad? apakah beliau tidak berpikir? tidak bertanya?
    ajuskoto likes this.

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0