Forum


     

Page 1 of 13 1234567891011 ... LastLast
Results 1 to 10 of 124
Like Tree42Likes

Thread: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

  1. #1
    Junior Member ajuskoto's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Medan, Indonesia, Indonesia
    Posts
    102
    Rep Power
    0

    "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Sumber

    Kebebasan Berpikir dan Kebenaran Sejati

    Akal merupakan anugerah khusus yang diberikan Tuhan kepada manusia, tidak diberikan kepada mahluk biologis lainnya. Tuhan juga memberikan kebebasan kepada manusia untuk mempergunakan akalnya, tak ada mahluk lain yang dapat menghalangi kebebasan berpikir seorang manusia.
    Namun, kebebasan berpikir manusia secara tidak langsung telah dibatasi oleh Tuhan melalui ketergantungan manusia kepada oksigen, makanan, minuman, ruang dan waktu (Life Support). Kebebasan sejati hanyalah ilusi.

    Akal cenderung untuk mencari tahu kebenaran. Tidak seperti pendapat umum, bahwa kebenaran itu bersifat relatif, sesungguhnya pendapat ini salah besar. Kebenaran itu bersifat mutlak, yang relatif itu adalah individu yang memandang kebenaran tersebut.

    Dari konsep inilah munculnya kisah “kelemahan” manusia dalam menyikapi kebenaran, yaitu kisah Si Buta dan Seekor Gajah. Ada kisah versi lain yang maknanya sama yaitu kisah seorang manusia yang dari lahir hingga matinya dia hanya berada di suatu tempat. Orang tersebut selama hidupnya, menyaksikan bahwa domba di tempat dia berada memiliki bulu berwarna putih, sehingga di memiliki keyakinan bahwa domba berbulu putih.

    Tuhan mengetahui bahwa manusia tidak akan mampu mengetahui kebenaran dengan sendirinya, oleh karena itulah Tuhan mengintervensi dengan mengutus manusia-manusia pilihanNya untuk menyampaikan kebenaran sejati kepada manusia.

    Pemikiran Irshad Manji yang Kebablasan

    Berikut dua dari sekian banyak pemikiran Irshad Manji yang harus disikapi dengan serius:

    1. “I’m a lesbian/gay Muslim”

    “Sebagaimana Anda ketahui, saya adalah seorang lesbian dan saya tidak meminta persetujuan kaum Muslim atas orientasi seksual saya. Saya hanya meminta persetujuan dari dua entitas saja: Sang Pencipta dan nurani saya.” -Irshad Manji- (IslamLib)

    Islam dengan tegas melarang Homoseksual dan Lesbian di dalam Al Qur’an Surah Al A’Raaf Ayat 80-84. Penetapan hukum haramnya homoseksual menjadi Ijma’ dan itu diperkuat oleh dalil-dalil dari Al Qur’an dan Hadits. Penjelasan lebih lanjut, diantaranya bisa Anda baca di sini.

    “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka:` Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” (QS. Al A’raaf Ayat 80).

    Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.(QS. Al A’raaf Ayat 81).


    2. “Nabi lalu menghapus ayat-ayat tersebut – beliau mengedit Quran”

    “Banyak yang tidak tahu bahwa para filsof Muslim selama ratusan tahun telah berbicara mengenai “ayat-ayat setan”, di mana Nabi menerima ayat-ayat Quran yang kemudian beliau sadari lebih memuja para berhala ketimbang Tuhan. Nabi lalu menghapus ayat-ayat tersebut – beliau mengedit Quran. Pertanyaan saya adalah: jika Muslim yang baik meneladani kehidupan Nabi dan Sunnah Nabi, maka bagian dari Sunnah adalah bahwa beliau mengedit Quran. Siapa dapat mengatakan para sahabatnya tidak mengikuti teladan tersebut? Siapa bisa mengatakan dalam proses kompilasi tersebut mereka tidak mengedit Quran?” -Irshad Manji- (IslamLib)


    Silahkan berpikir secara bebas, tapi harus bertanggung jawab. Bukan kebebasan pemikiran yang kebablasan, hargai juga pendapat orang lain, jangan sampai menyakiti hati orang lain. Saya teringat nasihat Alm. Ustad Zainuddin MZ mengenai kebebasan, beliau mencontohkan seseorang yang memiliki radio dan menghidupkannya dengan volume suara yang sangat kuat sementara tetangganya hendak tidur dan merasa terganggu dengan suara radio tersebut.

    Allah sendiri yang menjamin kesucian Al Qur’an:


    “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.(QS. Al Hijr Ayat 9)

    Jaminan Allah SWT terhadap pemeliharaan Alquran itu ditegaskan lagi dalam firman Nya:
    “Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya Nya meskipun orang-orang kafir benci”.
    (Q.S As Saf: 8)

    Dari pendapatnya tersebut jelas pengetahuannya mengenai Al Qur’an rendah sekali, seandainya dia tahu dan paham ada 15 ilmu yang harus dikuasai untuk mempelajari Al Qur’an, yaitu Lughah (Philology), Nahwu (Syntax), Sharaf (Ethymology), Isytiqaq (Derivatives), Ma’ani (Semantic), Bayan (Speech), Badi’ (Rhetoric), Qira’at (Spelling), ‘Aqaid (Faith), Ushul Fiqh (Principal Rules), Asbabun Nuzul (Historical Background), Nasikh Mansukh, Hadits, dan 1 ilmu khusus yang berasal dari Allah yaitu Ilmu Laduni.


    Sebenarnya banyak sekali cara-cara dan bukti-bukti mengenai keotentikan Al Qur’an yang tidak mungkin dijabarkan disini. Pembaca dapat membaca sebagiannya disini.


    Pemikiran Irshad Manji Yang Rancu

    “Dengan rendah hati saya mengingatkan kaum Muslim yang menilai pandangan saya tidak Islami atau bahkan anti Islam – bahwa dalam Quran ayat yang mengajak kita untuk berfikir, menganalisa dan merenung tiga kali lipat lebih banyak daripada ayat yang mengajarkan apa yang benar atau salah. Ayat yang mendorong pemikiran kritis tiga kali lipat lebih banyak daripada tentang kepatuhan buta. Dengan perhitungan itu saja, penafsiran ulang lebih dari sekedar hak – ia adalah kewajiban.” -Irshad Manji- (IslamLib).

    Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan dalam diri mereka sendiri” (Al Quran Surat Ar-Ra’d Ayat 11).

    Irshad Manji mengkritik Al Qur’an namun disisi lain dia menggunakan Al Qur’an untuk membela argumen-argumennya sendiri. Dia mencomot sebagian-sebagian untuk membenarkan pendapatnya.


    Al Quran Surat Ar-Ra’d Ayat 11, ayat tersebut bagi feminis Irshad Manji adalah dasar pemikirannya mengenai agama global yang menurut dia, “Dinamika internalnya mempengaruhi begitu banyak kehidupan di luar agama itu sendiri” (Allah, Liberty and Love, hal. xxiv).(Kompas)

    “Adapun ijtihad adalah praktik berpikir yang independen, yang tidak terpengaruh oleh apa pun. Ijtihad tidak membungkam manusia untuk menanyakan sesuatu. Ijtihad membuka jalan bagi manusia untuk mengembangkan banyak hal. Dari sumber yang saya baca, ratusan tahun lalu, manusia bisa mengembangkan filosofi, sains, dan seni berkat ijtihad. Dan, sekali lagi, buku saya juga menjelaskan tentang hal ini. Mari kita jadikan Islam menjadi lebih baik denga Itjihad”-Irshad Manji- (Kompas).

    Irshad Manji juga lebih menekankan Itjihad daripada Hadist dan Al Qur’an. Sementara hierarki hukum Islam adalah Al Qur’an-Hadist-Itjihad Ulama.


    Dari uraian di atas semoga kita dapat menyikapi pemikiran Irshad Manji dan aliran-aliran sepaham dengannya, yang sesat dan menyesatkan dengan serius. Meng-counter pemikirannya dengan argumen yang baik dan tidak menggunakan cara-cara kekerasan, yang malah bisa menjadi image yang tidak baik bagi Islam.

    Silahkan ngomong dan berpikir sesuka hati tanpa batasan, termasuk batasan etika dan moral, tetapi jangan di tengah-tengah masyarakat, silahkan di hutan belantara, di gurun, di kutub utara atau di tengah-tengah laut sana.

    Apa yang dia sampaikan bukanlah ajaran islam, tidak akan ada yang ribut seandainya dia menamakan gerakannya agama courage, agama ini itu, atau apalah, asal jangan mengatasnamakan Islam.

    “Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dialah Yang Mahatahu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl Ayat 125).

    Saya menekankan kalimat pertama ayat di atas dalam menyikapi masalah ini, selanjutnya ayat tersebut sebagai wanti-wanti kepada penganut islam untuk tidak kebablasan dalam berpikir dan bertindak, sehingga tidak dengan gampang menyalah-nyalahkan orang lain.


    Meng-counter pemikirannya dengan argumen yang baik dan tidak menggunakan cara-cara kekerasan, yang malah bisa menjadi image yang tidak baik bagi Islam.


    Sumber
    Last edited by ajuskoto; 27-05-12 at 08:36 PM.
    Azahari and feri adi like this.

  2. #2
    Newbie
    Join Date
    May 2012
    Location
    Gresik, Indonesia
    Posts
    4
    Rep Power
    0

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    maaf,belum baca bukunya....hehehehe
    jadi tertarik pda buku yang lagi diperdebatkan,
    bisa jadi best seller ehhehehheheh
    ajuskoto likes this.

  3. #3
    Contributor
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    2,787
    Rep Power
    12

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Kalau melihatnya melalui perspektif agama maka kebebasan berpikir akan selalu menjadi kebablasan karena agama itu terkurung oleh dinding2 yang sudah diciptakannya sendiri. Kebebasan berpikir TIDAK PERNAH AKAN ADA didalam agama selama agama itu menggunakan 'KEKUASAAN TUHAN' untuk melakukan justifikasi.
    Swan and Sadapbotul like this.
    +++ all that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing +++

  4. #4
    Junior Member Medangsia's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    150
    Rep Power
    5

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    "Kebebasan Berpikir yang Kebablasan", atau dengan kata lain Kita bloeh berpikir bebas tapi harus terbatas. Nah disinilah rancunya, kalau Kita berpikir bebas ya harus bebas tidak perlu dibatasi ini itu... Tentu beda dengan kebebasan dalam bertindak, ia di batasi oleh kepentingan pihak lain.

    Banyak sekali pemikir-pemikir bebas yang justru membuat maju peradaban Kita. Sebut saja Galeleo, Charles Darwin, Colombus dan masih banyak yang lain, kalau saja mereka berpikir bebas, tapi harus dikerangkeng oleh ajaran agama saat itu, mungkin Kita saat ini masih berpendapat, bahwa Matahari mengelilingi Bumi.

  5. #5
    Junior Member FirdaCutez's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    jakarta
    Posts
    256
    Rep Power
    0

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    belum baca bukunya kaya apa jadi ga bisa memberi komentar apakah bener seperti yang di beritakan...

  6. #6
    Junior Member ajuskoto's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Medan, Indonesia, Indonesia
    Posts
    102
    Rep Power
    0

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    membahas masalah kebebasan ini memang sangat sulit, riskan terjebak dalam pmbahasan yg berputar-putar pada masanya Nabi Muhammad berpikiran liberal, pemikiran bebas beliaulah yg telah mengubah dunia.

  7. #7
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    6,664
    Rep Power
    26

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Agar lebih berimbang,
    saya ambil wawancara beliau dengan KOMPAS :

    LINK

    Irshad Manji: Buku Saya Bukan tentang Gay dan Lesbian
    Tenni Purwanti | Tri Wahono | Senin, 7 Mei 2012 | 21:22 WIB

    |


    Jurnal Perempuan
    Irshad Manji, penulis buku Allah, Liberty, dan Love

    Foto:
    1 2 » Play Slideshow

    TERKAIT:



    KOMPAS.com — Irshad Manji adalah penulis buku Allah, Liberty, and Love. Wanita asal Kanada ini mendapat desakan dari organisasi masyarakat sehingga peluncuran bukunya yang digelar di Salihara, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2012), dibubarkan massa ormas yang mengatasnamakan Islam dengan salah satu tudingan di dalam bukunya ia menyebarkan gay dan lesbian.
    Meski berhasil dibubarkan pada hari pertama, Irshad tetap bisa menghadiri diskusi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Kalibata, Jakarta Selatan, keesokan harinya, Sabtu. Tak seperti di Salihara, diskusi di Kantor AJI Jakarta, berlangsung tertib.
    Apa yang sebenarnya Irshad sampaikan lewat bukunya sehingga memicu reaksi keras sebagian kelompok itu?
    Irshad yang masih berada di Jakarta hingga Senin hari ini mengundang Kompas.com untuk berbincang santai di hotel tempatnya menginap. Ia menjelaskan tentang konsep bukunya, tentang pandangannya terhadap Islam, dan tentang tujuan utama menerbitkan buku dan mengunjungi Indonesia.
    Berikut adalah hasil wawancara Kompas.com dengan Irshad:
    Banyak yang menuduh bahwa buku Anda bercerita tentang kaum gay dan lesbian. Apakah tuduhan ini benar? Sebetulnya apa isi di dalam buku Allah, Liberty, dan Love?
    Saya sama sekali tidak bercerita tentang gay dan lesbian di dalam buku ini karena tidak relevan dengan pesan yang ingin saya angkat. Buku Allah, Liberty, and Love sebetulnya mengajarkan tentang bagaimana umat Muslim bisa mempraktikkan kebebasan dalam kehidupannya. Dalam arti bebas untuk bertanya, bebas untuk mempelajari makna yang tertulis dalam Al Quran.
    Satu hal yang mendorong saya menulis buku ini adalah masih banyak orang yang tidak menemukan titik temu antara Tuhan dan cinta, seolah-olah kedua kata itu adalah kata yang berbeda. Ini sangat disayangkan. Maka, buku ini memberikan panduan kepada para pemikir, para penulis, dan orang-orang yang percaya untuk menginterpretasikan Tuhan dan cinta ke dalam satu pemahaman. Baca buku saya dan Anda akan terkejut tentang fakta-fakta yang tertulis di dalamnya.
    Apa pesan yang ingin Anda sampaikan dalam buku Allah, Liberty, dan Love?
    Pesan terbesar saya adalah kita tak perlu memiliki ketakutan akan Tuhan karena Tuhan adalah cinta. Kita perlu berjuang di dalam hidup kita tanpa ketakutan. Kita harus punya kekuatan untuk berbicara ketika semua orang menyuruh kita diam. Karena ada banyak hal yang lebih penting yang bisa kita lakukan selain hanya merasa takut.
    Pesan kedua saya dalam buku ini adalah bahwa budaya bukanlah sesuatu yang sakral. Fenomena yang saya tangkap dalam kehidupan umat Muslim saat ini adalah bahwa umat Muslim hidup dalam tradisi dan budaya, yang dibentuk oleh manusia, bukan oleh Tuhan.
    Di Indonesia, misalnya, ketika kita masuk ke madrasah-madrasah, yang diajarkan oleh ulama adalah, "Jangan bertanya, dengarkan perkataan saya dan turuti!"
    Kaum muda diberikan doktrin tanpa diberi kesempatan untuk berdiskusi, untuk bertanya. Maka, saya menuliskan sebuah buku yang menjelaskan kembali tentang ijtihad, tentang mencari sebuah kebenaran yang tertulis di dalam Al Quran.
    Pesan ketiga adalah janganlah menjadi kaum moderat, tetapi jadilah kaum reformis; karena menjadi moderat tidaklah berguna.
    Mengapa Anda meluncurkan buku di Indonesia, bukan di negara-negara Islam lainnya?
    Bagi saya, Indonesia adalah salah satu model negara yang memiliki warga yang cukup berpikiran terbuka, sangat bertoleransi, dan sangat ramah. Empat tahun lalu, saat saya meluncurkan buku saya The Trouble With Islam Today' di Indonesia, saya merasa begitu diterima. Namun, ternyata saat ini keadaannya sudah berbeda. Orang lebih takut kepada mafia, gengster, dan yang lainnya, yang menghalangi kebebasan berbicara dan berpendapat.
    Bagaimana pendapat Anda tentang diskusi buku di Salihara?
    Saya sangat menyayangkan ada kelompok orang yang memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Sebaliknya, saya salut kepada teman-teman yang hadir di Salihara, yang tetap berada di samping saya, di sekitar saya, dan tetap mendukung saya meski dalam tekanan.
    Apakah ada yang ingin Anda sampaikan kepada massa yang membubarkan diskusi buku Anda?
    Saya ingin mengatakan bahwa Anda memiliki hak untuk tidak berpihak kepada saya, Anda memiliki hak untuk tidak setuju dengan pendapat saya, Anda punya hak untuk mempertahankan pendapat Anda sendiri, tetapi Anda tidak punya hak untuk melakukan kekerasan terhadap orang lain. Anda tidak punya hak untuk memaksakan kehendak Anda agar diterima semua orang. Islam mengajarkan tentang perdamaian dan bukan kekerasan. Jangan membenci orang lain seolah-olah Anda adalah Tuhan.
    Ada pesan yang ingin Anda sampaikan kepada warga Indonesia?
    Pesan saya kepada masyarakat Indonesia, terutama kaum muda, inilah saatnya Anda berbicara dan menanyakan hal yang ingin Anda tanyakan. Ada banyak tempat bertanya bagi Anda, bukan hanya kepada para ulama. Anda bahkan bisa mencoba berdiskusi langsung dengan tim saya di website www.irshadmanji.com dan klik di kolom kontak. Saya memiliki 10 orang dari beragam kalangan yang terbuka untuk berdiskusi tentang Islam.
    Sebelum mengakhiri wawancara, saya ingin bertanya kepada Anda tentang dua hal: Islam dan ijtihad, Apa pendapat Anda tentang dua hal ini?
    Saya adalah seorang Muslim. Saya mencintai Allah, sangat dalam. Saya percaya segala sesuatu diciptakan Allah dengan alasan. Dan, bagi saya, hidup adalah sebuah pemberian. Islam adalah agama yang menuntun kepada kehidupan menjadi lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah. Kita beragama, sebagai sarana untuk mengucapkan syukur kepada Allah atas pemberian (kehidupan) yang telah diberikan kepada kita.
    Adapun ijtihad adalah praktik berpikir yang independen, yang tidak terpengaruh oleh apa pun. Ijtihad tidak membungkam manusia untuk menanyakan sesuatu. Ijtihad membuka jalan bagi manusia untuk mengembangkan banyak hal. Dari sumber yang saya baca, ratusan tahun lalu, manusia bisa mengembangkan filosofi, sains, dan seni berkat ijtihad. Dan, sekali lagi, buku saya juga menjelaskan tentang hal ini. Mari kita jadikan Islam menjadi lebih baik dengan ijtihad.
    zen11, DodoR and bingnyata like this.
    "Negara ini TDK bs dipimpin BAIK2, mesti diajak BERANTEM"-Basuki TP-

  8. #8
    Junior Member ajuskoto's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Medan, Indonesia, Indonesia
    Posts
    102
    Rep Power
    0

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Quote Originally Posted by 3serangkai View Post
    Kalau melihatnya melalui perspektif agama maka kebebasan berpikir akan selalu menjadi kebablasan karena agama itu terkurung oleh dinding2 yang sudah diciptakannya sendiri. Kebebasan berpikir TIDAK PERNAH AKAN ADA didalam agama selama agama itu menggunakan 'KEKUASAAN TUHAN' untuk melakukan justifikasi.
    bukan berdasarkan KEKUASAAN TUHAN, tetapi berdasarka akal yang dimiliki, kebebasan sejati hanyalah ilusi semata

  9. #9
    Junior Member ajuskoto's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Medan, Indonesia, Indonesia
    Posts
    102
    Rep Power
    0

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    Quote Originally Posted by Medangsia View Post
    "Kebebasan Berpikir yang Kebablasan", atau dengan kata lain Kita bloeh berpikir bebas tapi harus terbatas. Nah disinilah rancunya, kalau Kita berpikir bebas ya harus bebas tidak perlu dibatasi ini itu... Tentu beda dengan kebebasan dalam bertindak, ia di batasi oleh kepentingan pihak lain.

    Banyak sekali pemikir-pemikir bebas yang justru membuat maju peradaban Kita. Sebut saja Galeleo, Charles Darwin, Colombus dan masih banyak yang lain, kalau saja mereka berpikir bebas, tapi harus dikerangkeng oleh ajaran agama saat itu, mungkin Kita saat ini masih berpendapat, bahwa Matahari mengelilingi Bumi.
    Silahkan ngomong dan berpikir sesuka hati tanpa batasan, termasuk batasan etika dan moral, tetapi jangan di tengah-tengah masyarakat, silahkan di hutan belantara, di gurun, di kutub utara atau di tengah-tengah laut sana.

    Nabi Muhammad, pada masanya adalah pemikir liberal. Pemikiran bebasnyalah yang telah mengubah dunia

  10. #10
    Junior Member ajuskoto's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Medan, Indonesia, Indonesia
    Posts
    102
    Rep Power
    0

    Re: "Irshad Manji, Hasil Kebebasan Pemikiran yang Kebablasan!" Menurut Anda?

    menurut earsun sendiri, bagaimana menanggapi hal ini?

Page 1 of 13 1234567891011 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0