Page 2 of 5 FirstFirst 12345 LastLast
Results 11 to 20 of 50
Like Tree18Likes

Thread: Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia


  1. #11
    Beginner lionheart's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    87
    Rep Power
    4

    Re: Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia

    Menurutnya, bahkan negara-negara yang maju dan mengklaim sebagai negara yang menganggungkan kebebasan beragama juga tidak sepenuhnya bisa memberikan jaminan kebebasan beribadah kepada warganya.
    Fakta membuktikan sebaliknya, banyak imigran Timur Tengah mati-matian lari ke negara" yang katanya "
    tidak sepenuhnya bisa memberikan jaminan kebebasan beribadah kepada warganya."

  2. #12
    Junior Member cobek's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Posts
    225
    Rep Power
    4

    Re: Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia

    Quote Originally Posted by lionheart View Post
    Fakta membuktikan sebaliknya, banyak imigran Timur Tengah mati-matian lari ke negara" yang katanya "
    tidak sepenuhnya bisa memberikan jaminan kebebasan beribadah kepada warganya."
    mungkin Pak Menteri kurang baca berita, atw sedang melakukan "pembodohan publik".

    salah satu berita yang mungkin beliau gak sempet baca :P
    V

    JPNN.COM : Suara Hati Para Imigran yang Gagal Menyeberang ke Australia
    Last edited by cobek; 24-05-12 at 06:05 PM.

  3. #13
    Senior Member friedman's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,062
    Rep Power
    14

    Re: Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia

    Mungkin Pak Mentri ini tidak mau kalah dengan rekannya yang menjadi ketua dpr

  4. #14
    Junior Member jambronk's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    412
    Rep Power
    7

    Re: Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia

    Quote Originally Posted by SayaSuka View Post

    Suryadharma menggunakan kehadiran dirinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono dalam setiap perayaan hari besar keagamaan di Indonesia bisa digunakan sebagai indikator.

    "Presiden, wakil presiden, dan menteri agama beragama Islam tapi juga ikut merayakan Natal, hari besar Hindu, Budha dan Konghucu. Tunjukkan kepada saya, negara mana di belahan dunia ini yang seperti itu," ujar Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.


    Bwakakaka indikator yg dipakai ini yah...Pejabat datang salam-salaman, senyam senyum di acara keagamaan tapi apa jemaat di GKI yasmin, HKBP filadelfia di Bekasi, dll bisa ibadah dengan tenang? Duh..duh..pintarnya Menag..

  5. #15
    Senior Member yolia's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Bandung
    Posts
    1,514
    Rep Power
    4

    Re: Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia

    No komeng ah... kalo soal agama
    takut salah. ikut nyimak aza

  6. #16
    Junior Member
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    380
    Rep Power
    9

    Re: Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia

    Quote Originally Posted by cobek View Post
    mungkin Pak Menteri kurang baca berita, atw sedang melakukan "pembodohan publik".

    salah satu berita yang mungkin beliau gak sempet baca :P
    V

    JPNN.COM : Suara Hati Para Imigran yang Gagal Menyeberang ke Australia
    betul, ini namanyaembodohan publik. sangat kontras sekali antara indonesia bersama negara rasis lainnya, dibanding negara barat dan asia yg tdk rasis spt hk dsb. meskipun dimana mana sedikit banyak ada yg namanya intimidasi dan teror. tetapi yg membedakannya adalah posisi aparat hukum dan pemerintahannya. disana aparat hukum tegas melaksanakan konstitusi melindungi minoritas. sementara di indonesia justru aparat hukum, pemerintah dalam hal ini menag, malah bergandeng tangan bersama teroris dan intimidator menindas minoritas. ya jelas bedalah pak mentri.

  7. #17
    Junior Member
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    380
    Rep Power
    9

    Re: Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia

    kebebasan dalam beribadah itu dilindungi undang undang.itu jelas sebuah prinsip. kalo IMB itu bukan prinsip pak mentriiii, itu cuma masalah teknis. jangan kau pakai masalah teknis untuk menghambat hal hal yg prinsipil. justru kau itu sebagai menag bertanggung jawab untuk mempermudah masalah teknis ini bukannya mempersulit. masalah teknis sudah dipersulit dan anehnya lahi, bukannya mengevakuasi para teroris, intimidator dan provokator yg mengusik ibadah umat kristen di bekasi, malahan aparat justru mengevakuasi jemaat. bah... katanya demi kerukunan antar umat beragama. ohhh jadi ternyata begini. demi kerukunan dan ketertiban bersama, maka kau korbankan hukum, bukannya justru menegakkan hukum? jadi ini yg kau sebut toleransi terbaik didunia? dimana minoritas kau bekap atas nama demokrasi dan kau sebut ini sebagai toleransi? brur, dimana ada demokrasi, disitu ada tanggung jawab mengamankan demokrasi itu sendiri. dimana ada toleransi, disitu ada tanggung jawab untuk menegakkan toleransi itu sendiri. bagaimana kau sebut negara ini penuh dgn toleransi sementara kau ada diatas sana duduk bersama penasehat penasehat yg tdk mendukung toleransi itu sendiri? toleransi mbelgedess...

  8. #18
    Senior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    1,296
    Rep Power
    7

    Re: Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia

    Untuk disimak bersama-sama forumer lainnya, saya mengira hal-hal yang terjadi seputar masalah agama belakangan ini, salah satunya disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia mengenai H A M.
    Hak asasi manusia di Indonesia yang berlandaskan kepada Pancasila dan UUD 1945 sebetulnya juga sudah mempunyai ketetapan hukum sebagaimana yang tertera di UU RI no 39 tahun 1999.

    Anda bisa mendapatkannya disini http://www.kemenkumham.go.id/attachm.../uu39_1999.pdf

    Masalah hak beragama tercantum dalam bab 2 pasal 4 dan bab 3 bagian ke 5 pasal 22.

    Sedangkan mengenai rasa aman dan tentram tertera pada bab 3 bagian ke 6 pasal 35.

    Sedangkan kewajiban kita sebagai warga negara tertulis di bab 4 pasal 67, 68, 69 dan 70.

    Jadi landasan hukumnya ada, cuma mungkin kurang disosialisasikan di masyarakat luas.
    Sekiranya para forumer berkenan, saya minta tolong mungkin dari mulut ke mulut untuk turut mensosialisasikannya.
    Tetapi untuk sekedar diingat, kita lantas jangan berbuat seenaknya sendiri karena merasa didukung oleh UU tersebut. Ada batasan-batasannya pula yang sekiranya dapat anda lihat pula di UU tersebut, bila masih kurang jelas hubungi link yang dibawah.
    Demikian pula untuk diperhatikan pula ada daerah-daerah tertentu dimana budaya kulonuwun (permisi) masih sangat kuat, seyogyanya juga tidak lupa untuk kunjung-mengunjungi (silahturahmi) atau saling mengucapkan salam pada saat-saat tertentu. Jangan heran, karena kita sebagai sebuah pewaris budaya timur dimana masalah tatakrama itu merupakan masalah yang penting, termasuk didalamnya adalah budaya permisi.
    Demikian, dan sekiranya ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, anda dapat menuju -> http://www.komnasham.go.id/


    Peeeace 4 all
    Last edited by bingnyata; 25-05-12 at 05:04 AM.
    who am I ?

  9. #19
    Junior Member
    Join Date
    Apr 2009
    Posts
    157
    Rep Power
    0

    Re: Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia

    Menteri belajar sejarah, dimana Belanda merampok harta, membunuh anak, orang-tua, eh sebar agama, memberi roti untuk jadi penghianat bangsa. sekarang liat bangun tmpt ibadah disuruh pakai izin, eh malah memalsukan data2, tidak pakai izin.
    menurut hukum orang2 yg palsukan izin, tdk pakai izin harus dihukum, disuruh bonkar saja melawan. itu toleran yg diberikan.

    JASMERAH = Jangan Melupakan Sejarah.


  10. #20
    Junior Member agus_gijar's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    444
    Rep Power
    7

    Re: Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia

    Quote Originally Posted by SayaSuka View Post
    Attachment 16095


    Kehadiran pejabat negara di hari besar keagamaan menjadi indikator.


    Meskipun banyak kasus-kasus kekerasan dan intoleransi beragama di Indonesia, Menteri Agama Suryadharma Ali, mengklaim Indonesia sebagai negara dengan toleransi tertinggi di dunia.

    Menag membantah berbagai laporan yang menyatakan kaum minoritas di Indonesia memiliki kesulitan dalam menjalankan keyakinannya.

    "Kaum minoritas diperlakukan sama dengan mayoritas. Kerukunan beragama di Indonesia terbaik di dunia," kata Menag di Jakarta, Rabu (23/5).

    Suryadharma menggunakan kehadiran dirinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono dalam setiap perayaan hari besar keagamaan di Indonesia bisa digunakan sebagai indikator.

    "Presiden, wakil presiden, dan menteri agama beragama Islam tapi juga ikut merayakan Natal, hari besar Hindu, Budha dan Konghucu. Tunjukkan kepada saya, negara mana di belahan dunia ini yang seperti itu," ujar Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

    Ia menanggapi rencana sejumlah LSM hak asasi manusia yang melaporkan lemahnya perlindungan hak kaum minoritas di Indonesia ke sidang Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 23-25 Mei 2012 di Jenewa, Swiss.

    Perwakilan para LSM ini bahkan terlibat sebagai pengamat dalam forum Universal Periodic Review (UPR) II Dewan HAM PBB tersebut.

    Suryadharma menyayangkan aksi LSM ini, yang menurutnya justru mendiskreditkan negara sendiri.

    "Saya heran dan tidak habis pikir ada lembaga di Indonesia yang memberikan informasi yang jelek-jelek keluar. Padahal informasinya belum tentu seperti yang disampaikan. Jangan mendiskreditkan dan mempolitisasi agama," ujarnya.

    Menag berkilah, kasus pembangunan gereja GKI Yasmin, yang masuk ke dalam laporan tersebut sebenarnya adalah mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan tidak berkaitan dengan toleransi beragama. Begitu juga kasus-kasus serupa dalam pembangunan rumah ibadah di Tanah Air.

    Menurutnya, bahkan negara-negara yang maju dan mengklaim sebagai negara yang menganggungkan kebebasan beragama juga tidak sepenuhnya bisa memberikan jaminan kebebasan beribadah kepada warganya.

    "Coba negara mana yang ribut-ribut soal agama di Indonesia melebihi Indonesia (dalam toleransi beragama)? Tidak ada," kata Menag.

    Sumber : Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia | Nasional | Beritasatu.com
    Jawaban RI Mengecewakan
    | Egidius Patnistik | Jumat, 25 Mei 2012 | 07:53 WIB



    SHUTTERSTOCK Ilustrasi.

    JAKARTA, KOMPAS.com - Jawaban Pemerintah RI dalam sesi ke-13 sidang kelompok kerja Universal Periodic Review untuk Indonesia di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Geneva, Swiss, disikapi negatif dan dianggap mengecewakan banyak kalangan.

    Jawaban-jawaban yang disampaikan delegasi pemerintah, yang dipimpin Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dinilai tak lebih dari sekadar respons untuk menghindar.

    Salah satu kecaman disampaikan Direktur Eksekutif Komisi HAM Asia (AHRC) Wong Kai Shing, seperti tercantum dalam situs web AHRC, Rabu (23/5).

    ”Respons Pemerintah RI terkait isu pelanggaran HAM, yang disorot dalam sidang UPR, sangat mengecewakan. Apa yang disampaikan tak lebih dari sekadar penyangkalan dan justru semakin menunjukkan ketiadaan penghormatan kepada para korban dan hak-hak mereka,” ujar Wong.

    Sementara juru bicara Amnesty International, Josef Benedict, menyoroti berbagai bentuk pembiaran aparat Kepolisian RI atas sejumlah insiden kekerasan oleh kelompok-kelompok garis keras terhadap warga minoritas di sejumlah tempat di Indonesia.

    ”Kondisi seperti itu menjadi catatan penting bagi kondisi HAM di Indonesia. Pemerintah memang telah memperkuat Komisi Kepolisian Nasional, tetapi mekanisme akuntabilitasnya tetap tidak memadai,” ujar Benedict dari London, ketika dihubungi Kompas, Selasa malam.

    Beberapa sorotan

    Banyak negara, terutama negara maju, mempertanyakan meningkatnya aksi kekerasan dan intoleransi dalam kehidupan beragama di Indonesia.

    Menurut laporan Human Rights Watch, jumlah insiden seperti itu cenderung naik dalam empat tahun terakhir.

    Ketua Komisi Nasional Perempuan Yuniyanti Chuzaifah mencatat sejumlah isu besar lain juga disorot banyak negara dalam sidang UPR di Geneva itu.

    Beberapa isu yang disorot itu, antara lain, kekerasan terhadap perempuan, penuntasan berbagai kasus kekerasan masa lalu, dan juga soal pentingnya intervensi dalam kasus Papua, demi memastikan penuntasannya dilakukan dengan mengedepankan dialog dan menghentikan impunitas.

    ”Juga ada sorotan terhadap banyaknya produk peraturan daerah yang diskriminatif sehingga sejumlah negara mendesak Pemerintah Indonesia segera melakukan harmonisasi perundangan,” papar Yuniyanti dalam surat elektronik kepada Kompas.

    Dia juga mendesak pemerintah bisa segera mengadopsi seluruh rekomendasi pokja UPR Dewan HAM PBB itu dalam waktu dua kali 24 jam.

    Dalam kesempatan terpisah Direktur Eksekutif Migrant Care Indonesia Anis Hidayah menyebut klaim pemerintah telah melindungi buruh migran tak lebih dari sekadar usaha manipulasi, mengingat hingga saat ini masih ada 417 tenaga kerja Indonesia terancam hukuman mati di luar negeri. (DWA/ONG/FER)


    mungkin ini menjawab omongan menteri agama kita ini yang ngomongnya ngawur
    zen11 and myosh like this.

Page 2 of 5 FirstFirst 12345 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0