Saya dapat kabar tadi pagi, kalau Lady Gaga akhirnya memutuskan membatalkan konsernya di Indonesia dengan alasan untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah di Indonesia. Nah, anda pasti paham siapa yang dimaksud si Gaga sebagai "biang pertumpahan darah?"
Mungkin ini akibat kejadian semalam tadi (Minggu 27 mei 2012 dinihari di depok) dimana Ketua FPI, Habib Rizieq manas-manasin ribuan kadernya untuk menyerbu senayan apabila konser Lady Gaga tetap dilangsungkan.
dan dia bilang, bahwa dia siap bertanggung jawab dunia-akhir terkait rencananya itu, dan menantang aparat menangkapnya sebagai biang provokator.
Nah, saya jadi bertanya-tanya dalam hati. Apakah akibatnya kejadian ini bagi kelangsungan perdamaian (dunia) dan toleransi?
memang adalah hak kita untuk menolak tamu yg datang ke rumah kita (kan rumah gue, sesuka-suka kita lah), tapi kesannya akan menjadi bumerang bagi kita apabila "tetangga" mengatakan/memandang bahwa kita tidak ramah, egois, mau semaunya sendiri. Nanti bagaimana saat kita dilanda kesusahan? Bisa-bisa tidak ada tetangga yg mau bantu.
Ini seperti lingkaran setan. Gara2 kasus terorisme 911, teman saya pernah bercerita bahwa dia pernah diinterogasi lama sekali di bandara sebuah negara bule hanya gara-gara dia belum pernah ke luar negeri (paspornya masih kosong dan padahal pas ke negara ini dia dapat sponsor dari teman bulenya yang non muslim). tahukah apa gara-garanya? hanya karena namanya "sangat berbau muslim"..menggelikan dan mengesalkan dan bagi kita itu dianggap mereka kurang ajar kan?
begitu juga pelarangan jilbab dan pemakaian cadar di Perancis. Hal ini membuat citra Islam yang sudah jelek, malah semakin jelek (so sorry..saya tidak berniat menghakimi).
negara-kita "katanya ramah dan penuh toleransi" tetapi, (maaf) semenjak adanya ormas ini (anda pasti tahu yang dimaksud) semua "reputasi" yang telah kita bina sejak lama seolah pudar. Semua keramahan dan intoleransi memudar.
kembali soal lingkaran setan tadi...kalau disini Lady Gaga ditolak (malah dengan ancaman kekerasan suatu ormas yg membawa-bawa agama), orang luar negeri akan berpikir panjang untuk menginvestasikan duitnya di indonesia. para artis luar ga mau konser disini. Tim sepakbola kelas dunia akan jiper berujicoba disini.
Pikirkan, selama ini mereka (orang-orang ormas ini) selalu berpikir bahwa bantuan luar negeri selalu "ada maunya"..bolehlah. Dan semua kekacauan di indonesia adalah "akibat pengaruh intervensi asing"...bolehlah..
tapi saya bertanya-tanya..mereka ini orang asing apa tidak sih di Indonesia? Bukankah "dedengkot" mereka pun terusir dari negeri asalnya dan tidak mendapat tempat di malaysia serta Brunei yang nyata-nyata aroma keislamannya lebih kental dari negara kita?
Saya ingin menekankan, semua kekacauan disini bukan karena campur tangan asing. tetapi kitalah (Orang indonesia pribumi) yg berperang dengan diri kita sendiri karena di "adu domba" dan "dibodohi" oleh segelintir golongan.
Kalau warga asing ditolak masuk negara kita, tentulah mereka tersinggung. apalagi kalau kita ditolak masuk ke negara asing (apalagi karena masalah nama seperti teman saya tadi), pastilah kita lebih tersinggung dan berniat memerangi (ingat..itu kan rumah mereka, ya suka-suka mereka juga).
Negeri kita banyak bencana, kita sebagai manusia dan makhluk sosial tidak bisa hidup sendirian. Ingat peristiwa gempa & Tsunami Aceh, padang, Sumatera Utara, pangandaran, Yogya dan bencana lain..bangsa-bangsa lain dengan sukarela memberikan bantuannya tanpa memandang keagamaan di daerah bencana tersebut. Bahkan amerika serikat dan negara-negara Eropa yang dianggap musuh kita, mengirimkan batuan sangat besar bagi pemulihan dan rekonstruksi tempat bencana tersebut khususnya ACEH.
kembali ke maksud utama yang ingin saya sampaikan: Bagaimanakah kalau bangsa-bangsa lain tsb menganggap kita arogan (padahal hanya ulah segelintir kelompok) yg pada akibatnya mereka gak mau beri kita bantuan alias bilang : "Emangnya gue kenal mereka..EGP"
apakah habib rizieq dan kawan-kawannya siap bertanggung jawab dunia akhirat kalau Indonesia menjadi hancur?
tidaklah baik kalau manusia itu mengatakan "bertanggung jawab dunia akhirat" sebab apa yg kita anggap benar dan baik, belum tentu seperti itu dimata Tuhan. Dan dengan mengatakan hal tersebut, bisa jadi Tuan habib sama saja telah menantang Tuhan.
manusia hanyalah makluk fana. di akhirat kita tidak bisa mengajukan dalih dan pembelaan seperti dalam sidang pengadilan. sejatinya kita tidak bisa menjawab/berkata apapun di hadapan Tuhan dan para malaikat, sebab semua tidakan, ucapan kita telah dicatat dalam Kitab Kehidupan. Percumalah kita menyangkal di hadapanNya.
rujukan: Lawan Konser Lady Gaga, Habib Rizieq : "Saya bertanggung Jawab Dunia Akhirat"
indonesia, belajarlah dari pelangi! 7 warna me-ji-ku-hi-bi-ni-u membentuk konfigurasi amat indah saat mereka erat berjajar di angkasa. Sudah barang tentu apabila ketujuh warna tersebut dicampur adukkan, maka hasil warnanya akan butek.
Apa susahnya kita hidup berdampingan? Apa susahnya segala bangsa hidup dalam kebersamaan kalau yang ada hanya saling curiga?


LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote

Bookmarks