
Originally Posted by
paswa
Untuk mengucapkan AMNM itu boleh siapa saja termasuk preman sekalipun, tapi biasanya kalau AMNM adalah sebuah ajakan dan seruan pastinya dilihat orangnya siapakah yang menyerukan dan mengajak itu, jujur saja masyarakat kita itu memang selalu lihat orangnya.
Saya rasa sekelas Ruhut tidak mungkin terpengaruh dengan para cocomeyo, dia mempunyai tifikal yang terbuka memang itulah gaya Ruhut tapi kelihatannya justru dia bersih hanya karakternya saja yang mungkin bisa disamakan dengan Pak Habib.
Saya rasa bukan sekedar dugaan pastinya media mengabarkan ada bukti beritanya tidak sembarang untuk di publish nah cocomeyo ini yang memperkuat karena tidak mungkin berita yang di publish itu hoax bisa dibredel media itu, itukan hanya bahasa gerah anda dimana kalau diilustrasikan yang betul larinya menyalahkan media dan cocomeyo.
Setuju buat mereka yang menyuarakan AMNM itu tapi caranya mungkin yang harus dirubah,
Apalagi kalau AMNM ini diserukan dipasar pasar asusila seperti di bongkaran gitu,
Btw anda sering sekali mengulang kata cocomeyo yak dimana kata ini keluar pada saat gerah dan kehabisan kata.
Oh jadi bukan hasil kerja walisongo??? Mungkin kalau ada waktu anda bias uraikan sejarahnya koq ga sama dengan sejarah yang anda utarakan ditrit Panglima Cheng Ho???
Sepertinya tidak bersebrangan yang bersebrangan itu hanya karakter penyampaiannya saja, mungkin kalau dari awal FPI ini sopan santun dalam aksinya tak akan menuai kontrovesri berita coba deh balik kekarakter yang lemah gemulai kan lebih enak dan penuh cinta kaseh lagi sesui dengan slogan yang anda utarakan
Bookmarks