Results 1 to 8 of 8

Thread: Mengapa UU harus mengatur usia minimum perkawinan?


  1. #1
    Newbie
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    medan
    Posts
    16
    Rep Power
    0

    Smile Mengapa UU harus mengatur usia minimum perkawinan?

    Terkabarlah sebuah berita perkawinan seorang anak ingusan berusia 12 tahun dan masih duduk di bangku SD yang bernama Ulfa dengan seorang laki-laki yang telah cukup umur yang bernama Sri Pujo. Perkawinan yang tidak lumrah tersebut sangat menghebohkan berbagai kalangan. Para aktivis yang bergerak di bidang Perlidungan anak berang terhadap perbuatan Sri Pujo yang mengawini anak kecil. Sri Pujopun sama sekali tidak merasa bersalah, bahkan sesumbar akan mengawini anak yang lebih muda lagi dari Ulfa. Sri Pujo berdalih bahwa perkawinannya tidak dilarang dalam syariat Islam dan dilakukan atas dasar suka sama suka. Sementara aktivis perlindungan anak menyatakan bahwa Ulfa telah menjadi korban dari Sri Pujo dan oleh karena itu Ulfa harus dilindungi. Setelah beberapa minggu terjadi perang opini (mungkin lebih cocok disebut perang idiologi) antara Sri Pujo dengan Para Aktivis Perlindungan anak, tiba-tiba muncullah Ulfa di depan para wartawan media elektronik dan menyatakan sikap dan perasaannya kepada khayalak ramai. Mendadak Smart, itulah kesan orang yang mendengar sikap, perasaan dan pernyataan Ulfa. Betapa tidak, seorang bocah ingusan dari keluarga yang sederhana tiba-tiba menjadi smart di depan wartawan. Dengarlah ucapan-ucapan ulfa ini. Saya tidak pernah disakiti. Saya happy. Kenapa orang diluar sana membicarakan perkawinan kami. Saya cinta dengan sheik Pujo. Saya minta orang-orang mendoakan saya, dst... Sri Pujo pun tidak canggung-canggung mempertontonkan kemesraannya bersama istrinya yang tergolong masih ingusan tersebut. Seolah-olah ingin menyampaikan pesan, perkawinan kami tanpa ada paksaan, suka sama suka dan kami sangat bahagia.
    Lha, kalau yang bersangkutan sendiri (Ulfa) sama sekali tidak merasa menjadi korban, koq para aktivis yang jadi sewot, seperti kebakaran jenggot? Apakah alasan para Aktivis Perlindungan anak menjadi gugur dengan adanya pernyataan-pernyataan Ulfa yang mengunggkapkan rasa cinta dan rasa bahagia serta perasaan suka sama suka tersebut? Apakah memang satu-satunya syarat perkawinan itu adalah suka sama suka dan di luar itu tidak diperlukan syarat-syarat lain?
    Mungkin banyak orang lupa konsekwensi hukum dari suatu perkawinan.
    Seorang anak atau seseorang yang berada di bawah perwalian, disebut tidak cakap di depan hukum. Segala tanggung jawab atas akibat hukum yang ditimbulkannya dipikul oleh orang tuanya atau walinya. Menurut hukum yang berlaku, seorang disebut cakap di depan hukum apabila orang tersebut telah tergolong usia dewasa atau telah pernah kawin. Apabila seseorang sudah pernah kawin, maka orang tersebut selamanya sudah ditetapkan sebagai Subyek Hukum, artinya telah cakap mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Itulah salah satu alasan philosofi hukumnya, mengapa UU Perkawinan membuat batas minimal perkawinan (minimal 18 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan). Jadi, meskipun seorang anak hanya satu hari saja usia perkawinannya, artinya hari ini kawin dan besok diceraikan, anak tersebut sudah dianggap dewasa betapapun usianya Cuma 12 tahun dan oleh karena itu sudah dapat dtuntut di depan hukum. Padahal tadinya anak usia 12 tahun tersebut masih disebut anak ingusan, namun karena sudah pernah kawin, maka anak ingusan tersebut otomatis menjadi cakap di depan hukum untuk selamanya.Oleh karena itu, adalah sangat irrasional jika ukuran kedewasaan dipakai dengan memakai ukuran menstruasi, padahal kita tahu, banyak anak-anak yang telah memperoleh haid pada usia di bawah 12 tahun. Dengan demikian dapatlah kita tahu mengapa pembuat UU membuat aturan minimal usia perkawinan, sebab jika tidak di buat aturan minimalnya, maka anak ingusan sekecil apapun (sudah mens), asal sudah pernah kawin, akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum sebagaimana halnya orang yang telah dewasa. Itulah kengerian yang akan terjadi pada seorang bocah jika dibiarkan kawin tanpa batas usia minimum. Akankah moralitas kita membenarkan perkawinan anak ingusan?

  2. #2
    Beginner maharani_senja's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Posts
    50
    Rep Power
    0

    Re: Mengapa UU harus mengatur usia minimum perkawinan?

    Anak SD dan SMP belasan tahun belum ngerti arti "CINTA"
    Cinta MONYET sih iya....*xixixixixixixiixiii*

  3. #3
    Senior Contributor Flores's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    6,972
    Rep Power
    14

    Re: Mengapa UU harus mengatur usia minimum perkawinan?

    Mengapa dibatasi?

    Ya jelas, kalau ngga dibatasi usia minimal nanti pedophilia bisa-bisa menikahi anak berumur 3 atau 4 tahun, hanya dengan umpan permen plus dan buat dia sernang denagan mainan dia.

    Yang jelas age of consent. Kalau seseorang belum mampu memberikan persetujuan bebas dari akal sehatnya, jelas ngga bisa karena bakal gampang dikibuli atau dimanipulasi.

    Alasan lainnya tentu saja sudut fisiologis dan psikologis, yang bisa sangat beragam antar individu dan juga antar ras dan antar budaya.

    Salam!
    Last edited by Flores; 09-11-08 at 11:31 PM.

  4. #4
    Senior Member
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    2,241
    Rep Power
    10

    Re: Mengapa UU harus mengatur usia minimum perkawinan?

    klo gak di atur usia minimum perkawinan ntar semua orang kayak syeh puji duooong....
    ntar Indonesia para pria nya jadi syeh puji semua... bahkan lebih parah keknya...
    Maju Tak Gentar..!!
    Bela Yang Bayaaar...!!!


  5. #5
    Senior Member Happy's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Jawa
    Posts
    1,974
    Rep Power
    8

    Re: Mengapa UU harus mengatur usia minimum perkawinan?

    .

    Undang-2 yg dalam ini penerapannya adalah hukum haruslah ditaati bersama.
    Tanapa hukum atau peraturan akan terjadi kekacauan, UU atau peraturan tsb telah disepakati bersama melalui pemimpin kita, sebaiknya kita menghormati dan menghargai serta mentaati bersama.

    Hukum tidak memandang derajat personal, suku, agama, dll.
    Apabila dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya.
    Mengenai UU yg mengatur usia minimum perkawinan saya rasa kita secara umum dengan hati nurani normal sudah mengetahui kenapa dan mengapa ?

    Sebaiknya thread mengenai ini di sudahi saja.

    thx
    .

  6. #6
    Junior Member bluebmw's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    Surabaya
    Posts
    252
    Rep Power
    7

    Re: Mengapa UU harus mengatur usia minimum perkawinan?

    dah lupa program KB ya ? salah satunya membatasi umur pernikahan bos ... malah program KB lebih tinggi lagi dari umur yang ditetapkan Undang Undang. Program KB bukan saja mementingkan pertambahan penduduk ... tapi melindungi wanita dari KEMATIAN MELAHIRKAN .. begitu

  7. #7
    Newbie
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    23
    Rep Power
    0

    Re: Mengapa UU harus mengatur usia minimum perkawinan?

    aturan dah jelas adanya UU selain mencegah praktek pedofil dan juga kan demi kebaikan si anak...umur 12 tahun emang dah tau apa cinta ? umur 12 tahun mang dah siap tiap malam melayani suami..? organ2 vital juga lom berkembang sempurna..........
    nasib si janda kembang ya begini

  8. #8
    Junior Member cece_acien's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    173
    Rep Power
    7

    Re: Mengapa UU harus mengatur usia minimum perkawinan?

    Mengapa UU harus mengatur usia minimum perkawinan?
    Pertanyaan bodoh!
    Tapi coba aku bantu beri clue; di atur pake UU aja manusia udah kayak binatang, kawin mawin seenak penis-nya, apalagi ngga di atur.

    Perkawinan itu tidak sama dengan SEX, make love, seducing, etc. Ada yang lebih kompleks dari itu.

    Ga usah gw terusin lagi deh.. coba tanya bokap/nyokap lo aja deh kenapa

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0