Dalang Hambalang Tunggang Langgang
Konon para hulubalang pernah datang dan berkumpul di bukit Hambalang.
Yang dibicarakan berkaitan dengan bakti pada negara dulu dan sekarang.
Dulu para hulubalang mendengarkan satu perintah dari pagi sampai petang.
Kalau bukan mahapatih sendiri, yang memang komandan para hulubalang,
Biasanya perintah langsung datang dari singgasana dan bergema lantang
Tidak hanya dalam hati hulubalang tetapi juga terdengar di seantero padang.
Singkat kata perintah raja ibarat menara yang bangunannya tinggi menjulang
Semua dapat melihat dengan jelas hingga tak ada lagi kata ragu dan bimbang.
Sekarang semuanya berubah, bahkan kecoa pun bisa bicara keras dan lantang
Dan anehnya kecoa pun nyatanya harus didengarkan dan ditimbang-timbang,
Jika hanya satu kecoa cukup diinjak beres, tetapi jika jumlahnya tak terbilang,
Wow, bahkan para komandan garang dan panglima tertinggi angkatan perang
Harus berpikir berulang-ulang bagaimana cara membasmi ini suara sumbang.
Sekarang babak baru kasus Hambalang naik ke podium dan berdansa di sana
Pada awalnya hanya ada satu penari menari berputar-putar ke sini dan ke sana
Lalu penarinya semakin banyak ikut berputar-putar dan berdansa riang gembira
Tetapi sang penari utama tampaknya sedang sibuk berhias diri di depan kaca,
Waktunya belum tiba, mungkin ini istilahnya, jadi para pemirsa haruslah setia
Setia menunggu dan bersabar sebisa-bisanya karena siapa tahu sang sutradara
Berhasil juga mendorong sang penari utama naik ke pentas untuk ikut menari juga.
Kalau ini berhasil maka dua acungan jempol dan kata pujian ‘boleh juga nih KPK‘
Tidak ada salahnya diberikan pada komisi pimpinan orang yang sandang nama
Bapak Segala Bangsa, karena satu kasus terungkap juga walau senyatanya
Masih ada sejuta kasus lainnya menunggu untuk dikuak karena korupsinya
Bukan saja terang benderang bak sinar surya di bukit dan padang belantara
Tetapi pelakunya lengkap ada dan yang menjengkelkan eh mereka terus saja
Melanjutkan praktek perilaku yang jelas-jelas merugikan bangsa dan negara.
Bahkan hebatnya puluhan modus dan gaya baru guna merompak uang negara
Terus saja diciptakan di depan hidung penegak hukum negara dan reaksinya?
Eh … biasa-biasa saja, entah memang tidak berdaya atau berlagak pilon semata,
Memang kurang jelas juga, tetapi para penegak hukum negara, polisi dan jaksa,
Tidak ikut aktif membantu menangani dan segera menangkap semuanya saja
Yang jelas-jelas telah merugikan uang negara … kalau yang lama misalnya saja
Sulit dikuak seketika karena memang ada banyak barang bukti harus didata segala,
Tetapi korupsi yang baru kan tidak kurang jumlahnya, simak saja milyaran dana
Yang setiap hari digunakan untuk kepentingan perjalanan dinas umpamanya.
Cukup terjunkan sejumlah petugas guna memeriksa semua transaksi ini dana
Yang digunakan selama bulan terakhir di semua departemen dan instasi negara.
Akan sangat mengherankan jika tidak ada manipulasi pada sektor yang ini saja.
Kembali ke Hambalang, dalang-dalang yang memainkan wayang Hambalang,
Entah mengapa mulai gemetar dan bahkan sebagian tunggang langgang rasanya.
Ambang tumbang para ini dalang rasanya tidak lama lagi akan segera menjelang.
Semoga saja kesadaran mulia tetap menyeruak di antara kepanikan raga dan jiwa
Sehingga para dalang tidak tergoda menggunakan sisa-sisa dana dan harta benda
Untuk membentuk dan membiayai front pembela iblis guna membela tingkah mereka.
Tunggang langgang dan tumbang semoga tidak disandingkan dengan dosa lainnya
Dr. Tri Budhi Sastrio – tribudhis@yahoo.com – Surabaya, Indonesia


10Likes
LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote


...
...
TAU SAMA TAU AJA .... 

Bookmarks