|
|
|
|||||||
| PORTAL | FORUM | RULES | Register | FAQ | Members List | Calendar | ARCADE | Search | Today's Posts | Mark Forums Read |
| Motor Corner Diskusi merek dan jenis serta informasi dan permasalahan mengenai sepeda motor |
|
Selamat Datang di KompasForum! Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!. |
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
| The Following 2 Users Say Thank You to adi_albaar For This Useful Post: | ||
╬Ricky╬ (09-04-2008), ba_manpriok (08-28-2008) | ||
|
|||
|
Saya kebetulan sudah membeli Supra X yang Non-Injection/masih pakai karburator awal Maret 2008. Kalau di-start tiap pagi menjelang berangkat kerja tidak mau langsung nyala tapi mesti di-choke dulu, begitu juga sore saat mau pulang kerja harus di choke dulu, padahal lokasi di Surabaya yang panas.
Sebagai pembanding saya punya dua motor lagi yaitu Astrea Grand dan Supra X yang lama tidak pernah ada masalah kalau di-start baik pagi maupun sore. Begitu di-start TANPA dichoke terlebih dahulu, dengan electric maupun kick langsung bisa nyala, handel gas dilepas langsung stabil pada putaran stasioner/langsam. Saya belum tahu penyebabnya apakah karena masih baru, kesalahan penyetelan atau kesalahan rancang mesinnya. Mungkin ada orang Honda yang bisa menjawab ataupun memberikan solusi. Kalau yang sistem injection saya belum tahu karakteristiknya secara empiris. Demikian sedikit share info... Regards, Arid |
|
|||
|
kalo menurut saya,
keunggulannya : - canggih, karena sudah ber-injeksi. diklaim oleh pabrikan lebih irit dari versi karburator, tapi dalam banyak hal - dirasakan sama saja. irit atau tidaknya, tergantung dari riding style, situasi dan kondisi jalan dan banyak hal lain. - lebih mudah dan cepat service. throttle body (pengganti karburator) biasanya tidak dibongkar, kecuali bermasalah. jadi kalau service di beres, kebanyakan cuma setel klep, bersihkan filter, setel rantai. selesai. untuk deteksi problem, digunakan engine scanner seperti pada mobil. masalah langsung bisa dideteksi dan ketahuan. - suatu saat semua motor akan seperti ini, hehehe. kerepotannya : - lebih mahal sejutaan, hehehe. - jadi lebih terikat dengan beres karena cuma beres yang memiliki engine scanner. bengkel umum tidak memiliki engine scanner. tapi kalo cuma service rutin, bengkel umum juga bisa sih. - bensin yang digunakan harus bermutu baik. kualitas bensin yang buruk, bisa bikin piranti injeksi semaput. tapi bukan berarti harus nenggak bensin non subsidi loh. - modifikasi mesin tidak bisa sembarangan. misalnya, ganti knalpot racing mestinya diimbangi dengan setting spuyer. di versi injeksi, nggak bisa ganti spuyer. tapi setting bisa didapat dengan mengatur ulang komposisi mix udara dan bahan bakar lewat piranti lunak. ini yang repot. barangkali ada tambahan dari rekan lain, silahkan ..... |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|