|
|
|
|||||||
| PORTAL | FORUM | RULES | Register | FAQ | Members List | Calendar | ARCADE | Search | Today's Posts | Mark Forums Read |
| Food Tahu tempat jajan dan makan yang enak? Ceritakan pengalaman Anda di sini. |
|
Selamat Datang di KompasForum! Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!. |
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
|
|||
|
Pemerintah, dalam hal ini Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) sudah mencanangkan tahun 2008 sebagai Tahun Kunjungan Wisata atau Visit Indonesia Year (selanjutnya disebut VIY 2008). Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak tujuh juta orang yang akan menikmati wisata di berbagai obyek-obyek wisata nusantara.
Kita tentu mendukung upaya-upaya positif pemerintah ini apalagi kita sudah ketinggalan negara jiran karena Malaysia pada tahun 2007 lalu juga menetapkan tahun kunjungan wisata atau Visit Malaysia 2007 dengan tema: memperingati lima puluh tahun kemerdekaan Malaysia. Kita sudah melihat, Malaysia sangat serius dan memaknai betul tahun kunjungan wisata tersebut dengan melakukan investasi besar-besaran dan melakukan promosi lintas-negara. Kita pun tentu ingin VIY 2008 menuai kesuksesan, apalagi VIY ini bukan yang pertama kali, karena tahun 1991 kita pernah juga memiliki even VIY 1991 yang waktu itu cuma mendongkrak jumlah wisatawan sebanyak 400.000 jiwa saja dari tahun sebelumnya. Mudah-mudahan VIY 2008 ini , hasil yang diperoleh bisa lebih baik lagi, apalagi tema besarnya mengusung peringatan seratus tahun kebangkitan nasional (celebrating 100 years of national awakening). Untuk memberikan keyakinan publik terhadap kesuksesan VIY 2008, kiranya Depbudpar perlu menjelaskan kesiapan menghadapi VIY 2008, apalagi kita sudah hampir di penghujung akhir bulan pertama tahun 2008. Hal ini penting, agar pemerintah, industri, dan masyarakat juga bisa bekerjasama untuk menghadapi kemungkinan terburuk, jika ada kontra promosi. Apalagi bencana demi bencana silih berganti datang di tanah air dan mendapat liputan hebat dari wartawan asing dan media manca negara. Faktor bencana, seperti: tsunami, gempa, banjir, penyakit flu burung sudah terbukti berhasil mencegat hadirnya wisatawan manca negara. Di sisi lain, faktor infrastruktur wisata (informasi, transportasi, sarana dan prasarana lainnya), seringkali juga menjadi perhatian wisatawan. Lalu bagaimana pula dengan investasi promosinya ? Malaysia mengucurkan dana sekitar 80 juta dolar AS untuk Visit Malaysia 2007, sehingga dengan gampang kita bisa menyaksikan iklan-iklan wisata Malaysia di media-media Indonesia dan billboard di pintu masuk semua bandara internasional di Asia. Lalu bagaimana dengan Indonesia ? Nah, mudah-mudahan, jika hal tersebut di atas dapat dijelaskan dengan baik, cita-cita untuk menghadirkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tanah air bisa tercapai dengan sukses. Namun jika tidak, entahlah kita tidak tahu bagaimana jadinya nasib VIY 2008 nanti. |
|
|||
|
Saya perhatikan, Indonesia tidak siap menghadapi Tahun Kunjungan Wisata Indonesia 2008.
Kenapa ? Penyelenggaraannya SANGAT MENDADAK, terburu-buru dan latah !!! Promosi baru diadakan desember 2007. Padahal negara lain biasanya berpromosi SETAHUN sebelum tahun kunjungan wisatanya. Promosi gencar di media massa hanya bulan Desember 2007 dan awal Januari 2008. Sedangkan sekarang ? Tidak ada promosi kecuali oleh diplomat-diplomat RI di luar negeri saja itu pun biasanya lewat pameran-pameran Indonesia terutama di Eropa dan Belgia pada khususnya. Daerah tidak siap. Ini dapat dilihat dengan ketiadaan promosi pariwisata masing-masing daerah. Tidak ada pemberitahuan dari dinas pariwisata kepada biro-biro pariwisata dalam negeri. Kalaupun ada, sangat mendadak sehingga biro-biro pariwisata dalam negeri sama sekali tidak siap. Ini menyebabkan biro-biro perjalanan dalam negeri tidak sempat membuat paket wisata dalam negeri dan tidak sempat mengadakan memasarkan / kerja sama dengan yang di luar negeri. Alhasil, biro-biro perjalanan LUAR negerilah yang jadi penyelenggara dan pemandu wisatawan asing. Yang di dalam negeri terpaksa hanya bisa menonton. Infrastruktur rusak bahkan hancur. Tidak ada penyuluhan kepada penduduk daerah tujuan wisata. Ini berujung dengan tidak siapnya penduduk setempat. Bagaimana ini ? SEDIH !!! ![]() |
|
||||
|
Quote:
wakakakakakakkkkk....... belom apa2 bandara udah dikepung air... ![]() |
|
|||
|
Yang penting bagi saya diharap semua warganegara ikut berpartisipasi dalam kegiatan VIY2008 siap maupun tidak siap. Seperti di Singapura dahulu kala, semua rakyat nya diminta ikut berpartisipasi. Tidak perlu capek-2, cukup dengan SMILE (Senyum) kepada semua orang yang kita temui, baik yang mungkin turis maupun mungkin bukan turis. Biar fasilitas OK tapi tidak diikuti senyum sama juga bikin turis gak betah, cepat mau pulang.
Bukan kah senyum berarti membawa dan memberi rejeki ? salam, |
|
||||
|
jelas, tidak siap.
Lihat saja, amat sangat minim informasi juga partisipasi masy dan akses ke daerah2 wisata belum terkordinasi dengan baik akhirnya orang lebih suka pergi ke Bali Bali lagi, Bali lagi yah, itulah kenyataannya coba ntar liat surveynya, dari jumlah wisatawan yang datang berapa prosentase yang memilih selain Bali ? Padahal wisata Indonesia tidak hanya Bali sayang, belum tergarap dengan baik So, jangan sampai wisatawan yang datang malah jadi kapok n gak mau datang lagi berabe deeh... |
|
|||
Pada intinya program ini adalah semacam 'test case' untuk mengetahui sejauh mana masyarakat pada umumnya memahami apa itu Pariwisata.. Inti nya adalah setiap orang Indonesia mesti dapat berkontribusi riil untuk menunjang dan lebih memahami 'budaya kita sendiri'. Kontribusi riil tidak perlu berbentuk 'kebendaan' atau hal2 yang memberatkan diri kita sendiri, cukup dengan melakukan 'performansi' hidup kita sesuai dengan 'peran' kita masing-masing. Misalnya, dengan 'tersenyum tulus' saja kepada siapapun, bukan hanya kepada tamu asing, sudah merupakan kontribusi riil kita bagi upaya meningkatkan 'keramah-tamahan' kita.. Persiapan itu jangan hanya dipandang sebagai 'acara', event, atau pameran-pameran saja, dan juga tidak melulu memerlukan 'promosi formal' di luar negeri yang hanya menghabiskan uang kita. Setiap orang dapat melakukan promosi dengan memberikan informasi yang 'jujur' kepada teman, rekan, partner, bahkan juga teman milist atau chat dari luar negeri.. Hal ini sendiri sudah menjadi 'promosi' yang bernilai.. Disamping itu, program ini juga bisa menjadi kesempatan bagi kita semua untuk 'mawas diri' dan juga melihat kembali 'jati diri kita' sebagai orang Indonesia.. Kita sebenarnya sudah memiliki 'budaya yang kaya raya ragamnya', dari bahasa, cara pikir, seni musik, seni lukis dan sebagainya.. bahkan Amerika Serikat saja merasa perlu untuk meniru keragaman Indonesia ini, dengan memberikan kesempatan bahkan mengundang 'budaya' non Amerika untuk tumbuh dan berkembang dengan subur disana.. Contoh lain juga dapat dilihat pada Jepang yang bisa dikatakan memiliki 'mono kultur'.. sehingga perlu untuk 'mengimitasi' segala jenis budaya di dunia ini di dalam negeri nya, dengan melibatkan teknologi 'super canggih'.. Pertanyaan akhir saya adalah .. sudahkah kita cukup memiliki 'prideness' dan juga 'confidence' sebagai bangsa yang berbudaya (civilized)..?Last edited by Komang-Merthayasa; 02-23-2008 at 05:11 PM.. |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | Thread Starter | Forum | Replies | Last Post |
| turut prihatin dengan persiapan pon kaltim | warlock | Kalimantan | 8 | 09-07-2008 12:46 PM |
| Akankan Roger federer tergeser peringkatnya di tahun 2008 ini? | glen | Tenis | 27 | 09-04-2008 03:00 PM |
| Tempo Scan Persiapan Go Private | jayasurya | Saham & Valas | 1 | 05-05-2008 02:57 PM |
| Arsip Love Talk tahun 2008 | badboy | Love Talk | 0 | 04-17-2008 01:08 PM |
| Geliat Dunia Usaha di Tahun Tikus 2008 | Shin-Ra | Bisnis & Keuangan | 0 | 01-27-2008 11:32 PM |