Feature DSLR yang perlu diperhatikan:
Viewfinder
Viewfinder optik mungkin dirasa menyulitkan untuk pemotretan sehari-hari tetapi perlu digunakan untuk mendapatkan kecepatan tertinggi. Viewfinder memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. DSLR terjangkau biasanya memiliki viewfinder yang gelap dan kecil, sementara yang mahal dilengkapi viewfinder yang cerah dan lega. Dalam viewfinder ada sebuah LCD panel yang menampilkan parameter pemotretan. Kualitas panel ini juga berbeda-beda. DSLR Olympus pada umumnya memiliki viewfinder yang lebih kecil dari merek lain karena ukuran bodi yang kecil.
Ukuran Sensor
Sama seperti tipe kamera compact, DSLR dilengkapi dengan beragam ukuran sensor. Bedanya, lensa kamera compact sudah disesuaikan dengan ukuran sensor, sementara lensa DSLR dapat diganti semaunya. Ini menimbulkan masalah karena berarti lensa yang sama dapat memberikan sudut pandang berbeda di bodi berbeda. Pemilihan sensor juga dapat membatasi pilihan lensa. Lensa Canon EF-s, misalnya, tak dapat dipasangkan dengan bodi EOS 5D Mark II.
Titik AF
Dibandingkan kamera compact, autofokus pada DSLR lebih cepat. Namun, titik fokus DSLR terpaku pada lokasi-lokasi yang sudah dirancang. Anda tak bisa memindahkan titik fokus secara bebas seperti pada kamera compact. Karena itu, feature ini sering menjadi penentu pemilihan DSLR. DSLR yang baik memiliki 10 titik fokus atau lebih yang posisinya tersebar merata ke sudut-sudut frame. Kebanyakan DSLR Canon masih dilengkapi AF 9 titik yang posisinya kurang menyudut.
Control Dial
Pengguna DSLR menginginkan kendali penuh, dan DSLR adalah yang terbaik. Setiap DSLR memiliki paling tidak satu control dial, yaitu dial yang mengubah parameter exposure. Kamera yang lebih mahal memiliki dua control dial karena ini memungkinkan pengendalian lebih cepat. Selain itu, DSLR memiliki tombol untuk mengakses parameter pemotretan seperti ISO atau white balance tanpa harus masuk dalam menu. Ini membuatnya dapat dioperasikan lebih cepat lagi.
Live-View
Saat ini, hampir semua DSLR di pasaran memiliki feature Live-View. Live-View memungkinkan Anda menggunakan kamera tanpa harus menggunakan viewfinder. Hampir semua DSLR saat ini memiliki feature ini. Tetapi, tipe DSLR Sony yang dilengkapi Live-View yang terbaik di antara merek lain. Jika Anda tidak merasa perlu untuk membiasakan diri menggunakan viewfinder, maka Sony Alpha yang dilengkapi Quick-AF Live-View merupakan pilihan terbaik.
Layar LCD
Jika Anda sering menggunakan Live-View, maka layar yang baik akan banyak membantu. Layar resolusi tinggi dapat menunjukkan dengan lebih baik apakah objek Anda sudah benar-benar fokus. Sudah banyak DSLR yang dilengkapi layar 920.00 dot (640×480 pixel), beberapa bahkan dengan layar yang dapat diputar. Namun, sampai saat ini belum ada DSLR yang dilengkapi layar sentuh.
Secondary Display
Selain layar utama, DSLR pada umumnya dilengkapi dengan secondary display. Ini adalah sebuah layar kecil yang hanya menampilkan angka exposure dan parameter pemotretan lain. Layar ini memakan daya jauh lebih kecil ketimbang layar warna sehingga membuat kamera Anda lebih hemat daya. Namun, beberapa DSLR kelas pemula tidak dilengkapi layar ini karena batasan ukuran bodi. Jika Anda mengutamakan kecepatan, maka DSLR dengan secondary display merupakan keharusan.
Peredam Getar
Semua produsen DSLR terkini memiliki sistem peredam getar masing-masing. Canon dan Nikon menerapkan sistem peredam getar pada lensa, sehingga ada kemungkinan feature ini tak tersedia jika tak ada pada lensa. Kelebihan sistem yang diterapkan Canon dan Nikon adalah Anda dapat merasakan efek peredaman saat sedang membidik menggunakan optical viewfinder. Ini tak bisa didapat dengan peredam getar pada sensor yang diterapkan produsen lain.
Vertical Grip
Vertical grip dapat memudahkan dan mempercepat pemotretan jika Anda sering memotret dalam posisi portrait. Vertical grip juga biasanya memiliki slot untuk baterai kedua untuk daya tahan ganda. Aksesoris ini tentu berguna jika kita sedang meliput sebuah acara atau sedang bertamasya sehari penuh. Namun, ada beberapa tipe DSLR yang tak kompatibel dengan vertical grip. Jika Anda tertarik menggunakannya suatu saat nanti, pastikan terlebih dulu bahwa bodi kamera yang Anda pilih memang dapat menggunakan vertical grib ini.
DSLR Terbaik 2010
Rp4.000.000 – Rp5.000.000
Sony Alpha 330
Rp6.000.000 – Rp7.000.000
Nikon D3100
Rp9.000.000 – Rp10.000.000
Canon EOS 60D
Bookmarks