LENSAINDONESIA.COM : Mahasiswi Kebudanan berinisal JM (18) yang menjadi korban pemerkosaan dalam angkot di Kebayoran Lama, Jakarata Selatan pada Sabtu (21/1), terpaksa dipulangkan ke rumah saudaranya di Pamulang, Tangerang Selatan.
Hal itu dilakukan karena korban mengalami trauma dan depresi berat. Rijal, seorang teman korban mengatakan, sejak korban membuat laporan di Polrestro Jakarta Selatan kemarin, hingga saat ini JM belum bersedia berkomunikasi dengan siapapun. Termasuk bertemu kerabat dan teman-temannya.
“Dia sangat terpukul akibat peristiwa yang menimpanya. Saat ini saya juga tidak bisa menghubungi dia lagi,”kata Rijal saat ditemui di Jakarta, Senin (23/1).
Kepada wartawan Rijal mengaku tidak mengetahui persis lokasi kejadian maupun kronologisnya. Namun teman JM ini mengaku, saat bertemu korban, kondisinya sangat terpukul sehingga ia mengaku tidak tahu dengan pasti lokasi kejadian pemerkosaan.
“Dia cuma nangis. Masih shock. Jadi saya enggak tahu persis kejadiannya di angkot atau di rel tempat korban di buang di pingiran rel kereta api Kebayoran Lama Jakarta Selatan sana,”ujarnya.*taufik
Mahasiswi Kebudanan berinisal JM (18) yang menjadi korban pemerkosaan dalam angkot di Kebayoran Lama, Jakarata Selatan pada Sabtu (21/1), terpaksa dipulangkan ke rumah saudaranya di Pamulang, Tangerang Selatan. | lensaINDONESIA



LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote




Bookmarks