LENSAINDONESIA.COM: Pemberitaan media massa belakangan ini diramaikan dengan semakin terang-benderangnya langkah Sri Mulyani Indrawati (SMI) mencalonkan diri sebagai presiden untuk posisi RI-1.
Mulai dari pembentukan Partai Serikat Rakyat Indonesia (SRI) yang digunakan sebagai kendaraan dalam Pemilu 2014 pada tanggal 2 Mei silam, hingga pendaftaran Partai SRI ke Kementerian Hukum dan HAM sebagai syarat sebuah partai menjadi peserta Pemilu.
Namun, kalau diperhatikan, politik pencitraan yang dilakukan kubu SMI jelas hanya menguntungkan kelompoknya, namun sama sekali tak membawa kemaslahatan bagi masyarakat umum. Sebaliknya, hanya mendatangkan kemudharatan.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah perubahan seluruh tatanan bangsa yang radikal. Jadi, masyarakat jangan terjebak dengan pemberitaan Capres 2014 yang santer di media soal SMI,” katanya Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Stefanus Gusma kepada LIcom, Jumat malam (5/8).
Masih kata Stefanus, banyak hal yang lebih penting daripada sekedar membahas Sri Mulyani.
“Harusnya kita lebih peduli terhadap ketidakseriusan pemerintah SBY terhadap persoalan bangsa seperti kasus kekerasan di Papua, ancaman pengibaran bendera Malaysia di daerah perbatasan Kalbar gara-gara tak mendapatkan perhatian masyarakat, naiknya harga bahan pokok, protes petani soal impor garam dan kemiskinan yang semakin akut serta pemberantasan korupsi dan mafia pemilu yang tak kunjung selesai,” papar Stefanus.
Ini harus dilakukan agar pemerintah sadar dan semakin terpacu untuk memperbaiki kehidupan bangsa dan negara yang hancur di segala sendi kehidupan.ari/LI-07
Sri Mulyani Nyapres, Banyak Mudharatnya | lensaINDONESIA



LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote

Bookmarks