Results 1 to 10 of 10

Thread: Suara petani


  1. #1
    Junior Member amirh's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    424
    Rep Power
    7

    Suara petani

    Baru selesai saya baca kompas cetak, denyut jantung saya jadi berubah tinggi. Bagaimana tidak, setelah membaca tulisan Deden Rukmana yang katanya Sebagai Koordinator Program Pasca Sarjana Studi dan Perencanaan Kota di Savannah State University, Amerika Serikat, naik denyut jantung saya. Tulisan lengkapnya bisa di baca disini kompas cetak kolom Opini. Hanya karena dia studi di LN, wah pikirannya cemerlang sehingga layak dimuat. he.. he.. ketawa sinis saya. Kok seorang cendikiawan berpikirnya begitu ya.

    Kenapa saya jadi sewot!!
    Dia tidak melihat kenyataan, saya ini petani juga pedagang buah, khususnya pepaya. Sudah sering dan banyak kerugian yang saya derita akibat buruknya sarana transportasi. Sdr Denen tidak mengalami langsung anda hanya teks book di bangku sekolah di Amrik (keren!! apapun tulisannnya pasti dimuat oleh kompas), saya hanya petani di kebun dengan berlumurkan tanah dan di pasar dengan aroma avon yg semerbak sampe ralut malam,
    Sdr Deden,... pepaya saya telat 2-3 jam saja sampe jakarta hampir dipastikan saya rugi 6-7 juta (1 truk isi 5 ton),
    Saya angkut dari Banyuwangi ke pasar jkt (Kramat Jati, Bekasi, Pulo Gadung, Kb. Lama) dan sering terjadi perlambatan spt disidoarjo, atau pada saat masuk kota2.

    Apa akan begini terus sarana transportasi kita, anda tidak setuju dibangun jalan tol, oke! alternatifnya kereta api? ga semua komoditi bisa diangkut dgn kereta api. Sementara saya stop kirim ke Jkt. lebih banyak rigu ketimbang untung, Kerugiannya yaitu pada sisi ketepatan waktu karena sarana jalan yg buruk.

    Ini dari segi komoditi yg saya lakukan langsung dan saya plototin, Keluhan juga disampaikan oleh kawan2 saya yg membawa/jual buah dan sayuran. Sdr mengusulkan dgn sarana kreta api. Beberapa Buah perlu perlakuan khusus spt Pepaya mulai di petik ga bisa dipindah2kan begitu saja hrs langsung segera sampai konsumen/pasar. Disamping itu buah umumnya mempunyai umur simpan yg relatif pendek, Sdr. Deden... 1 hr perjalanan, pepaya dipetik menggel sampe jakarta mateng, kalo telat sampe Jkt busuk, mau sdr menanggung kerugian. he.. he..
    Drs Deden mungkin kalo komoditi non pertanian bisa menggunakan sarana kerata api.

    Kepada kompas cetak, maaf kalo saya salah maklum saya petani, Orang yg berpendidikan tinggi/dendikiawan spt. Dr, Prof apa lagi dr LN memang layak dimuat tulisannya apalagi di SK terbesar di Ind paling tidak cukup besar pengaruhnya terhadap pembuat kebijakan.

    Kalo karena hanya dipermaslahkan hilangnya lahan2 produktif di Jawa, masih banyak kok lahan tidur yg potensial di luar jawa bahkan lebih bagus dari jawa, katanya.

    Sdr. Deden kalau anda ke Jakarta, yuk kita sama2 dagang pepaya. Anda liat dan angkut dari Banyuwangi Ke Jakarta memakan waktu 24-25 jam. Enak pepaya saya pepaya Bangkok/Thailand.
    Ini Aku, Ini KeluargaKu, yang ini...................... JANGAN DULU DI KLIK !!!

  2. #2
    Junior Member sanwida's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    center of java
    Posts
    348
    Rep Power
    7

    Re: Suara petani

    Quote Originally Posted by amirh View Post
    Baru selesai saya baca kompas cetak, denyut jantung saya jadi berubah tinggi. Bagaimana tidak, setelah membaca tulisan Deden Rukmana yang katanya Sebagai Koordinator Program Pasca Sarjana Studi dan Perencanaan Kota di Savannah State University, Amerika Serikat, naik denyut jantung saya. Tulisan lengkapnya bisa di baca disini kompas cetak kolom Opini. Hanya karena dia studi di LN, wah pikirannya cemerlang sehingga layak dimuat. he.. he.. ketawa sinis saya. Kok seorang cendikiawan berpikirnya begitu ya.

    Kenapa saya jadi sewot!!
    Dia tidak melihat kenyataan, saya ini petani juga pedagang buah, khususnya pepaya. Sudah sering dan banyak kerugian yang saya derita akibat buruknya sarana transportasi. Sdr Denen tidak mengalami langsung anda hanya teks book di bangku sekolah di Amrik (keren!! apapun tulisannnya pasti dimuat oleh kompas), saya hanya petani di kebun dengan berlumurkan tanah dan di pasar dengan aroma avon yg semerbak sampe ralut malam,
    Sdr Deden,... pepaya saya telat 2-3 jam saja sampe jakarta hampir dipastikan saya rugi 6-7 juta (1 truk isi 5 ton),
    Saya angkut dari Banyuwangi ke pasar jkt (Kramat Jati, Bekasi, Pulo Gadung, Kb. Lama) dan sering terjadi perlambatan spt disidoarjo, atau pada saat masuk kota2.

    Apa akan begini terus sarana transportasi kita, anda tidak setuju dibangun jalan tol, oke! alternatifnya kereta api? ga semua komoditi bisa diangkut dgn kereta api. Sementara saya stop kirim ke Jkt. lebih banyak rigu ketimbang untung, Kerugiannya yaitu pada sisi ketepatan waktu karena sarana jalan yg buruk.

    Ini dari segi komoditi yg saya lakukan langsung dan saya plototin, Keluhan juga disampaikan oleh kawan2 saya yg membawa/jual buah dan sayuran. Sdr mengusulkan dgn sarana kreta api. Beberapa Buah perlu perlakuan khusus spt Pepaya mulai di petik ga bisa dipindah2kan begitu saja hrs langsung segera sampai konsumen/pasar. Disamping itu buah umumnya mempunyai umur simpan yg relatif pendek, Sdr. Deden... 1 hr perjalanan, pepaya dipetik menggel sampe jakarta mateng, kalo telat sampe Jkt busuk, mau sdr menanggung kerugian. he.. he..
    Drs Deden mungkin kalo komoditi non pertanian bisa menggunakan sarana kerata api.

    Kepada kompas cetak, maaf kalo saya salah maklum saya petani, Orang yg berpendidikan tinggi/dendikiawan spt. Dr, Prof apa lagi dr LN memang layak dimuat tulisannya apalagi di SK terbesar di Ind paling tidak cukup besar pengaruhnya terhadap pembuat kebijakan.

    Kalo karena hanya dipermaslahkan hilangnya lahan2 produktif di Jawa, masih banyak kok lahan tidur yg potensial di luar jawa bahkan lebih bagus dari jawa, katanya.

    Sdr. Deden kalau anda ke Jakarta, yuk kita sama2 dagang pepaya. Anda liat dan angkut dari Banyuwangi Ke Jakarta memakan waktu 24-25 jam. Enak pepaya saya pepaya Bangkok/Thailand.
    Sdr Deden tidak sepenuhnya salah karena tranformasi kereta api saya pikir lebih sedikit menghasilkan polusi, dan lebih ramah lingkungan karena sistem rel tidak mengurangi jumlah resapan air dalam tanah seperti klo jalan aspal/beton, jadi yang perlu dipikirkan adalah bagaimana mereformasi KA di Indonesia agar bisa mengakomodasi kepentingan dari segala aspek kebutuhan tranformasi masyarakat, seperti ketepatan, kecepatan dan pelayanan yang baik serta volume keberadaan KA sesuai kebutuhan masyarakat.Sehingga kasus ketelambatan dan ketiadaan sarana angkutan buah melalui KA yang dialami sdr Amirh tidak terjadi.
    when u give me smile, i feel i m happy

  3. #3
    Contributor rienta's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    3,735
    Rep Power
    11

    Re: Suara petani

    Quote Originally Posted by amirh View Post
    Baru selesai saya baca kompas cetak, denyut jantung saya jadi berubah tinggi. Bagaimana tidak, setelah membaca tulisan Deden Rukmana yang katanya Sebagai Koordinator Program Pasca Sarjana Studi dan Perencanaan Kota di Savannah State University, Amerika Serikat, naik denyut jantung saya. Tulisan lengkapnya bisa di baca disini kompas cetak kolom Opini. Hanya karena dia studi di LN, wah pikirannya cemerlang sehingga layak dimuat. he.. he.. ketawa sinis saya. Kok seorang cendikiawan berpikirnya begitu ya.

    Kenapa saya jadi sewot!!
    Dia tidak melihat kenyataan, saya ini petani juga pedagang buah, khususnya pepaya. Sudah sering dan banyak kerugian yang saya derita akibat buruknya sarana transportasi. Sdr Denen tidak mengalami langsung anda hanya teks book di bangku sekolah di Amrik (keren!! apapun tulisannnya pasti dimuat oleh kompas), saya hanya petani di kebun dengan berlumurkan tanah dan di pasar dengan aroma avon yg semerbak sampe ralut malam,
    Sdr Deden,... pepaya saya telat 2-3 jam saja sampe jakarta hampir dipastikan saya rugi 6-7 juta (1 truk isi 5 ton),
    Saya angkut dari Banyuwangi ke pasar jkt (Kramat Jati, Bekasi, Pulo Gadung, Kb. Lama) dan sering terjadi perlambatan spt disidoarjo, atau pada saat masuk kota2.

    Apa akan begini terus sarana transportasi kita, anda tidak setuju dibangun jalan tol, oke! alternatifnya kereta api? ga semua komoditi bisa diangkut dgn kereta api. Sementara saya stop kirim ke Jkt. lebih banyak rigu ketimbang untung, Kerugiannya yaitu pada sisi ketepatan waktu karena sarana jalan yg buruk.

    Ini dari segi komoditi yg saya lakukan langsung dan saya plototin, Keluhan juga disampaikan oleh kawan2 saya yg membawa/jual buah dan sayuran. Sdr mengusulkan dgn sarana kreta api. Beberapa Buah perlu perlakuan khusus spt Pepaya mulai di petik ga bisa dipindah2kan begitu saja hrs langsung segera sampai konsumen/pasar. Disamping itu buah umumnya mempunyai umur simpan yg relatif pendek, Sdr. Deden... 1 hr perjalanan, pepaya dipetik menggel sampe jakarta mateng, kalo telat sampe Jkt busuk, mau sdr menanggung kerugian. he.. he..
    Drs Deden mungkin kalo komoditi non pertanian bisa menggunakan sarana kerata api.

    Kepada kompas cetak, maaf kalo saya salah maklum saya petani, Orang yg berpendidikan tinggi/dendikiawan spt. Dr, Prof apa lagi dr LN memang layak dimuat tulisannya apalagi di SK terbesar di Ind paling tidak cukup besar pengaruhnya terhadap pembuat kebijakan.

    Kalo karena hanya dipermaslahkan hilangnya lahan2 produktif di Jawa, masih banyak kok lahan tidur yg potensial di luar jawa bahkan lebih bagus dari jawa, katanya.

    Sdr. Deden kalau anda ke Jakarta, yuk kita sama2 dagang pepaya. Anda liat dan angkut dari Banyuwangi Ke Jakarta memakan waktu 24-25 jam. Enak pepaya saya pepaya Bangkok/Thailand.
    Pak Amirh...kenapa hasil kebun anda harus anda pasarkan ke Jakarta?Klo toh anda takut rugi sekian juta kenapa tidak anda pasarkan saja ke surabaya atau anda olah saja buah pepaya anda menjadi produk jadi jangan dalan bentuk buah mentah....Pepaya bangkok sudah tidak in lagi pak, yang banyak dicari sekarang pepaya yang kecil seperti pepaya hawai....

  4. #4
    Senior Member tony harwi's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    Next to You
    Posts
    1,122
    Rep Power
    9

    Re: Suara petani

    Saya kira adalah hal yang wajar bagi seorang ahli perencanaan kota mengungkapkan pendapat seperti itu.
    Apa yang dipertimbangkannya adalah berdasarkan bidangnya dalam perencanaan/tata kota secara global, bukan per sub sektor.

    Persoalan keterlambatan-keterlambatan dalam transportasi saya kira bukan hanya soal jalan dan luasannya,
    tapi juga pada kondisi jalan, pengaturan-pengaturan lalulintas jalan,
    sistem birokrasi di jalan...... yang bisa menjadi penghambat kelancaran arus distribusi barang.

    Untuk komoditi-komoditi pertanian tertentu yang memiliki waktu ekonomis/"kadaluarsa" relatif pendek,
    tentu memang harus ada perhatian khusus mengenai hal itu dari instansi-instansi atau lembaga-lembaga yang kompeten
    bahkan pelaku pertanian seperti Pak Amirth untuk mencari solusi terbaik.
    Misalnya dengan pengaturan waktu panen terbaik yang disesuaikan dengan kondisi pada saat pengangkutan mungkin?
    Atau pengembangan sistem penanganan pasca panen yang lebih baik,
    misalnya teknik pengemasan tertentu yang bisa memperpanjang usia.... apa itu istilahnya?.....
    katakanlah waktu ekonomis atau "kadaluarsa" produk tersebut.

    Saya kira hal ini sangat mungkin, kalau mengingat bahwa produk pertanian impor pun
    bisa sampai ke tangan kita, padahal jarak mereka pasti lebih jauh?

    Kebahagiaan akan bisa masuk dengan lebih mudah bila saja kita mau membukakan pintu hati kita untuknya.

  5. #5
    Junior Member amirh's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    424
    Rep Power
    7

    Re: Suara petani

    Quote Originally Posted by tony harwi View Post
    Saya kira adalah hal yang wajar bagi seorang ahli perencanaan kota mengungkapkan pendapat seperti itu.
    Apa yang dipertimbangkannya adalah berdasarkan bidangnya dalam perencanaan/tata kota secara global, bukan per sub sektor.

    Persoalan keterlambatan-keterlambatan dalam transportasi saya kira bukan hanya soal jalan dan luasannya,
    tapi juga pada kondisi jalan, pengaturan-pengaturan lalulintas jalan,
    sistem birokrasi di jalan...... yang bisa menjadi penghambat kelancaran arus distribusi barang.

    Untuk komoditi-komoditi pertanian tertentu yang memiliki waktu ekonomis/"kadaluarsa" relatif pendek,
    tentu memang harus ada perhatian khusus mengenai hal itu dari instansi-instansi atau lembaga-lembaga yang kompeten
    bahkan pelaku pertanian seperti Pak Amirth untuk mencari solusi terbaik.
    Misalnya dengan pengaturan waktu panen terbaik yang disesuaikan dengan kondisi pada saat pengangkutan mungkin?
    Atau pengembangan sistem penanganan pasca panen yang lebih baik,
    misalnya teknik pengemasan tertentu yang bisa memperpanjang usia.... apa itu istilahnya?.....
    katakanlah waktu ekonomis atau "kadaluarsa" produk tersebut.

    Saya kira hal ini sangat mungkin, kalau mengingat bahwa produk pertanian impor pun
    bisa sampai ke tangan kita, padahal jarak mereka pasti lebih jauh?
    Betul... Betul... Betul... sekali itu
    Itu sama persis sekali dengan yang saya baca dibuku pak.
    Pengertian atau pemahaman Agribisnis secara luas orang sering mengartikan secara sempit seperti saya ini.

    Dan memang sangat enak untuk diucapkan, Orang2 ngajarin saya gitu pak, kita hitung begini begitu, kapan panen yg pas, kemasan mesti begini, jangan begitu, kita kembangkan dengan sistem begitu jangan begitu. hitung waktu yg tepat pengiriman dll.

    Kalo petani menjerit..... disalahin, hitung donk, nih mesti begini jangan begitu, kok buah dari LN bisa sape sini ga busuk dan rusak, masa kamu cuma dari kampung sampe kekota aja dah hancur.

    Yah begitulah nasib petani, Pak Tony.
    Ini Aku, Ini KeluargaKu, yang ini...................... JANGAN DULU DI KLIK !!!

  6. #6
    Senior Member tony harwi's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    Next to You
    Posts
    1,122
    Rep Power
    9

    Re: Suara petani

    Memang susah jadi petani di sini ya Pak? makanya banyak yang ogah jadi petani.
    Padahal sektor pertanian adalah sektor strategis, tapi dukungan terhadap itu sepertinya masih belum sesuai harapan?
    Dalam kasus seperti Pak Amirh, jika ternyata harapan bapak atau kelompok bapak
    tidak mendapat respon positif dari para pengambil kebijakan, apa sudah siap pak?
    Sudah punya strategi khusus mungkin?
    Atau mau nanti mau coba pilih Prabowo yang iklannya akan mengangkat harkat pertanian Indonesia?

    Kebahagiaan akan bisa masuk dengan lebih mudah bila saja kita mau membukakan pintu hati kita untuknya.

  7. #7
    Junior Member amirh's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    424
    Rep Power
    7

    Re: Suara petani

    Quote Originally Posted by tony harwi View Post
    Memang susah jadi petani di sini ya Pak? makanya banyak yang ogah jadi petani.
    Padahal sektor pertanian adalah sektor strategis, tapi dukungan terhadap itu sepertinya masih belum sesuai harapan?
    Dalam kasus seperti Pak Amirh, jika ternyata harapan bapak atau kelompok bapak
    tidak mendapat respon positif dari para pengambil kebijakan, apa sudah siap pak?
    Sudah punya strategi khusus mungkin?
    Atau mau nanti mau coba pilih Prabowo yang iklannya akan mengangkat harkat pertanian Indonesia?
    Petani khususnya saya ga ada tuh minta sedikit pun uluran tangan dari pemerintah, petani meskipun susah, coba liat, ga ada tuh seperti peminta2. Dia tetap berpeluh keringat meskipun hasilnya dibayang2i kerugian. Kami tegar, ga seperti ........ bentar2 demo, belum merasakan langsung bagaimana perjuangan hidup, bentar2 protes. Ga ada petani protes, ada juga bisa dihitung.

    Mengenai kesiapan dari dulu juga dah siap pak, cuma saya coba menuangkan perasaan atas tulisan sdr. Deden, sepertinya terlupan aspek2 lain kok disamakan dgn di Amrik, kan kita bisa liat aspek lain spt sosial, budaya dll. Trus karena dia sekolah di LN, gelar banyak kita hrs benarkan segala argumennya?

    Wah... pilih si A, si B, partai X atau Y. Petani udah ga bisa dibohongi pa.
    Itukan retorika aja, Udah ratusan ton pepaya saya masuk Jkt dari Banyuwangi, ada kepedulian dari pemerintah? Juragan A, B, atau Partai X, Y, he.. he.. Yg ada justru pungli di jalan dah ga kehitung dr Bwi sampe Jkt. Ambil air untuk nyiram dari kali mesti bayar, bayangin pa. atau ada lah penyuluhan basa basi dari yg berwenang/ahli memberi kemudahan atau teknologi ga dicolek sedikir pun kebon saya, mo dijarah orang, mo kekeringan kek.

    Jangan mudah percaya nanti kalo ada yg teriak2 juragan A, B Partai A, B "saya bela petani pro petani" atau apa lah, Saya bukan baru kemarin jadi petani kalo ngeblog iya.
    Ini Aku, Ini KeluargaKu, yang ini...................... JANGAN DULU DI KLIK !!!

  8. #8
    Contributor Ki Sunda's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Bandung-Jawa Barat
    Posts
    2,554
    Rep Power
    10

    Re: Suara petani

    Kang Amir, tidak hanya pepaya/bu-buahan saja yng memerlukan pennganan khusus. Saya juga yang peternak, sangat direpotkan dengan persoalan sarana jalan yang buruk dan macet. Kalau buah-buahan menjadi busuk, binatang ternak menjadi mati. Paling sedkit adalah susutnya menjdi banyak.
    Satu lagi persoalan adalah banyaknya pungli di jalan yang menimpa mobil angkutan barang. Pungli mulai dari preman hingga polisi bisa mencapai 25-30% biaya perjalanan. Suatu tambahan yang memberatkan.
    " Alam Padang, Poe Panjang, Jagat Kamanusaan"

  9. #9
    Junior Member amirh's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    424
    Rep Power
    7

    Re: Suara petani

    Quote Originally Posted by Ki Sunda View Post
    Kang Amir, tidak hanya pepaya/bu-buahan saja yng memerlukan pennganan khusus. Saya juga yang peternak, sangat direpotkan dengan persoalan sarana jalan yang buruk dan macet. Kalau buah-buahan menjadi busuk, binatang ternak menjadi mati. Paling sedkit adalah susutnya menjdi banyak.
    Satu lagi persoalan adalah banyaknya pungli di jalan yang menimpa mobil angkutan barang. Pungli mulai dari preman hingga polisi bisa mencapai 25-30% biaya perjalanan. Suatu tambahan yang memberatkan.
    Bener Ki,
    Jangan melihat sebelah mata, saya mah urang kampung terima aja apapun kebijakan penguasa, percaya lah kalo petani/peternak ga akan demo. Bener nya Ki?

    Soal pungli di jalan, wah... kacian pendapatan supir habis utk oknum2, bayangin dari Banyuwangi sampe Jakarta lk 24 jam bisa 10an lebih punyutan juga jembatan timbang, sampe Jkt masih minta tip lagi, ga dikasih ya karunya.

    Saya udah bisa bayangi kalo dah ada jln tol perekonomian khususnya buah dan sayur, jua peternakan orang Jkt pasti seneng buah sayur masih seger2 dan ya... mungkin bisa murah.

    Temen2 nunggu dibuat jembatan Jawa Sumatra. Pepaya nunggu di penyebrangan 2 hari, hancur, ya ga jadi duit, rugi iya, dia buang "di jalan".
    Last edited by amirh; 21-11-08 at 01:53 PM.
    Ini Aku, Ini KeluargaKu, yang ini...................... JANGAN DULU DI KLIK !!!

  10. #10
    Senior Member tony harwi's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    Next to You
    Posts
    1,122
    Rep Power
    9

    Re: Suara petani

    Quote Originally Posted by amirh View Post
    Beber Ki,
    Jangan melihat sebelah mata, saya mah urang kampung terima aja apapun kebijakan penguasa, percaya lah kalo petani/peternak ga akan demo. Bener nya Ki?

    Soal pungli di jalan, wah... kacian pendapatan supir habis utk oknum2, bayangin dari Banyuwangi sampe Jakarta lk 24 jam bisa 10an lebih punyutan juga jembatan timbang, sampe Jkt masih minta tip lagi, ga dikasih ya karunya.

    Saya udah bisa bayangi kalo dah ada jln tol perekonomian khususnya buah dan sayur, jua peternakan orang Jkt pasti seneng buah sayur masih seger2 dan ya... mungkin bisa murah.

    Temen2 nunggu dibuat jembatan Jawa Sumatra. Pepaya nunggu di penyebrangan 2 hari, hancur, ya ga jadi duit, rugi iya, dia buang "di jalan".
    Soal pungli ini memang suatu hal yang sangat luar biasa.
    Saya pernah antar produk pertanian dari Brebes ke Jakarta saja entah berapa pos pungli yang mesti saya lewati. Apalagi dari tempat yang lebih jauh lagi macam Banyuwangi - Jakarta, atau dari Sumatera sana.

    Jembatan timbang, idealnya sih bagus buat mengontrol tonase muatan agar nggak melebihi kapasitas jalan dan jembatan sehingga bisa mengurangi resiko kerusakan akibat kelebihan beban.

    Prakteknya sih, banyak jembatan timbang yang timbangannya ga berfungsi sama sekali. Tapi karena petugasnya sudah "sangat pengalaman", cukup lihat keadaan per kendaraan, "Wah.... kelebihan muatan nih pak, ga boleh lewat.....boleh sih, asal.....TST!"

    Belom lagi adanya kelompok-kelompok "jasa pengawalan" yang sebenarnya nggak lebih dari kelompok preman terorganisir (sukur sekarang lagi diberantas,...mudah2an bukan cuma gertak sambal).

    Jalan tol pun sebenarnya bukan tempat yang bebas dari pungli. Ah, bukan cerita baru lagi itu yang namanya "uang korek api", ....ah macem2 lah istilahnya. Memang masih lebih baik lah, jalan masih lancar ketimbang jalan biasa.

    Belom lagi nanti di pelabuhan, di tempat bongkar muatan.......weleh2.......
    Kapan ya kondisi ini bisa diselesaikan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya?

    Kebahagiaan akan bisa masuk dengan lebih mudah bila saja kita mau membukakan pintu hati kita untuknya.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0