Results 1 to 6 of 6

Thread: ask mengenai IMB


  1. #1
    Junior Member m1ngk3's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Indonesia, Jakarta
    Posts
    195
    Rep Power
    6

    ask mengenai IMB

    Hi guys...

    G mau tanya perihal IMB nih, mungkin sebelumnya udah ada thread yang membahas IMB ya, tapi nggak ketemu nih jadinya g bikin thread ini deh.

    G saat ini sedang melakukan renovasi rumah (statusnya masih PPJB, karena aktenya masih dalam pengurusan notaris - udah dalam proses pecah sertifikat developer). Kondisi revonasi rumah sudah sekitar 70%. Awalnya tipe rumah LT 90 dan LB 45 (1 lantai) dan g renovasi menjadi 1 1/2 lantai.

    Yang g mau tanyakan adalah :
    1. Pengajuan IMB itu sebenarnya harus menggunakan nama developer atau pribadi. Maksudnya rumah di dalam kompleks perumahan apakah IMB harus diajukan menggunakan nama developer. (Ijin untuk renovasi dari developer udah ada).

    2. Perhitungan biaya IMB seperti apa ya? apakah per meter persegi? Ada yang tahu untuk biaya wilayah serpong raya.

    3. Proses pembuatan IMB seperti apa ya? Dan untuk kasus aku yang sudah berjalan apakah ada perbedaan? Dana apakah memang sebaiknya tetap dibuat IMB.


    Thx B4 . Tolong percerahannya yak.
    Last edited by m1ngk3; 15-05-09 at 10:43 AM.

    Every single of your ego has its own consequences.

  2. #2
    Junior Member m1ngk3's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Indonesia, Jakarta
    Posts
    195
    Rep Power
    6

    Re: ask mengenai IMB

    ihik ihik koq sepi ya..... tolong donk, ada yang ngerti mengenai IMB nggak ?

    Every single of your ego has its own consequences.

  3. #3
    Junior Member hendybe's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Posts
    251
    Rep Power
    6

    Re: ask mengenai IMB

    Hukumonline.com

    saya ada kutipan seperti ini :

    Properti IMB ()
    Pertanyaan :
    Saya mau melakukan renovasi dan membuat tambahan bangunan disamping rumah, apakah saya harus mengurus IMB. Apakah ada sanksi nya bila saya tidak melakukannya, dan dasar hukumnya tentang IMB sendiri bagaimana. Saya tinggal di Jakarta. Mohon bantuannya, terimakasih.
    Jawaban :
    Membangun adalah setiap kegiatan mendirikan, membongkar, memperbaharui, mengganti seluruh atau sebagian, memperluas bangunan, atau bangunan-bangunan.
    Dasar hukum yang mendasari persoalan Izin Mendirikan Bangunan ("IMB") ini adalah Undang-undang No.34 tahun 2001 tentang Pajak dan Restribusi Daerah. Kemudian setiap daerah (pemerintah daerah tingkat I) akan mengeluarkan peraturan pelaksananya masing-masing. Untuk wilayah Jakarta ada beberapa aturan yang mengatur persoalan IMB ini diantaranya adalah Peraturan Daerah No.7 tahun 1991, Peraturan Daerah No.3 tahun 1999, Surat Gubernur No.1068 tahun 1997 dan SK Gubernur No.63 tahun 2000.

    Kegiatan terhadap bangunan yang tidak perlu IMB adalah (i) Pekerjaan yang termasuk dalam pemeliharaan dan perawatan pembangunan yang bersifat biasa; (ii) Mendirikan kandang pemeliharaan binatang atau bangunan-bangunan di halaman belakang dan isinya tidak lebih dari 12 m3; (iii) Bangunan-bangunan di bawah tanah; dan (iv) Perbaikan-perbaikan yang ditentukan yang ditentukan oleh Gubernur Kepala Daerah (ps.17 Perda No.7/1991).

    Proses pengurusan pengajuan pembuatan IMB, pertama Anda harus mempersiapkan dokumen-dokumen seperti
    1. Formulir permohonan IMB;
    2. Fotokopi KTP;
    3. Fotokopi pembayaran PBB terakhir;
    4. Fotokopi surat keterangan kepemilikan tanah yang sah (sertipikat, akte jual beli);
    5. Gambar arsitektur dan gambar situasi bangunan yang akan didirikan;
    6. Gambar Peta Rencana Kota yang diperoleh dari sudin tata kota (optional).

    Kemudian mendatangi Seksi P2B Kecamatan di wilayah rumah yang hendak dibangun, dengan membawa dokumen-dokumen diatas. Setelah dilakukannya pemeriksaan lapangan dan pembayaran retribusi sesuai dengan aturan yang berlaku. Kemudian akan diterbitkan Ijin Pembangunan (IP) setelah 5 hari pengajuan pembuatan IMB. Setelah IP ini Anda dapat langsung melakukan pembangunan rumah sambil menunggu penerbitan IMB dan biasanya setelah 20 hari diterbitkannya IP. IMB nya sendiri diterbitkan oleh Dinas P2B Propinsi berupa Surat Keputusan Kepala Dinas atas nama Gubernur dengan beberapa lampiran.

    Syarat-syarat untuk dapat diberikannya IMB kepada pemohon adalah
    1. Bangunan yang didirikan harus sesuai peruntukan dengan Rencana Tata Ruang.
    2. Luas bangunan harus sesuai dengan ketentuan BCR (Building Converage Ratio), yaitu perbandingan antara luas bangunan (tutupan yang tidak resap air) dengan total luas resapan lahan. Untuk wilayah perkotaan besarnya BCR antara 30%-60%.
    3. Garis Sempadan Bangunan (GSB) yaitu jarak ruas jalan dengan bangunan terluar
    a. Jalan Primer (propinsi): 25 m;
    b. Jalan Sekunder (kabupaten): 13m;
    c. Jalan Tersier (penghubung): 13m;
    d. Jalan Lokal: 8m.
    4. Ketinggian bangunan tidak melebihi aturan yang telah ditentukan berdasarkan ketentuan tata ruang kecuali telah dilakukan pengkajian teknik terlebih dahulu atau izin khusus.

    Bila rumah atau bangunan yang dibangun tanpa atau tidak berdasarkan IMB, maka berdasarkan Surat Gubernur No.1068/1997 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penertiban Kegiatan Membangun dan menggunakan bangunan di DKI, dapat dikenakan tindakan penertiban berupa diberikannya surat dan pemberitahuan dan peringatan kepada pemilik rumah atau bangunan tersebut. Apabila surat tersebut tidak dihiraukan, maka pihak pemerintah daerah akan memberikan sanksi berupa bongkar paksa bagi bangunannya, dan saksi pidana beserta sanksi administrasi bagi pemilik bangunannya.


    kalo sudah keluar dari denah IMB sebelumnya berarti harus dibuat IMB yang baru.

  4. #4
    Junior Member hendybe's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Posts
    251
    Rep Power
    6

    Re: ask mengenai IMB

    Hukumonline.com

    saya ada kutipan seperti ini :

    Properti IMB ()
    Pertanyaan :
    Saya mau melakukan renovasi dan membuat tambahan bangunan disamping rumah, apakah saya harus mengurus IMB. Apakah ada sanksi nya bila saya tidak melakukannya, dan dasar hukumnya tentang IMB sendiri bagaimana. Saya tinggal di Jakarta. Mohon bantuannya, terimakasih.
    Jawaban :
    Membangun adalah setiap kegiatan mendirikan, membongkar, memperbaharui, mengganti seluruh atau sebagian, memperluas bangunan, atau bangunan-bangunan.
    Dasar hukum yang mendasari persoalan Izin Mendirikan Bangunan ("IMB") ini adalah Undang-undang No.34 tahun 2001 tentang Pajak dan Restribusi Daerah. Kemudian setiap daerah (pemerintah daerah tingkat I) akan mengeluarkan peraturan pelaksananya masing-masing. Untuk wilayah Jakarta ada beberapa aturan yang mengatur persoalan IMB ini diantaranya adalah Peraturan Daerah No.7 tahun 1991, Peraturan Daerah No.3 tahun 1999, Surat Gubernur No.1068 tahun 1997 dan SK Gubernur No.63 tahun 2000.

    Kegiatan terhadap bangunan yang tidak perlu IMB adalah (i) Pekerjaan yang termasuk dalam pemeliharaan dan perawatan pembangunan yang bersifat biasa; (ii) Mendirikan kandang pemeliharaan binatang atau bangunan-bangunan di halaman belakang dan isinya tidak lebih dari 12 m3; (iii) Bangunan-bangunan di bawah tanah; dan (iv) Perbaikan-perbaikan yang ditentukan yang ditentukan oleh Gubernur Kepala Daerah (ps.17 Perda No.7/1991).

    Proses pengurusan pengajuan pembuatan IMB, pertama Anda harus mempersiapkan dokumen-dokumen seperti
    1. Formulir permohonan IMB;
    2. Fotokopi KTP;
    3. Fotokopi pembayaran PBB terakhir;
    4. Fotokopi surat keterangan kepemilikan tanah yang sah (sertipikat, akte jual beli);
    5. Gambar arsitektur dan gambar situasi bangunan yang akan didirikan;
    6. Gambar Peta Rencana Kota yang diperoleh dari sudin tata kota (optional).

    Kemudian mendatangi Seksi P2B Kecamatan di wilayah rumah yang hendak dibangun, dengan membawa dokumen-dokumen diatas. Setelah dilakukannya pemeriksaan lapangan dan pembayaran retribusi sesuai dengan aturan yang berlaku. Kemudian akan diterbitkan Ijin Pembangunan (IP) setelah 5 hari pengajuan pembuatan IMB. Setelah IP ini Anda dapat langsung melakukan pembangunan rumah sambil menunggu penerbitan IMB dan biasanya setelah 20 hari diterbitkannya IP. IMB nya sendiri diterbitkan oleh Dinas P2B Propinsi berupa Surat Keputusan Kepala Dinas atas nama Gubernur dengan beberapa lampiran.

    Syarat-syarat untuk dapat diberikannya IMB kepada pemohon adalah
    1. Bangunan yang didirikan harus sesuai peruntukan dengan Rencana Tata Ruang.
    2. Luas bangunan harus sesuai dengan ketentuan BCR (Building Converage Ratio), yaitu perbandingan antara luas bangunan (tutupan yang tidak resap air) dengan total luas resapan lahan. Untuk wilayah perkotaan besarnya BCR antara 30%-60%.
    3. Garis Sempadan Bangunan (GSB) yaitu jarak ruas jalan dengan bangunan terluar
    a. Jalan Primer (propinsi): 25 m;
    b. Jalan Sekunder (kabupaten): 13m;
    c. Jalan Tersier (penghubung): 13m;
    d. Jalan Lokal: 8m.
    4. Ketinggian bangunan tidak melebihi aturan yang telah ditentukan berdasarkan ketentuan tata ruang kecuali telah dilakukan pengkajian teknik terlebih dahulu atau izin khusus.

    Bila rumah atau bangunan yang dibangun tanpa atau tidak berdasarkan IMB, maka berdasarkan Surat Gubernur No.1068/1997 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penertiban Kegiatan Membangun dan menggunakan bangunan di DKI, dapat dikenakan tindakan penertiban berupa diberikannya surat dan pemberitahuan dan peringatan kepada pemilik rumah atau bangunan tersebut. Apabila surat tersebut tidak dihiraukan, maka pihak pemerintah daerah akan memberikan sanksi berupa bongkar paksa bagi bangunannya, dan saksi pidana beserta sanksi administrasi bagi pemilik bangunannya.


    kalo sudah keluar dari denah IMB sebelumnya berarti harus dibuat IMB yang baru.

  5. #5
    Newbie
    Join Date
    May 2009
    Posts
    1
    Rep Power
    0

    Re: ask mengenai IMB

    Pernah coba bikin IMB karena didatengin terus sama pegawai Kecamatan. Setelah nyerahin uang bikin, eh ternyata tanahnya gak bisa dibangun sesuai bangunan yg udah berdiri. Jadinya cuman sampai pada gambar aja tuh prosesnya. Rumah udah jadi.. Duit melayang.. siaaalll

  6. #6
    Beginner Kirara's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Posts
    88
    Rep Power
    6

    Re: ask mengenai IMB

    Quote Originally Posted by inspiring View Post
    Pernah coba bikin IMB karena didatengin terus sama pegawai Kecamatan. Setelah nyerahin uang bikin, eh ternyata tanahnya gak bisa dibangun sesuai bangunan yg udah berdiri. Jadinya cuman sampai pada gambar aja tuh prosesnya. Rumah udah jadi.. Duit melayang.. siaaalll
    itu designer rumahnya siapa tuch?? masa tidak memperhitungkan daya tahan tanah terhadap fondasinya. harusnya diukur kemampuan tanah, luas tanah baru dibuat design nya. kalo tidak kejadian nnya seperti anda duit melayang dech

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0