Results 1 to 4 of 4

Thread: Harmonisasi Hidup di Apartemen...


  1. #1
    Beginner
    Join Date
    Sep 2012
    Posts
    63
    Rep Power
    2

    Thumbs up Harmonisasi Hidup di Apartemen...

    Alasan utama mengapa masyarakat urban rela tinggal “bertumpukan” di sebuah gedung (rumah susun), tidak lain adalah untuk efisiensi.
    Jika mereka tinggal di apartemen tengah kota, maka kemudahan akses transportasi, tersedia fasilitas yang lengkap, serta kedekatan dengan lokasi kerja membuat hidup mereka menjadi praktis dan simple.

    Sehingga tidak heran, jika kota metropolitan seperti Jakarta yang notabene sangat indentik dengan kemacetan, permintaan akan hunian apartemen atau rumah susun terus meningkat. Dengan kasat mata saja kita dapat melihat menjemurnya pembangunan apartemen di tengah kota, bahkan kini merambah di berbagai pinggiran kota Jakarta (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).

    Dilihat dari perspektif ekonomi, trend ini sangat positif karena marak pembangunan sub sektor apartemen akan menghidupkan ekonomi di sektor riil. Namun di balik itu, hingar bingar pembangunan fisik apartemen, ternyata belum diimbangi dengan kultur berkehidupan di apartemen yang baik.

    Sebagian besar penghuni belum menyadari bahwa menetap di rumah susun itu mempunyai konsekuensi. Yang jelas, karena banyak orang yang tinggal di satu gedung, maka penghuni rumah susun itu harus memiliki tingkat toleransi yang tinggi dibanding dengan penghuni perumahan biasa (landed houses).



    Hubungan sosial yang complicated berpotensi menciptakan disharmoni (konflik) baik antara penghuni dengan penghuni, penghuni dengan badan pengelola, atau penghuni dengan pengurus PPRS (Perhimpunan Penghuni Rumah Susun). Dan kenyataanya, varian konflik ini sudah terjadi di hampir semua apartemen, dari skala kecil hingga besar (terekspose di media massa).

    Di sinilah arti penting dari Tata Tertib (House Rule) sebuah apartemen/rumah susun. Biasanya dalam Tata Terbit itu sudah rinci dan detail diatur segala aspek berkehidupan di apartemen. Sehingga kalau semua stakeholder (penghuni, pengurus PPRS dan badan pengelola) mematuhi aturan seperti yang telah disepakati dalam Tata Tertib, maka konflik-konflik yang terjadi akan lebih mudah diselesaikan.

    Sayangnya, karakteristik penghuni rumah susun di Indonesia, khususnya di Jakarta masih mengedepankan ego. Lebih memprihatikan, bila penghuni-penghuninya kurang peduli terhadap masalah kepenghunian dan pengelolaan rumah susun. Contoh kecil membuang sampah seenaknya (sering terjadi membuang/menaroh di area public, depan lift), memelihara hewan yang jelas-jelas dalam Tata Tertib dilarang keras, dan menjemur pakaian di railing area balkon.


    Ilustrasi


    Sebagian besar penghuni beranggapan “berhak” mendapatkan service excellent (pelayanan prima) dari pengurus PPRS dan badan pengelola, tanpa memenuhi semua kewajibannya. Padahal agar seimbang penghuni harus paham semua hak dan kewajibannya.

    Sementara pengurus PPRS dan badan pengelola, dalam pembuatan kebijakan dan operasionalisasi harus transparan. Pengelolaan rumah susun oleh PPRS yang merupakan representasi dari pemilik atau penghuni yang mengurus dan mengelola rumah susun, termasuk memungut iuran warga. Setiap bulan, ada iuran pengelolaan yang wajib dibayar, di antaranya biaya layanan (service charge), air, listrik, dan perawatan bangunan.

    Penghuni tidak perlu alergi terhadap pungutan iuran pengelolaan sebab dana bersama itu dibutuhkan untuk menjaga kualitas bangunan bersama, serta operasionalisasi rumah susun agar tetap bersih, aman dan nyaman. Yang terpenting dalam pengelolaan rumah susun adalah pertanggungjawaban pengurus PPRS yang dapat disampaikan secara berkala (Rapat Umum Tahunan).

    Kunci untuk menciptakan harmonisasi hidup di apartemen/rumah susun adalah menumbuhkan kepercayaan di antara pemangku kepentingan. Di samping itu, semua pihak (penghuni, pengurus PPRS dan badan pengelola) harus toleran dan disiplin terhadap aturan (house rule) yang ada. Sepanjang penghuni sadar dan menaati aturan, serta adanya mekanisme pengawasan yang jelas dari PPRS, maka keharmonisan hidup di apartemen akan selalu terjaga.

  2. #2
    Contributor keizer's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Bandung
    Posts
    2,594
    Rep Power
    5

    Re: Harmonisasi Hidup di Apartemen...

    oooo jadi seperti itu ya kalau hidup di apartemen

  3. #3
    Beginner
    Join Date
    Sep 2012
    Posts
    63
    Rep Power
    2

    Re: Harmonisasi Hidup di Apartemen...

    Quote Originally Posted by keizer View Post
    oooo jadi seperti itu ya kalau hidup di apartemen
    Yup, begitulah kurang lebihnya....

  4. #4
    Beginner nikitaanniss's Avatar
    Join Date
    Jan 2014
    Posts
    62
    Rep Power
    1

    Re: Harmonisasi Hidup di Apartemen...

    udah share

    Contoh desain rumah minimalis modern dan unik
    !!! Dilarang Klik Link Dibawah!!!
    Desain Rumah Minimalis

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0