Fernando Alonso Gaji Tertinggi di Ajang F1
REUTERS
Fernando Alonso menjadi pembalap dengan gaji tertinggi di Formula 1 (F1). Sebuah nominal 45 juta dollar AS atau sekitar 400 milliar rupiah disebut-sebut sebagai penghasilan bersihnya kini. Dengan demikian, ia mengalahkan Kimi Raikkonen yang hanya memperoleh gaji 16 juta euro. Padahal, seperti yang kita ketahui, Alonso adalah pembalap pengganti Kimi di Ferrari.
Posisi kedua dengan daftar penghasilan tertinggi dipegang oleh pembalap Mercedes Lewis Hamilton McLaren. Pendapatannya tak jauh berselisih sedikit dengan Kimi.
Tahun ini, Alonso masuk dalam tabel atlet terkaya urutan ke-11 versi majalah Forbes. Sementara di daftar yang sama versi Sport Ilustrated, ia menempati posisi ke-3 sebagai atlet terkaya di dunia.
Dengan penghasilannya yang tidak sedikit itu, ia berencana membangun sebuah kompleks olah raga di atas lahan 2.500 meter persegi di Kota Oviedo, Spanyol, sebelum memasuki musim F1 tahun ini. Nantinya, kompleks tersebut bakal dilengkapi trek gokart 1,3 km. Selain itu, uangnya juga dilarikan untuk membuat sebuah museum di kota yang sama. yaz / L-2
Lebron James Punya Saham Liverpool
Satu lagi atlet yang masuk dalam daftar olah ragawan terkaya adalah pemain basket LeBron James. Seperti dilaporkan majalah Sport Illustrated, atlet yang memperkuat klub Miami Heat itu punya penghasilan lebih dari 40 juta dollar AS atau sekitar 350 miliar rupiah. Ini lantas membuatnya memegang posisi ke-3 dalam daftar atlet terkaya di AS, dua tingkat di bawah Tiger Wood. Penghasilannya tersebut diperoleh dari gajinya yang dipatok di kisaran 12 juta dollar AS dan bonus serta beberapa bayaran sponsor sekitar 28 juta dollar AS.
Untuk memenuhi hasrat bisnisnya, tahun ini ia membeli sebagian saham klub sepak bola Inggris, Liverpool, melalui kerja samanya dengan Fenway Sports Grup (FSG). Bukan itu saja, sebelumnya, LeBron juga punya saham-saham di beberapa perusahaan lain, seperti New England Sport Network (NE-SN), Boston Red Sox, dan di tim Nascar Roush Fenway Racing.
Ya, sepertinya pria yang punya julukan King James itu semakin melebarkan sayap berbisnisnya. Wajar, usia waktu produktif seorang atlet tak selama profesi-profesi lain. Jadi hal itu bisa jadi antisipasi untuk dirinya saat menghadapi masa pensiun kelak. yaz / L-2
sumber : http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/71943



LinkBack URL
About LinkBacks
REUTERS



Reply With Quote

Bookmarks